Rabu, Desember 31, 2008

Melihat Kantin dan Koperasi Kejujuran



Memperingati hari anti korupsi se-dunia pada 9/12, dibentuk sejumlah kantin dan koperasi kejujuran di Lamongan. Bagaimana dua jenis usaha yang sebagai simbol anti korupsi ini beroperasi ?
-------------



Meski tidak meraup keuntungan, namun kantin maupun koperasi kejujuran - yang telah dilaunching oleh Wakil Bupati Lamongan Tsalits Fahami dan Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan Irnensif pada hari anti korupsi sedunia 9 Desember lalu - tidak ada yang merugi. Setidaknya ini yang terjadi di kantin kejujuran di tiga lembaga pendidikan yakni SDN Jetis III, SMPN 2 dan SMKN 1 Lamongan. ’’Ini sebagai bukti siswa berbuat jujur,’’ kata salah satu guru pembimbing di SDN Jetis III.
Lebih dari itu, setelah berjalan hampir satu bulan, koperasi kejujuran di SDN ini setiap hari omzetnya dapat meningkatkan.
Kepala SDN Jetis III Supriatin menuturkan, sejak diberlakukan koperasi kejujuran dalam satu hari mampu meraup pendapatan antara Rp. 600 ribu – Rp. 1.200.000,- Pendapatan tersebut terhitung meningkat, dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya mampu menghasilkan pemasukan antara Rp. 150-200 ribu /hari.
’’Siswa kami menyambut baik sistem koperasi kejujuran, karena dapat mendidik mereka untuk jujur. Dengan melayani dirinya sendiri tanpa ada yang mengawasi, sehingga mereka tidak harus menunggu penjaga saat mereka memerlukan barang yang dibutuhkan,’’’ katanya.
Sejak dilaunching, kata dia, tidak ada kendala yang berarti. Kalaupun ada, hanya terjadi pada siswa kelas 1 yang masih kurang mengerti saat mengambil uang kembalian. Karena masih kelas 1, terkadang ada yang mengambil kembalian lebih juga ada yang kurang, bahkan ada juga yang tidak mengambil uang kembalian, sehingga kami masih mengawasi dari jauh untuk anak kelas 1. ’’Dengan sistem ini siswa juga dapat belajar berhitung selain untuk melatih jujur,’’ ujarnya.
Kondisi yang sama juga terjadi di SMKN 1 Lamongan. Sejak di luncurkan hingga hari ini (31/12), kantin di sekolah ini berjalan lancar. Kalaupun merugi hanya Rp. 4.300,-. ’’Itupun bukan karena kecurangan yang dilakukan siswa, namun karena kesalahan siswa saat mengambil kembalian,’’ kata salah satu guru setempat.

Namun, lanjut ia, kerugian tersebut telah tertutupi. Sebab, dalam satu hari, kantin di sekolah kejuruan ini mendapatkan penghasilan rata-rata Rp. 200-250 ribu.
Guna mengantisipasi terjadinya kecurangan yang dilakukan siswa, akunya, setiap upacara bendera yang diselenggarakan setiap hari Senin, siswa diingatkan tentang kantin kejujuran. Mereka diperingatkan fungsi kantin kejujuran berikut hukuman bagi siswa yang terbukti melakukan kecurangan.
Sementara pengelola koperasi kejujuran di SMPN 2 Lamongan Sulistyowati mengaku, meski berjalan lancar, namun masih mendapati satu atau dua siswa yang kedapatan bertindak curang. Namun tindakan tersebut tidak mengakibatkan kerugian koperasi yang dikelolanya, karena cepat ditangani.
Siswa yang kedapatan curang, katanya, untuk sementara ini tidak mendapatkan hukuman, namun diajak bicara dari hati ke hati. ’’Alhamdulillah ternyata cara ini ampuh untuk mendidik anak berbuat jujura,’’ ujarnya.


Selengkapnya......

Setelah Lama Terkatung-Ratung, KTL Akhirnya Dilantik




Setelah lama terkatung-katung, anggota Komisi Transparansi Lamongan (KTL) akhirnya dilantik. Pelantikan dilakukan bupati setempat, H. Masfuk, diruang kerjanya, Rabu (31/12).



Lima anggota KTL ini yakni Abdul Munif, Mustofa, Pujiantoro, Sutikno dan Busri Hidayat. Penetapan lima anggota KTL ini berdasarkan SK Bupati Lamongan nomor 188/301/kep/413.013/2008 tentang Pembentukan Komisi Transparansi di Kabupaten Lamongan masa bakti 2008-2011.
Penetapan KTL ini bisa dibilang molor. Sebagaimana diketahui, lima anggota KTL ini terpilih melalui proses seleksi yang dilakukan oleh DPRD setempat pada 2005 lalu. Tapi dalam prosesnya, KTL baru dilantik bupati kemarin.
Menyinggung molornya pelantikan KTL, bupati Masfuk menyatakan, karena alasan teknis. Dikatakan, biaya untuk keperluan pelaksanaan tugas Komisi Transparansi akan dibebankan pada APBD Kabupaten Lamongan. ’’Karena alasan teknis inilah sehingga meskipun Komisi transparansi diseleksi oleh DPRD namun SK penetapannya ditandatangani oleh Bupati Lamongan,’’ katanya.
Bupati Lamongan H. Masfuk menyambut gembira penetapan anggota Komisi Transparansi tersebut. Menurutnya, dengan bantuan dari Komisi Transparansi, Pemkab bisa tahu mana yang harus dibenahi. ’’Pada dasarnya, tujuan komisi Transparansi dengan Pemkab sama. Yakni demi kemajuan masyarakat Lamongan,’’ ujar dia.
Masfuk juga berharap agar nantinya ada koordinasi yang baik antara Komisi Transparansi dengan Pemkab. Sehingga apa yang dilakukan nantinya akn sesuai dengan harapan masyarakat. ’’Terbentuknya Komisi Transparansi ini merupakan kemajuan luar biasa bagi Lamongan. Karena di seluruh (propinsi) Jatim baru Kabupaten Ngawi dan Lamongan yang telah membentuk Komisi Transparansi,’’ ungkap dia.
Nantinya, Komisi Tranparansi yang akan menempati kantor di timur Bappeda (bekas koperasi Setia Praja) tersebut, sesuai dengan SK akan melaksankan fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku danmelaporkan hasilnya kepada Bupati.



Selengkapnya......

Selasa, Desember 30, 2008

PKNU Sosialisai Keputusan MK


Keputusan Mahkama Konstitusi (MK) yang menggunakan perolehan suara terbanyak bagi caleg terpilih dalam Pemilu 2009, tidak begitu berpengaruh DPC PKNU Lamongan. Pasalnya, jauh hari, partai ini sudah menggunakan formulasi ini. Ini terungkap dari pernyataan Ketua DPC PKNU setempat, H. Moch. Kasdi, usai rapat konsolidasi, kemarin.



Dikatakan H. Kasdi, demikian sapaannya, keputusan MA ini tidak begitu berpengaruh terhadap partai yang dipimpinnya ini. Sebab, jauh hari partai pimpinan H. Choirul Anam ini sudah menggunakan suara terbanyak dalam menentukan calegnya untuk menduduki kursi legislatif.

Hanya, dalam rapat konsulidasi yang dihadiri Abdullah. Mufied Mubarak dari DPP PKNU ini, pihaknya masih perlu sosialisasi putusan MK tersebut. Sebab pada Pasal 153 (1), (2) dan (3) UU Nomor 10/2008 tentang pemilu, yang sudah disosialisasikan ke jajarannya, pencoblosan kartu suara hanya satu, yakni pada gambar atau nama caleg. Tapi pada putusan MK ini, bisa mencoblos satu (gambar atau nama caleg-red), dua coblosan (gambar dan nama caleg) juga boleg. ''Perbedaan ini tidak signifikan, tapi tetap harus kami sosialisasikan,'' katanya.

Selain sosialisasi terkait putusan MK ini, rapat konsolidasi sebagai tindak lanjut turba DPC ini juga membahas banyak persoalan. Sekedar diketahui, salah satu program DPC PKNU Lamongan pada tahun 2008, yakni turba. ''Dari temuan-temuan pda turba itu, kemudian kami formulasikan dalam rapat konsulidasi tadi,'' katanya.

Disinggung lebih jauh, H. Moch Kasdi mengaku, rapat konsulidasi yang dihadiri Ketua Dewan Syuro DPC PKNU KH Muchit Fattah ini diantaranya membahas soal penataan Ranting dan Anak Ranting. Demi optimalisasi mesin politik dan pengawasan dalam pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilu 2009 nanti, rapat ini membahas soal rekrutmen relawan dan saksi.

Masih soal optimalisasi mesin partai, lanjut dia, rapat ini membahas pembentukan tim sukses dari tingkat Ranting hingga Cabang.

Sementara, selain dihadiri KH. Muchit Fattah dan H. Moch Kasdi, Abdullah Mufied Mubarak, acara ini juga dihadiri Sekretaris DPC PKNU setempat Suisno, serta para caleg, pengurus DPC dan PAC PKNU Lamongan.

Selengkapnya......

Ganyang Israil



Aksi brutal Israil yang membardir Palestina, memicu protes keras. Ratusan pelajar di Lamongan turun jalan memprotes kebiadaban aksi tersebut.





Dalam aksi ini, para siswa sekolah membentangkan poster yang berslogan mengecam tindakan brutal Israil yang menyerang palestina. Bukan hanya tulisan, mereka juga meneriakkan yel-yel mengecam kebiadaban Israel atas warga palestina.
Aksi bombardir israil ini, kata mereka, merupkan kejahatan teroris dunia. Mereka mendesak Israil mengentikan aksi tersebut. Sebab serangan ini mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil dan anak-anak yang tidak berdosa.
para siswa sekolah dasar dan sekolah menengah di Lamongan menggelar aksi demo mengecam kebiadaban Israil yang membomabrdir palestina. Aksi kecaman ribuan siswa ini dilampiaskan dengan membakar bendera Israil, sebagai panji-panji kebesaran Negara zionis ini.
Bukan hanya murid, beberapa para guru juga turut dalam aksi ini, bahkan juga ada yang turut membakar bendera Israil.


Selengkapnya......

Senin, Desember 29, 2008

Melawan Benjolan 3 kg di Wajah







Sungguh pedih penderitaan Rony (10) warga Dusun Bululor, Desa Tuguh, Kecamatan Mantup. Diusianya yang belia, bocah kelas I SD ini harus berjuang melawan sekitar 3 kg tumor ganas. Karena ketidakberdayaannya, ia seakan dibikin pasrah menghadapi cobaan ini.







