Sabtu, Januari 31, 2009

Permen ‘’Black Campaign’’ Segera Tuntas


Banyaknya black campaign pada pemilihan, baik Pilkada maupun Pemilu sebelumnya, membuat pemerintah bersikap. Untuk mengantisipasi maraknya praktek melalui media elektronik, yang bisa mencoreng nama baik caleg dan parpol pada pemilu 2009 mendatang, Menteri Komunikasi dan Informatika membuat peraturan. Permen ini segera tuntas.
Ini terungkap dari pernyataan Menkoinfo H. Mohammad Nuh, usai menghadiri puncak peringatan Harlah NU-83 Tahun 2009 yang dipusatkan di Lampus Hijau Universitas Islam Lamongan (Unisla), Sabtu (31/1).
Disinggung soal penertiban kampanye via media elektronik, Menkoinfo H M. Nuh mengungkapkan, pihaknya sedang membahas Permen. Bahkan peraturan ini msih dalam tahap konsultasi antara Menkoinfo dengan pihak partai politik. ‘’Sebentar lagi akan tuntas,’’ katanya.
Disinggung soal batasan tindakan yang melanggar Permen yang hampir tuntas ini, menurutnya, semua tindakan yang merugikan pihak lain. Sehingga semua pihak, dalam hal ini Parpol maupun para caleg, bisa melapor ke Panwas bila merasa dirugikan atas kampanye maupun black campaign yang dilakukan pihak lain.


Soal kemungkinan adanya kampanye maupun black campaign via internet, ia minta jangan merisaukan. Pasalnya, bila terjadi hal yang demikian, bisa dilacak siapa pelakunya. ‘’Itu nanti bisa dilacak,’’ kata dia.
Ditegaskan, parpol mempunyai kendali untuk meredam black campaign. Parpol, kata dia, memegang peranan penting dalam mengendalikannya. ‘’Itu dikembalikan kepada parpol,’’ lanjutnya.

Belajar dari Jarum yang Hilang :

Ada kalanya yang besar itu maknanya kecil, itu adalah kebodohan dalam kemubadziran. Ada kalanya juga yang kecil itu bermakna besar, itu adalah kecerdasan dalam kesyukuran. Sementara ada yang kecil tapi
maknanya kecil dan yang besar maknanya besar, adalah suatu kelaziman. Demikian penggalan kalimat pembuka sambutan Menkoinfo H. M. Nuh dalam puncak acara Harlah NU-83 di lapangan Kampus Hijau Unisla.
'’Bagi kita, NU yang besar ini, kita menginginkan besarnya NU juga memiliki makna yang besar. Itu namanya kecerdasan dan kekuatan dalam
kesyukuran Insya Allah ini bisa dilakukan. Tapi seandainya kita belum pandai menunjukkan secara cerdas keindahan NU, maka akan sulit orang
lain untuk tertarik dengan NU. Bahkan keluarga besar NU sendiri akan enggan dan lari dari rumah besar NU ini,’’ katanya.
Dihadapan ribuan ummat yang hadir dan dengan metamorfasenya yang cerdas, mantan rektor ITS Surabaya ini minta agar belajar mencari jarum yang jatuh ke dalam rumah. Bila diketahui jarum itu jatuh ke dalam kamar yang gelap gulita, jangan mencarinya di ruang tamu meski dalam keadaan terang. Sebab bisa dipastikan, meski di dalam ruang yeng terang benderang, dipastikan jarum yang jatuh itu tidak akan ketemu.
Ia menghimbau untuk mencari jarum yang jatuh itu di dalam ruangan yang gelap. Agar bisa menemukanjarum di suasana yang gelap, maka dibutuhkan pencerahan. ‘’Jadi dibutuhkan pencerahan pada suasana yang gelap tersebut,’’ katanya.
Menkoinfo ini juga memberi pelajaran soal politik. Menurutnya, politik itu hidup karena adanya perbedaan-perbedaan (yang bisa mengarah pada perpecahan). Lebih dari itu, ia menyatakan, tanpa perpecahan, maka hidup tidak cerdas, sehingga diciptakan perbedaan-perbedaan. ‘’Kian perpecahan dan perselisihan, kian dinamis,’’ ungkapnya.
Organisasi NU, lanjut dia, tidak boleh mendekat kepada organisasi politik, sebab NU merupakan organisasi keagamaan. Desain NU, bukan untuk membawa kuat-kuat, tapi untuk nilai-nilai kemanusiaan. ‘’Orang bertubuh besar itu bukan berarti lebih mulia dari orang bertubuh kecil. Nilai kemanusiaannya inilah yang menentukannya,’’ katanya.
Lebih jauh ia mengingatkan, agar organisasi keagamaan ini dijadikan ouer atau pemilik dan jangan dijadikan sebagai pegawai. Pemilik, kata dia, tidak perlu bekerja, tapi pemasukannya terus mengalir untuk kesejahteraan oranya. Apapun yang dikerjakan, akan dapat hasil, meski ada kelas-kelasnya.
Kalau sebagai pemilik, tutur dia, siapa pun yang merebut, akan menang. ‘’Dari konsep kepemilikan ini, menjadi konsep pemanfaatan,’’ katanya.
Konsep ini disampaikan H. M. Nuh, karena menurutnya, keanekaragaman semakin berat. Ia juga menyampaikan konsep kemandirian. Inti dari kemandirian, kata dia, bebas dan terhindar dari virus meminta-minta. Setidaknya, ini yang diharapkan kepada organisasi NU. ‘’Bila ditangani secara cantik, maka banyak yang berbondong-bondong untuk membesarkan NU,’’ katanya.

