Senin, September 28, 2009

Lamongan Siap Bentuk 111 Koperwan

Sejumlah 111 unit Koperwan atau koperasi wanita siap dibentuk di Lamongan. Jumlah tersebut berdasar alokasi yang diterima Kabupaten Lamongan dari Propinsi Jatim untuk membentuk koperasi yang bertujuan untuk memberdayakan kaum perempuan tersebut.

“Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan sekarang sedang lakukan proses sosialisasi terkait program Pemprov Jatim ini. Saat ini sudah ada sekitar 100 unit usaha wanita yang berminat mendirikan Koperwan. Masing-masing kelompok yang ingin mengajukan diri setidaknya harus sudah memiliki satu unit usaha seperti simpan pinjam atau jual beli, “ terang Kadinaskopindag Mursyid melalui Kabag Humas dan Infokom setempat Aris Wibawa kemarin.

Dikatakan olehnya, setiap kelompok usaha yang mengajukan jadi Koperwan tersebut tetap akan melalui proses seleksi dan verifikasi dari Diskopindag. Pihak Diskopindag sendiri menargetkan pada akhir tahu anggaran 2009 ini target 111 unit Koperwan itu sudah terbentuk semua. “Untuk semua kelengkapan terkait notaris akan digratiskan lewat program ini, “ tambah dia.

Setiap unit usaha Koperwan ini nantinya akan menerima modal awal sebesar Rp 25 juta. Sehingga jika ada 111 unit Koperwan yang terbentuk, maka modal yang mengalir langsung ke kaum wanita ini nantinya akan mencapai Rp 2.775.000.000. “Secara resmi, alokasi untuk Kabupaten Lamongan adalah 111 unit Koperwan. Namun saat ini sudah dilakukan permohonan pengajuan penambahan alokasi menjadi 209 unit. Semoga pengajuan ini bisa disetujui sehingga akan semakin banyak kaum wanita di Lamongan yang terberdayakan melalui koperasi, “ ujar Aris.

Program Pemprov Jatim ini juga pernah disampaikan sebelumnya oleh Wagub Jatim Syaifullah Yusuf saat hadiri Pringatan Isro’ Mi’roj di Balai Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun Agustus lalu bersama Sekkab Lamongan Fadeli. Saat itu dia mengatakan akan ada sekitar 2000 koperasi ibu-ibu di seluruh Jatim yang akan menerima bantuan penguatan modal.

Selengkapnya......

Kamis, September 17, 2009

TPAPD Rp 12,8 Miliar Diserahkan


Berlangsung di Pendopo Lokatantra Lamongan, Bupati Masfuk terimakan Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa atau TPAPD senilai Rp 12.853.650.000. Tunjangan yang diterimakan secara simbolis pada enam tersebut diberikan pada Kades, Sekdes dan perangkat desa se Kabupaten Lamongan dalam Silaturrahim dan Buka Bersama antara Ulama, Umaro, Panti Asuhan dan Kades/Lurah kemarin.

Selain TPAPD, ditempat yang sama juga diserahkan bantuan untuk 14.812 orang guru ngaji sebesar Rp 1.481.200.000 dan bantuan untuk sejumlah 2.835 modin senilai total Rp 283.500.000. Demikian pula di acara yang mengundang sejumlah 800 undangan itu juga diserahkan penghargaan pada 15 desa pelaksana alokasi dana desa (ADD) terbaik di Lamongan.

Di kesempatan itu, Masfuk sampaikan sejumlah prestasi pembangunan di Lamongan seperti pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan penurunan tajam angka kemiskinan yang telah terwujud bukan hanya peran bupati semata. “Tapi seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, kiai dan ulama juga memiliki peran besar, “ kata dia. Dikatakannya, Lamongan 10 tahun kebelakang masih dicap ndeso oleh sebagaian besar kalangan. Kini bahkan Lamongan menjadi jujugan belajar oleh daerah lain

Sementara Ketua MUI Lamongan KH Abdul Aziz Choiri dalam sambutannya katakana bahwa pembangunan yang selama ini dijalankan dibawah kepemimpinan Masfuk sudah berjalan dengan baik. “InsyaAllah program yang dijalankan bupati selama ini tidak lepas dari aturan Islam. Karena semua aspek diberi perhatian, bukan hanya masalah kecerdasan (aqli) namun hingga masalah agama juga mendapat perhatian, “ ujar dia.

Menurut dia, program pembangunan yang sudah bagus itu bisa dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan lagi oleh pemerintah bersama-sama dengan DPRD. Disampaikan Aziz, jika memilih bupati yang akan datang hendaklah memilih figur yang mampu teruskan pembangunan yang sudah bagus tersebut.

Seusai kegiatan silaturrahmi, bupati bersama Wakil Bupati Tsalits Fahami, Sekkab Fadeli bersama muspida melanjutkan Sholat Jama’ah Maghrib bersama semua undangan. Selanjutnya acra ditutup dengan kegiatan buka bersama.

Selengkapnya......