Pengap dan menyedihkan, tampaknya ini kalimat yang pas untuk menggambarkan Rony. Diusianya yang belia, ia tidak bisa bermain, bercanda ria bersama teman-temannya. Ia terpaksa ‘’mengasingkan’’ diri di rumah.
Penyakit yang menyerangnya, membuyarkan impiannya, bahkan masa hidupnya. Bagaimana tidak, penyakit ini sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Benjolan yang sudah bercokol sejak kelas 1 SD ini, kian tumbuh subur, bahkan kini sudah sebesar kepalanya.
Pertumbuhan benjolan ini, sehingga wajah bocah kelas V SD ini tidak tampak lagi. Yang tampak hanya benjolan besar. Mulutnya dabn hidungnya sudah tidfak kelihatan, yang tampak hanya dua gigi taring menjulang ke bawah dan dua lobang kecil dan besar di antara benjolan ini. Sedangkan mata kirinya bergeser ke samping dan mata kanannya juga bergesar kesamping bahkan sudah pejam terus. Saat ditanya, ia hanya bisa kedap-kedip.
Tempat tidur di ruang tamu berdinding kayu, menjadi saksi bisu anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Kasiani – Asrip ini, dalam menjalani ‘’siksaan’’. ‘’Ia sudah tidak bisa kemana-mana, setiap hari ya di situ (tempat tidur),’’ kata Kasiani, ibu Rony.
Harapan bocah ini seakan buyar seiring kian tumbuh subur tumornya. Dua gambar tokoh Smack Down -Triple H dan John Cena yang sering tampil di televise swasta - tertempel di dinding ruang tamu seakan hanya menjadi hiasan belaka tanpa bermakna.
Hal ini bisa dipahami, karena situasinya sangat kontradiktif. Sang tokoh dengan gayanya yang menonjolkan kekeran tubuhnya, sedangkan sang penempel gambar yakni Rony, tubunya tinggal tulang dan kulit, karena pertumbuhan tubunya terkuras untuk musuhnya, tumor.
Ibunya, Kasiani menuturkan, Rony lahir secara normal. Tapi sejak kelas 1 SD, tumbuh bisul di bawa mata kanannya. Karena kian besar, atas biaya sendiri, tahun 2005 buah hatinya ini dibawa ke RSUD dr Sutomo Surabaya. Di RS ini, pengobatan tumor Rony tidak dioperasi tapi melalui sinar karena sudah besar. Hasilnya, tumor ini dinyatakan sembuh.
Bocah ini pun menjalani aktivitasnya seperti biasa, termasuk sekolahnya. Tapi belum lama ia tersenyum, ia harus menjalani penderitaan lagi. Sebab, setehun setelah penyinaran, tumornya ini kambuh lagi. Karena pertumbuhan cepat tumor ganas ini, sehingga pada awal 2008, Rony yang saat itu sudah kelas V SD, sudah tidak bisa sekolah lagi.
Sekarang, keluarga miskin ini hanya bisa pasrah. Pasalnya, ia tidak punya biaya untuk membawanya ke Surabaya, sebagaimana perawatan pertama. Penghasilan ayahnya, Asrip, yang hanya sebagai buruh tani, hanya cukup untuk makan keluarga. Sementara, kata Kasiani, pihak Puskesmas Mantup tidak sanggup untuk mengobati penyakit Rony, karena tumor ini dianggap sudah parah. ‘’Uang dari mana untuk mengobatkan, untuk makan saja susah,’’ kata Kasiani. Meski tumor Rony kian mengganas, bukan berarti ia harus pasrah. Mereka, keluarga itu, masih punya harapan, agar anaknya tetap hidup, agar bisa bercanda dan belajar bersama teman-temannya. Siapa peduli ?

Selengkapnya......

Sambut Satu Maharam




Setiap 1 Muharram, tahun baru Islam, digelar berbagai kegiatan. Bagaimana kegiatan di Lamongan dalam menyambut tahun baru 1430 H ?




Sebagaiamna biasa, dalam memperingati 1 Muharram, bisa dibilang setiap kampong mengadakan kegiatan. Setidaknya, dalam setiap masjid di daerah agamis ini digelar kegiatan Islami, dari khotmil Quran, shalawatan hingga pengajian.
Puncaknya, pada tanggal 29/12, yang bertepatan pada 1 maharram, digelar pawai ta’aruf di kota Lamongan. Puluhan regu turut memeriahkan tahun baru Islam. Pada malam harinya, juga digelar tilawatil Quran di Alon-Alon kota setempat.
Masih dalam rangka menyambut tahun baru Islam, Ponpes Tanwirul Ghoyyi, Groyok, Lamongan kota tidak mau ketinggalan.
Sebanyak 50 anak yang mengenaan sarung berbaju taqwa lengkap dengan kopyah putih, naik kereta mini, sekitar pukul 06.30. Mereka berangkat dari Ponpes Tanwirul Ghoyyi, keliling kota Lamongan. Mereka tampak mensem gemuyu.
Bukan hanya itu, setibanya dari melihat pemandangan kota Lamongan, mereka kembali ke Ponpes pimpinan KH. Suudi Karim, yang juga Rais Suriyah PCNU Lamongan ini. Mereka dikumpulkan di satu ruang yang luasnya cukup.
Di ruang ini, dengan didampingi orang tua masing-masing, sebanyak 50 anak ini menyaksikan film Islami. ‘’Mereka dihibur agar tidak stress,’’ kata Nihrul Bahialhidar (Gus Irul), salah satu putra KH Suudi Karim.
Ya, sebanyak 50 anak ini merupkan peserta sunatan missal. Mereka dihibur, agar tidak tegang saat menjalani sunat. Tapi, meski sudah dihibur, namun ketegangan tidak bisa hilang dari benak mereka.
Satu demi satu, mereka dipanggil untuk memasuki tiga ruang khusus untuk penyunatan. Kali ini, Ponpes Tanfirul Ghoyyi mendatangkan tim medis dari RSI Nasrul Ummah Lamongan.
Ketegangan para peserta sunatan missal tampak memudar. Sebab, selama penyunatan berlangsung, terus dikumandangkan bacaan shalawat nabi melalui pengeras suara. Hanya, karena banyaknya peserta, sehingga khitan missal ini memakan waktu cukup lama.
Gus Irul panggilan Nihrul Bahialhidar menuturkan, sunatan massal ini merupakan serangkaian peringatan 1 Muharram - tahun baru Islam - yang digelar Ponpes Tanwirul Ghoyyi. Meski ponpes di tengah kota Lamongan ini sudah lama berdiri, namun baru kali ini meggelar sunatan missal. Masigh serangkaian acara ini, juga digelar khotmil Quran dan pengajian akbar.
Pengasuh Ponpes Tanwirul Ghoyyi, KH Suudi Karim mengungkapkan, sunat merupakan salah satu ajaran Islam, khususnya untuk bersuci. Begitu pentingnya sholat, katanya, sehingga orang yang menunaikan shalat harus sunat terlebih dahulu, agar bisa bersuci.






Selengkapnya......

Festival Drum Band



Puluhan group drum band se Kabupaten Lamongan unjuk kebolehan, Minggu (28/12). Mereka memperebutkan yang terbaik dalam even festifal drum band SD-SMA sederajad 2008. Tampak pda gambar salah satu group drum band unjuk kebolehan.



Selengkapnya......

Sabtu, Desember 27, 2008

Siapa, Dimana ?


Ini juga hamba Allah, butuh hidup layaknya manusia. Tapi – tanpa berpaling dari kebesaran Allah, hidupnya sungguh tergantung orang lain. Siapa, di mana dan bagaimana ia mengarungi hudupnya ? Simak terus blog ini.




Selengkapnya......

Songsong Tahun baru 2009, Gelar Festival Band Pelajar Anti Narkoba



Maraknya kasus narkoba belakangan ini membuat para orang tua dan insan pendidik miris. Sebab mereka takut anak dan murid mereka tidak terjerumus dalam lembah hitam yang namanya narkoba ? Bagaimana upaya memerangi narkoba dalam menyongsong tahun baru 2009.





---------
Ratusan pelajar SMA se-Kabupaten Lamongan memadati lapangan SMA Negeri 1 Mantup, kemarin. Mereka tampak antusias menyaksikan acara Festival Band Pelajar Anti Narkoba yang digelar SMA setempat.
Festival salah satu kelompok musik ini ternyata bukan hanya sebagai ajang untuk memerangi narkoba. Lebih dari itu, acara yang dihelat SMA Negeri 1 Mantup ini juga bisa dibilang sebagai ajang kreasi para kaula muda atau pelajar.
Setidaknya ada 22 group band dari SMA negeri maupun swasta se-Kabupaten Lamongan turut unjuk kebolehan di even ini. Mereka sengaja diundang untuk memeriahkan padacara di ahir tahun 2008 ini.
Mengenakan seragam sekolah, para mosisi pelajar ini memainkan musik. Tak heran bila persaingan antar group musik pelajar ini kian ketat. Bukan hanya vokal dan olah musik saja yang bersaing dalam even paling bergengsi antar pelajar di daerah ini.
Para pendukung masing-masing group juga turut menyemarakan acara menyongsong datangnya tahun baru 2009. ’’Dari pada hura hua di jalan lebioh baik berkumpul d sini,’’ kata salah satu cewek berjilbab lengkap dengan seragam sekolahnya, saat asik menyaksikan pertunjukan ini.
Wakil kepala sekolah SMA Negeri 1 Mantup Sofyan Hadi didampingi salah satu guru pembimbing, Agus, tampak puas atas terselenggaranya festival band para pelajar ini. Berkat bimbingan para guru dan dukungan semua pihak, sehingga acara yang digelar anak didiknya ini bisa sukses.
Pihaknya berharap pada para siswa, hendaknya
memahami apa yang terkandung dibalik acara ini, yakni anti narkoba. ’’Ini bukan hanya slogan semata, tapi harus dibuktikan secara nyata. Jauhi narkoba, kalau tidak ingin terjerumus kedalamnya,’’ petuah Pak guru ini pada muridnya.







Selengkapnya......

Unisda Wisuda 406 Sarjana


ara sarjana diminta untuk mengamalkan ilmunya kepada masyarakat. Ini disampaikan Dirjen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Dikti, Prof. Dr Moh. Munir dalam Dies Natalis XXII dan Wisuda Sarjana Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, kemarin.



Dihadapan para wisudawan dan para undangan. M. Munir berharap, agara para wisudawan bisa mengamalkan ilmunya. Setelah kembali ke masyarakat, para sarjana hendaknya bisa megamalkan ilmunya yang diperoleh dari bangku kuliah. ’’Ilmu yang diperoleh dari kampus ini hendaknya ditularkan ke masyarakat,’’ katanya.
Dalam sambutanya, Rektor Unisda Afif Hasbullah menyatakan bawa sudah bepuluh ribu mahasiswa (Unisda) diwisuda. Wisuda sarjana, katanya, bukan hanya seremoni semata, namun wisuda atas derajat ilmu mereka.
Juga, wisuda atas tanggungjawab pengabdian mereka untuk membangun bangsa dan Negara menegakkan panji agama. ‘’Sarjana Unisda merupakan dharma bakti Unisda untuk bangsa.
Dalam usianya ke 22 tahun, Unisda yang berkampus di Kecamatan Sukodadi, sekitar 15 km dari kota Lamongan ini memwisuda 406 sarjana. Mereka berasal dari 7 fakultas.
Selain dihadiri pejabat tinggi Dikti, wisuda sarjana Unisda juga dihadiri para tokoh NU Lamongan. Tampak hadir ditempat Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan KH. Abdullah Ma’un, KH Ilyas Mawardi salah satu tokoh NU Lamongan, H. Rodli dari Depag setempat, serta beberapa tokoh lainnya.

Selengkapnya......

Jumat, Desember 26, 2008

Gelapkan Bantuan Benih, Kasu Dibui

Kepala Dusun (Kasun) Jombok, Desa Wonorejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten lamongan, Umpomo (36) dijebloskan ke dalam rumah tahanan Polres Lamongan, kemarin. Pasalnya, ia diduga kuat menggelapkan benih geratis pemerintah 2007.



