
Banjir di Lamongan kali ini ternyata
tidak hanya menggenangi lahan pertanian dan jalan
saja. Lebih dari itu, banjir juga sudah menggenangi
sejumlah sekolah. Hingga Selasa (29/3), di kecamatan
Kalitengah saja, sudah ada 4 SDN yang sudah tergenang
air.
SDN Tiwet, merupakan salah satu dari empat SDN
di Kecamatan Kalitengah yang terendam banjir kali
ini. Genangan air di lantai mencapai sekitar 20 cm.
Selain SDN Tiwet, juga ada SDN Jalak Catur, SDN
Sumosari dan SDN Pucangtelu.
Menariknya, genangan air tersebut bisa dibilang
tidak menyurutkan semangat untuk belajar. Terbukti,
meski terganggu oleh air, namun aktivitas proses
belajar mengajar di sekolah setempat terus
berlangsung, sebagaimana hari biasa.
Karena lantai sekolah terendam air, sehingga
para siswa diberi kebebasan tidak mengenakan alas
kaki. Dengan kaki terendam air, para siswa itu duduk
dibangku seraya menerima materi pelajaran dari para
guru. ‘’Kami kawatir air semakin tinggi,’’ kata
Ubaidillah, salah satu siswa kelas VI, Selasa (29/3).
Pengawas dari UPT Dinas Pendidikan Kecamatan
Kalitengah Paimin melakaukan cek lokasi. Hasilnya,
ada empat sekolah di Kecamatan Kalitengah yanga
terendam banjir saat ini. Empat sekolah itu yakni
SDN Tiwet, SDN Jalak Catur, SDN Sumosari dan SDN
Pucangtelu.
Selain merendam sejumlah sekolah, banjir di Lamongan
kali ini juga merendam pemukiman warga, jalan
serta lahan pertanian, dalam hal ini sawah tambak.
Diantaranya di Desa Bojoasri, Sumberejo Kecamatan
Kalitengah. Selaian di Kecamatan kalitengah, banjir
juga terjadi di kawasan Kecamatan Deket, Glagah,
Karangbinangun, Turi, Lamongan dan Modo.
Pantauan di lapangan, banjir di Lamongan ini terjadi,
karena air tidak bisa dibuang emallui Bengawan Solo,
yang saat ini kondisi airnya lebih tinggi dari air
di kawasan banjir. Banjir kian parah, setelah ada
luberan dari wilayah Duduk Sampean, Kabupaten Gresik
yang diakibatkan luberan dari Kali Lamong.
Sementara data di Badan Penanagulangan bencana Daerah
Lamongan menyebutkan, banjir terjadi di 8 kecamatan.
Yakni Kecamatan Deket, Glagah, Karangbinangun,
Lamongan, Turi, Kalitengah dan Modo. Dari tujuh
kecamatan ini, terdapat 3.300 rumah yang terendam
air, sedangkan sawah tambaka mencapai 7.330 hektare.
Rabu, Maret 30, 2011
Banjir di Lamongan rendam sekolah
Dipersembahkan oleh adam Pada 10.44 1 komentar
Kategori: Berita
Tanamkan jiwa enterpreneur para pemuda

Ditengah kian menumpuknya pengangguran di negeri ini, seseorang khususnya para pemuda, dituntut untuk mandiri. Ya, mereka dituntut untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, bukan hanya untuk pribadi, tapi juga untuk orang lain. Bagaimana caranya ?
------------
Sekitar 150 peserta semiloka yang digelar Lembaga Tunas Mandiri tampak menjejali gedung Gedung PKP-RI Lamongan, tempat diselenggarakannya acara itu, belum lama ini. Mereka berasal dari para pemuda usia produktif, perwakilan siswa SMA dan SMK, serta para santri Ponpes di Lamongan.
Mereka tampak serius dalam mendengarkan materi yang disampaikan para narasumber antara lain Sugeng (PT. Semen Gresik), DR. Kholis Hamzah (Bid. Perekonomian Konsulat Jenderal Amerika Serikat) dan DR. Taufiqurrahman Saleh (Mantan anggota DPR RI).
Materi yang disampaikan para nara sumber bisa membuka cakrawala para peserta, dalam menumuhkembangkan dunia usaha. Para pemuda ini diajak bicara soal dunia kewirausahaan dalam rangka pengentasan pengangguran dan kemiskinan.
