Dari sekian kali gelaran sepeda santai atau fun bike di Lamongan, baru kali ini ada gelaran yang hadiah utamanya sebuah mobil. Mungkin Karena itu pula, Fun Bike Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 440 kali ini diikuti sekitar 6000 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa dan Bali.
Jalanan di sekitar depan Pendopo Lokatantra Lamongan yang menjadi lokasi start memang terlihat dipenuhi kendaraan roda empat dari berbagai daerah. Seperti terbaca dari kode nomor kendaraan bukan hanya berkode L (Surabaya) atau W (gresik), tapi juga ada dengan kode AG, K, N bahkan B. Ketua Panitia Fun Bike HJL 440 Luluk Humam dalam keterangannya sampaikan, fun bike kali ini tidak hanya diikuti peserta dari kabupaten dan kota di Jawa Timur. Tapi juga diikuti peserta dari Jawa Tengah, Jawa Barat dan Bali.
“Dari Jawa Timur diantaranya diikuti peserta dari Pamekasan, Bangkalan dan Sampang. Juga ada dari Gresik, Jombang, Malang, Pacitan, Mojokerto, Sidoarjo dan Kediri. Kemudian ada juga dari Kabupaten/Kota di Jawa Tengah seperti Jepara, Pati, Ungaran, Boyolali, Solo, Temanggung, Kudus dan Sragen. Selain itu juga ada peserta dari Kabupaten Subang/Jawa Barat dan Denpasar/Bali, “ terang dia, Minggu (31/5).
Diterangkan Humam, ada dua pilihan rute fun bike. Yakni rute on road diperuntukkan bagi peserta yang ingin bersepeda dengan santai dengan medan yang mudah dilalui. Kemudian ada rute of road yang diperuntukkan bagai peserta yang menyukai medan jelajah penuh tantangan (single track). “Di rute of road ini peserta akan menyusuri hutan, waduk, jalan naik turun, terjal dan bergelombang, “ujar dia.
Dalam fun bike tersebut, setelah mengibarkan bendera start dimulainya gelaran kegiata, Bupati Lamongan Masfuk bersama Wakil Bupati Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli juga turut mengayuh sepeda. Anggota muspida seperti Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Arh Priyanto, Ketua DPRD Makin Abbas dan Kajari Mudjiharti juga tidak ketinggalan.
Selain hadiah utama sebuah mobil, panitia juga menyediakn beberapa hadiah lainnya. Seperti dua unit sepeda motor, sepuluh unit sepeda gunung serta ratusan doorprize. Sementara di pelataran alun-alun Kota Lamongan, panitia menggelar atraksi BMX rider.
Minggu, Mei 31, 2009
Fun Bike Pertama Berhadiah Mobil
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.58 0 komentar
Kategori: Berita
Sabtu, Mei 30, 2009
Pemasaran Dilounching, Lamongan Plaza Diserbu Pembeli

Pemukulan gong oleh Bupati Lamongan Masfuk, Sabtu (30/5) menjadi tanda Lamongan Plaza resmi dilaunching pemasarannya. Sementara sebelum pemasaran itu bahkan resmi dibuka, dari sejumlah 246 unit stan yang ditawarkan, sudah ada 600 orang yang inden.
Masfuk dalam sambutannya mengatakan keyakinannya bahwa Lamongan Plaza itu sangat prospektif, menguntungkan dan akan membuat siapa saja yang mau memanfatkannya menjadi kaya yang panjang. “ Sugihe sing dowo, “ kata dia dalam bahasa jawa. “Seperti disampaikan Pak Suryadinata tadi (Marketing Eksekutif Ray White selaku marketing Lamongan Plaza), dari sejumlah 246 stan yang ada di Lamongan Plaza, 600 orang sudah ngantri daftar. Jadi kalau nanti sampai ada yang tidak kebagian, jangan sampai nyesel (menyesal), “ ujar dia.
Seperti diakui Masfuk, Lamongan Plaza itu dibangun dengan konsep gila (baca inovatif). Dia mencontohkan seperti halnya kesuksesan kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL). “Sebelum WBL sukses dan empat tahun sudah balik modal, banyak yang bilang saya gila. Tapi nyatanya sekarang sukses dan laku jual. Untuk mewujudkan akselerasi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat, harus dilakukan dengan cara yang gila (inovatif), “ ungkapnya.
Dilanjutkannya, tujuan pembangunan plaza pertama di Lamongan tersebut agar bisa dinikmati masyarakat Lamongan. “Tentu saja bagi masyarakat Lamongan yang bisa dan mau memanfaatkan kesempatan, “ sambung dia. Terakhir disampaikannya, meski plaza tersebut milik Pemkab Lamongan, namun pengelolaannya dilakukan secara professional.
Sebelumnya, Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Lamongan Djoko Purwanto dalam laporannya paparkan Lamongan Plaza tersebut menjadi bagian dari revitalisasi Pasar Lamongan Raya menjadi Lamongan Plaza dan Pasar Modern Lamongan.