Umpomo (36), Kepala Dusun (Kasun) Jombok, Desa Wonorejo, Kecamatan Sambeng, dijebloskan ke dalam rumah tahanan Polres Lamongan, kemarin. Pasalnya, ia diduga kuat menggelapkan benih geratis pemerintah 2007.
Sumber di lapangan menyebutkan, Kasun Umpomo menggelapkan 1.175 ton benih gratis dari pemerintah. Mssing-masing benih padi hibrida, padi inhibrida, jagung dan kedelai yang mestinya diberikan secara gratis pada petani Dusun Jombok, namun oleh Kasun ini dijualbelikan.
Temuan ini menyebutkan, setiap satu kemasan bibit padi dan jagung yang berisi 10 kg, dijual dengan harga Rp 50 ribu. Masing-masing kepada 25 petani penerima benih jagung hibrida, 10 petani kedelai, 10 petani padi hibrida dan 30 petani padi inhibrida. ‘’Sedangkan bibit kedelai dipergunakan pribadi oleh Kasun Umpomo,’’ kata sumber tersebut, kemarin.
Awalnya, modus pengelapan ini sementara berjalan mulus. Terlebih selain ditandatangani Umpomo juga sebagai ketua Kelompok Tani (KT) dusun setempat, laporan prihal bantuan ini kepada KCD tertanggal 17 Januari 2008 itu juga ditandatangani sekretaris dan bendahara KT setempat Sinto dan Nazam, serta 75 petani penerima bantuan benih ini. Begitu juga Kades Wonorejo, Sutiono, bersedia menandatangani Ketua KT ini, karena semua pengurus KT dan penerima bantuan sudah menandatanganinya.
Kasus ini terungkap, saat pihak KCD sosialisasi program bantuan yang sama periode. Dalam sosialisasi ini, pihak KCD mengungkapkan, pemerintah akan memberi bantuan secara gratis, sebagaimana tahun 2007 lalu. ’’Karena merasa membeli, warga kemudian protes,’’ kata sumber tersebut.
Dari sosialisasi KCD ini akhirnya terungkap, bahwa semua tandatangan pengurus KT dan 75 petani penerima bantuan benih ini palsu. Tapi, meski aibnya sudah terbongkar, namun kasun Umpomo tidak mau mengembalikan hak-hak petani ini. Setelah jalan damai tidak membuahkan hasil, akhirnya kasus ini ditempuh jalur hukum. ‘’Hasilnya sekarang masuk bui,’’ kata sumber ini.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo saat dikonfirmasi membenarkan kasus ini. Saat didesak lebih lanjut mengaku, tersangka bisa terancam pasal 372 tentang penggelapan, 374 penggelapan dalam jabatan dan pasal 378 tentang penipuan. ‘’Kita lihat saja nanti mana yang masuk, karena kami masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut,’’ katanya.



Selengkapnya......

Rabu, Desember 24, 2008

Pelanggar RTRW Minimal Kena 2 Tahun Kurungan



Pemerintah tampaknya harus berhati-hati dalam melakukan pembebasan lahan. Ini bila mereka tidak ingin terkana ancaman dua tahun kurungan, sebagaimana diamanatkan pada UU no 26 tahun 2007.

Ini terungkap dalam Seminar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lamongan di Hotel Grand Mahkota setempat, Rabu (24/12).
Kasubdit Bina Tata Ruang Kabuapten/Kota dan Propinsi Departemen PU Donny J Widianto mengungkapkan, berdasarkan amanat UU no 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, pemerintah diberi hak pertama untuk melakukan pembebasan lahan. Pemberian hak ini untuk mencegah alih fungsi lahan produktif menjadi
pemukiman maupun industri.
Menurut Donny, dengan diterapkannya UU no 26 tahun 2007 tentang
Penataan Ruang, ada beberapa implikasi yang harus dipatuhi perancanag
Perda RTRW. Diantaranya, lanjut dia, secara teknis RTRW Propinsi
merupakan penjabaran RTRW Nasional. Demikian pula RTRW Kabupaten/Kota
merupakan penjabaran RTRW Propinsi. "Departemen PU akan pastikan RTRW
yang disusun sudah sesuai dengan amanat undang-undang, " tegas dia
pada kegiatan yang menghadirkan Johan Silas, guru besar teknik
arsitektur ITS Surabaya dan Krisnayana Yahya, ahli statistic ITS
sebagai narasumber tersebut.
Selain itu, tambah dia, ada implikasi sosiologis yakni penyusunan
RTRW tidak bias lagi sepihak. Ada peran masyarakat disana. "Masyarakat
sekarang diberi porsi keterlibatan penyusunan mulai perencanaan hingga
pengendalian. Masyarakat selama ini sering diabaikan dalam penyusunan
RTRW. Padahal 80 persen pemanfaatan lahan dalam RTRW oleh masyarakat
swasta. Ini agar RTRW tidak kontra trend dan kontra pasar. Kemudian
karena RTRW nantinya tidak berlaku surut, saya minta ijin usaha yang
sudah diberikan ke investor agar diamankan. Jangan sampai ada tuntutan
dari investor di kemudian hari karena lokasi investasinya ternyata
berubah menjadi lahan hijau, " ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Propinsi Jatim
Budi Susilo mengungkapkan, penerapan RTRW berdasar UU no 26 tahun 2007
tentang Penataan Ruang harus sudah rampung paling lambat sejak
peraturan itu sisahkan, yakni pada 2010 nanti. Pemprop Jatim, kata
dia, telah melakukan memfasilitasi empat Kabupaten/Kota untuk
secepatnya membuat RTRW itu. "Tahun ini bersama Lamongan, ada Kota
Blitar, Kabupaten Ponorogo dan Ngawi yang menerima stimulus dari
Pemprop Jatim, " ungkapnya.
Pada Kesempatan selanjutnya, Wakil Bupati Tsalits Fahami yang membuka
kegiatan tersebut mewanti-wanti pada kepala Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) di Lamongan, terutama para Camat untuk memberi
penjelasan pada masyarakat yang berpotensi melanggar RTRW. Karena
berdasar undang undang yang baru, pelangggarnya minimal akan kena
hukuman 2 tahun penjara. "Penyimpangan dan pelanggaran RTRW seperti
didirikannya pemukiman di bantaran sungai dengan adanya UU baru ini
bisa terkena ancaman pidana minimal dua tahun. Saya minta ini kepada
Kepala SKPD terutama Camat agar segera lakukan tindak lanjut, " tutur
dia.
Pada rancangan RTRW Kabupaten Lamongan, ada tiga kawasan strategis
yang akan dikembangkan. Yakni kawasan strategis pertumbuhan ekonomin
yang meliputi kawasan Lamongan Integrated Shorebase (LIS), kawasan
pelabuhan perikanan nusantara rondong, kawasan pariwisata Pantura
Lamongann dan pelabuhan ASDP. Kemudian kawasan strategis
sosio-kultural akan meliputi situs/makam Nyai Ratu Andongsari,
monument Van der Wijck, makam Sunan Drajad dan situs/makam Jaka
Tingkir. Selanjutnya kawasan strategis penyelamatan lingkungan
lingkungan hidup meliputi aliran Sungai Bengawan Solo, Waduk Gondang
dan waduk Prijetan.


Selengkapnya......

Selasa, Desember 23, 2008

Polres Ancam Tindak Tegas Pengacau





Polres Lamongan ancam tindak tegas pengacau keamanan natal dan tahun baru.




Ini disampaikan Kapolers Lamongan, AKBP Imam Sayuti, usai menjadi irup gelar pasukan operasi Lilin - sebutan pengamanan hari natal dan tahun baru - di Mapolres setempat, kemarin.
Polres Lamongan tidak pandang bulu, dalam menjalankan tugas pengamanan, utamanya dalam menyambut ahri natal dan tahun bari. ’’Bila ada yang sampai bertindak melawan hukum, akan kami tindak,’’ tegasnya.
Disinggung soal pengamanan di wilayahnya dalam menyambut dua hari libut nasional ini, Kapolres Imam Sayuti menyatakan sudah siap. Untuk pengamanan ini, pihaknya menyiapkan sekitar 500 personil atau 2/3 dari kekuatan Polres Lamongan. Jumlah ini belum termasuk dari Kodim dan dari Pemkab setemat. Tim ini disiapkan sejak tangal 24/12 hingga 12/1.
Disinggung lebih jauh, pihaknya sudah antisipasi sejumlah titik kerawanan. Untuk hari natal, pihaknya akan mengamankan 16 gereja yang ada di Lamongan, serta gedung Korpri setempat yang akan digunakan umat kristiani.
Sedangkan menyambut tahun baru, pihaknya antisipasi di tempat wisata, yakni WBL, Waduk Gondang dan Alun-alun. Sebagaimana pengalaman sebelumnya, pada malam tahun baru, massa akan terkonsentrasi di alun-alun.
Untuk mengalihkan arak-arakan dan menghibur masyarakat, akan digelar dua pertunjukan hiburan di Alun-Alundan di WBL.
Ditambahkan Kapolres, bila ada yang mengganggu ketertiban umum, pihaknya akan melaranya. ’’Kami juga antisipasi pengamanan dan kelancaran lalu lintas,’’ pungkasnya.




Selengkapnya......

Masfuk Tutup Tahun 2008 dengan Manis





Masfuk menutup tahun 2008 dengan manis. Ini setelah bupati Lamongan ini menyabet penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara berupa Anugerah Leadership Award 2008.


"Penghargaan ini tidak mungkin diraih tanpa dukungan dan peran serta
semua elemen masyarakat Lamongan yang telah guyub mendukung
pembangunan daerahnya. Karena itu sudah menjadi kewajaran jika
penghargaan ini saya dedikasikan kepada semua masyarakat Lamongan.
Tanpa mereka kemajuan Lamongan tidak akan seperti ini, " tutur Bupati
Lamongan Masfuk di ruang kerjanya kepada sejumlah wartawan seusai tiba
dari Jakarta menerima Anugerah Leadership Award 2008 dari Menpan RI
Taufik Effendi, (Rabu, 24/12).


Penghargaan tersebut diterimakan oleh MenPAN di Studio TVRI Jakarta, Selasa (23/12).
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan Aris Wibawa menuturkan, Masfuk berhak menerima penghargaan tersebut karena kepemimpinannya.

Kriteria penerima penghargaan, lanjut Aris, merupakan pemimpin daerah yang dipandang telah memberikan perhatian besar pada daerahnya sehingga membawa perubahan positif bagi daerah yang dipimpinnya. ”Unsur penting penilaian penghargaan ini adalah keberhasilan kepemimpinan mengelola daerah dengan segala potensi dan kendalanya, pemimpin yang penuh kreatif dan inovatif akan menghasilkan kemakmuran bagi masyarakat meski daerah tersebut sumber daya alamnya (SDA) sangat terbatas,” urai Aris.
Aris menjelaskan, pengamatan dan penilaian untuk penghargaan tersebut dilaksanakan oleh Tim Leadership Park yang merupakan mitra MenPAN, dengan melakukan analisa database dan kajian lapangan. Pengamatan dan penilaian tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2006 lalu. ”Point positif yang dimiliki Bupati Lamongan adalah keberhasilan beliau mengangkat potensi didaerahnya, yang berimbas pada peningkatan pendapatan asli daerah – PAD - tentunya juga nilai investasi yang terus bertambah secara signifikan, selama tiga tahun,” urai Aris.
Aris menambahkan, pelayanan satu atap yang diterapkan Pemkab Lamongan juga merupakan nilai positif. Karena, kata Aris, dengan sistem pelayanan tersebut banyak investor yang mananamkan modalnya di Lamongan. ”Saat ini banyak megaproyek yang dilaksanakan di Lamongan. Keberadaan WBL, LIS, PT. DOK dan lainnya merupakan bukti nyata banyaknya investor yang masuk ke Lamongan, ini juga yang dijadikan kriteria untuk penghargaan tersebut,” tutur Aris.
Masfuk menerima penghargaan tersebut bersama kepala daerah lain yang layak menjadi teladan, diantaranya, Walikota Blitar, Walikota Ambon, Walikota Parepare, Walikota Batam, Walikota Palu, Bupati Pesisir Selatan, Bupati Merauke dan Bupati Purbalingga.

Selengkapnya......

Peran BPD Belum Maksimal

Guna meningkatkan kinerja BPD (Badan Permusyawaratan Desa), Pemkab Lamongan bekerja sama dengan LSM Yawimanu menggelar pelatihan penguatan kelembagaan BPD, di Sabha Dyaksa, Selasa (23/12).