143 Kepala Sekolah Dikukuhkan



Sejumlah 143 kepala sekolah kemarin (17/9) dikukuhkan pengangkatannya oleh Bupati Lamongan Masfuk di Dinas Pendidikan setempat. Mereka yang dikukuhkan itu terdiri dari satu orang kepala sekolah SMA, dua orang kepala sekolah tingkat TK dan 140 orang kepala sekolah tingkat SD.
Pengangkatan itu berdasar Surat Keputusan Bupati Lamongan nomor 821/101/413.203/kep/2009 tentang Pengangkatan/Pemindahan guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Lamongan. Dari 143 kepala sekolah yang dikukuhkan, 61 orang berstatus promosi dan 80 orang lainnya adalah mutasi.

“Saat ini sedang dilakukan gerakan untuk merubah image Lamongan. Saya minta kepada para kepala sekolah yang baru saja dikukuhkan, terutama kepla sekolah SD untuk membantu para guru menanamkan rasa kebanggaan akan daerahnya pada para anak didiknya. Sehingga mereka bisa memiliki cita-cita tinggi untuk memajukan daerahnya. Bahwa Lamongan sekarang sudah maju, tidak ndeso lagi seperti dulu harus ditanamkan kepada siswa sejak dini. Mereka harus punya kepercayaan diri dan kebanggan pada daerahnya, “ tegas Masfuk.

“Motivasi semacam ini penting dilakukan,” lanjut dia. Selain itu, lanjut dia, kreatifitas dan inovasi untuk kemajuan daerah yang selama ini sudah berjalan jangan sampai berhenti hanya karena program itu identik dengan seseorang. “Jika program itu bagus kenapa tidak dilanjutkan. Jika nantinya program pembanguan di Lamongan kembali ke cara-cara normative dan kreasi dan inovasi, pembangunan akan surut kebelakang, “ papar dia.


Selengkapnya......

BAZ Bagi-bagi Zakat


Badan Amil Zakat kemarin (17/9) bagi-bagi zakat untuk 823 orang dhuafa dan lima panti asuhan di Asrama Haji Lamongan. Ini9 adalah kegiatan rutin BAZ Lamongan. Sementara tahun lalu kegiatan serupa dilakukan di depan Pendopo Lokatantra setempat.

Menurut Sekretaris BAZ Lamongan Aminul Wahib, di kegiatan itu BAZ sudah siapkan Rp 37.920.000 uang tunai. Untuk kaum dhuafa masing-masing menerima Rp 40 ribu. Sementara untuk panti asuhan masing-masing menerima Rp 1 juta.

Sejumlah petugas dari SatpolPP disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Namun pembagian itu berlangsung lancar tanpa kendala berarti, bahkan cenderung sepi. Petugas yang berjagapun tidak perlu keluar keringat untuk jaga pembagian zakat itu.

Ini karena panitia sudah membagi kupon zakat sebelum acara digelar. Selain itu, waktu pembagian zakat yang dibuat hingga jam 12 siang membuat kaum dhuafa penerima zakat tidak terlalu terburu-buru untuk tukarkan kuponnya.

Selengkapnya......

Selasa, September 15, 2009

Tidak Temukan Mamin Kadaluarsa


Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan kemarin (15/9) gelar operasi gabungan bersama Satreskrim Polres setempat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Satpol PP. Operasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya makanan dan minuman (mamin) kadaluarsa maupun daging gelonggongan.


Pemantauan terhadap daging konsumsi dilakukan di Pasar Sidoharjo Kecamatan Lamongan. Sementara pemantauan terhadap mamin dilakukan di sejumlah pertokoan yang menjual parcel dan makanan dalam kemasan di Kota Lamongan. Dalam operasi gabungan tersebut belum ditemukan daging yang digelonggong maupun mamin yang telah kadaluarsa.

Kadinaskopindag Lamongan Mursyid ditemui di sela-sela operasi gabungan sampaikan kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan perlindungan kepada konsumen sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen. Kegiatan semacam itu akan tetap dilakukan dimasa mendatang dan bukan hanya sekali itu.

“Dalam oparasi tadi belum ditemukan adanya daging gelonggongan maupun mamin yang sudah lewat masa kadaluarsanya. Pada para konsumen dihimbau untuk jeli dan teliti melihat masa kadaluarsa. Jangan sampai teledor sedikit, bisa mengakibatkan kesehatan terganggu. Sementara kepada pedagang diminta untuk kembalikan ke distributor mamin yang diketahui telah kadaluarsa. Ini juga dilakukan untuk jaga nama baik took itu sendiri, “ ujarnya.

Selengkapnya......

“THR” Pemkab Lamongan Dicairkan




“THR” Pemkab Lamongan Dicairkan

Para pegawai di lingkungan Pemkab Lamongan kemarin (15/9) menerima tunjangan hari raya atau THR. Pembagian THR tersebut menggunakan istilah tunjangan kesejahteraan pegawai. Dana sekitar Rp 7 miliar sudah disiapkan oleh Pemkab Lamongan.

Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa ungkapkan anggaran tersebut sebenarnya bukan THR. Melainkan tunjangan kesejahteraan pegawai yang kebetulan dicairkan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriyah.
Menurutnya, pemberian tunjangan tersebut dibedakan antara pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer. Untuk PNS, pemberian itu tanpa melihat pangakt maupun jabatan bersangkutan. Bagi PNS menerima Rp 500 ribu dan honorer menerima Rp 250 ribu. Jumlah PNS di Lamongan sendiri mencapai 12.628 orang dan tenaga honorer mencapai 2.437 orang.
“Besarnya tunjangan ini sama dengan tahun lalu. Semoga dengan sudah dicairkannya tunjangan ini dapat sedikit membantu meringankan beban pegawai menghadapai kebutuhan lebaran, “ imbuh dia.