Lamongan Plaza tersebut menempati areal seluas 7.382 meter persegi dan dibangun tiga lantai dengan total unit kios/stan mencapai 246 unit. Sementara Pasar Modern Lamongan dibangun dua lantai seluas 2.264b meter persegi dengan 342 kios/stan. Pasar ini tetap menyediakan fasilitas untuk PKL, nasi boran, kios buah, pangkalan ojek dan becak. Sementara Lamongan Plaza menyediakan fasilitas departemen store, food court, arena permainan, escalator dan lift barang. “Operasionalnya akan dilakukan secara professional kerjasama dengan lembaga property yang professional, “ terang dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.54 0 komentar
Kategori: Berita
Rendahkan Kemajuan Lamongan, Kirim Ke Luar Negeri
Keberhasilan Lamongan meraih dua penghargaan pada ajang Otonomi Awards menunjukkan bahwa Lamongan itu bisa dan maju. Jika ada orang Lamongan yang meragukan kemajuan Lamongan, lebih baik dikirim saja ke luar negeri. Hal itu disampaikan Bupati Lamongan Masfuk saat Wisuda Perdana dan Pengambilan Sumpah D3 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Lamongan, di Kampus Stikes Muhammadiyah, Sabtu (30/5).
Selanjutnya kepada sejumlah 95 orang bidan yang diwisuda pada kesempatan tersebut, Masfuk sampaikan mereka juga harus bisa marketable. Meski bidan bergerak di bidang kesehatan. Karena menurutnya, Lamongan kedepan memiliki ptensi ekonomi yang sangat tinggi. Sehingga akan membutuhkan banyak orang-orang terampil, termasuk di bidang kesehatan.
Dia berharap agar jangan menganggap Lamongan itu kecil. Sehingga ketika lulus nanti hanya mengandalkan profesi di pemerintahan saja (PNS). “Jangan anggap Lamongan itu kecil. Dengan penduduk yang mencapai 1,4 juta jiwa, Lamongan punya potensi keekonomian yang besar. Di daerah lain, penduduk sebesar ini adalah jumlah penduduk dalam satu propinsi, “ ujar dia di kampus yang memiliki tidak kurang dari 1100 mahasiswa tersebut.
Terlebih nanti, sambung dia, Lamongan akan semakin maju dengan dibangunnya Lamongan Plaza, Pasar Induk Beras dan Rumah Sakit di Ngimbang. Dituturkannya, profesi kebidanan bukan hanya di pemerintahan. “Terbuka kesempatan lain di Lamongan. Karena tuntutan kesehatan kedepan akan lebih tingi. Ketika orang semakian mapan kehidupan ekonominya, tuntutan pemenuhan kebutuhan kesehatan juga akan semakin tinggi. Saya berharap saat bertemu lagi dengan Anda lima tahun kedepan, semuanya sudah jadi orang sukses, “ pungkas dia.
Dalam wisuda perdana kampus tersebut, yakni angkatan tahun 2006, juga hadir bersama Masfuk Wakil Bupati Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli. Selain itu juga terlihat hadir Ketua DPRD Lamongan Makin Abbas bersama sejumlah unsur muspida setempat. Di Perguruan Tinggi Swasta ini juga tercatat ada sejumlah 4 orang mahasiswa penerima beasiswa Pemkab Lamongan.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.52 0 komentar
Kategori: Berita
Sebanyak 10 Atlet Binaraga Ikut Kejurda
Lamongan ternyata memiliki atlet olahraga binarga yang potensial. Salah satunya adalah Mujiono yang pada Kejuaraan Daerah Jawa Timur tahun lalau sukses raih medalai perunggu. Pada Kejurda tahun ini yang akan berlangsung di Jembatan Merah Plaza (JMP) Surabaya pada 31 Mei mendatang, PABBSI (angkat berat, angkat besi dan binaraga) Lamongan kembali kirimkan 10 atlet binarga.
Sejumlah 10 atlet binarga Lamongan tersebut, Jumat (29/5) bersama Ketua PABBSI Lamongan Letkol Arh. Priyanto dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berpamitan pada Ketua KONI Lamongan Supardi di Sekretariat KONI setempat.
Kepada atlet binarga tersebut, Supardi sampaikan harapannya agar bisa kembali berprestasi di ajang Kejurda Jatim. “Saya sampaikan selamat berjuang dan sukses. Semoga kalian sukses bawa pulang medali sehingga bisa membawa harum nama Lamongan. Untuk pembinaan olahraga binaraga di Lamongan kedepan, selanjutnya saya minta untuk berkoordinasi dengan Dispora untuk merumuskan program kegiatan, “ kata dia.
Kesepuluh atlet binaraga itu akan mengikuti enam kelas di ajang Kejurda Jatim. Yakni kelas 55 kilogram yang dikuti Tarmono dan Adi, kelas 60 kilogram diikuti Bambang dan Hery dan kelas 65 kilogram diikuti Nur Rahmad dan Efendi. Sementara di kelas 75 kilogram akan diikuti Mujiono dan Surisno, kelas 80 kilogram diikuti Wawan serta kelas veteran akan mengikutsertakan Sugeng. “Sabtu besok (30/5) akan dilakukan timbang badan terlebih dahulu sebelum bertanding pada keesokan harinya, “ kata salah satu atlet Mujiono sambil menambahkan semua atlet binaraga itu berasal dari Kecamatan Brondon
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.49 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Mei 13, 2009
276 Pesilat Ramaikan Kejuaraan
Tidak kurang dari sejumlah 276 pesilat ikuti Kejuaraan Pencak Silat Pra Remaja Dan Remaja yang digelar Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Lamongan dan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Lamongan. Kejuaraan yang digelar di Gelanggang Pemuda dan Olahrga (GOR) setempat itu dibuka Ketua Umum KONI Lamongan Supardi, Rabu (13/5).
