Kamis, Agustus 20, 2009

Zakat Minim, BAZ Diminta Berbenah


Berdasar laporan Sekretaris Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Lamongan M AMinul Wahib, sampai dengan akhir Juli 2009 BAZ telah mampu menghimpun dana mencapai Rp 198.871.117. Sejumlah besar dana tersebut termasuk diantaranya berasal dari kepala keluarga muslim yang mampu sebesar Rp 65.394.824 dan dari infaq/shodaqoh para PNS maupun karyawan Pemkab Lamongan sebesar Rp 29.980.591.
            Hal itu disampaikannya saat rapat kerja daerah atau Rakerda BAZ Lamongan di Pendopo Lokatantra setempat, Kamis (20/8). Minimnya dana yang berhasil dihimpun oleh BAZ Lamongan itu mendapat kritikan dari Bupati Lamongan Masfuk. “Jujur saja saya malu kalau hasilnya segitu. Padahal penduduk Lamongan 99 persen beragama Islam, “ ujar dia.
            Menurut dia, berarti ada sistem yang harus dibenahi dalam BAZ. “Masalah zakat adalah masalah trust (kepercayaan). Selain pengelolaannya harus transparan, penyalurannya harus produktif bukan konsumtif. Jangan seperti selama ini yang hanya berupa santunan kepada tukang becak menjelang hari raya (Idul Fitri). Padahal zakat ini bisa menjadi satu kekuatan umat islam untuk mengentas mereka yang fakir dan miskin, “ kata dia.
            Dilanjutkannya, jika pengelolaan zakat dilakukan dengan professional, transparan dan setiap saat masyarakat bisa mengetahui bagaimana dananya dikelola, masyarakat pasti tidak akan ragu menyalurkan dananya melalui BAZ. Data tersebut bisa ditampilkan di website yang setiap saat bisa diakses masyarakat.
“Konsep ini tolong dimatangkan, Rakerda tidak perlu rumit-rumit, biar tidak malu menjadi mulim dan muslimat. Sementara di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saya juga minta agar diotimalkan potensi zakat maupun infaqnya. Kalau bisa setiap bulan ada laporan di masing-masing SKPD berapa zakat yang terkumpul dan disalurkan, “ tutur dia.
            Di kesempatan itu Masfuk juga sampaikan intruksinya kepada para camat yang hadir. Dia perintahkan agar mendekati dan selama bulan suci Ramadhan jangan sampai ada yang menjual minuman keras (miras) dan tindakan asusila seperti Pekerja Seks Komersial (PSK) di wilayahnya. “Masing-masing camat harus bisa memastikan wilayahnya bebas dari miras dan PSK. Ini (Ramadhan) adalah bulan suci yang ditunggu-tunggu setiap muslim, tidak ada toleransi untuk miras dan tindakan asusila, “ tegas dia.     

Selengkapnya......

LPTQ Terapkan Belajar Mandiri


 
Kedepan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) akan coba kembangkan sistem pembinaan belajar secara mandiri kepada kader-kader kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). Konsep ini diusung menyusul belum maksimalnya hasil yang diperoleh Kafilah MTQ Lamongan saat MTQ Jatim di Jember beberapa waktu lalu.

            Konsep itu disampaikan Ketua Umum LPTQ Lamongan saat pembinaan dan pemberdayaan Pembina MTQ daerah di Kabupaten Lamongan, Kamis (20/8) di Ruang Sabha Nirbawa Kantor Pemkab setempat. hadir dalam kegiatan tersebut Kakandepag Lamongan Kusaiyin Wardani dan Kepala Bidang Penamas Kanwil Depag Jatim Warsito Hadi serta sejumlah Pembina MTQ setempat.
            “Saya sampaikan terima kasih kepada Kafilah MTQ Lamongan yang telah berjuaang secara maksimal di gelaran MTQ lalu. Apresiasi patut saya sampaikan, karena sudah berhasil membuat lompatan prestasi meski belum maksimal. Kita tidak boleh putus asa. Sejumlah kelemahan akan dievaluasi terutama dari sisi pembinaan, “ ujar dia.
            “Sebenarnya Lamongan punya potensi besar untuk menjadi yang terbaik di bidang tilawah ini. Tinggal pengelolaannya saja yang harus dimaksimalkan. Meski pembinaan untuk Kafilah MTQ sudah dilakukan sejak setahun sebelumnya, ternyata masih ada yang perlu dievaluasi. Karena itu kedepan kita akan coba terapkan kepada calon kafilah agar bisa belajar secara mandiri tanpa menunggu bimbingan dari Pembina MTQ, “ kata dia.
Pada gelaran MTQ ke-23 tingkat Jatim lalu, Kafilah MTQ Lamongan yang berkekuatan 40 orang itu berhasil meraih satu medali emas, satu medali perunggu, dan enam juara harapan. untuk medali emas sukses diraih olih tiga orang santri yang berlomba di nomor beregu MSQ atau Musabaqah Syahril Qur'an. Ketiga santri itu adalah Laili Purnamasari, Istiqomah dan Yati Iqnail Farah. Sementara peraih medali perunggu adalah Khoirotul Ummah yang berlomba di cabang MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur'an) 1 juzz dan Tilawah Putri.