Selengkapnya......

Senin, September 14, 2009

Sediakan Tempat Tidur dan Makanan Gratis



Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan siapkan posko peritirahatan bagi pemudik mulai H-7 hingga H+7 Idul Ftri 1430 H ini. Selain menyiagakan 13 petugas yang dibagi dalam tiga shift jaga, posko yang berada di depan kantor Dishub ini juga menyediakan fasilitas tempat tidur dan makanan gratis bagi para pemudik yang kelelahan dalam perjalanan.

“Ini adalah hari pertama posko ini dibuka. Dan akan kami operasikan hingga H+7 mendatang. Bagi para pemudik yang kelelahan dapat memanfaatkan fasilitas di posko Dishub ini. Jika ada yang perlu istirahat sejenak, Dishub juga sudah sediakan lima unit tempat tidur. Selain itu juga ada fasilitas kopi, minuman dan mi instant yang dapat dimanfaatkan oleh pemudik secara gratis, “ ucap Kadishub Lamongan Agus Suyanto melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa kemarin (14/9).

Ditambahkannya, selain menyiagakan pos di depan kantor, Dishub juga bentuk sejumlah pos pantau di empat titik lainnya. Yakni Pos Mira Babat yang dijaga 5 orang petugas dan Pos Terminal Terpadu yang dijaga 15 orang dengan tiga shift. Sementara di kawasan pantura juga disiagakan dua pos pantau. Yakni Pos Paciran dengan menyiagakan 6 petugas dan sat pos khusus untuk kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL) yang juga dijaga 6 petugas.

“Di WBL kami sediakan pos khusus untuk mengantisipasi padatnya lalu lintas saat liburan nanti. Saat ini peningkatan volume kendaraan belum terlalu signifikan. Biasanya peningkatan baru terjadi pada H-4 atau H-3 nanti. Berdasar pantauan posko Dishub mulai pukul 7.45 hingga 8.45 tadi (kemarin), kendaraan roda dua yang meluncur dari arah Surabaya ada 1163 unit, roda empat ada 264 unit, MPU 31 unit dan bus ada 28 unit, “ kata dia.

Sementara terkait penindakan pada kendaraan besar sumbu dua yang melanggar aturan beroperasi pada H-4 dan H+4, Dishub akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Karena saat ini berdasar Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan, penindakan pelanggaran lalu lintas saat ini hanya kewenangan kepolisian.

“Mulai H-4 hingga H+4 nanti kendaraan besar sumbu dua dilarang melintas. Sedangkan untuk kendaraan bermuatan sembako masih diperkenankan lewat. Untuk penindakan bagi kendaraan yang melanggar ketentuan ini, kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, “ pungkas dia.

Selengkapnya......

Jumat, September 11, 2009

A khir Tahun, Pasar Agrobis Tuntas Dibangun


PT Karsa Bayu Bangun Perkasa selaku investor pembangunan Pasar Agrobis dan Pasar Babat Modern sudah mulai lakukan pembangunan Pasar Agrobis. Pembangunan pasar yang terletak di Desa Plaosan Kecamatan Babat tersebut dijadwalkan akan selesai akhir tahun ini.
Nilai investasi kedua pasar yang akan menjadi magnet baru perekonomian Lamongan tersebut seperti disampaikan Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan Mursyid melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa mencapai total Rp 65.384.600.000. Yakni Rp 21.884.577.000 untuk pembangunan dan renovasi Pasar Agrobis Babat serta Rp 43.500.023.000.
Pembangunan dua pasar tersebut, lanjut dia, karena menyadari posisi strategis Kecamatan Babat yang menjadi persimpangan empat kabupaten. Yakni Jombang, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan sendiri. Selain itu kondisi Pasar Babat yang sekarang sudah tidak representatif untuk pedagang. Karena dengan luas lahan 20.127 meter persegi, saat ini dihuni hampir 2000 pedagang. Padahal idealnya hanya layak untuk 925 pedagang.
Sesuai dengan SK Bupati nomor 188/252/kep/413.013/2008 tentang penetapan lokasi perdagangan pada pasar umum di Kecamatan Babat, Pasar Babat Modern nantinya hanya akan diperuntukkan bagi pedagang kering. Seperti pakaian, kelontong, perhiasan, meubelir , alat rumah tangga dan elektronik. Sementara Pasar Agrobis diperuntukkan bagi pedagang basah seperti polowijo, sayur mayur, buah-buahan, ikan dan sembako serta daging.
Sementara sesuai dengan hasil sosialisasi tentang pembangunan Pasar Agrobis dan Pasar Babat Modern yang telah dilakukan sebanyak empat kali bersama Persatuan Pedagang Pasar Babat (P3B) dan perwakilan pedagang, telah disepakati sejumlah poin. Diantaranya harga stand Pasar Agrobis khusus untuk pedagang lama untuk jenis took Rp5,25 juta permeter persegi, jenis kios Rp 4 juta permeter persegi dan los seharga Rp 3 juta permeter persegi.
Sedang harga Pasar Babat Modern menunggu hasil pengukuran dan kepastian luas lahan. “Jumlah pedagang lama yang memiliki buku bukti hak penggunaan stand di Pasar Babat sebanyak 925 orang. Terdiri dari 424 Pasar Agrobis dan 501 pedagang Pasar Babat Modern, “ imbuh dia.
Total kapasitas kedua pasar tersebut mencapai 2.632 stan. Yakni 1.193 stan di Pasar Agrobis dan 1.439 stan di Pasar Babat Modern. “Setelah investor menyelesaikan pembangunan Pasar Agrobis pada akhir tahun nanti, akan digunakan untuk menampung pedagang Pasar Babat lama sementara pasar tersebut dibangun menjadi Pasar Babat Modern, “ ujarnya.
Bangunan Pasar Agrobis itu berdiri di sebidang tanah seluas sekitar 30.000 meter persegi. Dan Pasar Babat Modern yang terletak di Kelurahan Babat/Babat berdiri diatas lahan seluas sekitar 23.620 meter persegi. Di Pasar Agrobis ini juga akan dilengkapi pujasera, kios cinderamata, masjid dan arena bongkar muat. Sementara Pasar Babat Modern selain ruko, toko dan los juga dilengkapi masjid, selasar, area parkir dan area bongkar muat.