Kejuaraan yang akan berlangsung hingga 15 Mei mendatang itu akan mempertandingkan tujuh kelas (A-G) di masing-masing kelompok umur. Seperti disampaikan Ketua Harian IPSI Lamongan Sumiran, untuk pra remaja diikuti pelajar SMP/Mts udia 12-14 tahun dan remaja diiikuti pelajar SMA/MA/SMK usia 14-17 tahun. “Di kelompok pra remaja diikuti 27 pesilat putra dan 60 pesilat putrid. Sementara kelompok remaja diikuti 139 pesilat putra dan 49 pesilat putri, “ terang dia.
Sementara Supardi dalam sambutannya sampaikan akan berikan bonus khusus tersendiri di luar Piala dari Dispora bagi pesilat yang berhasil raih juara pertama. Dikatakannya, IPSI selama ini sangat konsisten gelar berbagai kejuaraan pencak silat berbagai kelompok. Sehingga regenerasi atlet pencak silat di Lamongan terus berjalan simultan.
“Pertumbuhan dan perkembangan pencak silat di Lamongan sangat membanggakan. Regenerasi juga berjalan bagus sekali. Sehingga saya tidak terlalu khawatir dengan prestasi pencak silat di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) nanti. Namun saya minta IPSI untuk buat target medali spesifik dalam Porprov nanti. Pasti akan ada bonus untuki peraih medali emas dalam Porprov, “ kata dia. Supardi juga berpesan pada pendekar pencak silat yang berlaga agar jaga sportivitas, fair play dan jiwa ksatria dalam kejuaraan tersebut.
Kejuaraan itu sendiri dibuka dengan pertandingan di Kelas G putra pra remaja antara Nanda Awaluddin (PSHT Turi) melawan Alfin (Mts Al Muslimin Karanggeneng) di Gelanggang I. Sementara di Gelanggang II juga mempertandingkan Kelas G putra pra remaja antara Rahmad Hasan Fuadzin (SMPN Turi) melawan M Bagus Sugianto (MTsN Laren). Pertandingan di Gelanggang II ini pendiskualifikasian Rahmad Hasan Fuadzin karena kelebihan berat badan.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.39 1 komentar
Kategori: Berita
BLT Segera Disalurkan
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi (Dnsosnakertrans) Lamongan Soni Harsono sampaikan pencairan alokasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Lamongan tinggal menunggu jadwalnya saja. Hal itu disampaikannya saat Dialog dan Advokasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan.
Dituturkan Soni, mekanisme pencairan BLT memang langsung melalui PT Pos Lamongan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang jadi sasaran program ini. “Penyaluran BLT ini tinggal menunggu jadwalnya saja untuk disalurkan. Karena sebelumnya PT Pos sudah salurkan PKH sehingga tidak memungkinkan untuk sekaligus membagikan BLT. Di beberapa daerah lain ada yang sudah membagi alokasi BLT namun untuk PKH belum dibagikan, “ terang dia. Alokasi BLT tahun 2009 sendiri hanya untuk dua bulan, yakni Januari dan Februari sebesar 200 ribu untuk sejumlah 109.170 RTSM.
Pada kegiatan yang dihadiri para pendamping PKH, tokoh masyarakat serta perwakilan pelaksana PKH dari Kabupaten Tuban dan Bojonegoro itu Soni juga sampaikan seringnya masyarakat yang mensalahpersepsikan antara BLT dan PKH. Dijelaskannya, keduanya memang sama-sama program sosial untuk percepatan pengentasan kemiskinan. BLT masuk cluster perlindungan sebagai kompensasi kenaikan BBM untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan tanpa syarat penerimanya. Sementara PKH masuk cluster usaha kerakyatan yang mengharuskan syarat ketat dalam penyalurannya.
Hal senada disampaikan Agus Salim, staf ahli di Departemen Komunikasi Informatika (Depkominfo). Dalam keterangannya, Agus Salim sampaikan ada tiga cluster program sosial untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia. Yakni cluster perlindungan seperti BLT, kemudian cluster pemberdayaan seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan serta cluster ketiga usaha kerakyatan seperti Program Pengembangan Usaha Agrobis Pedesaan atau PUAP.
Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I tahun 2009 atau periode Maret di Lamongan telah tuntas disalurkan. Dengan dana yang disalurkan mencapai Rp 11.080.345.000 untuk sejumlah 29.199 RTSM.Untuk tahun 2009 ini ada peningkatan RTSM sasaran penerima PKH. Yakni ditambah sejumlah 1803 RTSM di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Tikung (802 RTSM), Solokuro (345) dan Kecamatan Maduran (653). Sementara pada 2008 lalu program PKH di Lamongan meliputi 17 kecamatan dengan dana yang diserahkan mencapai Rp 36,6 milyar.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.38 0 komentar
Kategori: Berita
Jum’at, Rapel Kenaikan Gaji Turun
Setelah sempat tertunda, rapel kekurangan kenaikan gaji 15 persen PNS Kabupaten Lamongan untuk bulan Januari, Pebruari dan Maret akan dicairkan pada Ju’mat (15/5) mendatang. Kepastian tersebut disampaikan Sekkab Lamongan Fadeli saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/5).
Dikatakan oleh Fadeli, anggaran untuk rapel kekurangan gaji selama tiga bulan tersebut sebenarnya telah ada dan siap dicairkan. Namun dalam proses administrasinya terkendala proses di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Dinas Pendidikan yang belum bisa menuntaskannya tepat waktu.
