
Banjir di Lamongan kali ini ternyata
tidak hanya menggenangi lahan pertanian dan jalan
saja. Lebih dari itu, banjir juga sudah menggenangi
sejumlah sekolah. Hingga Selasa (29/3), di kecamatan
Kalitengah saja, sudah ada 4 SDN yang sudah tergenang
air.
SDN Tiwet, merupakan salah satu dari empat SDN
di Kecamatan Kalitengah yang terendam banjir kali
ini. Genangan air di lantai mencapai sekitar 20 cm.
Selain SDN Tiwet, juga ada SDN Jalak Catur, SDN
Sumosari dan SDN Pucangtelu.
Menariknya, genangan air tersebut bisa dibilang
tidak menyurutkan semangat untuk belajar. Terbukti,
meski terganggu oleh air, namun aktivitas proses
belajar mengajar di sekolah setempat terus
berlangsung, sebagaimana hari biasa.
Karena lantai sekolah terendam air, sehingga
para siswa diberi kebebasan tidak mengenakan alas
kaki. Dengan kaki terendam air, para siswa itu duduk
dibangku seraya menerima materi pelajaran dari para
guru. ‘’Kami kawatir air semakin tinggi,’’ kata
Ubaidillah, salah satu siswa kelas VI, Selasa (29/3).
Pengawas dari UPT Dinas Pendidikan Kecamatan
Kalitengah Paimin melakaukan cek lokasi. Hasilnya,
ada empat sekolah di Kecamatan Kalitengah yanga
terendam banjir saat ini. Empat sekolah itu yakni
SDN Tiwet, SDN Jalak Catur, SDN Sumosari dan SDN
Pucangtelu.
Selain merendam sejumlah sekolah, banjir di Lamongan
kali ini juga merendam pemukiman warga, jalan
serta lahan pertanian, dalam hal ini sawah tambak.
Diantaranya di Desa Bojoasri, Sumberejo Kecamatan
Kalitengah. Selaian di Kecamatan kalitengah, banjir
juga terjadi di kawasan Kecamatan Deket, Glagah,
Karangbinangun, Turi, Lamongan dan Modo.
Pantauan di lapangan, banjir di Lamongan ini terjadi,
karena air tidak bisa dibuang emallui Bengawan Solo,
yang saat ini kondisi airnya lebih tinggi dari air
di kawasan banjir. Banjir kian parah, setelah ada
luberan dari wilayah Duduk Sampean, Kabupaten Gresik
yang diakibatkan luberan dari Kali Lamong.
Sementara data di Badan Penanagulangan bencana Daerah
Lamongan menyebutkan, banjir terjadi di 8 kecamatan.
Yakni Kecamatan Deket, Glagah, Karangbinangun,
Lamongan, Turi, Kalitengah dan Modo. Dari tujuh
kecamatan ini, terdapat 3.300 rumah yang terendam
air, sedangkan sawah tambaka mencapai 7.330 hektare.
Rabu, Maret 30, 2011
Banjir di Lamongan rendam sekolah
Dipersembahkan oleh adam Pada 10.44 1 komentar
Kategori: Berita
Tanamkan jiwa enterpreneur para pemuda

Ditengah kian menumpuknya pengangguran di negeri ini, seseorang khususnya para pemuda, dituntut untuk mandiri. Ya, mereka dituntut untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, bukan hanya untuk pribadi, tapi juga untuk orang lain. Bagaimana caranya ?
------------
Sekitar 150 peserta semiloka yang digelar Lembaga Tunas Mandiri tampak menjejali gedung Gedung PKP-RI Lamongan, tempat diselenggarakannya acara itu, belum lama ini. Mereka berasal dari para pemuda usia produktif, perwakilan siswa SMA dan SMK, serta para santri Ponpes di Lamongan.
Mereka tampak serius dalam mendengarkan materi yang disampaikan para narasumber antara lain Sugeng (PT. Semen Gresik), DR. Kholis Hamzah (Bid. Perekonomian Konsulat Jenderal Amerika Serikat) dan DR. Taufiqurrahman Saleh (Mantan anggota DPR RI).
Materi yang disampaikan para nara sumber bisa membuka cakrawala para peserta, dalam menumuhkembangkan dunia usaha. Para pemuda ini diajak bicara soal dunia kewirausahaan dalam rangka pengentasan pengangguran dan kemiskinan.
‘’Ini merupakan pengalaman baru kami, karena selama di bangku sekolah kami hanya diberi materi mata pelajaran umum. Tapi kali ini kita diberi wawasan yang luar biasa tentang bagaimana seorang pemuda berjiwa enterpreneur,’’ kata Sikma Zunarisca, peserta dari SMA Negeri 2 Lamongan.
Acara untuk untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya wira usaha ini tampak semakin komplet. Sebab para peserta bukan hanya dijejali materi kewirausahaan,tapi juga diajak praktek. Untuk praktek ini panitia menghadirkan Aris Ali dari Desa Tritunggal, Kecamatan Babat. Pengusaha sablon ini mengajarkan para peserta untuk praktek cetak sablon.
Semiloka ini sangat bermakna bagi para pemuda, khusnya bagi para peserta. Sebab baginya, bila acara ini tidak ada kelanjutan, bisa gterputus di tengah jalan. ‘’Karena itu kami berharap acara seperti ini bisa berkelanjutan, agar tidak terputus di tengah jalan,’’ pinta Ahmad Zamroni, utusan dari Karang Taruna Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran.
Sementara DR. Taufiqurrahman Saleh pada kesempatan itu mengungkapkan, segian besar lulusan perguruan tinggi di Iandonesia cenderung mencari kerja daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Ini diungkapkan oleh DR. Taufiqurrahman Saleh saat oleh DR. Taufiqurrahman Saleh pada acara semiloka di Gedung PKP-RI Lamongan , kemarin. ‘’Meningkatnya wirausaha khususnya di kalangan generasi muda akan mengurangi tingkat penganguran,’’ katanya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 10.41 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Maret 09, 2011
Posyandu Lansia di Lamongan Diminati

Dibukanya layanan tingkat masyarakat pada lanjut usia (lansia) melalui Posyandu Lansia di Lamongan ternyata mendapat peminat yang besar. Seperti saat dibuka Posyandu Lansia di Desa Konang Kecamatan Glagah kemarin. Sekitar 160 lansia terdaftar menerima pelayanan yang dibuka Ketua TPPKK Lamongan Mahdumah Fadeli itu.
Selain Posyandu Lansia, di tempat yang sama juga dibuka kegiatan Posyandu untuk balita yang diikuti sejumlah 75 balita. Dalam kunjungannya di kecamatan dengan jumlah desa terbanyak di Lamongan itu, Mahdumah Fadeli juga menyerahkan bantuan dua unit Alat Peraga Edukatif (APE) dan bantuan pada ibu hamil berupa susu dan makanan bergizi.
Dalam keterangannya, isteri Bupati Fadeli itu menyampaikan kegiatan Posyandu Lansia merupakan langkah yang sangat startegis. Karena seperti halnya balita, para lansia juga mempunyai masalah-masalah kesehatan yang khas. “Dengan adanya Posyandu Lansia, diharapkan para lansia dapat melakukan pemantauan kesehatan secara rutin. Sehingga tidak perlu menunggu sampai mendapatkan masalah kesehatan, baru datang ke Puskesmas, “ ujarnya saat di Glagah.