Selengkapnya......

Pasar Murah Di 5 Kecamatan


Menjelang Hari Raya Idul Fitri ini Pemkab Lamongan gencar lakukan operasi pasar atau gelar pasar murah. Setelah kemarin di depan Pasar Sidoharjo Lamongan, kini giliran Lima Kecamatan dapat jatah pasar murah. Pemkab sudah siapkan 10 ribu kilogram gula, 10 ribu kilogram beras dan 5 ribu liter minyak goreng untuk kelima kecamatan itu.
Berbeda dengan pola distribusi sebelumnya yang lagsung lakukan penjualan ke masyarakat, pasar murah kali ini distribusinya dilakukan melalui desa dan kelurahan. Sehingga tidak ada antrian dan desak-desakan yang berlebihan saat proses penjualan bahan pokok tersebut.
“Lima kecamatan yang menjadi sasaran pasar murah kali ini adalah Kecamatan Sambeng, Ngimbang, Lamongan, Pucuk dan Deket. Masing-masig kecamatan mendapat alokasi sama, yakni 2.000 kilogram beras dengan harga jual Rp 3.500 perkilogram kemjdian gula juga 2.000 kilogram dengan harga Rp 7.500 perkilogram dan minyak goreng dengan merek dagang Filma sebanyak 1000 liter perkecamatan, “ terang Kepala Bagian Perekonomian Nurroso melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa kemarin.
Dilanjutkannya, jadwal pasar murah tersebut tidak dilalakukan serentak. Pada rabu lalu (9/9) dilangsungkan di Kecamatan Sambeng, kemudian Kamisnya (10/9) di Kecamatan Ngimbang dan kemarin (11/9) giliran Kecamatan Lamongan. Selanjutnya pada hari Senin (14/9) akan dibuka pasar murah di Kecamatan Pucuk dan keesokan harinya giliran terakhir di Kecamatan Deket.
“Untuk antisipasi terjadinya aksi borong, komoditi yang dibeli sudah dikemasi dalam satu paket. Dalam satu paket itu berisi beras lima kilogram, satu kilogram gula dan minyak goreng sebanyak dua liter. Dengan kegiatan pasar murah ini diharapkan dapat mengontrol kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya. Sehingga masyarakat bisa membeli barang kebutuhan dasar dengam harga yang terjangkau, “ ujar dia.

Selengkapnya......

Kamis, September 10, 2009

Data Base Honorer Lamongan Habis


Tenaga honorer Pemkab Lamongan yang masuk data base dinyatakan sudah habis. Ini setelah formasi CPNS 2009 dari tenaga honorer data base sudah turun, kemarin. Sebanyak 117 tenaga honorer dinyatakan lolos masuk CPNS formasi gelombang terakhir ini.
Dari 117 tenaga hororer tersebut, 107 diantaranya masuk tenaga administrasi dan 10 lainnya masuk tenaga strategis. Mereka berasal dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkab setempat.
Lolosnya 117 nama ini sesuai pengumuman
810/117/413.203/2009 yang di tandatangani Sekda Lamongan H. Fadeli di halaman Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, kemarin.
Lolosnya 117 nama tenaga honorer sesuai Surat Kepala BKN pada tangal 24 Juni 2009 Nomor K.26-30/V.136-6/09, prihal daftar nominatif tenaga honorer yang diusulkan mengisi formasi tahun 2009.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan Bambang Kustiono saat dikonfirmasi mengungkapkan, kuota Lamongan pada tahun 2009 sebanyak 120 orang. Sementara sebagaimana yang telah diumumkan, tenaga honorer yang lolos sebanyak 117 orang.
Ada tiga nama yang tidak masuk. Ini dikarenakan satu nama diantaranya orangnya meninggal dunia, satu nama lagi dikarenakan namanya dobel dan satu nama lagi dikarenakan yang bersangkautan masuk formasi 2006.
Dengan diumumkannya 117 nama data base yang lolos menjadi CPNS ini, maka daftar tenaga honorer di Lamongan sudah habis. ‘’Dengan demikian honorer masuk data base di Lamongan sudah habis,’’ terangnya.