“Maklum saja, jumlah PNS pada Dinas Pendidikan memang sangat banyak. Selain itu mekanisme verifikasinya juga cukup panjang, itu masih ditambah terjadi beberapa salah penghitungan sehingga menambah waktu untuk melakukan pembetulan. Karena itu prosesnya membutuhkan waktu lebih dari SKPD Lain. Tapi hari ini (kemarin, red) Dinas Pendapatan Pengeloaan Keuangan dan Aset (DPPKA) sudah lakukan supervisi agar proses administrasi pada Dinas Pendidikan ini bisa tuntas hari ini juga,” tutur dia.
Seperti diwartakan, sejak Januari 2009 lalu PNS mendapat kenaikan gaji 15 persen dari gaji pokok. Namun untuk kekurangan kenaikan bulan Januari, Pebruari dan Maret akan dirapel pada bulan Mei. Dan Sekkab Lamongan Fadeli sudah memastikan akan dicairkan pada Jum’at lusa. Sehingga yang diterimakan Jum’at nanti pada PNS adalah sejumlah 15 persen dari gaji pokok selama tiga bulan. “Besaran kenaikan ini dihitung berdasar gaji pokok. Berbagai tunjangan seperti beras, fungsional maupun struktural tidak masuk dalam besaran perhitungan kenaikan, “ terang Fadeli.
Saat ini Pemkab Lamongan memiliki sejumlah 12.698 PNS. Sebagian besar diantaranya adalah guru yang berada di bawah SKPD Dinas Pendidikan yakni sejumlah 5.934 orang. Sementara total anggaran yang disiapkan untuk rapelan ini sekitar Rp 11,5 milyar. “Semoga dengan akan diterimakannya rapelan ini dapat semakin memacu kinerja dan disiplin PNS, “ pungkasnya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.20 0 komentar
Kategori: Berita
Stok Tamiflu Lamongan Cukup
Selain siapkan satu ruang khusus untuk isolasi bagi pasien suspect flu babi, Pemkab Lamongan juga masih punya stok tamiflu cukup. Di masing-masing 33 Puskesmas yang ada di Lamongan ada 100 tablet, sementara di gudang Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan masih ada stock 400 tablet lagi.
Tamiflu ini sebenarnya disiapkan untuk antisipasi pasien suspect flu burung sejak dua tahun lalu dari Departemen Kesehatan (Depkes). Namun seperti dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan pada Dinkes Lamongan Abdur Rivai, obat tamiflu ini bisa digunakan untuk sejumlah 135 varian influenza.
Dilanjutkannya, untuk virus influenza dengan kode H, obat ini bisa digunakan mulai varian H1 sampai H15. demikian pula bisa digunakan untuk varian N1 sampai N15. Dijelaskannya, stock tamiflu di Puskesmas adalah stock pengiriman tahap I lalu, sementara yang digudang Dinkes adalah pengiriman tahap II dan Depkes.
“Tamiflu ini bisa digunakan untuk penyembuhan berbagai varian influenza termasuk untuk virus-virus flu ganas seperti flu burung (H5N1) atau flu babi (H1N1) yang sekarang gencar diwartakan. Asal pasien suspect segera mendapat perawatan, tamiflu ini bisa efektif digunakan untuk menyembuhkan pasien yang suspect. Stock yang ada ini sangat mencukupi jika dibutuhkan. Karena untuk menyembuhkan satu pasien yang suspect hanya dibutuhkan sejumlah 10 tablet tamiflu, “ terang Rivai.
Sementara Kabag Humas dan Infokom Lamongan Aris Wibawa sampaikan masyarakat tidak perlu risau dan panik dengan pemberitaan seputar virus flu babi. Karena konsumsi hewan ini di Lamongan sangat tidak umum. Namun ini tidak berarti Pemkab mengendurkan kewaspadaan. “Satu ruang khusus untuk pasien suspect dan tamiflu masih cukup tersedia. Masyarakat juga diminta untuk jaga kesehatan di awal masa pergantian musim ini. Karena biasanya di masa pancaroba seperti ini daya tahan tubuh akan turun dan rentan terkena berbagai virus, “ ujar dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.19 0 komentar
Kategori: Berita
Senin, Mei 11, 2009
Jalan Poros Desa Tuntas Tahun 2009
Pada tahun 2009 ini jalan poros desa maupun jalan poros desa strategis harus sudah baik. Paling lama satu minggu ini data panjang jalan-jalan poros desa maupun poros strategis yang harus diperbaiki dalam tahun ini harus sudah tuntas, sehingga dapat dihitung anggarannya.
Hal itu disampaikan dihadapan 27 camat se Kabupaten Lamongan dalamrapat khusus yang membahas pembangunan jalan poros desa dan jalan poros strategis di ruang Sasana Nayaka, Senin,11 Mei 2009.
Diakui dari sekitar 852.474 kilometer jalan poros desa ada beberapa ruas jalan di kecamatan-kecamatan yang masih membutuhkan perhatian, sehingga di tahun 2009 ini Pemerintah Kabupaten Lamongan memiliki komitmen untuk menuntaskan pembangunannya. “Para Camat harus dapat memberikan data yang konkrit dan tepat jalan-jalan poros desa maupun jalan poros desa strategis di wilayahnya perlu dan mendapat prioritas untuk diperbaiki” kata Bupati Lamongan Masfuk, SH.