Berdasar data Dinas Kesehatan setempat, saat ini di Lamongan jumlah Posyandu Lansia telah mencapai 167 unit. Posyandu Lansia dengan jumlah merata di semua desanya terdapat di Kecamatan Mantup. Saat ini Lamongan memiliki sejumlah 1.732 unit posyandu balita dan lansia. Sementara jumlah puskesmas mencapai 33 unit, puskesmas keliling 44 unit dan puskesmas pembantu 108 unit serta polindes ada 403 unit.
Posyandu Lansia sendiri adalah bagian dari jenjang pelayanan kesehatan di Lamongan. Pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat adalah Posyandu Lansia. Sementara pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar berada di puskesmas dan tingkat lanjut berada di RSUD dr Soegiri.
“Dengan adanya Posyandu Lansia ini diharapkan bisa meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat. Juga untuk mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan, “ pungkas Mahdumah Fadeli.
Dipersembahkan oleh adam Pada 10.39 0 komentar
Kategori: Berita
Perilaku Pemuda Kini Makin Mencemaskan

Di satu sisi, globalisasi telah melahirkan berbagai perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena menawarkan contoh-contoh kemajuan dan alternatif baru. Namun hasil globalisasi seringkali kurang menguntungkan negara berkembang. Salah satu kelompok yang rentan ikut terbawa arus adalah generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Dosen Sosiologi FISIP Unair Surabaya, Bagong Suyanto saat Pemantapan Wawasan Kesatuan Kebangsaan bagi masyarakat Jawa Timur di ruang pertemuan sebuah hotel di Lamongan, Selasa (8/3). “Dalam konteks relasi yang tidak seimbang antara negara maju dan negara sedang berkembang, maka hasilnyapun sering tidak menguntungkan negara sedang berkembang, “ ujar Bagong yang juga Koordinator Bidang Kemasyarakatan Dewan Pakar Provinsi Jatim tersebut.
Terkait rentannya generasi muda terhadap pengaruh berubahnya jaman itu, Bagong menyebut hal itu terjadi tak lain karena pemuda memiliki karakteristik unik. Yakni labil, sedang dalam taraf mencari identitas, mengalami masa transisi sehingga membuat mereka cenderung tidak mampu menahan godaan dari proses perubahan global.
Namun dia berharap semua pihak terutama orang tua dan guru tidak cepat menghakimi remaja dengan perilaku menyimpang sebagai anak nakal. Untuk memahami remaja, lanjutnya, yang dibutuhkan adalah kesediaan kita, terutama orang tua dan guru untuk berempati dan mengerti apa sebetulnya keinginan, harapan dan dunia kehidupan mereka. Menurut dia, tanpa adanya pemahaman yang mendalam terhadap kehidupan remaja, niscaya yang dilakukan hanyalah tindakan menghakimi atau sekedar menyalahkan mereka sebagai anak nakal yang tak patuh pada nasehat orang tua.
Dikatakannya, di berbagai kota besar sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ulah remaja semakin mencemaskan masyarakat. “Kenakalan remaja kini tidak lagi sekedar aktivitas seperti membolos sekolah, merokok, minum-minuman keras atau sekedar menggoda lawan jenis. Mereka kini seringkali terlibat tawuran layaknya preman, terjerumus dalam penggunaan obat-obatan terlarang dan kehidupan seksual pra nikah, “ ujarnya.
Lebih lanjut disampaikannya, globalisasi dengan berbagai atribut dan tawaran gaya hidup serta budaya yang mampu membangkitkan mimpi, fantasi dan pemenuhan emosional untuk menyenangkan diri sendiri adalah daya tarik yang sulit ditepis remaja. Terutama lewat nilai-nilai yang cenderung sekuler dan media massa.
“Globalisasi memang terbukti mampu menyatukan dunia dan menyebabkan batas-batas adnministrasi wilayah menjadi kabur. Namun di saat yang sama globalisasi ternyata malah melahirkan kesenjangan sosial, polarisasi antar kelas yang makin lebar serta menumbuhkan pengangguran yang makin besar, “ tegasnya.
Wabup Amar Saifudin saat membuka kegitan itu memiliki pandangan serupa dengan Bagong Suyanto. Dia tidak memungkiri masih rendahnya jiwa dan semangat wawasan kebangsan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Hal itu terbukti masih banyaknya pertikaian antar kampung, perang saudara, tingkah laku suporter yang anarkis, dan baru-baru ini kekerasan Ahmadiyah. “Semoga warga Lamongan tidak seperti itu,” kata dia.
“Demi terciptanya rasa cinta kepada bangsa maka kita harus memiliki wawasan dan pijakan yang benar dan tepat agar kita bisa membela negara dengan benar untuk mempertahankan keutuhan NKRI dari masalah disintregrasi, seperatisme, dan hadirnya kekuatan asing yang mengancam,” pungkasnya.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bakesbangpollinmas Pemprov Jatim Zainal Muhtadin, Kepala Bakesbangpol dan Linmas Lamongan Abdul Wahib. Kegiatan itu juga diikuti sebanyak 40 orang dari Bakesbangpolinmasl Pemprov Jatim, pengurus BEM/PTN/PTS/Menwa di Surabaya, Lamongan Gresik, dan Tuban. Kemudian 40 orang pengurus Osis/SMA/SMK/Santri, dan ormas kepemudaan di Lamongan, 40 orang pengurus Osis/SMA/SMK/Santri, dan ormas kepemudaan Kabupaten Tuban dan Gresik.
Dipersembahkan oleh adam Pada 10.35 0 komentar
Kategori: Berita
Senin, Februari 28, 2011
Ditemukan bom peninggalan PD II

Warga Dusun Mantup Tengah, Desa Mantup, Kecamatan Mantup
dan sekitarnya gempar, Rabu (23/2) malam. Sebab saat berlangsungnya
proyek pemerataan bukit kapur di desa setempat, ditemukan bom. Diduga
kuat, bom tersebut peninggalan Perang Dunia II.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Alit Alarino membeber penemuan bom
tersebut. Menurutnya, awalnya benda tersebut ditemukan oleh operator
alat berat proyek pemerataan bukit kapur di desa setempat. ''Sedianya,
bukit kapur itu diratakan, karena untuk akses jalan desa,'' katanya,
Kamis (24/2).
Saat alat berat proyek meratakan bukit, Rabu (23/2) malam, katanya,
sepotong benda kerat terjatuh bersama reruntuhan kapur dari alat
tersebut. Melihat ini, operator alat berat curiga, apa yang terjadi di
depan mata. Operator itu kemudian mengeceknya. Ternyata, seonggok
benda keras itu berbentuk bom. ''Melihat ini warga melaporkan ke
Polsek Mantup,'' katanya.
Mendapat laporan, anggota Polres Lamongan datang ke tempat penemuan
bom tersebut. Hanya, Polres Lamongan tidak bisa bergerak sendiri untuk
penyelidikan kasus, yang bisa membahayakan banyak orang ini.
Karena itu, untuk penyelidikan penemuan benda kuno itu, Polres
Lamongan melibatkan Tim Detasemen Penjinak Bom Polda Jatim. Setelah
tim ini melakukan penyelidikan, ternyata benar. Benda keras penemuan
warga setempat itu merupakan bom.