Meriah :

Sementara puncak acara peringatan harlah NU – 83 Lamongan bisa dibilang sangata meriah. Sebab, selain dihadiri ribuan umat, acara yang dipusatkan di Kampus Hijau Universitas Islam Lamongan (Unislah)ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan group drum band dan bela diri Pagar Nusa serta group musik Ishari.
Guyuran gerimis tidak menghalangi semangat kemeriahan Harlah NU. Meski kota ini berselimut mendung dan guyuran hujan, 15 group drum band Ma’arif, tetap diberangkatkan, sekitar pukul 08.30.
Pemberangkatan group drum bend ini oleh Ketua PC LP Ma’arif Lamongan, Imam Ghazali di depan kantor setempat, di Jl. Lamongrejo. Melintas did epan Pendopo Lokatantra, mereka menuju Kampus Hijau Unisla, tempat terselenggaranya puncak acara Harlah NU 83 di Lamongan.
Atraksi group drumband ini menyita perhatian warga kota setempat. Terlebih, diantara iring-iringan group musik ini, terdapat satu group bela diri Pagar Nusa yang tengah melakukan atraksi sepanjang perjalanan ke kampus. Antusiasme warga ini terlihat, mereka rela kegerimisan, demi untuk menyaksikan kemeriahan sajian peringatan harlah NU ini.
Disamping H. M. Nuh, hadir pada ajcara tersebut yakni Wakil Rois Syriah PWNU Jatim KH Nurudin Arrahman Ketua DPW NU Jatim KH Mutawakil Alallah, Wakil Bupati Lamongan H. Tsalits Fahami, Rois Syuriah PCNU Lamongan KH Suudi Karsim dan
Ketua Tanfidziah KH Abdullah Ma'un, Rektor Unisla Achmad Mudlor.
Pada acara ini Menkoinfo H. M. Nuh juga melakukan launching dan penandatanganan smart school dan smart campus, broadband learning
center dan Anjungan Internet Telkom (AIT) kerjasama dengan PT Telkom.
Dengan fasilitas smart campus, mahasiswa Unisla bisa mengakses informasi seputar perkuliahan seperti nilai dan jadwal perkuliahan via
handphone. Sementara dengan AIT, mahasiswa bisa memanfaatkannya untuk melakukan aktifitas internet banking. Unisla sendiri mendapat delapan
unit alat sejenis. Sedangkan smart school adalah wahana untuk menata database lembaga pendidikan dibawah LP Ma'arif.
Menyingung database ini, H. M Nuh juga sempat
menyampaikan kritiknya. Database, katanya, kelemahan NU. Jika ada yang bertanya berapa jumlah lembaga pendidikan NU, maka jawabannya adalah
sebuah pertanyaan. ‘’Seperti berapa jumlah seluruh lembaga pendidikan di Indonesia. Setelah dikurangi lembaga pendidikan milik Muhammadiyah, maka baru akan ketemu berapa (lembaga pendidikan) punya NU, " kata dia.

