Jumat, Desember 17, 2010

APBD Lamongan 2011 final


Pemkab Lamongan bersama DPRD setempat merampungkan pembahasan APBD 2011 sebelum berakhirnya Bulan Desember. Berlangsung di Ruang Rapat Parupurna DPRD setempat, Jum'at (17/12), seluruh anggota DPRD sepakat untuk menyetujui Rancangan Peraturan Daerah APBD 2011 menjadi APBD.
            “Kami menyadari masih banyak tantangan yang dihadapi dalam membangun Lamongan kedepan. Sebagi gambaran di bidang pendidikan, masih ada 12 persen penduduk yang buta huruf. Sementara di bidang kesehatan ada 37 anak yang meninggal dari setiap 1000 persalinan. Hal ini meunjukkan belum meratanya pembangunan di Lamongan, “ ujar Bupati Fadeli dalam sambutannya.
            “Karena itulah, diperlukan upaya untuk fokus dalam pembangunan, terutama di tingkat pedesaan, “ lanjutnya. Fadeli juga menyebutkan bahwa sektor pertanian masih mendominasi di Lamongan, yakni mencapai 37 persen. “Hal ini menunjukkan pentingnya untuk mengembangkan sektor ini di pedesaan. Saya mendambakan terwujudnya ekonomi Lamongan berbasis kerakyatan, terutama di pedesaan.  Terutama untuk fokus pada basis pertanian, perikanan serta usaha mikro kecil menengah, “ kata dia.
            Sementara dalam Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lamongan yang dibacakan Mohammad Amir, disebutkan target pendapatan daerah APBD 2011 dialokasikan Rp 1.146.178.327.600. Kemudian target belanja daerah ditetapkan sebesar Rp 1.186.856.065.963. Dari besaran tersebut, sehingga defisit ditargetkan sebesar Rp 40.677.738.363. Serta pembiayaan daerah disepakati Rp 73.672.526.750 untuk menutup defisit.
            Selanjutnya untuk pembiayaan netto setelah pembahasan ditetapkan sebesar Rp 40.680.943.550. Dengan demikian Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) menjadi sebesar Rp 3.205.000.187.
            Banggar juga menyampaikan sejumlah rekomendasi. Diantaranya dalam rangka pengembangan mutu pendidikan, baik yang berbasis umum maupun keagamaan pemerintah daerah diharapkan memberikan bantuan secara proporsional dan seimbang. Kemudian di bidang kesehatan Bnggar meminta pemerintah daerah memebrikan pelayanan yang cepat dan tepat di RSUD dr Soegiri. “Baggar meminta agar SRUD dr Soegiri dilengkapi dengan CTScan. Karena lat ini merupakan kebuthan yang mendesak untuk segera direalisasikan, “ Kata Amir.
            “Sementara itu, mengingat kecamatan sudah menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), maka dalam rangka peningkatan pelayanan, Banggar memeinta agar jumlah pegawainya ditambah secara proporsional. Khususnya tenaga pengolah keuangan siring diadakannya rekrutmen CPNS di tahun ini, “ urai dia.
 

Selengkapnya......

Kirimkan Kader Ikut Jambore PKK Jatim


Tim Penggerak PKK Lamongan dipastikan akan mengirimkan kadernya untuk mengikuti Jambore PKK Jawa Timur 20-22 desember mendatang di Hotel Purnama, Batu. Kader yang dikirimkan adalah kader yang menjadi juara dalam seleksi tingkat kabupaten di Gedung PKK setempat kemarin.
            Untuk lomba kader PKK terbaik akan diwakili Hermawati dari Kecamatan Lamongan. Kemudian untuk lomba pengisian kartu menuju sehat (KMS) akan diwakili Siti Imamah juga dari Kecamatan Lamongan. Sementara juara kreatifitas seni diraih Ibu Nasri dari Kematan Sugio.
            Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Mahdumah Fadeli mengatakan pelaksanaan lomba kader PKK berprestasi tersebut bukan sekedar ajang kompetisi belaka. Namun lebih dari itu, dijadikan sebagai ajang pembinaan kader PKK di kecamatan dan desa.
            “Ujung terdepan dari gerakan PKK adalah kader yang ada di desa dan kecamatan. Merekalah yang selama ini berperan sebagai penggerak terdepan warga masyarakat dalam upaya pemberdayaan keluarga serta meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga, “ ujarnya.
            Ditambahkan olehnya, pemenang lomba hari itu dipastikan akan dikirim mewakili Lamongan untuk mengikuti Jambore PKK tingkat Jatim. Jambore tersebut ungkap dia direncanakan akan dilaksanakan di Hotel Purnama, Batu pada 20 hingga 22 desember mendatang. “Pada Jambore ini akan dilombakan terkait kemampuan penyuluhan, pidato, kreatifitas seni dan lomba pengisian KMS, “ urai dia.
 