Dari hasil penyelidikan itu menunjukkan, bom dengan panjang 1 meter
dan berdia meter 30 cm dengan berat 150 kg itu merupakan bom jenis
Air Craft. Bom yang diduga peninggalan Perang Dunia kedua ini dalam
kondisi tidak aktif. ''Benda itu kini diamankan di Mapolsek Mantup,''
kata Kasat Alarino.
Sementara keterangan warga sekitar mengungkapkan, tempat penemuan bom
tersebut merupakan kawasan basis pertahanan tentara Indonesia Perang
Dunia II. ''Bisa jadi bom tersebut merupakan salah satu senjata
tentara kita yang disimpan di atas bukit itu saat Perang Dunia II,''
kata warga menyimpulkan.
Dipersembahkan oleh adam Pada 10.52 0 komentar
Kategori: Berita
Senin, Januari 10, 2011
Belum maksimal, PT DPL diserbu kapal besar
Sejak Juli 2010 lalu, sudah ada 18 kapal besar yang memanfaatkan jasa
perbaikan milik PT Dok Pantai Lamongan (DPL) di Desa Kemantren/Paciran.
Sampai saat ini PT DPL belum beroperasi secara penuh, namun dok perbaikannya
sudah bisa difungsikan.
“Termasuk dua kapal yang sekerang sedang diperbaiki, sampai saat
ini sudah ada 18 kapal yang memenafaatkan jasa perbaikan di PT DPL, “ ujar
Dirut PT DPL Johanes Titus saat menerima kunjungan Bupati Fadeli kemarin di
Kantor PT DPL. “Sekarang masih tahap uji coba, setelah nanti secara
administrasi, maupun teknis produksi ssudah sempurna, kami akan segera
beroperasi secara penuh, “ imbuh dia.
Fadeli dalam kunjungannya itu didampingi Wakil Bupati Amar
Saifudin bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
terkait. Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat perkembangan investasi di
wilayah pantura Lamongan yang semakin pesat. Saat di PT DPL yang merupakan
bengkel bagi perbaikan kapal yang mengalami kerusakan, ada dua kapal yang
sedang diperbaiki. Yakni dengan nama lambung Bali Gianyar dan Global.
Masih menurut Johanes Titus, perkembangan industri maritim,
dalam hal ini industri pelayaran sangat cepat. Namun jumlah galangan kapal
untuk perbaikan sangat terbatas, sehingga seringkali kapal harus mengantri
untuk melakukan perbaikan. “Selama ini kapasitas kapal dan galangan yang ada
sangat tidak sebanding. Padahalk seperti kapal penumpang tiap tahunnya harus
mengantongi ijin layak laut. Pasar saat ini sangat prospektif, baik untuk
kapal baru maupun untuk yang melakukan perbaikan, “ urai dia.
Karena kedalaman laut tidak memadai untuk menggunakan dok kolam
atau *graving dok*, PTD DPL membangun *sleep way *dok tarik dengan
menggunakan sistem *air bag*. Yakni semacam balon yang dipompa dengan
panjang mencapai 20 meter yang digunakan sebagai bantalan untuk menarik
kapal ke daratan tempat perbaikan. PT DPL saat ini sedang membangun unit *sleep
way* yang kedua di lokasi yang sama.
Disebutkan pula olehnya, Jawa Timur dan Lamongan berpeluang
untuk menjadi kawasan khusus bagi industri maritim. Hal itu terutam karena
di Jatimlah pusatnya SDm kemaritiman. Yakni di ITS serta adanya laboratorium
Hidrodinamika terbesar di ITS, demikian pula design centre perkapalan juga
ada di Jatim.
Karena semuan proses perbaikan dilakukan di darat mulai dari proses
pengelasan dan pengecatan, limbah yang dihasilkan PT DPL merupakan limbah
yang dapat didaur ulang. Limbah yang dihasilkan seperti besi, potongan plat
dan minyak semuanya dapat didaur ulang.
Dipersembahkan oleh adam Pada 22.05 1 komentar
Kategori: Berita
Peluang Usaha Pengolahan Ikan di LamonganTerbuka Lebar

Penluang usaha pengelolaan Ikan tangkap di Lamongan Masih Terbuka Lebar. Karena saat ini, dari sekitar 64 ribu ton produksi ikan tankap setiap tahunnya, baru sejumlah 20 ribu ton yang diolah. Sementara sisanya dijual nelayan tanpa melalui proses pengolahan.
Saat ini di kawasan pantura Lamongan mulai beridiri dan beroperasi perusahaaan yang bergerak di bidang usaha pembekuan ikan atau cold storage. Mulai tahun 2010 lalu, PT Baharau Biru Nusantara (Baruna) sudah mulai berproduksi. Ikan beku yang mereka olah sudah mencapai 3000 ton.
“Kami mengolah hampir semua jenis ikan tangkap. Sesuai dengan pesanan konsumen. Tahun lalu, ikan yang diproses mulai dari jenis kakap, tonang, swangi hingga jenis ikan kuniran. Ikan hasil olahan itu kami kirimkan ke konsumen kami di berbagai Negara, diantaranya China, Taiwan, Korea dan Amerika Serikat, “ ujar Manajer Umum PT Baruna Lismanto kemarin di kantornya seusai menerima kunjungan Bupati Lamongan Fadeli
Disebutkan olehnya, bahan baku produknya yang diambil dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong mencapai 85 persen. Sementara sisanya baru diambilkan dari daerah lain. Demikian pula dengan tenaga kerja, sebagain besar diambilkan dari masyarakat sekitar perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Brondong tersebut.
Ditambahkan Oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan setempat Mustakim Arif, masih terbuka peluang lebar untuik investor lain masuk di sektor usaha pengolahan ikan tangkap. “Setiap tahunnya, nelayan Lamongan sanggup membawa pulang sekitar 64 ribu ton ikan. Dari jumlah tersebut, yang diolah lebih lanjut baru sekitar 20 ribu ton. Sisanya langsung dijual oleh nelayan di TPI Brondong, “ urai dia.
Potensi perikanan darat Lamongan juga masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Tiap tahunnya dihasilkan sekitar 30 ribu ton ikan berbagai jenis. Saat ini yang menjadi primadona adalah udang vannamae yang memiliki peluang ekspor. Tahun 2008 lalu, ada sekitar tiga ribu kilogram udang vannamae Lamongan yang diekspor.
Dipersembahkan oleh adam Pada 22.02 0 komentar
Kategori: Berita
Jumat, Januari 07, 2011
Puting beliung ngamuk, 3 desa ludes
Bencana alam kembali terjadi di Kabupaten Lamongan. Kali ini angin punting beliung atau lesus menghantam dan meluluhlantakkan rumah-rumah warga di 3 Desa yang ada di Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan, (Minggu, 2/1). Kondisi terparah dialami di Desa Manyar.
Bupati Lamongan Fadeli dan Wakil Bupati Amar Saifudin sempat meninjau lokasi bencana Senin pagi (3/1). Turut mendampingi Camat Sekaran Yaslikan beserta jajarannya, pimpinan SKPD terkait Kabupaten Lamongan dan Direktur rumah sakit Dr. Soegiri Lamongan.