Pelatihan yang diikuti BPD se Kabupaten Lamongan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan Fadeli. Dalam sambutannya, Fadeli mengatakan hingga saat ini BPD belum berperan secara maksimal. Terbukti, dalam penyusunan APBDes masih belum dikerjakan sendiri oleh desa.
Menurut Fadeli, hal tersebut menjadi pertimbangan Pemkab Lamongan untuk meningkatkan kinerja BPD diantaranya dengan pembinaan-pembinaan seperti yang dilaksanakan pada hari itu. BPD, kata Fadeli, merupakan mitra pemerintah desa yang memiliki peranan strategis diantaranya melakukan pengawasan pelaksanaan pemerintahan desa serta menampung aspirasi masyarakat desa terkait dengan pelayanan dan pelaksanaan pembangunan di desa. ”Demikian juga dengan penyusunan APBDes BPD juga mempunyai peranan penting untuk penyusunan ini, sayangnya hingga sat ini belum ada desa yang menyusun APBDes sendiri, dan saya berharap ke depan APBDes dikerjakan sendiri oleh desa,” harap Fadeli.
Untuk itu, lanjutnya, camat hendaknya tiada henti-hentinya memberikan bimbingan dan arahan terkait dengan penyusunan APBDes, sehingga aturan-aturan yang ada dapat dilaksanakan hingga di tingkat desa.
Terkait dengan mega proyek di Lamongan, Fadeli mengingatkan agar BPD berperan serta memudahkan proses pembebasan tanah dengan memberikan pengertian kepada masyarakat. ”Di belahan selatan sebentar lagi akan berdiri pabrik pengolahan jagung juga rumah sakit bertaraf internasional, nah saya harapkan BPD dapat menjelaskan hal ini kepada masyarakat, sehingga harga yang ditetapkan warga itu juga masuk akal, jangan mentang-mentang dibutuhkan sehingga harga dinaikkan, dan BPD harus faham tentang proyek-proyek ini,” ujar Fadeli.
Pelatihan untuk BPD tersebut diselenggarakan selama dua hari dengan nara sumber dari Bagian Pemerintahan dan Bagian Hukum Pemkab Lamongan, serta LSM Yawimanu. Pada pelatihan tersebut akan diberikan materi tentang sistem managemen pembangunan partisipatif, sistem pengawasan dan pelaporan penyelenggaraan pemerintahan desa serta metode teknik penyusunan peraturan desa

Selengkapnya......

Senin, Desember 22, 2008

Marcio Operasi Usus Buntu, Persela dalam Masalah Besar



Persela Lamongan dalam persoalan. Belum memperoleh pengganti Epala Jordan, kini Laskar Joko Tingkir - julukan Persela- kini Marsio da Silva dipastikan absen saat menjamu Persiwa 4/1 mendatang. Sebab kapten Persela ini sedang menjalani operasi usus buntu, di Pavilun RSUD dr Soegiri,


Striker Persela ini kini masih terbaring di RSUD dr Soegiri, tepatnya di Ruang paviliun Kelas I B. Ia kini menjalani penyembuhan, setelah kemarin pagi menjalani operasi usus buntu. ’’Sekarang masih terasa sakit,’’ kata Marcio seraya menunjukkan sayatan di perutnya bekas operasi tersebut.
Dari operasi ini, terjawab sudah kenapa kapten Persela tidak turut latihan bersama rekan-rekannya. Sebelumnya, sekitar satu minggu, Marcio ada masalah terhadap kesehatannya. ’’Setelah periksa dan periksa, akhirnya diketahui penyakit usus buntunya,’’ kata salah satu orang dekatnya.
Keterangan tim medis rumah sakit setempat, sekitar satu minggu menjalani operasi, akan dilakukan pengangkatan benang operasi pada perut Marcio. Diperkirakan, penyembuhan striker asal Brazil ini membutuhkan waktu dua minggu. Tapi sumber ini belum bisa memastikan, kapan Marcio bisa bermain lagi. ’’Dalam waktu satu minggu benangnya akan diangkat,’’ kata sumber medis ini.
Sakitnya Marcio ini akan berdampak serius pada Persela. Pasalnya, selama ini, Laska Joko Tingkir banyak tertumpu pada pemain yang mempunyai teknik tinggi ini.
Terlebih, persela belum mendapatkan striker pengganti Epala Jordan yang dicoret setelah putaran pertama berakhir. ’’kami tengah melakukan penseleksian pemain lokal dan asing sekarang,’’ kata Bendahara Persla H. Yuhronur Efendi, kemarin.
Disingung sakitnya marcio, Yuhronur memperkirakan striker Persela ini akan absen satu atau dua pertandingan. Yakni saat Persela menjamu Persiwa pada 4 Januari dan Persipura pada tanggal 11 Januari. Pasalnya, penyembuhan terhadap salah satu andalam pemain Persela ini dipercepat. ’’Dokternya baru saja bilang pada kami penyembuhan Marcio akan dipercepat,’’ katanya.


Selengkapnya......

Kasus Sekdes Kian Berpolemik

Kasus Pilsekdes Desa / Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan kian berpolemik. Setelah putusan MA untuk mencopot jabatan Sekdes belum dijalankan Kades setempat, Abdul Rahman, kini pihak penggugat, Kaseno minta dukungan ke DPRD setempat.


Didampingi pengacaranya, Hidayat dan sejumlah pendukungnya, Kaseno datang ke kantor dewan. Sebelum diterima Komisi A, mereka sempat membeber maksud kedatangannya ke kantor ini.
‘’Kami minta dukungan dewan, agar Kabag hukum atau pihak terkait lainnya untuk mendesak Kades Turiagar melaksanakan putusan MA untuk mencabut SK pengangkatan Kades Suroto,’’ kata Hidayat.
Disinggung upaya hukum oleh Pemkab Lamongan, yakni peninjauan kembali (PK) putusan MA atas perkara No 83/G.TUN/2003/PTUN.SBY, Hidayat menilai, itu tak ubahnya sebagai upaya untuk mengulur-ulur. ‘’Karena sebenarnya tidak ada nofum baru,’’ kata dia.
Soal pencopotan sementara oleh Kades TUri terhadap Suroto dari jabatan Sekdes Turi, menurutnya itu bukan melaksanakan putusan MA. Sebab putusan MA itu intinya agar Kades mencopot jabatan Sekdes Suroto, bukan mencopot sementara.
Pencopotan sementara Suroto dari jabatan Sekdes ini, lanjut dia, sangat terlambat. Sebab pencopotan sementara ini mestinya sudah dilakukan sejak awal (proses hukum dimulai-red).
Diberitakan sebelumnya, pada pilsekdes Turi pada April 2003 lalu, Suroto memperoleh 282 suara, Kasno memperoleh 281 suara dan Asmuri memperoleh 15 suara. Pada proses selanjutnya, ditemukan 2 suara yang bermaslah. Kasno melakukan gugatan dan PTUN Surabaya memenangkan gugatannya No 83/G.TUN/2003/PTUN.SBY. Proses hukum selanjutnya, banding, kasasi dan di MA juga memangkan Kasno. Putusan MA memerintahkan agar Kades Turi untuk mencabut SK pengangkatan Suroto sebagai Sekdes. ‘’Kenapa sampai sekarang putusan MA ini belum juga dilaksanakan,’’ kata Hidayat.


Selengkapnya......

Hari Ibu di Lamongan


Hari ibu diperingati di Alon-alon Lamongan, Senin (22/12). Peringatan ini bersamaan dengan tiga besar hari nasional lainnya, yakni hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, hari Kesatuan Gerak PKK dan hari Himpunan Penderita Cacat (Himpenca). Sesuai dengan momen hari ibu, seluruh petugas upacara adalah kaum hawa.



Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Masfuk yang pada kesempatan tersebut membacakan sambutan tertulis Menteri Negara Pemberdayaan Wanita Mutia Hatta Swasono menghimbau agar seluruh komponen masyarakat tetap merawat komitmen untuk menghilangkan diskriminasi gender di berbagai bidang pembangunan. Menurutnya dengan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender dapat menciptakan Indonesia yang lebih adil, demokratis, aman dan sejahtera.
Jumlah perempuan yang hampir setara dengan kaum laki-laki, katanya, merupakan potensi dan asset pembangunan yang tidak boleh disia-siakan. “Kaum perempuan memiliki modal social yang perlu terus ditingkatkan agar selalu dinamis, partisipatif dan aktif dalam berbagai kehidupan,” ujarnya.
Saat ini, lanjutnya, penting untuk melihat perempuan Indonesia sebagai subyek pembangunan yang meiliki kesempatan dan hak serta kewajiban yang sama dengan kaum laki-laki. Untuk dapat mengambil peran dalam pembangunan, katanya, kaum perempuan perlu terus meningkatkan kualitas pengetahuan, ketrampilan profesionalisme serta terus mengembangkan diri. “Hal tersebut perlu dilakukan perempuan agar dapat berkiprah sebagai mitra sejajar dengan kaum laki-laki di dalam setiap elemen dan komponen masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut Masfuk didampingi Wakil Bupati Tsalits Fahami, Muspida serta Sekda Fadeli menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penyandang cacat berupa seperangkat alat menjahit, dan sembako kepada panti asuhan di Lamongan.
Sementara itu, ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan Ny. Endang Riyanti Masfuk juga menyerahkan bantuan dari YLGN-OTA kepada anak asuh yang berasal daerah pasca banjir dan penghargaan kepada 3 (tiga) kader PKK kecamatan berprestasi yang telah mengabdi selama 15 tahun di PKK diantaranya Ny. Sulamsih dari kecamatan Sukorame, Ny. Endar Kuswari dan Ny. Evi Yuliani keduanya dari Kecamatan Sambeng.




Selengkapnya......

Minggu, Desember 21, 2008

Pentingnya Menyusui Dini




Metode inisiasi meyusui dini atau IMD, menurut penelitian 8 kali lebih berhasil untuk mensukseskan program 6 bulan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Negara lain banyak yang mengenal metode ini sekitar tahun 1987.


Tapi sayang, Indonesia baru megenalnya sekitar dua tahun belakangan. Ini diungkapkan Ketua Sentra Laktasi Indonesia Utami Roesli saat Sosialisasi Inisiasi Menyusui Dini di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan, Minggu (21/12).
Dihadapan kader Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Utami Roesli mengungkapkan, beberapa negara sudah mengenal metode inisiasi meyusui dini atau IMD sejak medio 1987. Namun Indonesia baru mengenal metode ini dua tahun belakangan. Padahal dengan IMD ini, menurut penelitian 8 kali lebih berhasil untuk mensukseskan program 6 bulan ASI eksklusif.
Dalam kegiatan yang digelar oleh GOW Lamongan tersebut, Utami Roesli menyampaikan pentingnya IMD untuk dilakukan. “Yang disiapkan Allah untuk bayi yang baru lahir adalah dada ibunya, bukan incubator. Dada ibu diciptakan untuk memiliki suhu yang lebih hangat dari suhu luar dan bisa menyesuaikan diri dengan suhu yang dibutuhkan bayi atau thermoregulator thermal synchron. Jika suhu dada ibu terlalu dingin untuk bayi, suhu dada ibu akan naik. Demikian pula sebaliknya, “ ungkap dia.
“Selama ini kita salah dalam menangani bayi yang baru lahir, “ lanjut Utami yang juga tercatat sebagai dokter anak senior di RS ST Carolus Jakarta itu. “Anak adalah titipan Tuhan untuk ibu, bukan ke bidan. Karena itu ibu-ibu harus minta hak IMD. Padahal metode IMD sangat sederhana. Bayi begitu lahir diletakkan didada ibu sehingga ada kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu dan diberi waktu selama satu jam untuk mencari sendiri putting ibunya. Dalam usia bayi 20 menit, bayi akan mulai merangkak mencari putting ibunya dan pada usia 50 menit akan mulai menyusui, “ urainya.
Namun jika bayi lahir normal langsung dipisahkan dengan ibunya untuk ditimbang, lanjut dia, IMD tidak akan bisa dilakukan. Ini juga berarti mengurangi kesuksesan program ASI eksklusif enam bulan. Padahal sebuah penelitian dari Inggris menyebutkan, menunda inisiasi menyusui dapat meningkatkan kematian bayi. Dengan IMD, dapat mengurangi resiko kematian bayi hingga 22 persen. Dan resiko ini akan semakin besar ketika semakin lama menunda permulaan penyusuan, “ paparnya.
Manfaat lain dari IMD seperti disampaikan Utami Roesli diantaranya jalinan kasih sayang antara ibu, ayah dan bayi akan lebih baik. Kemudian dengan IMD bayi akan mendapat kolostrum yang kaya akan antibody, penting untuk pertumbuhan dan ketahanan infeksi bayi. Sementara bagi ibu, IMD dapat merangsang produksi hormon oksitosin yang dapat mengurangi pendarahan, membuat ibu tenang dan rileks serta merangsang pengeluaran ASI.
Sementara Ketua GOW Lamongan Cicik Rosida Tsalits Fahami saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya menyusui untuk kesehatan baik bagi anak dan ibu. “Saya prihatin dengan banyaknya ibu muda yang tidak mau menyusui Karen atkut payudaranya akan kendor. Padahal dengan menyusui juga akan menyelamatkan ibu dari kanker payudara. Karena itu, begitu sosialisasi ini berakhir, segera sampaikan hasilnya, “ ujarnya dalam acara yang juga diikuti bidan Lamongan tersebut.