Selengkapnya......

Peringatan 1 Muharam Diramaikan Ribuan Jamaah Muslim


Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1432 Hijriyah di Lamongan, diperingati di sejumlah daerah. Diantaranya yang digelar di Masjid Al-Amin, Dusun Kedungcaluk, Desa Kreterangon, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, kemarin. Peringatan tahun baru Islam ini diramaikan ribuan jamaah muslim warga Sambeng dan sekitarnya.
            Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Lamongan, Amar Saifudin dan Kepala SKPD terkait. Turut mendampingi Camat Sambeng Sudjito beserta staf, sesepuh Desa Hasan Bisri, serta beberapa para alim ulama setempat juga tampak hadir bergabung ditengah-tengah masyarakat yang meluber sampai keluar halaman masjid.
              Semarak tahun baru Islam di Dusun Kedungcaluk Desa Kreterangon Kecamatan Sambeng ini diramaikan dengan berbagai kegiatan acara keagamaan seharian penuh. Kegiatan yang dimulai dari jam 9 pagi tersebut dimulai dari pengajian, tauziah hikmah-hikmah tahun baru Hijriyah, sholat-sholat sunat, dan kemudian puncaknya acara kegiatan peringatan dihadiri oleh Amar, Wakil Bupati Lamongan beserta rombongan pada sore harinya.
            Dalam sambutannya, Amar, mengatakan, kegiatan peringatan tahun baru Hijriyah ini semata-mata untuk mengingatkan kepada seluruh umat Islam di Dusun Kedungcaluk Desa Kreterangon Kecamatan Sambeng, khususnya, dan di Lamongan pada umumnya, terhadap datangnya pergantian tahun baru Hijriyah.
            “Peringatan ini mengingatkan kepada seluruh umat Islam dan sekaligus ingin menyemarakkan ukhuwah dan syiar Islam dengan niat ingin meningkatkan ibadah kepada Allah SWT,” kata Amar.
            Sebagai umat muslim, lanjut Amar, sudah seharusnya memaknai tahun baru 1 Muharam sebagai kembali “fitrah” yakni terlahir dalam keadaan suci dan mengisinya dengan berbagai kegiatan ibadah maupun social. “Intinya adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, “ katanya.
            “Amal baik maupun buruk pada malam 1 Muharam itu akan ditutup dan membuka buku amalan untuk setahun berikutnya, maka dari itulah buku amal kita harus diisi dengan amal kebaikan,” urai Amar.

Selengkapnya......

Senin, Desember 06, 2010

PASB bisa jadi percontohan


Pasar Agrobis Semando Babat (PASB) bisa menjadi model pengembangan untuk pasar-pasar tradisional lain di Indonesia. Ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Mahendra Siregar saat mengunjungi PASB bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Fattah Jasin, Jum'at (3/12).