Selengkapnya......

Bagi-bagi Sembako Untuk Tukang Becak


Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan kemarin (10/9) bagi-bagi sejumlah
450 paket sembako kepada para tukang becak setempat. Sejumlah pengurus
PKK setempat mulai dari Ketua PKK Endang Rijanti Masfuk serta pengurus
lainnya seperti Cicik Rosyida Tsalits Fahami dan Mahdumah Fadeli turun
langsung dalam kegiatan itu.
“Ini (pembagian paket sembako) hanya sedikit kepedulian kami untuk
para tukang becak di Lamongan, “ kata Endang Rijanti Masfuk di
sela-sela kegiatan itu. Dikatakan Endang, 450 paket sembako tersebut
berisi 5 kilogram beras, 5 liter minyak goreng, 2 kilogram gula pasir
dan 1 kaleng biscuit kering.
Sejumlah petugas Satpol pp dan kepolisian setempat sudah disiagakan
sejak pagi untuk mengamankan jalannya pembagian itu. Untuki
mempermudah pembagian, panitia sudah membagi-bagi kupon sembako
tersebut pada tukang becak sehari sebelumnya. Bahkan untuk menghindari
terjadinya pemalsuan kupon, para tukang becak yang sudah membawa kupon
tetap diwajibkan membawa KTP asli Lamongan.Untuk Menghindari mendapat
Sembako Dobel, sehingga para tukang Becak Lainnya yang mempunyai
kupon tetap kebagian

Selengkapnya......

Harga Merangkak, Gelar Operasi Pasar



Pemkab Lamongan mulai gelar operasi pasar murah. Tujuh barang
kebutuhan pokok dijual jauh dibawah harga pasar yang saat ini
cenderung mengalami peningkatan. Seperti gula pasir yang dijual Rp
7.500 perkilogram. Padahal di pasaran, barang manis ini dijual hingga
Rp 9.200 perkilogram.

Operasi pasar murah yang digelar Dinas Koperasi, Industri dan
Perdagangan (Diskopinda) Lamongan bekerjasama dengan Dinas Koperasi
dan Perdagangan Provinsi Jatim tersebut dibuka mulai pukul 8 pagi di
pendopo Kelurahan Sidoharjo, Kamis (10/9). Masyarakat terlihat
berjubel dan berdesak-desakan mengantri sejak pagi hari. Bahkan
sesekali meja petugas terdorong oleh antrian.
Menurut Kadinaskopinda Mursyid, kegiatan serupa akan diupayakan untuk
dilakukan di sejumlah kecamatan di Lamongan. “Kegiatan ini selain
bersumber dari APBD Lamongan juga kerjasama dengan Dinas Koperasi dan
Perdagangan Provinsi Jatim. Diharapkan dengan adanya operasi pasar ini
dapat menstabilkan harga sejumlah barang kebutuhan pokok selama bulan
Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ini, “ urai dia.
Diterangkan olehnya, ada tujuh barang kebutuhan pokok yang dijual
dalam operasi pasar tersebut. Yakni beras, gula pasir, minyak goring,
tepung, mentega, mi instant dan telor. Untuk beras, disediakan stok
sebea\sar 12 ribu kilogram dengan harga jual Rp 3.500 perkilogram,
sementara harga pasar saat ini mencapai Rp 4.800 perkilogram.
Sementara minyak goreng kemasan yang di pasaran diperjualbelikan Rp
9.200 perliternya, disediakan stok 10 ribu liter dengan harga jual Rp
7.500 perliternya. Kemudian mentega merk Simas disediakan stok 1000
pcs dijual dengan harga Rp 2.500 perpcs, sementaraa saat ini harga
pasarannya Rp 3.750 perpcs. Selanjutnya mi instant yang saat ini harga
jualnya Rp 1.250 per pcs, di operasi pasar tersebut dijual dengan
harga Rp 1.000 perpcs dengan stok yang disediakan sejumlah 4.000 pcs.
Untuk komoditi tepung, operasi pasar itu menjual tiga merk dagang.
Yakni cakra kembar yang dijual Rp 8.500 perkilogram, segitiga biru
dijual Rp 8.000 perkilogram dan merk kunci biru dijual Rp 7.500
perkilogramnya. Sedangkan telor ayam yang di pasaran saat ini harganya
berkisar Rp 11.500 perkilogram, di operasi pasar itu dijual Rp 9.500
perkilogram. Telor ini disediakan stok sampai 1000 kilogram.


Selengkapnya......

Rabu, September 09, 2009

Haornas, Empat Insan Olahraga Terima Penghargaan


Bupati Lamongan Masfuk serahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan pada empat insan olahraga di Lamongan. Penerimaan penghargaan dan uang pembinaan itu dilakukan seusai memimpin upacara hari olahraga nasional (Haornas) ke-26 di alun-alun Kota Lamongan kemarin (9/9).