Selengkapnya......

Kamis, Januari 29, 2009

Pameran Harlah NU-83 di Lamongan


Sambut Harlah NU ke 83 Tahun 2009 di Lamongan, panitia menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya gelar pameran pendidikan dan ilmu teknologi (IT) di Kampus Hijau Universitas Islam Lamongan (Unisla). Bagaimana pameran ini ?
Disela sela – jam kulia, para mahasiswa setempat, menyempatkan diri untuk mengunjungi stan pameran yang baru dibuka, kemarin pagi. Bukan hanya insan kampus, masyarakat umum juga tampak menyaksikan pameran ini. Pameran yang akan ditutup pada 31/1 ini memamerkan berbagai produk teknologi PT Telkom, mahasiswa setempat dan lembaga dibawa naungan LP Ma’arif Lamongan.
Dipamerkan produk Telkom, flexy, speedy, juga promo produk Acer, Toshiba, dll. Sedangkan dari Unisla sendiri menampilkan hasil karya Fakultas Pertanian, Teknik, TI, dan Fakultas Kebidanan Unisla. Panitia juga menampilkan hasil karya SMK NU. ‘’Kami sengaja menampilkan hasil karya para siswa, agar masyarakat luas tahu,’’ kata Imam Ghazali, ketua panitia, saat mengunjungi stan tersebut.
Untuk memperkaya bacaan, panitia juga menyuguhkan buku pelajaran dan buku umum dari penerbit. Tampak buku tentang NU dan politik mendominasi di pameran buku. ‘’Saya yakin buku-buku ini banyak diminati,’’ kata H. Agus Salim, saat mengunjungi stan buku umum.
Menariknya, pameran ini juga memamerkan uji coba ternak ikan Sili, suatu ikan yang paling banyak dicari karena rasanya tiada dua. Dibilang menarik, karena bisa dibilang belum ada yang membudidayakan ikan yang juga sebagai unsur menu utama Nasi Boranan, makanan khas Lamongan. ‘’Kami baru mencoba, barang kali bisa dibudidayakan,’’ kata salah satu mahasiswa Fakultas Perikanan saat menjaga stan ini.
Disamping itu, panitia Harlah NU-83 di Lamongan juga menggelar berbagai kegiatan, termasuk pengobatan missal, khitanan massal, jalan sehat, thlil dan istighotsah, pagelar seni dan hadrah oleh ISHARI Lamongan.
Puncak acara dipusatkan di Kampus Unisla, pada Tanggal 31/1 pagi sampai selesai. Puncak acara serangkaian peringatan Harlah NU-83 di Lamongan ini akan dihadiri Menkominfo RI H. Moh. Nuh dan cerama agama oleh Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi. ‘’Kalau Pak Nuh sudah dipastikan hadir,’’ kata Imam Ghozali

Selengkapnya......