Secepatnya camat harus bisa memaparkan peta jalan poros di wilayahnya yang harus dibangun, letaknya di desa mana sampai desa mana, berapa panjangnya, kapan terakhir dibangun, kontruksinya harus cor atau aspal, semuanya harus detail dan tepat,tandas Bupati.
Sementara itu, Sekda Lamongan Fadeli, MM minta para Camat agar serius mengenai pembangunan jalan poros desa ini, pengawasan dalam perencanaan sampai dalam pengerjaannya harus selalu di kawal sehingga kualitas dari pembangunan jalan tersebut betul betul baik.
Mengenai anggaran, alokasi untuk pembangunan jalan poros desa, APBD Lamongan tahun 2009 ini di dianggarkan 10,4 miliar.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.39 0 komentar
Kategori: Berita
Sabtu, Mei 09, 2009
Penyaluran PKH Tahap I Tuntas
Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I tahun 2009 atau periode Maret di Lamongan telah tuntas disalurkan. Tahun ini program yang bertujuan untuk memotong siklus pemiskinan lewat pendidikan dan kesehatan ini mengalami peningkatan jumlah sasarn rumah tangga sangat miskin atau RTSM.
Seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Lamongan Soni Harsono melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, untuk tahun 2009 ini ada peningkatan RTSM sasaran penerima PKH. Yakni ditambah sejumlah 1803 RTSM di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Tikung (802 RTSM), Solokuro (345) dan Kecamatan Maduran (653). Sementara pada 2008 lalu program PKH di Lamongan meliputi 17 kecamatan dengan dana yang diserahkan mencapai Rp 36,6 milyar.
Berbeda dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga BBM, lanjut Aris, PKH ini ada syarat-syarat ketat yang harus dipenuhi RTSM penerimanya. Diantaranya mereka diharuskan mengikuti program peningkatan sumber daya manusia (SDM). Khususnya melalui jalur pendidikan dan kesehatan. “Karena itu penerima program ini adalah RTSM yang memiliki ibu hamil, balita dan atau anak yang bersekolah di tingkat SD hingga SLTP. Sehingga nama penerima yang tercatat adalah ibu rumah tangga, bukan kepala keluarga, “ terangnya.
Aris menambahkan, terkadang masyarakat sering mensalahartikan antara BLT dengan PKH. Seperti sasaran program ini yang ditujukan pada masyarakat golongan RTSM. Karena penggolongan masyarakat miskin (maskin) sendiri ada tiga, yakni rumah tangga miskin, rumah tangga miskin dan rumah tangga sangat miskin yang jadi sasaran PKH. “Meski telah memenuhi kriteria RTSM berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jika dalam evaluasi, anak dari penerimanya ketahuan sudah tidak bersekolah, nominal penerimaan program ini akan bisa dipotong. Karena ada operator yang memperbaharui data perhari langsung ke pusat. Program ini diserahkan melalui Kantor Pos langsung ke penerima tanpa banyak birokrasi,“ kata dia.
Pada tahap pertama lalu tercatat dana yang disalurkan mencapai Rp 11.080.345.000 untuk sejumlah 29.199 RTSM. Paling tinggi, peserta program ini akan menerima Rp 2,2 juta pertahun yakni yang memiliki ibu hamil, balita dan dua anak yang bersekolah. Sedang yang hanya memiliki seorang anak yang sekolah di tingkat SD menerima Rp 600 ribu pertahun yang diterimakan dalam tiga tahapan. Untuk tahap kedua yang direncanakan pada bulan Agustus dan Desember mendatang jumlah sasaran penerimanya akan terus dievaluasi. Sehingga peserta penerima pada setiap tahapan bisa berbeda. “Program PKH ini masih dalam tahap uji coba. Sehingga belum seluruh daerah di Indonesia menerima program yang direncanakan dievaluasi terus hingga 2015 mendatang, “ pungkas dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 19.23 0 komentar
Kategori: Berita
Kamis, Mei 07, 2009
296 PNS Diambil Sumpah
Bupati Lamongan Masfuk pada Kamis pagi (7/5) pimpin upacara pengambilan sumpah sejumlah 296 pegawai negeri sipil (PNS) formasi 2006 di Pendopo Lokatantra setempat. Termasuk mereka yang diambil sumpah itu adalah 15 orang Sekdes yang diangkat menjadi PNS.
Masfuk dalam kesempatan itu minta kepada mereka yang kini sudah diangkat menjadi PNS agar segera lakukan perbaikan diri. Terutama melakukan perubahan mindset, cara berpikir dan etos kerja pegawai. Tanpa melakukan perubahan mendasar tersebut, kata Masfuk, pegawai tidak akan bisa jalankan tugasnya dengan baik. Kebiasaan-kebiasaan lama seperti selalu grundel ketika mendapat perintah untuk lakukan suatu pekerjaan harus segera dihilangkan.
Dilanjutkannya, pemerintahan Kabupaten Lamongan bagaikan sebuah kapal besar yang sedang berlayar. Dan nahkodanya adalah kepala daerah tersebut. Menurutnya, jika mindset pegawai berbeda dengan nahkodanya, sinergitas di dalam kapal itu akan goyah. “Sebagai bagian dari kapal besar yang bernama Pemkab Lamongan itu, Anda harus bisa menjaga kewibawaan pemerintahan. Apalagi kini Anda sudah diangkat menjadi PNS. Sebuah status yang jadi dambaan banyak orang, “ kata dia.