Didampingi Bupati Lamongan Fadeli dan Ketua DPRD Makin Abbas serta pejbat terkait lainnya, Mahendra blusukan ke PASB. Pada kesempatan tersebut dia berharap, dalam waktu yang tidak lama pasar ini bisa berkembang.
Bukan hanya itu, pasar ini juga diharap menjadi model bagi kemitraan yang efektif antara pemda dengan investor bersama pedagang yang didukung perbankan. ‘’Pusat tentunya akan memfasilitasi yang diperlukan untuk pengembangannya,’’ katanya.
Bukan hanya bisa beroperasi penuh, lanjut dia PASB juga agar dipertahankan kebersihan, kenyamanan dan keamannnya tentu pasar tradisional tidak akan kalah modernnya dengan pasar yang disebut modern. ‘’Pasar Agrobis ini bisa jadi model untuk pasar-pasar tradisional lainnya,’’ katanya.
Kepada tamkunya itu, bupati Fadeli membeberkan, dari 112 pasar desa di Lamongan, ada 48 unit yang sudah dibantu Pemkab Lamongan untuk peningkatan fasilitasnya. ‘’Tahun ini ada bantuan dari pusat Rp 5 miliar yang akan digunakan untuk mebangun pasar desa. Upaya ini bagian dari untuk membangun perekonomian masyarakat pedesaan,’’ katanya.
Ditambahkan Mahendra, pembangunan pasar di desa lebih dari sebagai upaya untuk melindungi desa. Tapi juga untuk meningkatkan perekonomian desa, karena di pasar desalah sebagai basis dari produksi, basis pertumbuhan wiraswasta yang sesungguhnya di level pedesaan.
Terkait program pembatasan BBM premium bersubsidi oleh pemerintah, saat ini sedang dimatangkan skema yang tepat. Terutama untuk mengatasi resiko persoalan transportasi dan logistik untuk perdagangan. Karena itu ada skema bagi kendaraab pelat kuning dan niaga bisa mendapat pengecualian. ‘’Penghematan subsidi premiun akan dimanfaatkan bagi yang betul-betul diperlukan, terutama untuk kelompok masyarakat yang memerlukan. Bukan pada mereka yang berhak,’’ pungkasnya.

Selengkapnya......

Mobil Pelat Merah Diuji Emisi



Puluhan mobil dinas (mobnas) Pemkab Lamongan Jum’at pagi (3/12) terlihat parkir di depan Pendopo Lokatantra setempat. Mobil pelat merah tersebut sedang antri untuk menjalani uji emisi kendaraan yang digelar Badan Lingkungan Hidup (BLH) dalam rangka HUT KORPRI ke-39.

Pagi itu ada dua unit alat smoke meter yang digunakan untuk menguji kadar kepekatan asap kendaraan bermesin diesel milik Pemkab Lamongan. Untuk kendaraan bermesin diesel (bahan bakar solar), yang disyaratkan lulus uji emisi hanyalah nilai opasitas (opasitas) asap saja. Berbeda dengan kendaraan bermesin bensin yang mensyaratkan banyak faktor mesin untuk bisa lulus uji emisi.
‘’Untuki kendaraan bermesin diesel seperti Isuzu Panther milik Pemkab Lamongan ini memang hanya mensyaratkan nilai opasitas untuk lulus uji emisi. Meski asap yang keluar agak hitam bukan berarti nilai opasitasnya rendah. Terkadang itu hanya jelaga saja. Berbeda dengan kendaran bermesin bensin yang lebih rumit untuk uji emisinya, ‘’ tutur Kepala BLH Aris Wibawa melalui Kabag Humas dan Infokom Anang Taufik.
Dari sejumlah 50 kendaraan yang diuji emisinya, beberapa kendaraan perlu penyesuaian dan perawatan sesuai standart yang berlalaku karena nila opasitasnya melebihi yang disyaratkan. Ini terutama terjadi pada kendaraan yang usianya sudah tua. ‘’Kedepan uji emisi seperti ini akan diusahakan secara berkala. Hal tersebut untuk mensukseskan Lamongan menjadi kota green and clean,’’imbuh dia.
Untuk kendaraan dengan tahun pembuatan 2009 keatas, nilai opasitasnya harus dibawah 50 persen. Sementara kendaraan yang lebih tua, nilai opasitasnya disyaratkan maksimal 70 persen.
Diantara kendaraan yang lolos uji emisi adalah kendaraan dinas Kecamatan Kembangbahu yang nolai opasitasnya 27,6 persen. kemduian milik Kecamatan Kedungpring nilai opasitasnya 33,4 persen dan Kecamatan Deket 32,1 persen.

Selengkapnya......