Jembatan Rp 25, 8 Miliar Diresmikan


Setelah memakan waktu sekitar 3iga tahun, pembangunan Jembatan Laren, yang menghabiskan dana hingga Rp 25, 8 miliar akhirnya tuntas. Peresmian jembatan yang melintang di atas bengawan Solo ini diresmikan diresmikan Bupati Lamongan Masfuk, Rabu (28/1).
Turut hadir dalam peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita
oleh Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Endang Rijanti Masfuk itu,
Kepala Dinas PU Bina Marga Propinsi Jatim Supaad, Wakil Bupati Tsalits
Fahami, Ketua DPRD Makin Abbas bersama Muspida Lamongan dan Sekkab
Fadeli.
Masfuk pada kesempatan tersebut juga menyampaikan, dalam waktu satu
minggu mendatang akan dilakukan pencanangan pembangunan Jembatan
Sedayulawas. "Kalau saya umpamakan, Bengawan Solo bagai membelah
Lamongan menjadi dua pulau. Sehingga keberadaan jembatan seperti
Jembatan Laren ini menjadi begitu penting. Dengan adanya jembatan ini,
ekonomi antara Lamongan bagian utara dan Selatan akan semakin hidup.
Selain untuk mobilisasi orang dan barang, jembatan ini akan semakin
mempercepat mobilisasi perekonomian Lamongan, " kata dia.
Dia juga berharap banyak dengan adanya jembatan yang dibangun dengan
konstruksi rangka baja ini. Menurut perhitungannya, keberadaan
jembatan ini nantinya akan "mbandang" (jawa : berefek pada sektor
lain). Karena selain jembatan, infrastruktur lain juga akan dibangun.
"Seperti jalan Pucuk-Sekaran nantinya akan dibangun dengan konstruksi
hot mix, sehingga akan berimbas pada sektor lain seperti peningkatan
kesejahteraan dan pengurangan angka kemiskinan, " katanya
mencontohkan.
"Bukan hal yang mudah untuk mewujudkan pembangunan Jembatan Laren
ini, " sambung dia. "Karena, daerah lain di Indonesia banyak yang
antri mendapatkan dana dari pusat untuk membangun jembatan semacam
ini. Harus pake jurus mabuk sehingga jembatan ini bisa terwujud.
Karena itu saya minta masyarakat benar-benar memanfaatkan dan jaga
jembatan ini. Belasan bahkan puluhan tahun mendatang jembatan ini akan
tetap ada untuk memberi manfaat bagi masyarakat Lamongan, " tutur dia.
Sementara Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan R Yulianto dalam
laporannya meyampaikan, dana Rp 14, 2 miliar dari APBD Lamongan
digunakan untuk pembangunan pondasi bagian bawah. Sementara dana Rp
11, 5 miliar dari APBN digunakan untuk pembangunan bagian atas dan
rangka jembatan. "Jembatan yang sekarang menggunakan rangka baja
dengan kondisi tiang pancang, " kata dia.
Ditambahkan Yuli, Jembatan Laren yang lama dibangun pada 1988 dan
diresmikan Bupati Jatim waktu itu Wahono. "Jembatan sebelumnya masih
bisa disebut jembatan semi permanen karena merupakan jembatan kayu
dengan konstruksi jembatan bally. Kendaraan yang lewatpun harus
bergantian karena hanya cukup untuk satu jalur kendaraan. Bahkan
ketika belum ada Jembatan Laren, masyarakat yang ingin ke maupun
keluar Kecamatan Paciran dan sekitarnya harus memutar lewat Kabupaten
Gresik dan Tuban. Sekarang dengan lebar efektif mencapai 6 meter,
jembatan ini bisa dilalui dua jalur kendaraan" urai dia.

Selengkapnya......