Dia juga beri penekanan agar para PNS yang baru diambil sumpahnya itu agar bersungguh-sungguh dalam bekerja. Sementara kesungguhan itu hanya bisa diwujdkan ketika ada kecintaan. Terutama kecintaan pada profesi dan korps pegawai negeri. “Hanya dengan kecintaanlah yang akan bisa gerakkan segala daya upaya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, “ tutur dia dalam acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli itu.
Dari data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamongan, sesuai dengan dengan surat kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) tertanggal 5 September 2007 nomor K.26-30/V.132-3/99 tentang revisi formasi tenaga honorer tahun anggaran 2006, Pemkab Lamongan tidak mendapat formasi CPNS dari jalur umum. Hanya dari tenaga honorer.
Dari 296 PNS yang diambil sumpahnya di Pendopo Lokatantra itu terdiri dari 281 PNS jalur honorer dari 35 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan 15 orang lainnya adalah Sekdes PNS. Selain itu masih ada 601 orang PNS lainnya dari kalangam guru yang upacara pengambilan sumpahnya akan dilakukan Dinas Pendidikan Lamongan di waktu yang lain. Sehingga keseluruhan PNS yang diambil sumpahnya sebanyak 897 orang.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.02 0 komentar
Kategori: Berita
Selasa, Mei 05, 2009
Pejabat Eselon II Makassar Studi Lamongan

Sejumlah 22 orang pejabat eselon II dari Kota Makassar kemarin, Selasa (5/5) lakukan studi lapangan di Kabupaten Lamongan. Mereka adalah bagian dari 66 anggota Kelas D angkatan XXV Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Rombongan yang dipimpin Arifuddin Katta itu diterima Bupati Lamongan Masfuk dan Wakil Bupati Tsalits Fahami di Ruang Sasana Nayaka setempat.
Dikatkan Arifuddin Katta, selama dua hari lakukan studi lapangan di Kabupaten Lamongan, mereka akan lakukan wawancara dekriptif dengen Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat untuk kemudian dilakukan kajian dan diseminarkan dalam suatu temu karya.
“Kami adalah tim ketiga bagian dari 66 anggota Kelas D yang lakukan studi lapangan di Propinsi Jatim. Dua tim lainnya lakukan studi serupa di Kota Surabaya dan Kabupaten Mojokerto. Tema dalam Diklatpim ini adalah untuk membangun aparatur yang inovatif degan penekanan pada peningkatan program ketahanan pangan, “ terang dia.
Dari Keterangan Arifuddin, selain pejabat dari Pemkot Makassar, peserta Diklatpim tersebut juga terdiri dari pejabat di Depkumham, Pemkab Tanah Toraja, Pemkot Pare-pare, Pemprof Sulawesi Tengah, Pemkab Selayar dan Kejagung. Juga ada tiga orang pejabat dari Kabupaten Boven Digoel/Papua, Pemkab Flores, pejabat Depkes dan Pemkab Luwu Timur.
Sementara Masfuk dalam sambutannya menyambut baik kedatangan peserta suti lapangan Diklatpim tersebut. Dituturkannya, salah satu langkah inovatif dan keberhasilan di Lamongan adalah kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL). Pengunjung kawasan wisata di wilayah utara Lamongan ini dalam setahun bahkan melebihi total penduduk Lamongan, yakni sekitar 1,7 kunjungan setiap tahunnya. Bahkan modal yang ditanamkan sudah kembali dalam jangka waktu empat tahun,.
“Kalau merujuk teori, jika ingin bangun suatu kawasan wisata yang besar, harus bangun dulu infrastruktur penunjangnya terlebih dahulu. Seperti akses jalan yang memadai dan jembatan. Tapi saya tidak percaya teori ini, maka dibangunlah WBL yang sekarang menjadi magnet bagi investor lain untuk masuk ke Lamongan. Yang penting adalah motivasi dan inovasi. Tanpa ini, daerah seperti Lamongan yang dulunya hanya dianggap seperti tempat buang jin tidak akan pernah bisa maju dan berdiri sama tegak dengan daerah lain seperti sekarang, “ papar bupati asli Lamongan ini.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.06 0 komentar
Kategori: Berita
Senin, Mei 04, 2009
Siapkan Ruang Isolasi Flu Babi
Meski sangat kecil kemungkinan pandemi flu babi yang saat ini landa beberapa Negara di dunia akan muncul di Lamongan, tidak ada salahnya jika langkah persiapan dilakukan. Jika sampai ada warga Lamongan yang terinfeksi penyakit yeng berepisentrum di Mexico ini, RSD dr Soegiri setempat sudah siapkan satu ruang perawatan khusus untuk isolasi.
Meski bukan satu ruang khusus dengan peralatan lengkap dan canggih seperti milik rumah sakit pusat, ruang isolasi khusus bagi pasien flu babi ini setidaknya cukup memadai untuk analisis kondisi pasien. Hingga diketahui penyakit sebenarnya yang diderita, untuk kemudian dirujuk ke RSD dr Soetomo Surabaya.