Selengkapnya......

Kamis, Agustus 13, 2009

Gerak Jalan Abdi Masyarakat



Hari ini (kemarin) giliran para abdi masyarakat yang ramaikan HUT kemerdekan RI ke-64 dengan lomba gerak jalan. Seperti disampaikan Camat Kota Lamongan Wahyudi, sejumlah 112 regu yang terdiri dari 75 regu putra dan 37 regu putri turut dalam lomba gerak jalan itu.
Peserta kali ini tampil dengan sejumlah kostum yang kreatif. Seperti anggota Linmas Kecamatan Kota Lamongan yang mengenakan seragam linmas namun dengan celana pendek serta bersepatu boot tinggi lengkap dengan topi jadulnya.
Beberapa kepala Satuan Kerja (satker) juga terlihat ikut langsung dalam gerak jalan tersebut. Seperti Kepala adan Pemberdayaan Perempuan dan KB R Hari Purwanto, Camat Kota Lamongan Wahyudi dan Camat Sukodadi Edi Martana.

Masfuk dalam sambutannya berpesan pada para abdi masyarakat yang akan melakukan gerak jalan di hadapan rakyat itu untuk jaga kekompakan. “Masyarakat tentunya ingin melihat apakah para abdi masyarakat ini bisa mendalami makna kemerdekaan. Saya minta baik pada pegawai negeri maupun yang belum negeri untuk kompak. Saat jalan nanti akan terlihat jika ada yang tidak kompak pasti mengganggu jalannya gerak jalan. Sehingga tujuan ke finish nanti pasti terganggu, “ tuturnya dalam gerak jalan yang mengambil start dan finish di depan Pendopo Lokatantra setempat itu.

Selengkapnya......