DAFTAR RIWAYAT HIDUP

N a m a : dr. Utami Roesli, SpA., IBCLC., FABM
Pendidikan : Dokter Spesialis Anak
Jabatan : - Ketua Sentra Laktasi Indonesia
- Dokter Anak Senior di RS. St Carolus Jakarta

RIWAYAT PENDIDIKAN

Perguruan Tinggi : Dokter FK UNPAD / RSHS. Bandung ( 1972 )
Pendidikan Ahli / Spesialisasi : Dokter Spesialis Anak FK UNPAD/ RSHS, Bandung ( 1980 )
Pendidikan Management : Master Business Administration, University of the City of Manila Philippine (1994)

PENDIDIKAN TAMBAHAN
Neonatology : Sint Raadbout Hospital, Nijmegen, Holland 1987
Lactation Consultant : International Board Certified Lactation Consultant ( IBCLC ) 2001
IBCLC Recertified 2006
American Academic
Breastfeeding Medicine : Fellow of Academic Breastfeeding Medicine ( FABM ) Agustus 2008

PENGHARGAAN
1. Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya 20 tahun dari Presiden RI (Prof DR Ing. B.J. Habibie) tgl 19 Juli 1999.
2. Tanda penghargaan Bakti Karya Husada Tri Windu dari Menteri Kesehatan RI (Prof. Dr. F.A. Moeloek) tanggal
19 Agustus 1999.
3. Tanda Penghargaan Ksatria Bakti Husada ARUTALA dalam pembangunan nasional di bidang kesehatan dari Menteri Kesehatan RI (Dr. Achmad Sujudi) pada tanggal 1 November 2001.
4. Piagam Penghargaan atas peran serta aktif dalam mensukseskan penyelenggaraan Pekan ASI Se-dunia tahun 2006 dari Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tanggal 3 Agustus 2006.
5. Penghargaan sebagai tokoh yang konsisten dalam pengembangan program ASI eksklusif dari IDAI cabang DKI Jakarta pada tanggal 24 Agustus 2006.
6. Tanda penghargaan Wahidin Sudirohusodo atas jasa-jasanya yang menonjol di bidang pengamalam profesi kedokteran khususnya dalam pengembangan program ASI eksklusif dari IKATAN DOKTER INDONESIA tanggal 29 November 2006.
7. Duta IKATAN DOKTER INDONESAI tahun 2007 - 2008


Selengkapnya......

Sabtu, Desember 20, 2008

Wabup Buka Muscab PMI



Wakil Bupati Lamongan Drs. Tsalits Fahami, MM, Sabtu, (20/12) membuka Musyawarah Cabang Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan di Aula Widyaloka kantor Dinas Pendidikan Kab. Lamongan.



Wabup Buka Muscab PMI



Wakil Bupati dalam sambutannya antara lain megatakan bahwa, keberadaan PMI sangatlah penting khususnya bagi daerah-daerah rawan bencana seperti Lamongan guna meringankan beban penderitaan sesama manusia apapun sebabnya. Dengan prinsip dasar antara lain kemanusiaan dan kesukarelaan PMI akan selalu memberikan bantuan dengan tanpa membedakan korban dan tidak mencari keuntungan apa pun.
Muscab PMI cabang Lamongan ini dihadiri, oleh Muspida Lamongan, Ketua Pengurus Daerah PMI Jawa Timur Subagio dan jajaran pengurus PMI Lamongan. Peserta Musyawarah cabang ini selain Pengurus Cabang PMI Lamongan, juga Utusan Pengurus Ranting PMI se Kabupaten Lamongan Utusan Unit Korps Sukarela (KSR) serta utusan Pembina Palang Merah Remaja (PMR)kurang lebih sebanyak 125 orang.
Agenda dari Muscab ini selain pemilihan Ketua Cabang untuk Periode 2008-2013 juga sebagai sarana evaluasi program 5 tahun lalu dan menetapkan program kerja untuk 5 tahun yang akan datang.
Sementara itu Ketua Pengurus Daerah PMI Jawa Timur, Subagio mengatakan bahwa tujuan yang paling esensial dari Muscab ini adalah agar kehidupan kelembagaan Palang Merah Indonesia lebih solid dan mantap sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dalam menghadapi masa depan.
Pengurus Daerah PMI Jatim menilai PMI Cabang Lamongan kepengurusan periode 2002-2007 yang diketuai oleh Kolonel Laut (purn) H. Santoso Achmad telah menunjukkan kemajuan yang sangat membanggakan. Beberapa kegiatan penanggulangan dan pemberian pertolongan terhadap korban bencana alam dapat dilaksanakan dengan baik.






Selengkapnya......

Melihat Operasi Katarak Gratis Ala Rotary Club


Sebanyak 35 pasien di Puskesmas Kembangbahu, kemarin, tegang dan gembira. Tegang karena mereka akan menjalani operasi katarak, gembira karena operasi yang digelar Rotary Club Surabaya Selatan ini secara gratis. Benarkah ?


--------------

Perasaan berdebar dan takut tidak bisa ditutup-tutupi dari raut muka pasien. Terlihat, para pasien baik lelaki maupun perempuan yang sebagian besar para manula ini tidak banyak bicara di tempat duduk antriannya.

Meski ada perasaan takut, namun mereka tetap memberanikan diri. Sebab, selain demi kesehatan utamnya untuk penglihatan, operasi katarak yang digelar Rotery Club ini diberikan secara gratis.

Para pasien yang bukan hanya dari wilayah Kembangbahu, melainkan dari wilayah kecamatan sekitarnya termasuk Kecamatan Mantup ini tampak sabar untuk mendapatkan panggilan masuk ruang.

Antusiasme pasien ini bisa dimaklumi, sebab operasi katarak missal kali ini tanpa biaya. Padahal, untuk operasi serupa di fasilitas kesehatan lainnya, bisa menelan biaya Rp 5 juta per pasien. ‘’Mumpung gratis saya memberanikan diri untuk operasi,’’ kata Nasi, salah satu pasien dalam antriannya, kemarin.

Mereka tentu tidak mau kejadian pada kegiatan serupa tahun lalu, di tempat yang sama, terulang lagi. Saat itu, kaat salah satu tenaga medis, ada pasien yang sudah antri lama, tapi tinggal operasi pasien tersebut kabur pulang karena takut. Setelah diberitahu tetangganya yang kebetulan turut operasi, ternayta operasi katarak Rotary Club ini tidak sakit. ‘’Tapi saat kembali, kegiatan sudah selesai dan tutup,’’ katanya.

Sebaliknya, ada pasien yang sudah merasakan manfaat operasi ini, justru ‘’ketagihan’’. Terbukti, setelah pada tahun lalu satu matanya sudah dioperasi, kini ia datang lagi untuk mengoperasikan mata satunya lagi. ‘’Mungkin dirasa setelah operasi penglihatannya kian jelas,’’ katanya.

Sementara dari balik pintu ruang, empat orang lengkap dengan pakaian operasi. Mereka yang terdiri dari dokter dan tim medis ini, tampak sibuk mengoperasi mata seorang pasien.

Sekitar 15 menit operasi berjalan, operasi selesai. Pasien lain yang antri di luar ruang mendapat panggilan, karena gilirannya untuk mendapatkan pelayanan secara gratis ini. Bukan hanya di ruang ini saja, di satu ruang lainnya juga terjadi kesibukan yang sama.

Meski ada perasaan takut, namun mereka tetap memberanikan diri. Sebab, selain demi kesehatan utamnya untuk penglihatan, operasi katarak yang digelar Rotery Club ini diberikan secara gratis.

Presiden Rotary Club Surabaya Selatan, Sugeng Ristanto didampingi dokter lainnya Lina Pranowo, tampak puas bisa membantu para pasien dalam kegiatan sosial ini. Pihaknya bisa menyelenggarakan kegiatan sosial ini berkat bantuan, suatu kelompok organisasi semacam lembaga social di Belgia.

Dalam kegiatan di kembangbahu kemarin, pihaknya melibatkan 2 dokter dan 6 tenaga medis dengan dibantu tenaga medis Puskesmas setempat. ‘’Operasi kali ini lebih cepat karena disertai dengan peralatan medis yang lebih canggih,‘’ kata Sugeng Ristanto.






Selengkapnya......

Jumat, Desember 19, 2008

Persami, Siswi SMP Diperkosa Gurunya



Warga Lamongan gempar. Mereka dikejutkan dengan mencuatnya kasus pemerkosaan AM (24), salah satu guru SMP swasta di Kecamatan Sugio, terhadap muridnya sendiri, Lala (15) bukan anama sebenarnya.






Kasus ini terjadi saat acara Persami, di tengah hutan wialyah Desa Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, tersangka warga Desa Kalipang, Kecamatan Sugio ini kini mendekam di rumah tahanan Polres Lamongan, kemarin.

Sumber di Mapolres Lamongan menyebutkan, kasus ini terjadi saat siswa SMP tersebut menggelar acara Persami pada tanggal 9-11/12. Saat acara jurit malam, sekitar pukul 23.30, para siswa meninggalkan tenda, karena mengikuti menyusuri gelapnya malam di wilayah hutan tersebut.

Karena sakit, korban warga Dusun Babadan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio ini, tidak ikut bersama teman-temannya. Siswa kelas IX ini terpaksa tinggal ditenda. ‘’Kebetulan saat itu korban sakit,’’ kata salah satu sumber tersebut, kemarin.

Tersangka AM yang ditugasi menjaga tenda, menjenguk korban. Melihat korban seorang diri, tersangka diduga bernafsu dan kemudian mengajaknya ke tenda guru. Diajak sang guru, korban tidak bisa mengelak.

Sesampai ditenda dimaksud, tanpa banyak kata, tersangka menjegal kaki korban dari belakang. Korbanpun terjatuh ke belakang. Sejurus kemudian, guru bejat ini melorot celana dalam muridnya yang bongsor ini. Sejurus kemudian, guru ini menggagahi muridnya sendiri. ‘’Saat kejadian tersangka berjanji bertanggung jawab,’’ kata salah satu pihak korban.

Kasus ini mencuat, setelah sepulangnya dari Persami, korban banyak merenung seorang diri di kamar. Melihat korban yang pikirannya selalu kosong, bibinya mencoba mengkorek. Tak tahan kejadian yang menimpa dirinya, korban menangis di pelukan bibinya.

Setelah kasus ini tercium, keluarga menuntut hingga dilakukan jalan damai di balai Desa setempat. Ternyata tersangka yang saat kejadian berjanji bertanggung jawab, saat perdamaian di balai desa tidak sanggup mengawini korban. ‘’Karena tidak bertanggung jawab, akhirnya kasus ini kami laporkan Polres Lamongan sekarang (kemarin),’’ kata sumber tersebut.

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo membenarkan laporan ini. Bahkan pihaknya sudah melakukan vitsum terhadap korban. Didesak lebih lanjut, ia mengaku tersangka bisa diancam UU Nomor 23/2003 tentang perlindungan anak, Pasal 81 dan Pasal 82 dengan ancaman maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun. ‘’Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus ini,’’ katanya.