“Hewan babi memang bukan hewan yang umum ada dan dikonsumsi masyarakat Lamongan yang hamper semuanya beragama Islam. Bahkan makanan olahan hewan yang diharamkan bagi muslim ini tidak ditemui di Lamongan. Namun tidak ada salahnya jika lakukan persiapan. Seperti halnya untuk kasus flu burung, RSD Soegiri juga telah siapkan ruang khusus untuk isolasi sementara bagi pasien suspect flu babi, “ terang Kabag Humas dan Infokom Lamongan Aris Wibawa, Senin (4/5).
Berbeda dengan flu burung yang belum bisa menular antar manusia, virus flu babi dengan kode H1N1 ini disebutkan bisa menular antar manusia. flu babi adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan virus influenza tipe A yang sering menyebabkan wabah influenza di babi. Setelah Mexico, penyakit ini mulai menyebar ke beberapa Negara seperti Amerika Serikat, Spanyol, Jepang dan terakhir di Hongkong.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.56 0 komentar
Kategori: Berita
Minggu, Mei 03, 2009
Hardiknas dan Sambut HJL , Gelar Tari Massal

Untuk yang kali pertama, Tari Boran yang telah menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Lamongan diperagakan secara kolosal dalam sebuah tarian masal. Sejumlah 440 orang penari yang terdiri dari pelajar SMP di Lamongan, Sabtu (2/5) peragakan tarian itu seusai Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di alun alun Kota Lamongan.
Dikatakan Kabag Humas dan Infokom Lamongan Aris Wibawa, jumlah penari itu memang sengaja digenapkan menjadi 440 orang pelajar. Sesuai dengan hari jadi Lamongan (HJL) tahun ini yang ke 440. “Tari ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan. Tari Boran dipilih dalam tarian masal ini karena tari boran selama ini telah menjadi semacam ikon budaya baru bagi Lamongan. Karena itu, meski petunjukan tarian ini tidak sampai 10 menit, hanya sekitar tujuh menitan, persiapannya sudah dilakukan sejak dua bulan lalu, “ ungkap Aris.
Tari Boran ini berhasil bawa harum nama Lamongan saat menjadi Juara Umum Parade Tari Nusantara 2007 lalu di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Serta kemudian berkesempatan tampil untuk sejumlah duta besar dari berbagai Negara waktu itu. Tarian ini menceritakan pergumulan hidup penjual nasi boran, makanan khas yang hanya ada di Kota Lamongan. Boran sendiri adalah sebuah wadah nasi yang terbuat dari anyaman bambu.
Sementara Wakil Bupati Lamongan Tsalits Fahami saat membacakan sambutan Mendiknas dalam upacara tersebut sampaikan saat ini kehidupan berubah denngan cepat. Kemajuan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (Ipteks), terutama perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menyebabkan persaingan antar bangsa yang ketat. Untuk menghadapi itu, lanjut dia, tiada hal lain yang harus dilakukan kecuali meningkatkan kemampuan, kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia melalui pendidikan untuk semua yang bermutu.
Dikatakannya, upaya peningkatan kemampuan anak bangsa dalam bidang sains telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Ini terbukti dengan semakin terus meningkatnya dari tahun ke tahun peserta didik yang telah berhasil meraih medali dalam berbagai olimpiade sains. Baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional, “ papar dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.25 1 komentar
Kategori: Berita
Jumat, Mei 01, 2009
Staf DPK Belajar Pembenihan Ke Thailand

Prasetya Wahyu Kusuma, staf Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Pemkab Lamongan terpilih menjadi duta Indonesia untuk belajar pembenihan ikan ke negeri gajah putih Thailand. Bersama Kadis Perikana Kelautan Mustakim Arif dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bambang Kustiono, Prasetya pamitan pada Bupati Masfuk di ruang kerjanya.
Kepada Prasetya, Masfuk berpesan selama tugas belajar di Thailand agar dia dapat serap semua ilmu yang diberikan. “Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jika sudah kembali ke Lamongan agar ilmu tersebut dapat diterapkan. Teruslah berinovasi dan lakukan langkah-langkah kreatif . Namun agar dijaga inovasi dan kreatifitas itu tetap berada di koridor tatanan pemerintahan, “ tuturnya.
Sementara dikonfirmasi seusai pertemuan itu, Mustakim Arif mengatakan selama belajar mulai 4 hingga 31 Mei mendatang di Songkhla Thailand semua biaya transportasi dan akomodasi ditangung oleh pemerintah Thailand. Ini adalah program dari Thailand International Development Cooperative Agency (TICA). “Namun dari Pak Bupati tadi tetap ada sekedar tali asih untuk Prasetya, “ terang dia.
Dikatakan Arif, tawaran belajar di Thailand sebelumnya datang dari Biro Kerjasama Luar Negeri Pemprop Jatim. Kemudian DPK kirimkan aplikasi dua orang staf untuk ikuti program belajar itu, yakni Prasetya dan Panca. Namun akhirnya yang lolos mewakili Jatim hanya Prasetya. “Kedua orang staf ini selain memang tekun dan kreatif, juga karena kemampuan Bahasa Inggris keduanya. Mereka jugalah yang menjadi guide saat Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan (nama lama DPK) mendatangkan konsultan perikanan dari Jerman, “ paparnya. Selain itu, lanjut dia, Prasetya ini juga yang menggagas budi daya ikan kakap putih di air tawar.