Camat Sekaran Yasikan, menyatakan, angin lesus yang menerjang Desanya terjadi pada kemarin siang pada pukul 13.00 disertai dengan hujan dan berlangsung cukup lama sekitar 15 menit. Sementara itu keadaan terparah terjadi di Desa Manyar, sebanyak 18 rumah roboh dan 134 rusak parah. “Kebanyakan atap atau genteng mereka hancur berantakan tersapu angin, sisanya malah ada yang tidak berbentuk sama sekali alias rata dengan tanah,” katanya.
“Alhamdulilah korban jiwa meninggal tidak ada, namun kejadian tersebut sempat melukai 3 warga kami, 1 orang mengalami patah tulang terhimpit bangunan yaitu Saminten dan luka sedang dialami Kasmuri dan Kastinah, rata-rata mereka sudah berusia lanjut dan tidak sempat menyelamatkan diri, dan korban luka-luka tersebut sementara dibawa ke tempat pengobatan alternatif sangkal putung karena lokasi Desa kami memang jauh dari pusat kesehatan,” ujarnya.
Yasikan menambahkan, selain Desa Manyar, angin lesus juga menerjang Desa lain yang masih berada dalam batas wilayah kekuasaannya itu, yaitu Desa Jugo dan Desa Kudikan. “Kedua Desa juga mengalami kerusakan materi tapi tidak separah seperti yang dialami di Manyar, setidaknya Desa Jugo 10 rumah rusak sementara Desa Kudikan 14 rumah yang rusak, total kerugian yang dialami warga kurang lebih 500 juta rupiah,” pungkasnya.
Sementara itu, Fadeli mengatakan, pada akhir tahun 2010 sampai dengan awal tahun 2011 bencana masih mengintai tidak hanya di Lamongan saja tapi juga di seluruh nusantara. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat supaya terus waspada dan yang penting cintai lingkungan dan jangan sampai merusaknya. “Kita harus tetap bersyukur bencana yang terjadi di Sekaran tidak sampai menimbulkan korkan jiwa,” katanya.
Disinggung mengenai dana bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah, Fadeli mengatakan, sebanyak 15 juta rupiah diserahkannya langsung kepada Camat Sekaran Yasikan, dan disaksikan beberapa pejabat setempat yang hadir. “Pemerintah akan selalu mengupayakan bantuan dalam bentuk lain,” pungkasnya. Tampak dari unsur TNI AD, Polisi, Pol PP, dan beberapa organisasi kemanusiaan saling bahu membahu membantu memperbaiki yang rusak.
Dipersembahkan oleh adam Pada 09.21 0 komentar
Kategori: Berita
Jumat, Desember 17, 2010
APBD Lamongan 2011 final

Pemkab Lamongan bersama DPRD setempat merampungkan pembahasan APBD 2011 sebelum berakhirnya Bulan Desember. Berlangsung di Ruang Rapat Parupurna DPRD setempat, Jum'at (17/12), seluruh anggota DPRD sepakat untuk menyetujui Rancangan Peraturan Daerah APBD 2011 menjadi APBD.
“Kami menyadari masih banyak tantangan yang dihadapi dalam membangun Lamongan kedepan. Sebagi gambaran di bidang pendidikan, masih ada 12 persen penduduk yang buta huruf. Sementara di bidang kesehatan ada 37 anak yang meninggal dari setiap 1000 persalinan. Hal ini meunjukkan belum meratanya pembangunan di Lamongan, “ ujar Bupati Fadeli dalam sambutannya.
“Karena itulah, diperlukan upaya untuk fokus dalam pembangunan, terutama di tingkat pedesaan, “ lanjutnya. Fadeli juga menyebutkan bahwa sektor pertanian masih mendominasi di Lamongan, yakni mencapai 37 persen. “Hal ini menunjukkan pentingnya untuk mengembangkan sektor ini di pedesaan. Saya mendambakan terwujudnya ekonomi Lamongan berbasis kerakyatan, terutama di pedesaan. Terutama untuk fokus pada basis pertanian, perikanan serta usaha mikro kecil menengah, “ kata dia.
Sementara dalam Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lamongan yang dibacakan Mohammad Amir, disebutkan target pendapatan daerah APBD 2011 dialokasikan Rp 1.146.178.327.600. Kemudian target belanja daerah ditetapkan sebesar Rp 1.186.856.065.963. Dari besaran tersebut, sehingga defisit ditargetkan sebesar Rp 40.677.738.363. Serta pembiayaan daerah disepakati Rp 73.672.526.750 untuk menutup defisit.
Selanjutnya untuk pembiayaan netto setelah pembahasan ditetapkan sebesar Rp 40.680.943.550. Dengan demikian Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) menjadi sebesar Rp 3.205.000.187.
Banggar juga menyampaikan sejumlah rekomendasi. Diantaranya dalam rangka pengembangan mutu pendidikan, baik yang berbasis umum maupun keagamaan pemerintah daerah diharapkan memberikan bantuan secara proporsional dan seimbang. Kemudian di bidang kesehatan Bnggar meminta pemerintah daerah memebrikan pelayanan yang cepat dan tepat di RSUD dr Soegiri. “Baggar meminta agar SRUD dr Soegiri dilengkapi dengan CTScan. Karena lat ini merupakan kebuthan yang mendesak untuk segera direalisasikan, “ Kata Amir.
“Sementara itu, mengingat kecamatan sudah menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), maka dalam rangka peningkatan pelayanan, Banggar memeinta agar jumlah pegawainya ditambah secara proporsional. Khususnya tenaga pengolah keuangan siring diadakannya rekrutmen CPNS di tahun ini, “ urai dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.55 0 komentar
Kategori: Berita
Kirimkan Kader Ikut Jambore PKK Jatim

Tim Penggerak PKK Lamongan dipastikan akan mengirimkan kadernya untuk mengikuti Jambore PKK Jawa Timur 20-22 desember mendatang di Hotel Purnama, Batu. Kader yang dikirimkan adalah kader yang menjadi juara dalam seleksi tingkat kabupaten di Gedung PKK setempat kemarin.
Untuk lomba kader PKK terbaik akan diwakili Hermawati dari Kecamatan Lamongan. Kemudian untuk lomba pengisian kartu menuju sehat (KMS) akan diwakili Siti Imamah juga dari Kecamatan Lamongan. Sementara juara kreatifitas seni diraih Ibu Nasri dari Kematan Sugio.
Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Mahdumah Fadeli mengatakan pelaksanaan lomba kader PKK berprestasi tersebut bukan sekedar ajang kompetisi belaka. Namun lebih dari itu, dijadikan sebagai ajang pembinaan kader PKK di kecamatan dan desa.
“Ujung terdepan dari gerakan PKK adalah kader yang ada di desa dan kecamatan. Merekalah yang selama ini berperan sebagai penggerak terdepan warga masyarakat dalam upaya pemberdayaan keluarga serta meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga, “ ujarnya.