Selasa, Januari 27, 2009

Phyton Liar Berkeliaran, Warga Ketakutan


Warga kota Lamongan gempar. Sebab mereka dikejutkan dengan munculnya ular liar dengan panjang 4,2 meter dan sebesar kaki orang dewasa, di kampung mereka, Selasa (27/1) dini hari. Warga setempat menyebutnya sebagai ular Phyton atau Sanchay.
Ular ini diamankan Eko Agus Cahyono, warga Jl. Suwoko, yang terlibat dalam penagkapan salah satu jenis binatang buas ini. Binatang yang bersisik halus ini kini diamnkan di box terbuat dari teriplek, dan menjadi tontonan warga.
Keterangan warga setempat, munculnya ular dengan panjang 4,2 meter ini pertama kali diketahui oleh seorang pedagang nasi goreng keliling. Ia kaget saat mendorong gerobaknya, tiba-tiba dihadang oleh ular yang besarnya tidak pernah ia jumpai. Awalnya, ia menyangka, apa yang ada di depannya ini sebagai binatang jadi-jadian.
Bagaimana tidak, sekitar pukul 01.00, ular itu tiba-tiba membentang dengan kepala di sebelah timur, menghabisi jalan Jl Suwoko. Terlebih, kejadiannya pada saat hari menunjukan bergeser dari tanggal 26 Januari Tahun Baru Imlek 2560.
Setelah ditunggu beberapa saat, ternyata binatang tersebut belum juga hilang dari pandangan. ‘’Dari situ baru mempercayai ini memang binatang pada umumnya,’’ kata warga setempat.
Masyarakat kian mempercayai binatang ini sebagai binatang biasa, setelah melihat keganasannya. Meski bergerak jalan, tapi lidanya selalu menjalar. ‘’Ya sangat menakutkan,’’ katanya.
Takut mencelakakan pengguna jalan, warga terpaksa menjaganya. Sebab, tidak ada yang berani mengatasi binatang tersebut. Setelah Eko Agus Cahyono, salah satu warga sekitar datang, baru ular itu berhasil ditangkap. Ini pun harus kerja sama, Eko bagian kepala, dan warga lainnya membantu di bagian badan dan ekor.
Ular ini kemudian di amankan di sebuah box terbuat dari triplek, dengan mulut dilakban. Kini ular ini masih diamankan Eko di halaman rumah dan menjadi tontonan warga. ‘’Kami juga bingung, mau diamankan di mana ular sebesar ini. Katanya Pemkab menginginkan, tapi belum ada perwakilannya ke sini,’’ kata Eko.
Menjadi pertanyaan warga, selam ini tidk ada tanda-tanda keberadaan ular tersebut. Terlebih, menurut pandangan warga setempat, sebelumnya belum ada ular sebesar itu di kota Lamongan. ''Masak di tengah kota ada binatang ular sebsar itu. Selama ini keberadaan binatang itu dimana,'' tanya warga lain yang dijawab sama-sama tidak tahunya.
Rosidi, warga setempat, menduga ular itu berasal dari jublang di belakang rumahnya. Bukan hanya ular yang ada di jublang yang hampir tidak pernah dijamah orang ini. Binatang ukuran besar juga sering muncul di joblang yang tidak pernah kering, meski pada musim kemarau ini.
Utamanya, pada musim hujan, ikan lele sebesar bayi dan Kura-Kura, juga keluar. ‘’Bisa jadi ular tersebut kelaparan sehingga muncul untuk mencari makanan,’’ kata Rosidi menduga.

Selengkapnya......