‘’Ini merupakan pengalaman baru kami, karena selama di bangku sekolah kami hanya diberi materi mata pelajaran umum. Tapi kali ini kita diberi wawasan yang luar biasa tentang bagaimana seorang pemuda berjiwa enterpreneur,’’ kata Sikma Zunarisca, peserta dari SMA Negeri 2 Lamongan.
Acara untuk untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya wira usaha ini tampak semakin komplet. Sebab para peserta bukan hanya dijejali materi kewirausahaan,tapi juga diajak praktek. Untuk praktek ini panitia menghadirkan Aris Ali dari Desa Tritunggal, Kecamatan Babat. Pengusaha sablon ini mengajarkan para peserta untuk praktek cetak sablon.
Semiloka ini sangat bermakna bagi para pemuda, khusnya bagi para peserta. Sebab baginya, bila acara ini tidak ada kelanjutan, bisa gterputus di tengah jalan. ‘’Karena itu kami berharap acara seperti ini bisa berkelanjutan, agar tidak terputus di tengah jalan,’’ pinta Ahmad Zamroni, utusan dari Karang Taruna Desa Sendangduwur, Kecamatan Paciran.
Sementara DR. Taufiqurrahman Saleh pada kesempatan itu mengungkapkan, segian besar lulusan perguruan tinggi di Iandonesia cenderung mencari kerja daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Ini diungkapkan oleh DR. Taufiqurrahman Saleh saat oleh DR. Taufiqurrahman Saleh pada acara semiloka di Gedung PKP-RI Lamongan , kemarin. ‘’Meningkatnya wirausaha khususnya di kalangan generasi muda akan mengurangi tingkat penganguran,’’ katanya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 10.41 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Maret 09, 2011
Posyandu Lansia di Lamongan Diminati

Dibukanya layanan tingkat masyarakat pada lanjut usia (lansia) melalui Posyandu Lansia di Lamongan ternyata mendapat peminat yang besar. Seperti saat dibuka Posyandu Lansia di Desa Konang Kecamatan Glagah kemarin. Sekitar 160 lansia terdaftar menerima pelayanan yang dibuka Ketua TPPKK Lamongan Mahdumah Fadeli itu.
Selain Posyandu Lansia, di tempat yang sama juga dibuka kegiatan Posyandu untuk balita yang diikuti sejumlah 75 balita. Dalam kunjungannya di kecamatan dengan jumlah desa terbanyak di Lamongan itu, Mahdumah Fadeli juga menyerahkan bantuan dua unit Alat Peraga Edukatif (APE) dan bantuan pada ibu hamil berupa susu dan makanan bergizi.
Dalam keterangannya, isteri Bupati Fadeli itu menyampaikan kegiatan Posyandu Lansia merupakan langkah yang sangat startegis. Karena seperti halnya balita, para lansia juga mempunyai masalah-masalah kesehatan yang khas. “Dengan adanya Posyandu Lansia, diharapkan para lansia dapat melakukan pemantauan kesehatan secara rutin. Sehingga tidak perlu menunggu sampai mendapatkan masalah kesehatan, baru datang ke Puskesmas, “ ujarnya saat di Glagah.
Berdasar data Dinas Kesehatan setempat, saat ini di Lamongan jumlah Posyandu Lansia telah mencapai 167 unit. Posyandu Lansia dengan jumlah merata di semua desanya terdapat di Kecamatan Mantup. Saat ini Lamongan memiliki sejumlah 1.732 unit posyandu balita dan lansia. Sementara jumlah puskesmas mencapai 33 unit, puskesmas keliling 44 unit dan puskesmas pembantu 108 unit serta polindes ada 403 unit.
Posyandu Lansia sendiri adalah bagian dari jenjang pelayanan kesehatan di Lamongan. Pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat adalah Posyandu Lansia. Sementara pelayanan kesehatan lansia tingkat dasar berada di puskesmas dan tingkat lanjut berada di RSUD dr Soegiri.
“Dengan adanya Posyandu Lansia ini diharapkan bisa meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat. Juga untuk mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan, “ pungkas Mahdumah Fadeli.