Ditambahkan olehnya, pemenang lomba hari itu dipastikan akan dikirim mewakili Lamongan untuk mengikuti Jambore PKK tingkat Jatim. Jambore tersebut ungkap dia direncanakan akan dilaksanakan di Hotel Purnama, Batu pada 20 hingga 22 desember mendatang. “Pada Jambore ini akan dilombakan terkait kemampuan penyuluhan, pidato, kreatifitas seni dan lomba pengisian KMS, “ urai dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.52 0 komentar
Kategori: Berita
Peringatan 1 Muharam Diramaikan Ribuan Jamaah Muslim

Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1432 Hijriyah di Lamongan, diperingati di sejumlah daerah. Diantaranya yang digelar di Masjid Al-Amin, Dusun Kedungcaluk, Desa Kreterangon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, kemarin. Peringatan tahun baru Islam ini diramaikan ribuan jamaah muslim warga Sambeng dan sekitarnya.
Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Lamongan, Amar Saifudin dan Kepala SKPD terkait. Turut mendampingi Camat Sambeng Sudjito beserta staf, sesepuh Desa Hasan Bisri, serta beberapa para alim ulama setempat juga tampak hadir bergabung ditengah-tengah masyarakat yang meluber sampai keluar halaman masjid.
Semarak tahun baru Islam di Dusun Kedungcaluk Desa Kreterangon Kecamatan Sambeng ini diramaikan dengan berbagai kegiatan acara keagamaan seharian penuh. Kegiatan yang dimulai dari jam 9 pagi tersebut dimulai dari pengajian, tauziah hikmah-hikmah tahun baru Hijriyah, sholat-sholat sunat, dan kemudian puncaknya acara kegiatan peringatan dihadiri oleh Amar, Wakil Bupati Lamongan beserta rombongan pada sore harinya.
Dalam sambutannya, Amar, mengatakan, kegiatan peringatan tahun baru Hijriyah ini semata-mata untuk mengingatkan kepada seluruh umat Islam di Dusun Kedungcaluk Desa Kreterangon Kecamatan Sambeng, khususnya, dan di Lamongan pada umumnya, terhadap datangnya pergantian tahun baru Hijriyah.
“Peringatan ini mengingatkan kepada seluruh umat Islam dan sekaligus ingin menyemarakkan ukhuwah dan syiar Islam dengan niat ingin meningkatkan ibadah kepada Allah SWT,” kata Amar.
Sebagai umat muslim, lanjut Amar, sudah seharusnya memaknai tahun baru 1 Muharam sebagai kembali “fitrah” yakni terlahir dalam keadaan suci dan mengisinya dengan berbagai kegiatan ibadah maupun social. “Intinya adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, “ katanya.
“Amal baik maupun buruk pada malam 1 Muharam itu akan ditutup dan membuka buku amalan untuk setahun berikutnya, maka dari itulah buku amal kita harus diisi dengan amal kebaikan,” urai Amar.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.51 0 komentar
Kategori: Berita
Senin, Desember 06, 2010
PASB bisa jadi percontohan

Pasar Agrobis Semando Babat (PASB) bisa menjadi model pengembangan untuk pasar-pasar tradisional lain di Indonesia. Ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar saat mengunjungi PASB bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Fattah Jasin, Jum'at (3/12).
Didampingi Bupati Lamongan Fadeli dan Ketua DPRD Makin Abbas serta pejbat terkait lainnya, Mahendra blusukan ke PASB. Pada kesempatan tersebut dia berharap, dalam waktu yang tidak lama pasar ini bisa berkembang.
Bukan hanya itu, pasar ini juga diharap menjadi model bagi kemitraan yang efektif antara pemda dengan investor bersama pedagang yang didukung perbankan. ‘’Pusat tentunya akan memfasilitasi yang diperlukan untuk pengembangannya,’’ katanya.
Bukan hanya bisa beroperasi penuh, lanjut dia PASB juga agar dipertahankan kebersihan, kenyamanan dan keamannnya tentu pasar tradisional tidak akan kalah modernnya dengan pasar yang disebut modern. ‘’Pasar Agrobis ini bisa jadi model untuk pasar-pasar tradisional lainnya,’’ katanya.
Kepada tamkunya itu, bupati Fadeli membeberkan, dari 112 pasar desa di Lamongan, ada 48 unit yang sudah dibantu Pemkab Lamongan untuk peningkatan fasilitasnya. ‘’Tahun ini ada bantuan dari pusat Rp 5 miliar yang akan digunakan untuk mebangun pasar desa. Upaya ini bagian dari untuk membangun perekonomian masyarakat pedesaan,’’ katanya.
Ditambahkan Mahendra, pembangunan pasar di desa lebih dari sebagai upaya untuk melindungi desa. Tapi juga untuk meningkatkan perekonomian desa, karena di pasar desalah sebagai basis dari produksi, basis pertumbuhan wiraswasta yang sesungguhnya di level pedesaan.
Terkait program pembatasan BBM premium bersubsidi oleh pemerintah, saat ini sedang dimatangkan skema yang tepat. Terutama untuk mengatasi resiko persoalan transportasi dan logistik untuk perdagangan. Karena itu ada skema bagi kendaraab pelat kuning dan niaga bisa mendapat pengecualian. ‘’Penghematan subsidi premiun akan dimanfaatkan bagi yang betul-betul diperlukan, terutama untuk kelompok masyarakat yang memerlukan. Bukan pada mereka yang berhak,’’ pungkasnya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.27 0 komentar
Kategori: Berita
Mobil Pelat Merah Diuji Emisi

Puluhan mobil dinas (mobnas) Pemkab Lamongan Jum’at pagi (3/12) terlihat parkir di depan Pendopo Lokatantra setempat. Mobil pelat merah tersebut sedang antri untuk menjalani uji emisi kendaraan yang digelar Badan Lingkungan Hidup (BLH) dalam rangka HUT KORPRI ke-39.
Pagi itu ada dua unit alat smoke meter yang digunakan untuk menguji kadar kepekatan asap kendaraan bermesin diesel milik Pemkab Lamongan. Untuk kendaraan bermesin diesel (bahan bakar solar), yang disyaratkan lulus uji emisi hanyalah nilai opasitas (opasitas) asap saja. Berbeda dengan kendaraan bermesin bensin yang mensyaratkan banyak faktor mesin untuk bisa lulus uji emisi.
‘’Untuki kendaraan bermesin diesel seperti Isuzu Panther milik Pemkab Lamongan ini memang hanya mensyaratkan nilai opasitas untuk lulus uji emisi. Meski asap yang keluar agak hitam bukan berarti nilai opasitasnya rendah. Terkadang itu hanya jelaga saja. Berbeda dengan kendaran bermesin bensin yang lebih rumit untuk uji emisinya, ‘’ tutur Kepala BLH Aris Wibawa melalui Kabag Humas dan Infokom Anang Taufik.
Dari sejumlah 50 kendaraan yang diuji emisinya, beberapa kendaraan perlu penyesuaian dan perawatan sesuai standart yang berlalaku karena nila opasitasnya melebihi yang disyaratkan. Ini terutama terjadi pada kendaraan yang usianya sudah tua. ‘’Kedepan uji emisi seperti ini akan diusahakan secara berkala. Hal tersebut untuk mensukseskan Lamongan menjadi kota green and clean,’’imbuh dia.
Untuk kendaraan dengan tahun pembuatan 2009 keatas, nilai opasitasnya harus dibawah 50 persen. Sementara kendaraan yang lebih tua, nilai opasitasnya disyaratkan maksimal 70 persen.