Selengkapnya......

Diminta belajar dari Ikan Lele




LAMONGAN – Ikan lele, salah satu unsur simbol Kabupaten Lamongan mempunyai makna yang mendalam. Ini terungkap pada acara pembinaan mental spiritual bagi PNS di lingkup mushola Al-Amin, Sekretariat Daerah Kabupaten setempat, (19/12). Bagaimana tauladan dari ikan yang sulit ditangkap dengan tangan ini ?

---------------

Dikatakan KH. Abdul Khalim dalam acara sebulan sekali pada Jumat pagi ini, sebagai manusia yang hidup di alam kemerdekaan, pegawai harus pandai bersukur. Bentuk rasa sukur, dapat direalisasikan dalam dunia nyata, dengan cara meningkatkan disiplin kerja, meningkatkan kinerja di tempat kerja.

Rasa syukur ini, kata dia, tidak terlalu berlebihan, bila dibanding sejarah masa lalu utamanya sebelum Indonesia merdeka. Bagaimana tidak sulit, karena hidup sebelum Indonesia merdeka, karena saat itu belum ada fasilitas seperti sekarang seperti listrik, Rumah Sakit, transportasi, bahkan hiburan seperti radio dan TV.

’’Misalkan tahun 1938 sampai 1943 hanya ada satu Rumah Sakit di Kabupaten Lamongan,’’ kata pengasuh Ponpes Al-Hikmah Dusun Kudu, Desa Weduni, Kecamatan Deket ini.

Setelah kemerdekaan, lanjutnya, selayaknya masyarakat Lamongan tidak bermalas-malasan. Masyarakat dan pegawai Kabupaten Lamongan harus termotifasi mengembangkan potensi yang ada. ’’Sebagaimana digambarkan simbol Kabupaten Lamongan yakni ikan lele, yang bermakna masyarakatnya ulet, sabar, dan kuat atau tangguh,’’ tuturnya.

Kini yang penting harus dilakukan seoran pegawai, katanya, harus sabar, qanaah, dan menerima atau bersukur selalu. Sebab dengan bersukur seseorang akan menghargai nikmat yang telah diberikan Allah.

Pada acara yang dibuka Sekda H. Fadeli ini, ustadz Khalim, Allah menciptakan manusia berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut diciptakan untuk saling melengkapi. ’’Karena sebenarnya tidak ada yang sempurna,’’ katanya.

Ditambahkan Ustadz Khalim, usaha manusia itu berbeda-beda. Ada yang bersungguh-sungguh mencari ridha Allah, ada yang setengah hati mencari ridhanya, dan ada yang tidak perduli dengan ridha Allah.

’’Sedangkan 5 hal yang harus dimiliki individu dalam mencari ridha Allah dan hidayah yaitu istri atau suami, rumah, berbudi (berahlaq, bermasyarakat,dan berkreasi seni dan politik), agama, dan hidayah taufiq,’’ pungkasnya. (kadam mustoko)





Selengkapnya......

Pemkot Pekanbaru Berguru ke Lamongan


Dipimpin langsung oleh Wakil Walikotanya, Erizal Muluk, Pemkot
Pekanbaru Provinsi Kepulauan Riau kemarin melakukan kunjungan kerja ke
Kabupaten Lamongan. Lawatan tersebut dilakukan Pemkot Pekanbaru
terkait rencana mereka untuk membangun suatu kawasan wisata yang
professional.
        "Kami (Pemkot Pekanbaru) sudah mempunyai 14 hektar lahan dan sejumlah
dana yang siap digunakan untuk membangun sebuah kawasan wisata. Saat
ini kami juga sudah melakukan pembangunan beberapa infrastruktur
penunjangnya. Namun kami masih bingung untuk melangkah lebih jauh.
Terutama dalam hal investor pembangunan kawasan wisata itu sendiri, "
tutur Erizal Muluk.
        Begitu mendengar ada satu kabupaten yang sukses mengembangkan kawasan
wisata dengan menggandeng investor, lanjut Erizal Muluk, Pemkab
Pekanbaru tidak ragu-ragu untuk berkunjung ke Lamongan. "Kami butuh
gambaran gamblang sebelum melangkah lebih jauh. Jangan sampai nanti
proyek yang kami bangun ini tidak sukses. Karena itu kami tanya-tanya
dulu ke Bapak Bupati (Masfuk) yang sudah sukses kembangkan Wisata
Bahari Lamongan (WBL), " ungkap dia saat diterima di ruang kerja
Bupati Lamongan.
        Sementara Masfuk cukup antusias menyambut tamu dari Pekanbaru itu.
Dia tidak ragu-ragu membagi tipsnya mengembangkan WBL hingga menjadi
ikon wisata di Jatim. Menurut dia, kuncinya adalah bikin satu, fokus
dan professional. "Persoalannya adalah bagaimana kita bisa gaet
investor yang bukan hanya mau masuk tanamkan modalnya, tapi juga yang
mau kelola. Sebab kalau pengelolaanya diserahkan ke intansi
pemerintah, tidak akan bisa profesional. Kalau dulu WBL tidak dikelola
secara professional pada swasta, hasilnya tidak akan seperti saat ini,
" terang Masfuk yang baru saja menerima Satya Lencana Wirakarya
Pembangunan Bidang Pendidikan dari Presiden RI tersebut.
        Masfuk melanjutkan, sebenarnya posisi Kota Pekanbaru lebih mudah dari
pada Lamongan untuk menggaet investor. Karena Kota Pekanbaru didukung
lokasi yang strategis karena dekat dengan Singapura dan merupakan
kawasan perkotaan. Sementara Lamongan sebelum dibangunnya WBL hampir
tidak dikenal masyarakat luar kecuali karena ke-"Ndeso"-annya dan
sering dilanda banjir. "Sekarang WBL bisa dibilang telah menjadi harta
karun kita, " katanya.







Selengkapnya......

Rabu, Desember 17, 2008

Diparkir di Halaman Rumah, Pick-up Raib

Pencurian kendaraan bermotor di lamongan tampaknya tidak bisa berhenti. Kali ini korbannya Munadi (50) warga Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring.


Saat diparkir di halaman rumah, mobil pick-up miliknya tiba-tiba amblas, kemarin.
Sebelumnya, seperti biasanya, mobil Nopol S 8410 JA ini diparkir di halaman rumah. Tanpa kawatir sedikit pun, ia tidur pada malam itu.
Saat tidur pulas, ia terdengar suara mobil sekitar pukul 02.00, tapi ia tetap melanjutkan tidurnya. Ia tidak punya prasangka buruk, karena rumahnya memang di tepi jalan raya Babat-Jombang ini. ‘’Disangka kendaraan umum,’’ kata salah satu sumber di Mapolres Lamongan, kemarin.
Saat usai shalat shubuh, ia terkecut. Pasalnya, mobil yang pada sore hari di parkir di halaman rumah, tiba-tiba tidak ada di tempat.
Ia mencari kesana kemari. Tapi sayang mobil warna coklat ini belum juga ditemukan. Merasa menjadi korban pencurian, ia melaporkan kasus ini ke Polsek Kedungpring.
Kasatreskrim PoLres Lamongan, AKP Sutopo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Saat didesak lebih lanjut, ia berjanji akan melakukan penyelidikan. ‘’Kasus ini dalam penyelidikan kami,’’ akunya.



Selengkapnya......

Rajin Apel, Dapat Reward

Meski baru dimulai di lingkungan Sekretariat Daerah, Pemkab Lamongan
berusaha memotivasi PNS di jajaran Pemkab Lamongan untuk meningkatkan
disiplin, khususnya apel pagi.




Sedikitnya 2 orang PNS yakni Soemarsono dari Bappeda dan Djamali dari BKBD serta 2 SKPD di lingkungan Setda Kabupaten Lamongan yaitu, Kantor PDE dan Bagian Hukum mendapatkan penghargaan karena keaktifannya mengikuti apel pagi.
Penghargaan tersebut diserahkan Sekda Fadeli pada apel Korpri, Rabu (17/12) di halaman Pemkab setempat. Dalam sambutannya Fadeli yang juga Ketua DPK Korpri Lamongan ini mengatakan, pemberian penghargaan
tersebut merupakan motivasi bagi PNS. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan.
"Apel pagi merupakan awal kita memulai
pekerjaan sehari-hari, dan ini merupakan keharusan, sehingga dari
yang kecil semacam ini akan meningkat tertib pula dalam mengerjakan
tugas sebagai PNS," ujar Fadeli.
Menurut Fadeli, selain diberikan penghargaan bagi yang sudah baik, ke depan juga akan ada "penghargaan " bagi yang tidak baik. Sehingga, nantinya akan ada motivasi dari PNS untuk senantiasa memperbaiki diri.
"Tidak hanya yang baik yang berhak mendapatkan reward, yang belum tertib, belum disiplin juga wajib diberikan punishment, ini merupakan langkah untuk memotivasi PNS agar lebih disiplin lagi," tambah Fadeli.
Bulan Desember, lanjutnya, merupakan moment bagi PNS untuk evaluasi program-program pembangunan yang telah dijalankan selama 12 bulan. Sehingga diketahui program mana yang patut untuk ditingkatkan di tahun mendatang. "Dan saya tekankan sekali lagi, dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai PNS, perlu selalu berinovasi," katanya.
Di akhir sambutannya, Fadeli mengingatkan kepada anggota Korpri untuk senantiasameningkatkan kebersamaan, sehingga dapat menjalankan tugas yang berat sekalipun. "Tugas kita mendatang bukanlah semakin ringan namun sebaliknya, dengan kebersamaan Insya Allah kita akan mampu
menghadapi tuga syang berat sekalipun," ujarnya optimis.
Pada kesempatan tersebut Fadeli juga menyerahkan hadiah kepada
pemenang lomba yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari
Korpri ke 37 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke 9 beberapa waktu lalu.



Selengkapnya......

Kades Diminta Lebih Aspiratif




Lima Kepala Desa (Kades) dari lima kecamatan di Kabupaten Lamongan
dilantik. Pelantikan dilakukan Bupati Lamongan Masfuk di Ruang Sabha Dyaksa kantor Pemkab setempat, Rabu (17/12).



Lima Kades yang diangkat tersebut masing-masing M Muhdhorun Desa
Gempolpading/Pucuk, Sulastri Desa kuwurejo/Bluluk, Praseno Desa
Brengkok/Brondong, Sucipto Desa Kelorarum/Tikung dan hoirul Anhar Desa
weru/Paciran.

Dengan diangkatnya lima Kades baru tersebut berarti dari 462 desa di Lamongan, hingga tahun ini tinggal 21 desa yang belum mempunyai Kades definitif.
Bupati Masfuk dalam sambutannya menyampaikan tantangan Kades saat ini akan semakin berat. Menurutnya, Kades saat ini dituntut untuk lebih aspiratif.
"Kades sekarang dituntut untuk lebih aspiratif. Ajak semua
komponen di masyarakat untuk mebangun desa. Jika hal ini dilakukan,
tugas kades akan menjadi lebih ringan, " tutur dia.
Masfuk melanjutkan, kekuatan utama Lamongan adalah pada bidang
pertanian dan perikanan. Karena itulah, kata dia, pembangunan di
sektor ini terus dikembangkan.
Seperti rencana pembangunan Pasar Induk
Beras (PIB) yang akan menjadi sentra perberasan setelah PIB Cipinang,
peningkatan pelabuhan ikan di Brondong dari pelabuhan nusantara
menjadi pelabuhan samudera. Juga pembangunan Pasar Agrobis dan
investor pabrik pengolah jagung menjadi sorbitol di Lamongan selatan
adalah bagian dari program Pemkab.
"Pemkab Lamongan selama ini juga telah memberikan perhatian serius terhadap pemerintahan desa. Terbukti dengan alokasi anggaran bagi desa yang diwujudkan dalam berbagai program dan kegiatan antara lain alokasi dana desa, jalan poros desa, rehab kantor/balai desa dan
pemberian tunjangan penghasilan aparat pemerintah desa (TPAPD), "
ungkapnya.