Program Qoryah Thoyyibah Setahun Penuh Di Bluluk



Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan canangkan program Qoryah Thoyyibah selama setahun penuh di Kecamatan Bluluk yakni di Desa Cangkring, Banjargondang dan Bluluk. Program tersebut dibuka Bupati Lamongan Masfuk di Balai Desa Banjargondang. Bersama Masfuk dan isteri juga turut serta Wabup Tsalits Fahami bersama isteri, Ketua PDM Lamongan Kusnan Sumber dan Ketua PD Aisyiyah Lamongan Sumu Yanarofah.
Ketua PDM Lamongan Kusnan Sumber sampaikan dengan Program Qoryah Thoyyibah diharapkan akan dibukakan pemimpin masyarakat yang mampu gerakkan umat di desa sehingga desa itu menjadi desa yang qoryah thoyyibah atau desa yang baik dan utama. “Apa yang jelek bisa menjadi baik. Itulah inti program ini. Baik ini mencakup semua hal, baik ibadah umum maupun ibadah khusus. Diharapkan kedepan desa ini akan menjadi desa yang berkepribadian islam tapi juga memiliki kepedulian pada umat. Seperti halnya perintah untuk menegakkan sholat tapi dilanjutkan dengan perintah dalam kepedulian sosial. Dalam hal ini menunaikan zakat, “ ujar dia.
Menganai program qoryah thoyyibah ini lebih jauh disampaikan panitia program tersebut Solikhin. Dikatakannya, ketika Lamongan sedang giat-giatnya lakukan pembangunan, PDM ingin ambil bagian dalam pengakltualisasian dakwah. “Sehingga bisa dirasakan sebagai rahmatan lil alamin, “ kata dia. Menurut Solikhin, program yanga berlangsung setahun penuh itu akan diisi sejumlah kegiatan mulai dari pembangunan fisik hingga non fisik. Seperti kajian keislaman, pembinaan remaja, pelatihan ketrampilan pada pemuda dan petani serta pendampingan pada petani.
Program Qoryah Thoyyibah ini juga pernah digelar PD Aisyiyah Lamongan tahun lalu di Gebangangkrik/Ngimbang. Namun program kali ini melibatkan semua unsur di Muhammadiyah, bukan hanya Aisyiyah. Mulai dari remaja, pemuda, kepanduan hingga pendidikan dan kesehatan.
Sementara Masfuk menyambut baik program tersebut. Menurut dia, melihat konsep programnya, qoryah thoyyibah tersebut nyambung dengan program pemerintah. “Dengan demikian Program Qoryah Thoyyibah ini juga telah membantu program pemerintah untukm lakukan percepatan pembangunan. Selaku pemerintah, saya sampaikan terima kasih atas terselenggaranya program ini, “ urai dia.
Disampaikannya pula, saat ini Pemkab Lamongan juga mulai lakukan percepatan pembangunan di wilayah Lamongan Selatan melaluin konsep agropolitan. Konsep untuk membangun suatu daerah dengan basic pertanian tersebut, sudah dimulai dengan dilakukannya pembangunan RSUD Ngimbang dan masuknya investor yakni PT Sorini ke wilayah selatan. “Ini semua juga sebagai bagian dari amar ma’ruf nahi mungkar, “ kata dia.
Masyarakat di desa program tersebut diharapkan selalu mengamalkan ajaran Islam dalam seluruh aspek kehidupan dan berupaya hidup mandiri dengan etos kerja tinggi, kreatif, dan inovatif. Konsep itu telah diaplikasikan di berbagai desa percontohan. Sementara Dalam konsep keluarga sakinah, sebuah keluarga akan diberdayakan dalam berbagai bidang, seperti agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan hubungan sosial. Melalui keluarga yang sakinah diharapkan terbentuk sebuah qoryah (desa) yang thoyyibah (baik dan utama).

Selengkapnya......

Selasa, Agustus 11, 2009

Gerak Jalan SD/MI Agustusan



Langkah boleh tidak tegap. Gerakan boleh tidak seirama. Tapi semangat sejumlah 72 regu gerak jalan tingkat SD/MI di Lamongan ini patut diacungi jempol. Mereka berlomba dalam perayaan kemerdekaan RI ke-64.

            Sejumlah 72 regu tersebut terdiri dari 34 regu putra dan 38 regu putri. Start dan finish gerak jalan yang berlangsung di depan Pendopo Lokatantra setempat itu diberangkatkan Wakil Bupati Lamongan Tsalits Fahami.

Selengkapnya......