Diantara kendaraan yang lolos uji emisi adalah kendaraan dinas Kecamatan Kembangbahu yang nolai opasitasnya 27,6 persen. kemduian milik Kecamatan Kedungpring nilai opasitasnya 33,4 persen dan Kecamatan Deket 32,1 persen.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.21 0 komentar
Kategori: Berita
Kamis, Agustus 05, 2010
Membuka mata Amerika
Penilaian minor terhadap Pondok Pesantren di Indonesia, sedikit demi sedikit membuka mata warga Amerika Serikat. Ternyata kehidupan di Ponpes, tidak seperti yang dibayangkan sebagian warga negeri Paman Sam. Ini terungkap saat dua guru mereka kunjungan di Ponpes Sunan Drajat Medali, Kecamatan Sugio, Lamongan.
Grace Chao dari Charter School, Hilo, Hawaii dan Alaine Robinson dari Lewis and Clark School, Tuska Oklahoma, dua guru dari Amerika itu. Mereka heran, kenapa meski beda agama, tapi bisa diterima di Ponpes Sunan Drajat Medali.
Hidup selama satu minggu di Ponpes yang diasuh oleh KH F. Ghufron Achmadi, sudah cukup untuk membuka mata mereka. Sebab kehidupan Ponpes yang siap menghadapi tantangan global abad 21 ini sangat terbuka. ‘’Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi,’’ kata Chao, saat pamit pulang, kemarin.
Didampingi Wakil Ketua Yayasan Ponpes setempat, C. Chusnu Yuli Setyo, guru Amerika ini mengaku bisa memetik pengalaman berharga dari studi banding di Ponpes yang banyak kerja sama dengan lembaga internasional ini. Setidaknya ada perbedaan mencolok, antara pendidikan di Ponpes dan pendidikan di negerinya. Di Ponpes, lanjut Chao, para santri diajarkan untuk bertahan hidup. Guru yang satu ini tidak habis pikir, kenapa para santri bisa senang dan ceria tinggal dan belajar di asrama sempit secara sederhana. ‘’ Sejak dini, mereka diajarkan untuk bertahan hidup di masa yang sulit,’’ katanya.
Melihat kehidupan di Ponpes di Indonesia pada umumnya, ia menilai, para murid di Amerika Serikat mestinya berterima kasih terhadap apa yang dipunyai sekarang. ‘’Saya yakin kalau para santri akan bisa lebih survive dari pada yang bukan santri, karena sejak dini mereka diajari bagaimana menghadapi masa-masa yang sulit dalam hidupnya. Sementara para siswa di luar sana hanya bisa meminta,’’ katanya.
Senada Grace Chao, Alaine Robinson juga mengakui, penilaian terhadap Ponpes di Idobesia selama ini salah. Ponpes yang salama ini dinilai (Orang Amerika) sebagai sarang teroris. ‘’Pesantren merupakan tempat mengkader generasi mendatang yang siap mental, kuat imannya dan mandiri dalam hidup. Jadi ketika mereka menghadapi dunia IT yang begitu cepat seperti sekarang ini, mereka siap mental,’’ katanya.
Sementara Wakil Ketua Yayasan Ponpes setempat, C. Chusnu Yuli Setyo mengungkapkan, menyongsong era globalisasi, yayasannya terus menigkatkan kualitas pendidikan, khususnya di bidang IT. Guna memnnigkatkan kualitas, Ponpes Sunan Drajat Medali menjali dengan banyak organisasi internasional seperti Al-Azhar University, British Counchil dan East West Centr (EWC) Hawaii. ‘’Kehadiran kedua guru (Alaine Robinson dan Grace Chao –red) merupakan bentuk kerja sama kami,’’ katanya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 11.07 0 komentar
Kategori: Berita
Selasa, Juni 15, 2010
Setelah video mirip Luna, Cut Tari dan Ariel, kini giliran video porno mahasiswa Lamongan

Belum reda kasus vedio porno mirip artis Luna, Cut Tary dan Ariel, kini warga Lamongan digemparkan dengan vedio serupa. Vedio adekan dengan bintang yang diduga sepasang mahasiswa salah satu universitas setempat, kini mulai berdedar di tengah masyarakat.
Tidak kalah dengan bintang porno mirip Luna, Cut Tary dan Ariel, bintang porno mahasiswa Lamongan ini juga tidak kalah pornonya. Dari tiga episode, masing-maasing berdurasi 40 menit, video yang kini tengah diburu para maniak ini menyajikan hubungan intim bak sepasang suami istri.
Dari video itu terungkap, pengabadian film tersebut menggunakan handphone (HP) yang diduga kuat dilakukan oleh pihak ke tiga. Indikasinya, para bintang tidak sempat melihat adanya kamera yang sedang mengabadikan kemesumannya.
Dari gambar bergerak itu juga mengungkapkan, adegan porno bak sepasang suami istri itu dilakukan di atas bangku kulia pada salah satu lokal kampus setempat.
Kalangan mahasiswa setempat membenarkan, bintang porno pada video tersebut sebagai mahasiswa setempat. Hanya saja, mereka lain fakultas.
Atas beredarnya video mesum ini, kalangan kampus setempat bagaikan tercoreng nama baikny. Karena itu, para mahasiswa menuntut pada pihak kampus untuk mengusut tuntas untuk segera memberikan sanksi tegas kepada para pelaku. ‘’Karena ini kampus bukan untuk tempat adegan mesum,’’ kata salah satu mahasiswa setempat, kemarin.
Salah satu pengurus universitas setempat saat dikonfirmasi tidak bisa membenarkan saat dikatakan bintang porno pada video tersebut sebagai mahasiswanya. Hanya saja, saat disinggung lokasi adegan porno itu sebagai lokal kampusnya, ia tidak bias mengelak.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui beredarnya video larang edar itu. Tapi sebagai aparat, pihaknya tidak bisa tinggal diam dengan beredarnya barang yang bisa mempengaruhi moral mayarakat, khusunya para generasi muda ini.
Karena itu, pihaknya berjanji akan melakukan penyelidikan. ‘’Sejauh ini kami belum mengetahui video tersebut, tapi kami akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui kebenarannya,’’ katanya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.48 0 komentar
Kategori: Berita
SPIP Bakal Tentukan Opini Audit BPK
Dalam tidak waktu lama lagi Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK akan menerapkan parameter sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) dalam audit keuangannya. Sehingga kinerja SPIP ini akan menentukan hasil kesimpulan atau opini BPK. Hal tersebut disampaikan Kabid Akuntabilitas Pemerintahan pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Jatim, Fakhrudin Muchasan, Selasa (15/6) di Lamongan.
“Meski sudah diundangkan dua tahun lalu, PP nomor 60/2008 tentang SPIP memang belum diterapkan. Namun dalam waktu yang tidak lama lagi, mungkin satu atau dua tahun kedepan, keandalan sistem pengendalian intern akan menjadi salah satu yang dievaluasi BPK. Jika ditemukan masalah dalam SPIP ini, tentunya akan mempengaruhi opini BPK. Ada lebih dari 300 parameter atau daftar uji terkait dengan SPIP ini yang belum diterapkan BPK, “ kata Fakhrudin saat Pelatihan Bimbingan Teknis Evaluasi LAKiP (laporan akuntabilitas kinerja Pemerintah) dan Sosialisasi SPIP di aula Hotel Mahkota setempat.