Menurut Prasetya yang lahir 17 Juni 1978 lalu di Lamongan itu, dia akan berangkat ke Thailand dari Jakarta pada Sabtu (2/5) mendatang. Untuk kemudian belajar mengenai pembenihan ikan bersirip atau fin fish atau training course on marine finfish hatchery selama sekitar tiga minggu di Coastal Fisheries and Development Bureau (CFDB) Department of Fisheries Thailand.
Prasetya sendiri adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Bambang Sulistyo dan Endang Ismiati. Lulusan Sekolah Tinggi Perikanan (STIP) Jakarta ini telah jadi PNS di DPK sejak 2006 lalu. Kedua saudaranya masing-masing Diana Dewi swandari dan Safrina Agung Wiyatasari.
Dipersembahkan oleh adam Pada 21.23 0 komentar
Kategori: Berita
Lomba Design Blog Sambut HJL
Komunitas Blogger, sebutan untuk pengemar blog, di Lamongan tahun ini mendapat wadah untuk salurkan hobinya. Menyambut Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 440 tahun ini, Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) buka kompetisi design blog untuk pelajar tingkat SLTP dan SLTA.
Lomba semacam ini baru kali ini digelar sambut HJL. Lomba design blog ini juga yang kali pertama digelar di Lamongan kerjasam dengan Telkom Lamongan. Panitia. Untuk menarik minat pelajar blogger, panitia telah siapkan sejumlah hadiah berupa hanphone plus pulsanya.
Kepala KPDE Lamongan Hurip Tjahjono melalui Kabag Humas dan Infokom sampaikan lomba design blog tersebut diharapkan akan jadi wadah aspirasi komunitas blogger di Lamongan. Sekaligus untuk menguji kreatifitas dan kemampuan IT (teknologi informasi) pelajar. “Saat ini blog bukan hanya mewabah di dunia, namun juga sudah mewabah di Lamongan. Bahkan beberapa pendidikan sudah mengajarkan design blog ini sebagai bagian dari praktek mata pelajaran IT, “ ungkapnya.
Semua proses dalam lomba ini dilakukan via jaringan maya. Mulai pendaftaran, penilaian hingga pengumuman pemenang dilakukan via email. “Tentu saja tema yang digunakan dalam lomba ini tetap berdasarkan semangat HJL. Yakni menggali potensi Kabupaten Lamongan. Dengan tema ini, diharapkan pelajar akan semakin paham dengan dan mencintai daerahnya sendiri yang kini telah berdiri sejajar dengan daerah lain. Pendaftaran dibuka hingga 16 Mei mendatang. Calon peserta dapat melihat semua persyaratannya di situs resmi Pemkab Lamongan, “ kata dia berpromosi.
Blog merupakan singkatan dari “web log” adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Halaman web ini memberi layanan akses terbuka untuk umum berupa jurnal perseorangan. Umumnya diperbaharui setiap hari, dan lebih sering mencerminkan diri penulisnya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 21.19 0 komentar
Kategori: Berita
Jelang Porprov, 180 Atlet Masuk TC
Komite Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Lamongan serius persiapkan atletnya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim II di Malang mendatang. Tidak kurang dari 180 atlet dari sejumlah 14 cabang olahraga (cabor) mulai mengikuti training center (TC/pemusatan latihan) sejak awal Mei ini.
Sekretaris I KONI Lamongan Aris Wibawa dalam keterangannya sampaikan jajaran pengurus KONI Lamongan bersama pengurus masing-masing cabor telah bertekad untuk perbaiki prestasi di ajang Porprov Jatim II yang dijadwalkan pada pertengahan Oktober nanti. Disampaikannya, tekad itu diwujudkan dengan keseriusan untuk lakukan seleksi dan pemusatan latihan atlet sejak jauh-jauh hari.
Namun sesuai penuturan Aris Wibawa, nantinya tidak semua ke-180 atlet tersebut tidak akan secara otomais diloloskan jadi atlet Porprov. “Semuanya nanti masih tergantung hasil TC. Karena TC ini sekaligus sebagai seleksi lanjut bagi atlet. Hanya yang terbaiklah yang akan mewakili Lamongan di Kota Malang nanti. Baru pada sekitar akhir Juli mendatang dapat diketahui siapa yang terbaik dan layak masuk pasukan Porprov. Yang pasti KONI Lamongan bertekad untuk raih prestasi lebih baik, “ kata dia, Jum’at (1/5) di ruang kerjanya.
“Saya kira beberapa cabor bisa menjadi andalan Lamongan untuk dulang medali. Seperti tennis lapangan yang ada Dwi Ariani disana. Di Porprov lalu, hanya cederalah yang menghalangi Dwi Ariani meraih medali emas untuk Lamongan. Sementara cabor lain seperti panjat tebing, pencak silat dan gulat beberapa waktu belakangan terus menunjukkan peningkatan prestasi, “ tegas dia.
Dari sejumlah 14 cabor tersebut, drum band mengikutsertakan atlet terbesar dalam TC, yakni sebanyak 30 atlet. Sementara tennis lapangan hanya lakukan TC untuk satu orang atletnya, yakni Dwi Ariani. Beberapa cabor yang lakukan TC tersebut adalah atletik, pencak silat, sepak takraw, bulu tangkis dan bola voli. Juga bola basket, gulat, catur, panahan, sepak bola, panjat tebing serta tenis meja. Porprov kali ini mempertandingkan 15 cabor. Sementara pada Porprov I hanya mempertandingkan 10 cabor.
Dipersembahkan oleh adam Pada 21.17 0 komentar
Kategori: Berita