Bantu Koperasi Ibu Di 2000 Desa



Pemprop Jatim tahun ini akan segera luncurkan program bantuan penguatan modal untuk ibu-ibu di desa. Bantuan tersebut tahun ini akan diberikan pada sejumlah koperasi ibu-ibu di 2000 desa di berbagai wilayah di jatim. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) saat hadiri Peringatan Isro' Mi'roj dan Silaturrahmi Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Balai Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun, Selasa (11/8).
            “Kalau ada pemimpin atau bapak-bapak yang hebat, itu karena ada isteri atau ibu-ibu yang hebat di sisinya. Inilah yang mendasari Gubernur Jatim (Pakde Karwo) untuk luncurkan bangtuan penguatan modal untuk koperasi ibu-ibu. Karena itulah ibu-ibu yang hebat ini perlu diberi bantuan agar bisa kembangkan usaha. Tahun ada akan ada koperasi ibu-ibu di  sejumlah 2000 desa yang akan terima program ini, “kata Gus Ipul dalam acara yang dihadiri Sekkab Lamongan Fadeli tersebut.
            Terkait pembangunan pedesaan, Gus Ipul sampaikan selama kurun waktu 30 tahun ini pembangunan di wilayah pedesaan seperti dilupakan. Selama kurun waktu tersebut, kata dia, pembangunan lebih banyak dilakukan di perkotaan. “Seperti disampaikan Gubernur, syarat agar bisa lakukan percepatan pembangunan di pedesaan adalah jika di desa itu ada uang. Karena itu ketika nanti undang-undang tentang perdesaan yang dalam salah satu pasalnya mewajibkan memberikan anggaran 10 persen dari APBD untuk desa, pembangunan bisa dipercepat. Asal dikelola dengan benar dan bisa dipertanggungjawabkan, “ ujar dia
            Gus Ipul juga kembali sampaikan prioritas program pendidikan gratis yang dilakukan Pemprop jatim bersam seluruh  kabupaten/kota di Jatim. Program tersebut, kata dia, dilandasi keinginan bagaimana caranya agar adik-adik usia sekolah bisa dapatkan pendidikan yang layak. Kalau perlu sampai wajib belajar (wajar) 12 tahun. “Untuk bisa menuju kesana, maka sekarang jaln menuju kesana digampangkan dulu. Dan ini adalah kewajiban pemerintah. Salah satu cara gubernur adalah dengan mengambil alih biaya sekolah. Saat ini baru wajar sembilan tahun yang diprioritaskan. Untuk wajar 12 tahun mungkin baru pada 2012 mendatang, “ ucap dia.
            Sementara Fadeli dalam sambutannya sampaikan kehadiran Wakil Gubernur dalam kegiatan tersebut atas undangan AKD dalam kegiatan Isro' Mi'roj dan sambut bulan suci Ramadhan. “Sebentar lagi umat muslim akan memasuki bulan suci Ramadhan. Acara silaturrahmi seperti ini penting artinya untuk mempererat ukhuwah islamiyah kita, “ kata Fadeli. Sementara terkait hari kemerdekaan, Fadeli sampaikan Kabupaten Lamongan di era pembangunan ini terus giatkan pembangunan sebagai bagian upaya isi kemerdekaan.
 

Selengkapnya......

Jumat, Agustus 07, 2009





Paskibra Mulai Simulasikan Pengibaran Bendera
 
 
Pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Lamongan mulai satu minggu kemarin lakukan simulasi pengibaran bendera pusaka merah putih. Simulasi tersebut juga sudah dilakukan lengkap bersama personil dari TNI dan Kepolisian setempat.
            Pada latihan Jum’at kemarin (7/8) Bupati Lamongan Masfuk sempat berikan motivasi kepada para anggota Paskibra kabupaten. Kepada mereka, Masfuk sampaikan agar bersungguh-sunggu selama latihan. Karena apa yang saat ini dilatih dengan keras dan penuh disiplin akan menjadi manfaat di masa depan. “Manfaat itu akan terasa di bidang apapun yang kalian tempuh nanti, “ tegas dia.

Selengkapnya......