Bupati, lanjut dia, selain berkewajiban untuk melakukan pengendalian kegiatan pemerintah, juga bertanggung jawab atas efektifitas penyelenggaraan SPIP di wilayahnya masing-masing. “Penerapan PP terkait SPIP ini adalah suatu keniscayaan yang harus diterima jika pemerintah daerah menghendaki opini atas penyelenggaraan pemerintahannya disimpulkan wajar atau bahkan wajar tanpa pengecualian oleh BPK. Karena itu BPKP menyarankan, sebagai wujud komitmen pimpinan, hendaknya setelah sosialisasi ini diterbitkan Peraturan Daerah terkait SPIP. Nanti akan ada fasilitasi dari BPKP terkait penerbitannya, “ ujarnya dalam kegiatan yang diikuti sejumlah 70 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan camat di Lamongan tersebut.
Menurut Fakhrudin, sat ini ada sejumlah isu yang menjadi perhatian terkait penyelenggaraan pemerintah. Diantaranya opini BPK yang disclaimer atau tidak wajar sehingga bisa mengakibatkan rendahnya kepercayaan masyarakat pada pemerintah. Selain itu rendahnya penyerapan anggaran yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi terutama di sektor riil juga menjadi salah satu isu penting. “Banyak yang berpendapat, isu tadi terjadi karena adanya kelemahan sistem pengendalian intern, “ ungkap dia.
“SPIP yang baik akan member jaminan kualitas dan kinerja pemerintahan sehingga bisa memenuhi prinsip good governance. Yang lebih penting lagi akan menghindarkan dari tuntutan hokum pidana maupun perdata. Sebenarnya konsep SPIP ini bukan hal baru. Sebelumnya sudah ada yang dikenal dengan pengawasan melekat atau waskat. SPIP berdasar PP 60/2008 ini adalah yang paling ideal karena sesuai dengan kondisi lingkungan pemerintah saat ini, “ paparnya dalam kegiatan yang dibuka Wabup Tsalits Fahami serta dihadiri Plt Sekkab Supardi itu.
Terkait evaluasi LAKiP, Fakhrudin menambahkan, evaluasi adalah mekanisme umpan balik untuk melakukan perbaikan, mencegah kesalahan yang sama, menemukan kesalahan sekaligus memberikan solusi. Dia berharap evaluasi yang dilakukan sekarang ini agar lebih fokus pada out come atau nilai manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Bukan hanya pada ketaatan anggaran saja.
Tsalits Fahami di kesempatan itu menyampaikan terima kasihnya pada seluruh Kepala SKPD yang hadir. Terutama terkait kinerja pemerintah (Lamongan) yang dinilai baik sehingga Bupati Masfuk menerima award dari Masyarakat Ilmu Pemerintah Indonesia. “SKPD adalah garda terdepan pembangunan. Baik buruknya kinerja SKPD akan tentukan baik buruknya kinerja pemerintah secara keseluruhan, “ tuturnya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.44 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Januari 27, 2010
Semifinal LPI Di Surajaya
Kompetisi Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kabupaten Lamongan telah mengakhiri babak penyisihan grup Rabu lalu. Sementara selanjutnya 8 tim juara masing-masing grup akan saling bantai pada babak semifinal yang rencananya akan digelar di Stadion Surajaya pada 2 dan 3 februari mendatang. Empat tim dari kelompok SMP dan empat tim lainnya kelompok SMA.
Dari kelompok SMP, Grup I dijuarai SMPN 4 Lamongan dengan nilai 9 dari 3 kali pertandingan. Grup II juaranya SMPN 1 Sugio dengan nilai 9 dari 3 kali pertandingan. Kemudian Grup III dijuarai SMPN 1 Maduran dengan nilai 3 hasil dari 2 kali pertandingan. Sementara SMPN 1 Babat menjuarai Grup IV dengan nilai 9 dari 3 kali pertandingan.
Selanjutnya dari Kelompok SMA di Grup I memunculkan SMAN 2 Lamongan sebagai juara grup dengan poin 12 dari 5 kali pertandingan. Sedangkan SMK NU Lamongan menjadi yang terbaik di Grup II dengan nilai 9 hasil dari 5 kali pertandingan. Di Grup III, SMAN 1 Babat menjadi juara dengan nilai 12 dari 5 kali pertandingan. Sedangkan Grup IV yang keluar sebagai juara adalah SMAN 1 Sekaran dengan poin 12 hasil dari 4 kali pertandingan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Suharto mengatakan, panitia LPI sudah menetapkan jadwal babak semifinal berdasar drwawing yang dilakukan. Diterangkannya, untuk kelompok SMP yang pertandingannya pada 2 Februari, akan mempertemukan SMPN 4 Lamongan melawan SMPN 1 Sugio di jam pertama. Sementara di jam kedua akan bertanding SMPN 1 Maduran melawan SMPN 1 Babat.
Lebih lanjut disampaikannya, untuk Kelompok SMA akan bertanding pada keesokan harinya, atau 3 Februari juga di Stadion Surajaya. Pada jam pertama akan mempertemukan SMAN 2 Lamongan melawan SMK NU Lamongan. Dan di jam kedua akan bertanding SMAN 1 Babat melawan SMAN 1 Sekaran. “Babak final diagendakan pada 4 Februari. Insya Allah Bapak Bupati akan menghadiri langsung laga final ini, “ kata dia. “Juara LPI Lamongan akan mewakili Kabupaten Lamongan di ajang LPI tingkat Provinsi Jatim, “ imbuhnya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 18.25 0 komentar
Kategori: Berita
Rintis Posyandu Plus
Pemkab Lamongan akan meningkatkan pelayanan di posyandu menjadi posyandu plus. Untuk mewujudkan hal tersebut, kemarin (27/1) digelar pelatihan posyandu plus pada sekitar 189 kader posyandu di Pendopo Lokatantra setempat. kegiatan itu dibuka Ketua Tm Penggerak PKK Endang Rijanti Masfuk.
Dalam sambutannya, Endang mengatakan selama ini pelayanan di posyandu baru mencakup pelayanan dasar. Seperti kesehatan ibu dan anak (KIA), pelayanan asupan gizi, KB dan imunisasi. Dipaparkan Endang, pelayanan dasar tersebut akan ditingkatkan sehingga menjadi posyandu plus. Yakni, kader posyandu di masing-masing desa akan juga memberikan pelayanan untuk mendeteksi tumbuh kembang balita.
“Kegiatan posyandu selama ini terbatas pada mengecek pertumbuhan anak. Dengan konsep posyandu plus, kader posyandu tidak lagi sekedar mencatat data. Namun akan lebih aktif dengan melibatkan orang tua dan tenaga kesehatan secara periodik memberi stimulasi dan deteksi perkembangan anak, “ ujarnya.
Sementara salah satu pemateri pelatihan tersebut, Purwaningsih, Staf Seksi Kesehatan Keluarga Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jatim mengungkapkan posyandu plus juga diharuskan meningkatkan pelayanannya dari semula 1 bulan sekali menjadi seminggu sekali. “Diharapkan dengan posyandu plus ini dapat membantu orang tua untuk merangsang kemampuan tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya. Yakni dengan memberikan contoh konkrit cara merangsang perkembangan anak pada orang tua dan masyarakat, “ terang dia.