Mereka yang menerima penghargaan tersebut adalah R Yulianto selaku Pembina olahraga catur terbaik, kemudian Apri Tri Prasetyo Aji sebagai pelatih olahrga panjat tebing terbaik, Rahmat Panjiaji sebagai atlet panahan peraih 3 medali emas dan 1 medali perak tingkat nasional serta M Aminul Firmansayah seorang atlet gulat juara pertama kelas 42 kilogram tingkat Provinsi Jatim. Sementara KONI Lamongan memberikan uang pembinaan senilai total Rp 19 juta.

Sedangkan Masfuk saat sampaikan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault sampaikan pada hakekatnya Haornas adalah bentuk omitmen seluruh anak bangsa untuk menempatkan olahraga sebagai salah satu program prioritas dalam pembangunan nasional. “Haornas adalah pengakuan atas peran penting dan peran strategis olahraga dalam membangun karakter bangsa, “ kata dia.

Sementara itu, lanjut dia, disadari sepenuhnya bahwa membangun prestasi olahraga tidak semudah membuat bangunan fisik. Dikatakannya, sang juara mustahil muncul tiba-tiba. Menurutnya, untuk menjadi juara perlu proses yang panjang, perlu disiplin diri yang kuat, berlatih keras dan berkesinambungan sejak usia dini dan dibawah binaan serta bimbingan pelatih yang profesioanl.

“Dalam rangka memberikan apresiasi dan motivasi peningkatan prestasi olahraga, pemerintah telah memberikan penghargaan kepada para olahragawan dan pelatih olahraga berprestasi. Penghargaan juga diberikan kepada para tokoh masyarakat dan pengusaha yang berpartisipasi aktif dalam gerakan kemajuan dunia olahraga, “ imbuh dia.


Selengkapnya......

Refleksi Nuzulul Qur’an Untuk Pendidikan


Dalam sambutannya saat Peringatan Nuzulul Qur’an 1430 H di Masjid Agung Lamongan, Bupati Masfuk berharap peringatan itu bisa dijadikan motivasi untuk meningkatkan kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya menilik lima ayat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Surat Al-Alaq.

Hadir dalam peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan Masjid Agung Lmaongan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jatim KH Abdussomad Buchori. Selain itu Wabup Tsalis Fahami, Sekkab Fadeli dan Ketua MUI Lamongan juga hadir dalam peringatan itu.

Disampaikan Masfuk, pada hakekatnya kelima ayat dalam Surat Al-Alaq itu mengandung perintah membaca dan menulis. Dimana perintah membaca merupakan proses yang mewakili aktifitas belajar dan pendidikan. Sementara perintah menulis bermakna untuk upaya transformasi individu dan sosial.

“Dengan tulisan, warisan peradaban manusia yang paling tinggi berupa pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu dapat diwarisi oleh generasi sesudahnya. Untuk kemudian dikembangkan dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Al Qur’an adalah kitab terdokumentasikan yang sarat akan ilmu yang bisa dibaca oleh siapapun yang serius mengkajinya, “ papar dia.

Menurut Masfuk, seiring dengan Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut, program pendidikan telah menjadi agenda uta,a Pemkab Lamongan. Yakni dengan menuangkannya dala berbagai terobosan. Antara lain pemberian beasiswa, peningkatan SDM pendidik, peningkatan sarana prasarana maupun pengembangan struktur dan infrastruktur lainnya.

Di sisi lain, lanjutnya, untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pergaulan dunia, sekolah-sekolah di Lamongan diharapkan untuk mengajarkan Bahasa Mandarin. Tidak hanya Bahasa Inggris, Bahsa Arab maupun lainnya. Sebab saat ini yang merajai perdagangan dunia adalah orang-orang China.

Selengkapnya......

Senin, September 07, 2009

Koperai Pegawai Bagi-bagi Voucher Lebaran


Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Setia Praja Lamongan mulai kemarin (7/9) bagi-bagi voucher lebaran. Voucher senilai Rp 50 ribu tersebut dibagikan kepada sekitar 1200 anggotanya untuk ditukarkan dengan kebutuhan lebaran.


Sejak pagi hari sudah terlihat antrian para pegawai Pemkab Lamongan di depan KPRI Setia Praja yang berada di dalam kompleks Kantor Pemkab setempat. Mereka hendak menukarkan voucher senilai Rp 50 ribu yang sudah dibagikan beberapa hari sebelumnya dengan beberapa barang kebutuhan lebaran. Seperti biscuit, sirup, soft drink hingga makanan kecil seperti emping belinjo dan kacang.

Menurut salah seorang pengurus KPRI Setia Praja Dwi Herna Ismawati di sela-sela kesibukannya, penukaran voucher tersebut adalah kegiatanh rutin yang digelar KPRI setiap menjelang hari raya Idul Fitri. Selain penukaran voucher lebaran, KPRI juga berikan keuntungan dari tabungan simpan pinjam pada anggotanya.

“Voucher lebaran itu dibagikan kepada sekitar 1200 pegawai di Pemkab Lamongan yang menjadi anggota KPRI Setia Praja. Anggota diperkenankan untuk membeli barang kebutuhan diatas nilai voucher dengan menambahkan senilai kelebihan tersebut. Penukaran ini akan kami layani sampai dengan hari Jum’at mendatang (11/9).