Belajar Pemdes, Kotabaru Kunjungi Lamongan



Kabupaten Kotabaru yang merupakan kabupaten terluas di Kalimantan Selatan kemarin lakukan studi banding ke Lamongan. Rombongan yang dipimpin Sutan Syahrir tersebut melakukan studi terkait pelaksanaan pemerintahan desa di Kabupaten Lamongan.
            Menurut keterangan Syahrir, saat ini APBD Kabupaten Kotabaru sekitar 700 miliar dengan pendapatan asli daerah mencapai Rp 167 miliar. Namun, kata Syahrir, saat ini Kotabaru masih belajar dalam penerapan kebijakan APBDesa. Bahkin untuk program Alokasi Dana Desa (ADD) sampai saat ini masih belum dilaksanakan. “Secara garis besar, kami masih perlu banyak belajar mengenai pelaksanaan pemerintahan desa pada kabupaten/kota di Jawa seperti Kabupaten Lamongan, “ kata dia.
            Syahrir dalam studinya itu bersama sejumlah pejabat Kabupaten Kotabaru dan 10 orang kepala desa. Diantara yang ikut studi adalah dari Bidang Pemerintahan Desa, Kantor Perijinan Terpadu dan Badan Pemberdayaan Masyarakat. Sementara dari Pemkab Lamongan, rombongan itu diterima langsung Bupati Masfuk bersama Wabup Tsalits Fahami, Asisten Tata Praja Agus Sugiharto dan sejumlah pejabat terkait.
“Sebagian wilayah kami terdiri dari beberapa pulau dan sebagian lagi wilayah daratan yang terletak di Pulau Kalimantan.   Pulau-pulau besar dan kecil yang dimiliki Kabupaten Kotabaru berjumlah 109 buah, di antaranya, yaitu: Pulau Laut, Pulau Sebuku, Pulau Kerayaan, Pulau Kerumputan, Pulau Kerasian, Pulau Marabatuan, Pulau Kunyit dan sebagainya.  Secara administratif, Kabupaten Kotabaru dibagi menjadi 20 kecamatan, 201 Desa dan 5 kelurahan, “ urai Syahrir.
Sementara Masfuk kepada rombongan kungker sampaikan Kalimantan Selatan adalah daerah dengan sumber daya alam (SDA) yang kaya. Berbagai perusahaan besar sudah masuk serta dengan jumlah penduduk yang sedikit. “Potensi seperti ini tinggal dikelola sedikit dan tunggu waktu saja untuk jadi besar. Berbeda dengan Lamongan yang miliki SDA minim dengan jumlah penduduk besar. Kalau Pemkabnya tidak inovatif, kreatif dan banyak akal, tidak akan pernah ada kemajuan untuk Lamongan, “ ujar dia.
Konsepnya, lanjutnya, kalau pemerintahnya tidak banyak akal dan kreatif, nggak perlu ada pemerintahan. “Malu sama leluhur yang sudah merdekakan negeri ini, “ katanya. “Atas kerja keras semua pihak mulai dari aparatur pemerintah, legislatif, masyarakat hingga berbagai komponen di masyarakat sekarang tinggal petik berbagai prestasi pembangunan. Mulai dari bidang perekonomian, pendidikan hingga sosial budaya, “ tutur Masfuk.

Selengkapnya......