Selengkapnya......

Selasa, Desember 16, 2008

KP3 Lamongan Tak Berdaya

Mencuatnya kasus 22 (tidak 23) proyek bemasalah di Lamongan, bagaikan mencoreng nama baik Pemkab setempat. Sontak, penilaian tak sedap menghantam Komisi Pembangunan Pengawas Proyek (KP3) atas pelaksanaan proyek APBD 2008 ini.

Ini bisa dimaklumi, sebab kasus ini mencuat, ketika belum lama meninggalkan tahun 2007, sebagai pencanangan tahun proyek berkualitas. Tentunya, setelah 2007, masyarakat Lamongan berharap slogan ini tidak hanya isapan jempol belaka.
Mencuatnya kasus ini, kian mempertanyakan komitmen pihak yang terlibat dalam proyek, untuk mewejudkan yang namanya kualitas proyek. ’’Mana komitmen pihak yang terlibat dalam proyek ini,’’ tanya Afandy, Efendy, dari LSM Jaringan Masyarakat Lamongan (Jamal).
Keterlambatan proyek dan kasus sejenisnya, kata dia, menambah deretan pertanyaan terhadap komitmen Pemkab. Sebab, kasus serupa juga sering terjadi pada tahun sebelumnya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut ia, sudah sering banyak kejadian proyek tidak selesai tepat waktu. ‘’Kenapa sekarang terulang lagi,’’ tanyanya. kemarin.
Belajar dari kasus tahun lalu itu, lanjut ia, Pemkab mestinya melakukan penataan, sehingga kasus serupa tidak terjadi pada tahun ini. Selama Pemkab tidak mau intropeksi diri, maka kasus yang sama akan terjadi pada masa yang akan datang.
Dari banyaknya proyek yang molor ini, Afandi menilai karena peran KP3 kurang maksimal. Menurutnya, peran KP3 milai prencanaan, pelaksanaan dan monitoring proyek. Bila peran ini dijalankan, maka tidak ada proyek yang molor. ’’Tapi karena tidak menjalankan perannya secara maksimal, sehingga banyak proyek yang molor,’’ katanya.
Koordinator SP3, membantah saat dikatakan KP3 tidak berdaya. Pasalnya, selain ada KP3, ada unsur lain yang paling berperan, yakni konsultan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
Kedua pihak ini, katanya, paling bertanggung jawab atas proyek, karena terlibat dalam perencanaan sampai dengan pengawasan proyek. Buktinya, baik konsultan maupun PPTK mendapat fee dari proyek. ’’Setiap proyek mempunyai konsultan dan PPTK,’’ kata dia.
Selain itu, mengingat keterbatasan KP3, tidak mungking melakukan pengawasan terhadap sekitar 1.200 lebih proyek yang ada di Lamongan.
Didesak lebih lanjut, Erfan yang juga Kabag Pembangunan ini mengaku, dari 22 (bukan 23) proyek bermasalah di Lamongan, ada enam rekanan yang sudah menuntaskan pekerjaannya. Data ini sesuai yang masuk ke kantornya, kemrin.
Meski demikian, mereka tetap dikenakan sangsi berupa denda, sebagaimana yang ditentukan. Pasalnya mereka menyelesaikan proyeknya terlambat. ’’Meski sudah tuntas, namun mereka tetap didenda,’’ katanya.

22 Proyek yang kondisi fisik belum selesai dan kontrak waktu pelaksanaan sudah habis :

1. Peningkatan jalan jurusan Gempol-Dempel Kec. Sekaran-Maduran, Rp 1.190.000.000, PT. Jaya Persada Mandiri, 60 %
2. Pembangunan Gedung BPP Kec. Kembangbahu, Rp 262.046.000, PT Jaya Abadi, 90 %
3. Pembangunan Gedung BPP Kec. Solokuro Rp 262.000.000, CV. Mitra Mandiri Sejati, 85 %
4. Peningkatan pembangunan sarana prasarana pariwisata di obyek wisata Makam Sunan Drajad, bangunan Pos retribusi, pagar BRC, instalasi air bersih, Desa Drajad, Kec. Paciran, Rp 151.800.000, CV. Muda Dalam, 70 %
5. Perbaikan jalan masuk waduk Gondang, Desa Gondan, Kec. Sugio, Rp 109.600.000, CV. Mitra Mandiri Sejati, 10 %, (putus kontrak).
6. Pemeliharaan jaringan irigasi Rawa Jabung Laren, Rp 508.039.000, CV Madya Pratama, 98 %
7. Pembangunan jaringan air bersih Desa Maor, Kec. Kembangbahu, Rp 138.427.000, CV Adinda, 100 %
8. Pembangunan jaringan air bersih, Desa Cangah, Kec. Sarirejo, Rp 147.837.000, CV. Citra Cemerlang, 95 %
9. Pembangunan jaringan air bersih Desa Garung, Kec. Sambeng, Rp 120.120.000, CV Citra Persada, 100 %
10. Pembangunan jaringan air bersih, Desa Wangen, Kec. Glagah, 106.480.000, CV, Bumi Asri, 95 %
11. Pembangunan jaringan air bersih, Dusun Sawen, Desa Sendangreji, Ngimbang, Rp 109.994.000, CV. Mliwis Putih, 100 %
12. Pembangunan jaringan air bersih, Dusun Podang, DesaTlogoretno, Brondong, Rp 128.956.000, CV, Poeloeng, 90 %
13. Pembangunan jaringan air bersih, Desa Ardirejo, Sambeng, LPM Desa Ardirejo, Rp 42.300.000, 95 %
14. Pembangunan jaringan air bersih, Desa Bluri, Solokuro, Rp 65.800.000, LPM Desa Bluri, 95 %
15. Rehabilitasi Sedang/Berat Puskesmas Sambeng, Rp 488.291.000, CV Jaya Abadi, 97 %
16. Pembangunandan penataan alon-alon Lamongan Rp 1.119.111.000, PT Bima Sakti Adhitama, 80 %
17. Pembangunan Kantor Bank Daerah Lamongan, Rp 2.345.043.000, PT. Duta Karya Jaya, 98 %
18. Gedung Islamic Center dan Perpustakaan, Rp 3.768.812.000, PT Pembangunan Nusantara, 95 %
19. Puskesmas Lamongan, Rp 1.191.765.000, PT Mitra Arta Kencana, 98 %
20. Kantor dan Show Room, Rp 1.471.991.000, PT Tunjung Langit Surabaya, 100 %
21. Pembangunan Sarana Penunjang Pasar Agrobis Pasar Babat Rp 1.530.700.000, PT Soko Sewu, Perkasa Surabaya, 100 %
22. Pembangunan RS Ngimbang, Rp 934.461.000, PT Dwi Tunggal, 100 %
--------
Keterangan :

100 % = Molor, tapi kini sudah menuntaskan pekerjaan
No 5 = Diputus kontrak *****


Selengkapnya......

Nora, Remaja Lamongan Berprestasi Internasional: Hanya Makan Mi Dan Kentang

Annora Marsha Sunparta, siswi Kelas 2 SMA Unggulan yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang International Exhibition for Young Investors (IEYI) di Taiwan 24-30 September lalu, kemarin (selasa,16/12) diterima Bupati Lamongan di ruang kerjanya.


Keberhasilannya tersebut berkat temuannya yakni Communicator Helmed Based on Membrand Vibration atau 'helm komunikator berbasis getaran membran'.
Temuan tersebut merupakan karya Nora bersama dua siswa SMA Unggulan
BPPT Al Fattah lainnya yakni M Zimamul Adli, dan Puguh Sasi Rizky
Ramadhan. Pada ajang investor remaja internasional itu, mereka
berhasil menjadi lima terbaik pada seleksi nasional IEYI di Taman Mini
Indonesia Indah yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
(LIPI). Namun Karena hanya memberangkatkan satu orang, maka Nora
sebagi ketua tim yang berangkat ke Taiwan.
Menurut Nora, meski presentasi harus dilakukan dalam Bahasa Inggris,
dia tidak mengalami kesulitan bahasa. Justru dari sisi dewan juri yang
menimbulkan kesulitan tersendiri.
"Jurinya berasal dari berbagai
negara, sehingga meskipun mereka berbahasa inggris, namun ada beberapa
dialek yang sulit dimengerti sehingga menyulitkan saya dan translator
saya untuk memahami kemauan dewan juri. Tapi Alhamdulillah semuanya
berjalan lancar, " tutur remaja berjilbab ini.
Temuan puteri dari pasangan Sunartun dan Suparto kelahiran 1992 lalu
ini, sebenarnya sederhana saja. Hanya mengutak atik helm standard yang
diberi membran dari bahan stetoskop yang biasanya digunakan dokter
kemudian diberi konektor sehingga pembonceng dan pengendara motor bisa
saling berkomunikasi saat kendaraan melaju.
"Ide awalnya dari pengalaman pribadi saya saat dibonceng ayah. Saat
dibonceng saya jadi sulit berkomunikasi. Selain itu, ayah harus
berkali-kali menoleh kebelakang ketika berbicara sehingga mengganggu
konsentrasi. Dari sinilah ide itu muncul. Dua helm pengendara dan
pembonceng dihubungkan dengan konektor, sementara yang berfungsi
sebagai penguat suara didalam helm adalah membrand dari stetoskop, "
terang dia.
Ada pengalaman menarik ketika Nora selama dua minggu di Taiwan. Karena
takut makanan di negeri tersebut haram, dia akhirnya hanya makan mi
dan kentang saja. "Selama dua minggu di sana berat badan saya langsung
turun dua kilogram karena hanya makan mie dan kentang saja. Dari pada
makan yang lain-lain, takutnya mengandung babi, " ungkapnya.
Selain Nora, Bupati Lamongan pada kesempatan tersebut juga menerima
Imam Ghozali. Tenaga Lepas Harian PPL (TLHPPL) Lamongan yang berhasil
menjadi juara II Pemuda Pelopor tingkat nasional 2008 bidang Teknologi
Tepat Guna. Imam Ghozali berhak tampil di tingkat nasional setelah
sebelumnya menjadi pemuda pelopor terbaik tingkat Jatim lewat karyanya
yang memfungsikan mikroba pengurai untuk pembuatan pupuk organik.
Dengan mikroba tersebut, pembutan pupuk organik menjadi lebih cepat
sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. "Teknologi terapan ini sangat
mungkin untuk diaplikasikan di Lamongan. Karena harga mikroba ini akan
lebih murah dari yang ada di pasaran sehingga akan sangat membantu
petani Lamongan, " terangnya.
Sementara Masfuk menyatakan sangat bangga dengan prestasi yang diraih
dua warga kebanggan Lamongan itu. Menurutnya, dia sangat senang dengan
kreatifitas. Karena itulah langkah tepat untuk maju. "Teruskan
kreatifitas kalaian. Jangan takut untuk terus berkarya, " tutur dia.

Selengkapnya......