Sejumlah ketrampilan diberikan para kader posyandu yang hadir. Diantaranya pembelajaran kegiatan pengasuhan anak yang dibedakan berdasar usianya. Misal untuk anak usia 0-2 tahun diajarkan permainan mimik muka, musik dan bermain jari tangan. Sementara untuk usia 2-6 tahun diberikan permainan dengan media alat permainan yang lebih rumit seperti mengatur huruf.
Dipersembahkan oleh adam Pada 18.24 0 komentar
Kategori: Berita
Kamis, Januari 21, 2010
Tujuh Raperda Disepakati
Usulan Tujuh Raperda yang disampaikan Pemkab Lamongan disepakati oleh semua fraksi di DPRD setempat untuk dijadikan Perda. Itu terungkap dalam Sidang Paripurna dengan agenda pembacaan pendapat akhir fraksi-fraksi, Kamis (21/1). Meski demikian tetap ada sejumlah catatan yang disampaikan. Seperti yang disampaikan FPDIP terkait belum rampungnya pengerjaan Pelabuhan ASDP di Paciran.
Fraksi yang diketuai R Suharjito tersebut mengingatkan pencapaian target penyelesaian Pelabuhan ASDP. “Tentu akan menjadi pertanyaan tersendiri bila Perda sudah diterbitkan, tetapi obyek pengaturannya belum ada. Apalagi Pemprop Jatim sudah sangat berharap agar pelabuhan ini sudah mampu menerima pengalihan 11 rute penyeberangan dari 28 penyeberangan yang saat ini ada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, “ ungkap dia.Keluar
Sementara menyongsong Pemilukada 2010, Fraksi Demokrat Keadilan lewat juru bicaranya Muchyidin berharap agar dalam sosialisasinya lebih ramah lingkungan. Karena berdasar pengamatan fraksinya pemasangan berbagai media sosialisasi dilakukan dengan cara dipalu di pohon-pohon penghijauan. “Kami menyarankan kepada Saudara Bupati melalui SatpolPP untuk menertibkan ini demi kecintaan kita pada lingkungan, “ ujarnya.
Selanjutnya, Sulaiman dari FPAN menyarankan agar Pemkab memberikan semacam stimulus atau subsidi untuk lingkungan kelurahan sehingga dapat membantu gerakan bersih lingkungan di wilayahnya. Saran tersebut terkait dicabutnya Perda tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan. Meski sudah tidak ada retribusi, fraksinya berharap masalah kebersihan lingkungan tetap dijaga dengan mengoptimalkan instansi terkait.
Terkait Raperda tentang Retribusi Jasa Kepelabuhan, FPKB memberkan saran agar Penyelenggara Pelabuhan harus betul-betul menyiapkan SDM yang profesional dan jujur. Karena menurut FPKB, orientasi dari Perda tersebut tentunya adalah keuntungan dan komersial. Jika Perda tersebut sudah berjalan, maka retribusinya akan menjadi mesin untuk PAD. Sehingga diperlukan aparat yang profesional dan jujur.
Terkait hal yang sama, FPKNU menyarankan agar nanti dalam pengelolaan kepelabuhan agar mengutamakan tenaga kerja dari putra daerah. “Kami juga meminta agar Pemkab menyiapkan SDM di bidang kepelabuhan. Untuk itu FPKNU mengusulkan pendirian sekolah pelayaran. Selain tentunya memperhatikan pembangunan infrastruktur di sekitar pelabuhan, “ tegas juru bicara FPKNU Soib.
Bupati Masfuk menyebutkan, dengan disetujuinya tujuh Raperda untuk disahkan menjadi Perda, menunjukkan peran aktif Pemerintah DPRD Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan maksud dan tujuan dibuatnya Peraturan Daerah ini adalah sangat besar. ”Harus disadari, dalam pelaksanaannya nanti masih perlu adanya pembinaan dan pengawasan yang intensif, baik dari Pihak Pemerintah Daerah maupun oleh DPRD. Sehingga dalam aplikasinya, Perda tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Sementara untuk Perda tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Lain, Kepelabuhanan dan Izin Usaha Ketenagalistrikan , akan segera dilengkapi dengan Petunjuk Pelaksanaannya sehingga semua komponen masyarakat dapat mengetahui dengan jelas, ” kata dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 17.02 0 komentar
Kategori: Berita
Kembali Gunakan SP36
Mulai tahun 2010 ini, pupuk jenis SP akan kembali menggunakan jenis SP 36 dengan kandungan Phospat 36 persen. Sebelumnya, pupuk jenis ini pernah diganti dengan SP 18 (Superphos) dengan kandungan Pospatnya 18 persen. Meski kembali menggunakan jenis SP36, Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan pastikan tidak ada perubahan harga.
“SP18 atau Superphos mulai tahun ini akan kembali digantikan dengan SP36. Yang jelas kami harus melakukan sosialisasi lagi pada masyarakat petani Lamongan,” ujar Kadinas Pertanian dan Kehutanan Djonot Subagijo melalui Kabag Humas dan Infokom Aris WIbawa.
Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2010 untuk Kabupaten Lamongan sudah turun. Alokasi ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Jatim nomor 85/2009 tentang Kebutuhan dan HET pupuk bersubsidi tahun 2010. Untuk jenis urea, tahun ini Lamongan akan menerima 71.502 ton, jenis Sp36 sebanyak 19.468 ton, jenis ZA sejumlah 9.237 ton dan NPK/Phonska sebanyak 21.991 ton serta jenis pupuk organik 11.439 ton.
Kelima jenis pupuk tersebut akan dibagi untuk lima sub sektor pertanian. Yakni sektor tanaman pangan dan holtikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan budidaya. Sektor tanaman pangan dan holtikultura akan mendapat alokasi 38.355 ton. Sementara perikanan budidaya alokasi pupuk ureanya sebesar 31.538 ton. Demikian pula jenis SP36 akan paling banyak untuk sektor tanaman pangan dan holtikultura serta perikanan budidaya. Masing-masing akan mendapat alokasi sebesar 8.429 ton dan 9.440 ton.
Penetapan alokasi pupuk 2010 ini didasarkan pada alokasi terakhir di tahun lalu. Sperti diketahui, Kabupaten Lamongan tahun lalu menerima dua kali realokasi (penambahan) pupuk bersubsidi. Sementara jika dibandingkan dengan usulan kebutuhan, alokasi yang diterima ini maish dibawah jumlah yang diusulkan.
Untuk pupuk jenis urea, usulan kebutuhannya mencapai 98.116 ton, Sp36 usulannya 46.250 ton, jenis ZA 9.620 ton, NPK/Phonska 22.006 ton dan jensi pupuk organik usulan kebutuhannya sebesar 73.413 ton. Berdasar surat yang sama, tidak ada perubahan HET pupuk bersubsidi. Yakni untuk urea HETnya Rp 1.200 perkilogram, jenis ZA Rp 1.050 perkilogram, SP36 sebesar Rp 1.550 perkilogram, Phonska Rp 1.750 perkilogram dan organik sebesar Rp 500 perkilogram.
Dipersembahkan oleh adam Pada 17.00 0 komentar
Kategori: Berita