Dipersembahkan oleh adam Pada 10.39 0 komentar
Kategori: Berita
Perilaku Pemuda Kini Makin Mencemaskan

Di satu sisi, globalisasi telah melahirkan berbagai perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena menawarkan contoh-contoh kemajuan dan alternatif baru. Namun hasil globalisasi seringkali kurang menguntungkan negara berkembang. Salah satu kelompok yang rentan ikut terbawa arus adalah generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Dosen Sosiologi FISIP Unair Surabaya, Bagong Suyanto saat Pemantapan Wawasan Kesatuan Kebangsaan bagi masyarakat Jawa Timur di ruang pertemuan sebuah hotel di Lamongan, Selasa (8/3). “Dalam konteks relasi yang tidak seimbang antara negara maju dan negara sedang berkembang, maka hasilnyapun sering tidak menguntungkan negara sedang berkembang, “ ujar Bagong yang juga Koordinator Bidang Kemasyarakatan Dewan Pakar Provinsi Jatim tersebut.
Terkait rentannya generasi muda terhadap pengaruh berubahnya jaman itu, Bagong menyebut hal itu terjadi tak lain karena pemuda memiliki karakteristik unik. Yakni labil, sedang dalam taraf mencari identitas, mengalami masa transisi sehingga membuat mereka cenderung tidak mampu menahan godaan dari proses perubahan global.
Namun dia berharap semua pihak terutama orang tua dan guru tidak cepat menghakimi remaja dengan perilaku menyimpang sebagai anak nakal. Untuk memahami remaja, lanjutnya, yang dibutuhkan adalah kesediaan kita, terutama orang tua dan guru untuk berempati dan mengerti apa sebetulnya keinginan, harapan dan dunia kehidupan mereka. Menurut dia, tanpa adanya pemahaman yang mendalam terhadap kehidupan remaja, niscaya yang dilakukan hanyalah tindakan menghakimi atau sekedar menyalahkan mereka sebagai anak nakal yang tak patuh pada nasehat orang tua.
Dikatakannya, di berbagai kota besar sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ulah remaja semakin mencemaskan masyarakat. “Kenakalan remaja kini tidak lagi sekedar aktivitas seperti membolos sekolah, merokok, minum-minuman keras atau sekedar menggoda lawan jenis. Mereka kini seringkali terlibat tawuran layaknya preman, terjerumus dalam penggunaan obat-obatan terlarang dan kehidupan seksual pra nikah, “ ujarnya.
Lebih lanjut disampaikannya, globalisasi dengan berbagai atribut dan tawaran gaya hidup serta budaya yang mampu membangkitkan mimpi, fantasi dan pemenuhan emosional untuk menyenangkan diri sendiri adalah daya tarik yang sulit ditepis remaja. Terutama lewat nilai-nilai yang cenderung sekuler dan media massa.
“Globalisasi memang terbukti mampu menyatukan dunia dan menyebabkan batas-batas adnministrasi wilayah menjadi kabur. Namun di saat yang sama globalisasi ternyata malah melahirkan kesenjangan sosial, polarisasi antar kelas yang makin lebar serta menumbuhkan pengangguran yang makin besar, “ tegasnya.
Wabup Amar Saifudin saat membuka kegitan itu memiliki pandangan serupa dengan Bagong Suyanto. Dia tidak memungkiri masih rendahnya jiwa dan semangat wawasan kebangsan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Hal itu terbukti masih banyaknya pertikaian antar kampung, perang saudara, tingkah laku suporter yang anarkis, dan baru-baru ini kekerasan Ahmadiyah. “Semoga warga Lamongan tidak seperti itu,” kata dia.
“Demi terciptanya rasa cinta kepada bangsa maka kita harus memiliki wawasan dan pijakan yang benar dan tepat agar kita bisa membela negara dengan benar untuk mempertahankan keutuhan NKRI dari masalah disintregrasi, seperatisme, dan hadirnya kekuatan asing yang mengancam,” pungkasnya.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bakesbangpollinmas Pemprov Jatim Zainal Muhtadin, Kepala Bakesbangpol dan Linmas Lamongan Abdul Wahib. Kegiatan itu juga diikuti sebanyak 40 orang dari Bakesbangpolinmasl Pemprov Jatim, pengurus BEM/PTN/PTS/Menwa di Surabaya, Lamongan Gresik, dan Tuban. Kemudian 40 orang pengurus Osis/SMA/SMK/Santri, dan ormas kepemudaan di Lamongan, 40 orang pengurus Osis/SMA/SMK/Santri, dan ormas kepemudaan Kabupaten Tuban dan Gresik.
Dipersembahkan oleh adam Pada 10.35 0 komentar
Kategori: Berita