Selengkapnya......

PNS Libur Enam Hari


Hari Raya Idul Fitri 1430 H tahun ini para pegawai Pemkab Lamongan mendapat jatah liburan lebaran selama enam hari. Jatah tersebut sudah termasuk libur hari Sabtu dan Minggu serta cuti bersama. Seperti disampaikan Kabag Humas dan Infokom Lamongan Aris Wibawa, para pegawai sudah bisa liburan lebaran mulai 18 September hingga 23 September mendatang.

Datakan olehnya, sebenarnya pelaksanaan hari libur dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1430 H hanya dua hari, yakni pada 21 dan 22 September. Namun ditambah dengan cuti bersama pada 18 dan 23 September serta libur rutin Sabtu dan Minggu, atau pada 19 dan 20 September, maka total liburan untuk pegawai adalah selama enam hari.

Meski sudah diberi jatah liburan, lanjut dia, bagi instansi pemerintah yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat diharapkan masih buka dan memberikan layanan. Ini semata demi menjaga pelayanan kepada masyarakat.

“Seperti petugas di rumah sakit maupun puskesmas, pimpinan instansi bersangkutan hendaknya mengatur pelaksanaan libur nasional dan cuti bersama agar masyarakat tetap mendapat pelayanan dengan baik. Sementara bagi lembaga pendidikan mengikuti ketentuan dari Departemen pendidikan Nasional dan Departemen Agama sesuai dengan ketentuan yang berlaku, “ kata dia.

“Bapak Bupati (Masfuk) juga mewanti-wanti bagi setiap karyawan untuk tidak coba-coba menambah jatah liburan. Karena Insya Allah libur selama enam hari itu sudah cukup untuk digunakan mengunjungi maupun bersilaturrahmi bersama keluarga. Jadi beliau tegaskan pada saat hari pertama masuk pada 24 September mendatang, jangan sampai ada yang ketahuan bolos kerja, “ papar Aris.

Selengkapnya......

Kamis, September 03, 2009

Ramadhan, Penyaluran Raskin Dipercepat


Meski saat ini masih awal bulan September, namun penyaluran beras miskin atau raskin alokasi September di Lamongan sudah hampir tersalur 100 persen. Bahkan untuk alokasi bulan Oktober sudah keluar Surat Perintah Alokasi (SPA), sehingga tinggal direalisasikan pengambilannya.

Percepatan penyaluran raskin tersebut seperti disampaikan Kabag Perekonomian Nurroso melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Selama bulan suci umat Islam ini biasanya terjadi peningkatan kebutuhan bahan pokok.

“Biasanya terjadi peningkatan kebutuhan pokok seperti beras selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Karena itu penyaluran raskin untuk bulan September dipercepat. Bahkan alokasi bulan Oktober sudah bisa diambil di bulan ini juga. Ini sesuai dengan permintaan masyarakat untuk mempercepat penyaluran raskin, “ terangnya.

Dijelaskannya, hampir semua plafon alokasi raskin bulan September sudah diambil. Tinggal beberapa kecamatan yang belum menuntaskan pengambilan raskinnya. Seperti Kecamatan Solokuro, dari plafon alokasi bulan september sebesar 40.275 kilogram untuk sejumlah 2.685 kepala keluarga (kk), tinggal 2.265 kilogram yang belum diambil. Atau plafon alokasi bulan september Kecamatan Kembangbahu yang menyisakan 20.730 kilogram saja. Untuk Kembangbahu, plafon raskin September untuk 4.129 kk sebanyak 61.935 kilogram.

Alokasi RTS-PM atau rumah tangga miskin sasaran penerima manfaat untuk Lamongan tahun 2009 mencapai 104.954 RTSPM. Meski demikian alokasi ini masih dibawah alokasi raskin tahun 2008 yang diperuntukkan 111.804 RTSPM. Sesuai dengan terjadinya penurunan angka kemiskinan di Lamongan.

Alokasi raskin tersebut untuk jatah 12 bulan. Sementara untuk besarannya masih sama dengan tahun lalu yakni setiap RTSPM menerima jatah raskin sebanyak 15 kilogram perbulan dengan harga Rp 1.600 setiap kilogramnya. Sehingga plafon raskin Lamongan hingga Desember mendatang mencapai 18.891.720 kilogram.





Selengkapnya......