Kamis, Agustus 06, 2009

Lima Suara Anak Untuk Gubernur



Pembacaan Suara Anak Jawa Timur kemarin (6/8) mewarnai puncak Hari Anak Nasional (HAN) jatim yang dipusatkan di Wisata Bahari Lamongan (WBL). Pembacaan yang kemudian diserahkan pada Gubernur Jatim Soekarwo tersebut berisi lima rekomendasi. Yakni pemyediaan fasilitas kota yang layak untuk anak, pendidikan anak, sosial budaya yang terkait hak-hak anak, kesehatan dan perlindungan untuk anak yang membutuhkan perlindungan khusus di Jatim.
            Pembacaan itu sendiri dilakukan empat duta anak Jatim. Yakni Rendi Aditya Prayoga, Elpina, Ardi Juan Saputra dan duta anak yang juga bertindak sebagai dirijen lagu kebangsaan Mega Pratidina Putri. Nama terakhir adalah dirijen lagu kebangsaan Indonesia Raya pada puncak peringatan HAN nasional di Jakarta.
            Puncak HAN Jatim di Lamongan itu benar-benar menjadi harinya anak-anak di Jatim. Seluruh pengisi dan petugas acara adalah anak-anak berprestasi di Jatim. Mulai dari pembawa acaranya yang siswa SDN Jetis III Lamongan Ananda Firdausya Ciptananda hingga pengisi acara baca puisi oleh Radik Woro Dinalar siswa SDN I Kampungdalem Tulakan Kabupaten Tulungagung. Demikian pula pembacaan doa oleh Muhammad Khoirul Rizal siswa SDN Kauman I Klojen Kota Malang.
            Selain Soekarwo, beberapa pejabat Pemprop Jatim hadir dalam kegiatan tersebut seperti Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Sukesi dan Kepala Dinas Pendidikan Suwanto. Sementara pejabat Pemkab Lamongan yang menyambut adalah Bupati Masfuk, Wabup Tsalits Fahami, Ketua DPRd Makin Abbas, Sekkab Fadeli serta sejumlah pejabat muspida setempat.
            Gubernur Jatim dalam kesempatan itu kembali sampaikan program sekolah gratis di Jatim serta pemberian gaji untuk para guru sekolah swasta terutama untuk sekolah yang tidak masuk system pendidikan nasional. “2010 nanti semua sekolah wajar 9 tahun gratis. Termasuk sekolah yang tidak memenuhi syarat pendidikan. Saat ini sekolah gratis ini pilot projectnya di Kabupaten Sampang dan Bondowoso. Sementara untuk ustadz yang biasanya hanya digaji Rp 100 hingga Rp 150 ribu pada 2010 nanti minimal gajinya akan sama dan lebih besar dari UMK, “ ujar Soekarwo.
            Dalam sebuah sesi wawancara dengan reporter cilik Ratu Tiana, Soekarwo sampaikan sekolah seperti diniyah, salafiah atau sorokan juga akan diurusi Pemprop Jatim bersama Kabupaten dan Kota. Untuk tingkat ula atau setingkat SD akan menerima Rp 15 ribu perbulan. Sementara untuk tingkat wusto atau setingkat Tsanawiyah akan terima Rp 20 hingga 25 ribu perbulan. “Sekolah gratis ini termasuk 13 jenis biaya operasional. Sehingga kalau ada yang masih minta sumbangan ataui ada dermawan yang mau menyumbang harus seijin kepala daerah melalui Kepala Dinas Pendidikan setempat. Program mini diperkiarakan menelan biaya Rp 1,3 triliun yang akan disharing dengan kabupaten/kota masing-masing 50 persen, “ terang dia.
            Namun Soekarwo juga berpesan agar anak-anak yang telah dididik dengan cerdas itu jangan sampai melupakan moral dan agama. Menurut dia, tidak ada gunanya anak cerdas tapi kalau agama, sopan santun dan moralnya tidak bagus. “Saya minta bantuan guru, orang tua dan masyarakat untuk jadikan anakanak kita anak yang cerdas tapi santun dan berakhlak mulia. Karena inilah yang akan menjadi basis pembangunan, “ pungkasnya.
            Acara yang juga dipandu oleh Ria Enes bersama bonekanya Susan tersebut diisi dengan sejumlah pertunjukan oleh anak-anak siswa TK, TK Luar Biasa (TKLB), SD dan SDLB yang menjadi juara dalam lomba kreatifitas siswa dalam rangka HAN Jatim. Sementara kesenian Karawitan dari SDN Lamongrejo Ngimbang dan SDN Candisari II Sambeng Kabupaten Lamongan menutup acara itu dengan lagu Kupi Kuwi, Ilir-ilir dan Padang Bulan.

Selengkapnya......

Senin, Agustus 03, 2009

Jalan Sehat HUT Membludak


Jalan sehat dalam peringatan HUT RI ke-64 di Kecamatan Babat kemarin, Minggu (2/8) berlangsung meriah. Ratusan peserta terlihat mengikuti jalan sehat yang dibuka Sekkab Lamongan Fadeli di Pendopo Kelurahan Babat/Babat tersebut. Pendopo tersebut sekaligus menjadi start dan finis jalan sehat tersebut.
Menurut panitia penyelenggara jalan sehat, Jarot Togen, pihak panitia telah menyiapkan sejumlah hadiah. Selain hadiah utama berupa lemari es, juga masih ada sejumlah hadiah lain sperti televisi, sepeda gunung dan beberapa hadiah door prize.

Fadeli sendiri dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang digelar tersebut. Selain sebagai salah satu kegiatan positif untuk kesehatan, dikatakan Fadeli, jalan sehat juga bisa sebagai satu bentuk kebersamaan antar masyarakat.

“ Selain menyehatkan, jalan sehat seperti ini juga dapat menjaga kebersamaan dalam masyarakat. Mulai dari start sampai finish berjalan bersama. Ini adalah satu bentuk keguyuban bangsa yang harus tetap dijaga, “ ujar Fadeli yang juga Asisten Manager Persela tersebut.

Dilanjutkan olehnya, kedepan Babat akan semakin menjadi barometer perekonomian. Selain karena tempatnya yang strategis, yakni berada di persimpangan empat kabupaten mulai Lamongan, Tuban, Bojonegoro dan Jombang, sejumlah proyek besar nantinya akan ada di Babat. Yakni pembangunan Pasar Agrobis dan pembangunan Pasar Modern Babat.

Selengkapnya......