Ditemukan 23 Proyek Bermasalah

Diluar dugaan, proyek di Lamongan ternyata kian parah. Ternyata bukan hanya lima rekanan di Lamongan yang tidak bisa menuntaskan pekerjaannya tepat waktu. Temuan terbaru, sebanyak 23 proyek APBD 2008 di kabupaten ini bermasalah. Ini terungkap dari temuan Bagian Pembangunan, Setdakab Lamongan.
Temuan Bagian Pembangunan Setkab Lamongan, sebanyak 23 proyek di Lamongan tidak bisa tuntas tepat waktu. Dari 23 proyek ini, sebagian besar proyek PU Pengairan sebanyak 10 proyek. ’’Kami menemukan 23 proyek bermasalah pada tahun ini,’’ kata Kabag Pembangunan, Erfan, kemarin. Dari 23 proyek ini, satu diantaranya yakni proyek di Waduk Gondang terpaksa diputus. Pasalnya, proyek di wisata ini tidak dikerjakan oleh rekanan pemenang tender. Sebagai konsekwensinya, rekanan ini diblack list. Dua diantara temuan ini, lanjt dia, proyek pembangunan Gedung BPP Solokuro dan Kecamatan Kembangbahu. Dua proyek milik Dinas Pertanian dan Kehutanan ini molor. Sebagai konsekwensinya, masing-masing rekanan didenda Rp 3,9 juta. Sementara lima mega proyek di kota Lamongan (baca Duta 15/12), juga masuk dalam dalam 23 proyek bermasalah tersebut. Lima proyek yang nilainya miliaran rupiah ini masing-masing proyek Perpustakaan, Bank Daerah Lamongan, Showrom, Puskesmas Lamongan kota dan proyek taman Alon-Alon. Disinggung soal proyek Alon-Alon, Erfan menilai, proyek ini baru berjalan sekitar 60 persen. Karena dimungkinkan tidak bisa menuntaskan pekerjaan tepat waktu, PT Bima Sakti Aditama selaku pelaksanan proyek ini minta perpanjangan waktu hingga 30 Desember. Erfan mengaku pihaknya bisa mentolerir permohonan rekanan ini. Pasalnya, proyek ini karena menyangkut peralatan yang mendatangkan dari luar negeri, yang membutuhkan waktu cukup lama. ’’Kalau sampai batas waktu perpanjangan ini ternyata proyek belum tuntas, maka akan dikenakan denda,’’ kata dia.

Selengkapnya......

Natal dan Tahun Baru, Terjunkan 500 Pasukan

Menyambut datangnya Hari Natal dan Tahun baru, Polres Lamongan tidak ingin kecolongan. Untuk antisipasi keamanan, mereka mengerahkan sekitar 500 pasukan.



Menjelangnya hari natal dan tahun baru, Polres Lamongan jauh hari sudah antisipasi pengamanan. ’’Kami sudah antisipasi, tingal perintah saja,’’ kata Kapolres lamongan AKBP Imam Sayuti, kemarin.
Antisipasi ini dilakukan, karena pihaknya tidak ingin hal yang tidak diinginkan saat pada hari besar umat risten dan tahun baru ini. Pasalnya, sebagaimana selama ini terjadi, kerap kali terjadi persoalan yang tidak diinginkan bersama.
Disinggung lebih jauh, pihaknya sudah mengantisipasi di sejumlah titik yang perlu pengamanan pada natal natal dan tahun baru. Setidaknya ada 16 gereja di Lamongan akan mendapat pengawalan pada saat itu. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengamanan di gedung Korpri setempat yang rencananya akan difungsikan untuk umat kristen untuk acara natalan. Bukan hanya itu, sejumlah tempat wisata, termasuk WBL dan Alon-alon kota Lamogan juga akan diantisipasi sedemikian rupa. Pasalnya, tempat ini akan menjadi kerumunan. ’’Kami akan melakukan pengamanan di tempat-tempat tersebut,’’ katanya.


Selengkapnya......

Dua Petinggi Polres Lamongan Diganti

Setelah lama menjabat di pos strategis, dua petinggi Polres Lamongan diganti. Masing-masing Wakapolres Lamongan, Kompol Brotowaluya diganti Kompol I Gde Arsana. Sementara Kasatreskrim AKP Agus I Supriyanto digantikan AKP Sutopo.
Pergantian dua petinggi Polres Lamongan ini dilakukan Kapolres setempat AKBP Imam Sayuti di Mapolres setempat, kemarin. Sebelumnya, I Gde Arsana menjabat sebagai Intelkam Polda Jatim. Sedangkan pejabat lama Busra Waluya menjadi Wakapolres Tuban. Sementara Agus I Supriyanto lukir jabatan dengan AKP Sutopo yang sebelumnya sebagai Densus 88 Polda Jatim. Dalam sambutannya, Kapolres Imam Sayuti mengigatkan pada jajarannya, untuk menjalankan tugas dengan sebenarnya. Peringatan ini bukan hanya ditujukan pada pejabat baru, tapi semua jajaran, termasuk Kabag dan Kapolsek. ’’Banyak contoh yang kehilangan jabatan karena tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik,’’ tegas Kapolres saat pelantikan.

Selengkapnya......

Senin, Desember 15, 2008

Jaran Jinggo, Seni Budaya Yang Nyaris Punah



LAMONGAN – Jaran Jinggo, bisa dibilang, satu diantara seni budaya Lamongan yang terancam punah. Kini, dalam rangka Lamongan Art 2008, budaya warisan leluhur ini digairahkan kembali. Bagaimana kebolehan seni yang mengandalkan binatang yang namanya kuda ini ?


Ribuan pasang mata warga kota Lamongan tertuju pada kuda, yang tengah beratraksi di depan pendopo Lokatantra Lamongan, kemarin. Ya, jarang jinggo, demikian orang menyebutnya seni budaya yang biasanya dihadirkan untuk hajat khitanan ini. Disebut jaran (kuda) jinggo, bisa jadi karena seni budaya perpaduan Islami-Jawa asal Kecamatan Solokuro ini, mengandalkan kelebihan binatang, kuda.
Penonton dibikin tertegung akan kebolehan binatang piaraan ini. Maklum, bukan hanya dandanannya saja yang serba gemerlap - bak pakaian sang raja - yang menyita banyak mata. Lebih dari itu, prilakunya yang menyerupai manusia, membuat banyak kepala bergeleng-geleng karena kagum.
Bagaimana tidak, dua ekor binatang ini bisa berjoget mengikuti irama terbang dan jidor (semacam beduk), jenis alat musik Islami. Masing-masing bocah belia yang didandani bak raja, larut dalam gerakan, ketika kedua binatang ini manggut-manggut mengikuti irama jidor.
Semua mata terbelalak, ketika binatang ini menyampaaikan salam hormat pada bupati Masfuk beserta muspida yang tengah menyaksikan atraksi seni budaya ini, dengan cara bersujut. Lebih mengherankan lagi, ketika digelarkan tikar dan lengkap dengan bantal, binatang jantan bersujud dan mulutnya mencium bantal. Sejurus kemudian, binatang ini tertidur pulas, di atas tikar. Saat bersamaan seorang pria anggota group seniman ini juga membujur kaku.
Oleh peserta lain, pria ini disandingkan diantara keempat kaki kuda yang tertidur. Jadilah kuda tidur bersama manusia. ‘’Hanya kuda Lamongan yang bisa begini,’’ demikian suara yang keluar dari pengeras suara mengomentari sang kuda.
Konon, selain berkat pawang hewan yang handal, gerakan kuda, termasuk seniman lainya ini dibawa pengaruh mejik. Indikasinya, begitu sang pawang mencoba membangunkannya dengan sebilah keris yang digenggam ditangannya, sontak kedua mahluk yang membujur kaku ini terbangun.
Jaran Jinggo, salah satu peserta yang ditampilkan pada acara parade seni dan budaya dalam rangka Lamongan Art 2008. Kini, dalam rangka Lamongan Art 2008 ini, seni dan budaya yang terancam punah ini dibangkitkan kembali. ‘’Harapan kami dengan Lamongan Art 2008 ini, Pemkab senantiasa memberikan dukungan, agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam mengembangkan kesenian di Lamongan,’’ kata Ketua DKL, Sonhaji Zainudin.


Selengkapnya......

Proyek Puskesmas Kota Diduga Salahi Bestek

LAMONGAN – Warning Bupati Lamongan, H. Masfuk tampaknya dianggap sebagai angin lalu oleh para rekanan. Terbukti, meski berkali-kali ia memperingatkan untuk meningkatkan kualitas proyek, ternyata terus bermunculan proyek tidak berkualitas. Kini paling gres, proyek pembangunan Puskesmas Lamongan kota diduga salahi bestek. Indikasinya, meski masih dalam taraf finishing, ternyata bangunan senilai Rp 1.191.765.000 sudah mulai retak-retak, bisa dibilang amburadul.

Sontak pembangunan Puskesmas di Lamongan kota ini menjadi pembicaraan publik. Sebab, proyek miliaran rupiah dari APBD 2008 ini, penggarapannya bisa dibilang tidak sesuai harapan masyarakat Lamongan.
Proyek senilai Rp 1.191.765.000 yang dikerjakan PT Mitra Arta Kencana ini ternyata banyak yang retak-retak. Padahal, para tenaga kerja proyek gedung dua tingkat ini belum meninggalkan tempat, karena masih harus mengerjakan finishing. ’’Dalam waktu yang agak lama sedikit saja, apa kondisinya tidak semakin parah,’’ tanya salah satu warga kota Lamongan, kemarin.
Bukan hanya bangunan gedung saja, paving yang hampir semua orang bisa memasangnya dengan rapi, tapi dalam proyek ini sangat mengecewakan. Sebab, dalam kasat mata, pemasangan paving ini tampak bergelombang.
Banyak yang mengkawatirkan, kualitas proyek Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan ini tidak sebagaimana mestinya. ’’Belum – belum sudah retak-retak, apa lagi besok,’’ kata salah satu warga kota Lamongan lainnya.
Pelaksaanan proyek di Jl Veteran ini bisa menjadi contoh sebagai proyek yang bertentangan dengan harapan Pemkab Lamongan. Sebab sebelumnya, tahun 2007, Pemkab setempat sudah mencanangkan sebagai tahun kualitas proyek.
Saat sidak ke lokasi proyek, bupati H. Masfuk beserta Wabup H. Tsalits Fahami marah besar. Bukan hanya bangunan yang retak dan paving yang bergelombang saja yang diungkit bupati dan wabup. Mereka juga menemukan satu titik yang fatal, untuk mengukur kualitas proyek dan rekanan, ternyata bangunan yang menggunakan uang negara ini tidak simetris.
Karena itu, bupati minta, rekanan untuk memperbaiki bangunan yang tidak layak. Kepada pimpro, ia minta untuk mengawasi dengan serius. ’’Anda disini ini ditugasi untuk mengawasi, hal-hal seperti ini anda harus tahu,’’ kata bupatiMasuk pada salah satu staf Dinas Kesehatan.


Selengkapnya......

Seorang PNS Lamonagn Terancam Penjara

LAMONGAN – Salah satu PNS Dinas Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Lamongan, Wiwik, terancam menyusul suaminya Amin Galingging yang sudah dijebloskan ke Rumah Tahanan Polres Lamongan. Pasalnya, ia diduga kuat terlibat dalam kasus penipuan jual beli pupuk senilai Rp 136,6 juta.
Tapi, polisi belum cukup bukti untuk menjebloskan PNS asal Dusun Tambakboyo, Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung ini ke Rumah Tahanan Polres Lamongan. ‘’Karena masih menunggu keterangan lebih lengkap,’’ kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Agus I Supriyanto, kemarin.

Karenanya, lanjut ia, polisi masih menunggu keterangan dari tersangka Bagus Sudiro. Tapi sayang, polisi masih belum berhasil menangkap tersangka yang tengah kabur ini. ‘’Kita masih menunggu keterangan darinya,’’ katanya.
Guna proses hukum kasus penipuan jual beli pupuk ini, polisi sudah menjebloskan suami Wiwik, yakni Amin Galingging ke Rumah Tahanan Polres Lamongan. Tindakan ini dilakukan polisi, setelah pihaknya konsultasi dengan Kejaksaan Negeri setempat. Selain itu, polisi juga sudah mengantongi cukup bukti untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. ‘’kasus ini akan berjalan terus,’’ katanya.
Kasus penipuan dengan modus jual beli pupuk senilai Rp 136,6 juta ini mencuat berkat pengaduan korban Sumari, warga Desa Kedungsuko, Kecamatan Mantup. Sebab, sudah membayar Rp 136,6 juta ke Bank mandiri ke nomor rekening atas nama Bagus Sudiro pada April lalu, namun hingga kini pupuk yang dijanjikan belum juga dikirim. ‘’Karena selalu dijanjikan saja, sehingga kasus ini saya laporkan ke polisi,’’ kata Sunari.

Selengkapnya......