Rabu, September 02, 2009

Amdal ASDP Dimatangkan


Sejumlah usulan terungkap saat sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan pelabuhan penyeberangan ASDP atau Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan di Kecamatan Paciran. Diantaranya usulan dari Camat Paciran M Satuwi Heruwidi terkait akan meningkatnya volume kendaraan setelah ASDP beroperasi pada 2010 nanti.
Dikatakannya, saat ASDP beroperasi nanti, tentunya akan menambah kepadatan lalu lintas di sepanjang jalan pantura. Sementara pelebaran yang saat ini dilakukan tidak menyentuh semua jalur pantura di Lamongan. “Terlebih nanti akan dibuka trayek bus antar provinsi. Sehingga akan semakin meningkatkan kepadatan lalu lintas dan dimungkinkan mengganggu arus kendaraan yang akan menuju kawasan Wisata Bahari Lamongan atau WBL. Kalau perlu dipikirkan jalur alternatif untuk mengurai kemacetan, “ kata dia dalam sosialisasi yang dilangsungkan di Ruang Sabha Dyaksa Lamongan itu kemarin (2/9).
Sosialisasi itu sendiri dibuka Kepala Badan Lingkungan Hidup Luluk Suprapti. Selain mengundang sejumlah pejabat di Kecamatan Paciran, sosialisasi Amdal tersebut juga mengundang sejumlah masyarakat dan tokoh masyarakat di sekitar lokasi pembangunan ASDP. Disampaikan Luluk, sesuai dengan aturan, ASDP memang diwajibkan untuk menyusun dokumen Amdal sebagai bagian dari landasan untuk ijin operasional. “Ini semata untuk melindungi kepentingan masyarakat sekitar, “ ujar dia.
Sementara Susi Wiludjeng dari PT Surya Cahaya UTama yang ditunjuk sebagai konsultan penyusun Amdal ungkapkan pelibatan masyarakat sangat penting dalam penyusunan dokumen Amdal itu. Fokus dokumen Amdal itu nantinya akan dititikberatkan pada trahap konstruksi dan pasca konstruksi. Yakni saat pengerjaan kegiatan dan saat ASDP beroperasi nanti.
Pembangunan ADP sudah dimulai sejak 2005 lalu dengan dana dari APBN dan sharing dengan pemerintah daerah. Menurut Kepala Seksi Perencanaan Dnas Perhubungan Provinsi Jatim Suparno, pembangunan ASDP di Lamongan karena adanya demand angkutan antar pulau di Jatim. Selain melayani rute Lamongan-pulau Bawean, ASDP Paciran nantinya juga akan melayani rute Lamongan-Balikpapan, Banjarmasin, Makassar dan Kupang. Sedangkan rute Galongkong dan Pulang Pisau masih dalam tahap usulan.
Dijelasknannya, karakteristik jenis kapal yang akan beroperasi ASDP di Paciran adalah kapal jenis Roll On/Roll Off atau Kapal RO-RO. Yakni sejenis feri yang bisa membawa kargo beroda. Sementara GRT (Gross Registered Tonnage) kapal yang bisa bersandar disana antara 300-9600 GRT. Di lokasi ASDP juga akan dibangun terminal terpadu yang melayani trayek antar kota dan antar provinsi seperti rute Mojkerto dan Semarang.
Pada 2005, lanjut dia, alokasi dana APBN sebesar Rp 12,5 miliar digunakan pekerjaan areal darat dan pembangunan trestle (jembatan penghubung pelabuhan dengan daratan) tahap pertama. Sementara Pemkab Lamongan sharing pembebasan lahan seluas 4,5 hektar dan pembangunan terminal terpadu. Kemudian pada 2006, alokasi APBN sebesar Rp 5,4 miliar digunakan untuk pemancangan tiang pancang untuk trestle sebanyak 44 titik.
Selanjutnya alokasi APBN sebesar Rp 12,8 miliar pada 2007 digunakan untuk pembangunan 6 titik pancang trestle dan pembangunan plat form dermaga tahap pertama sebanyak 66 titik pancang. Sementara paad 2008 dilanjutkan diantaranya pembangunan upper structure dari trestle dan cause way dengan anggaran APBN Rp 48,8 miliar. Dan tahun ini alokasi APBN sebesar Rp 9,7 miliar diantaranya untuk pembangunan sarana dan prasarana pelabuhan seperti reservoir air dan rumah genset. Selain itu juga ada anggaran sebesar Rp 9,5 miliar untuk pembangunan break water tahap pertama.

Selengkapnya......

Alat Prakiraan Cuaca DI Website Lamongan


Mulai hari ini pengunjung di situs resmi Pemkab Lamongan yang beralamat di www.lamongankab.go.id sudah bisa mengakses layanan AWS atau automatic weather system. Dengan layanan baru ini, penggunan bisa mengetahui ramalan cuaca di Lamongan secara real time.

Seperti disampaikan Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) Lamongan Hurip Tjahyono melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, layanan baru itu adalah bantuan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). “Ada tujuh poin cuaca yang bias diketahui lewat AWS ini. Mulai dari kecepatan angin, arah angin, curah hujan, temperature, kelembapan udara, tekanan udara hingga radiasi matahari, “ terang dia.
Dijelaskannya, masyarakat bisa menggunakan layanan AWS ini untuk berbagai kebutuhan. Termasuk untuk kebutuhan pertanian. Selain itu, lanjut dia, data yang ada selalu di update setiap dua menit. “Jadi data yang disajikan berlangsung secara real time, “ urai dia. Untuk bisa menikmati layanan ini, masyarakat cukup masuk ke situs Pemkab Lamongan dan klik di banner BMG. “Jarak pantau alat ini adalah 30 kilometer jari-jari dari pusat pantau yang berada di KAntor Kecamatan Sukodadi, “ tambahnya.
KPDE selaku administrator akan berusaha member layanan baru untuk masyarakat pengguna situs www.lamongankab.go.id. Selain layanan AWS, di situs ini sudah tersedia fasilitas video streaming dan radio onlin. Selain sejumlah data lengkap seputar Kabupaten Lamongan.


Selengkapnya......