Pungli Tunjangan Guru Bantu Guncang Dinas Pendidikan Lamongan

Lagi-lagi Dinas Pendidikan Lamongan diguncang isu pungutan liar (pungli). Kali ini Kali ini, tunjangan fungsional 135 guru bantu SD-TK setempat diduga dipungli. Tragisnya, potongan ini hampir 50 persen.
Beberapa guru SD yang baru saja menerima tunjangan sangat menyesal. Bagaimana tidak, tunjangan yang seharusnya diterima utuh Rp 1,4, tapi ternyata dipotong sebesar Rp 450 ribu. ‘’Padahal uang sebesar ini sangat berharga bagi kami. Benar, karena dalam sebulan, kami tidak pernah mendapat gaji sebesar ini,’’ kata guru tersebut, kemarin.
Guru lain mengungkapkan, pada tahun 2008, sebanyak 135 guru Bantu SD-TK di Lamongan mendapat tunjangan Rp 1,4 juta setahun atau sekitar 116 ribu perbulan. Jumlah tersebut terdiri 106 Guru Bantu SD dan Guru Bantu TK sebanyak 29 orang.
Hanya, tunjangan ini diterimakan pada akhir tahun, dan di Lamongan baru terealisasi pada Kamis – Jumat pekan lalu. Sesuai aturan, tunjangan dari Pemprop Jatim ini cair melalui BRI.
Setelah tunjangan Rp 1,4 ini sudah berada di genggaman para guru, tiba-tiba dipotong Rp 450 ribu perguru. Pemotongan ini dilakukan oleh masing-masing petugas Unit Pelaksana Teknis Dinas (sebelumnya Kantor Cabang Dinas) Pendidikan Lamongan. Hasil pemotongan Rp 400 ribu diperuntukan Dinas Pendidikan Lamongan dan Rp 50 ribu untuk UPTD.
Mendapat musibah pungli, para guru yang berpenghasilan pas-pasan dari kinerjanya ini, tidak bisa mengelak. Pasalnya, bila menolak dipotong, mereka akan mendapat masalah dikemudian hari. ‘’Dari pada mendapat masalah di kemudian hari, terpaksa membiarkannya,’’ kata guru lainnya.
Ketua TU Dinas Pendidikan Lamongan, Miftahul Arifin, saat dikonfirmasi membantah adanya pungli yang menggoncang instansinya ini. ‘’Sejauh ini kami belum menerima laporannya dan memeng tidak ada,’’ katanya.

Selengkapnya......

Nahdliyin Lamongan Inginkan Bupati NU


Warga nahdliyin Kabupaten Lamongan, tampaknya menginginkan bupati dan –wakil bupati pada Pilkada 2010 dari kelompoknya sendiri dan putra daerah. Ini terungkap dari hasil survey Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) setempat. Hasil survey ini dilounching di kantor PCNU setempat, kemarin.
Ketua PC ISNU Lamongan Afif Hasbullah mengungkapkan, survey yang menghabiskan dana puluhan juta ini dimulai Desember lalu, kepada 540 responden. Mereka terdiri dari pengurus cabang NU, pengurus MWC. Juga pengurus badan otonom (banom) NU yakni IPNU, IPPNU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat tingkat PAC, pengurus Pondok pesantren serta warga NU secara umum.
Dari jumlah responden ini, katanya, sebanyak 405 responden yang mengembalikan quisioner dan 2 orang tidak bersedia memberi jawaban.
Responden yang masuk ini, kata Afif yang juga Rektor Unisda ini, secara umum responden menghendaki calon bupati dan wakil bupati dari warga NU. Ini terlihat, untuk posisi ini mengumpulkan 96,61 persen dan putra daerah mengunmpulkan 93,82 persen. ‘’Ini berarti warga nahdliyin memiliki espektasi yang tinggi terhadap adanya calon bupati dan wakil bupati yang berasal dari NU,’’ katanya.
Responden juga menghendaki NU secara organisatoris terlibat dalam melahirkan calon bupati, yakini 81,27 persen. Dan, hanya 6,97 persen yang tidak menghendaki. Para responden juga tidak menghendaki para kiai terlibat dalam politik praktis (pilkada) sebanyak 65,94 persen.
Dilihat dari kreteria calon bupati (dan wakil bupati), lanjut dia, responden menghendaki calon yang berwawasan agama-nasionalis sebanyak 71,51 persen, nasionalis 1,79 persen dan marhainisme 0 persen.
Tingkat partisipasi responden untuk menggunakan hak suaranya pada Pilkada Lamongan 2010 juga tergolong tinggi, yakni 92,23 persen. ‘’Hanya 0,60 persen yang tidak akan memberikan suaranyan karena beberapa alasan,’’ katanya.
Acara ini juga dihadiri Rois Suriyah PCNU KH Suudi Karim, Ketua PC NU KH Abdullah Maun, Wakil ketua H. Imam Trisno Edy, Sekretaris H. Hanafi Abbas.
Dalam sambutannya, KH Abdullah Maun mengungkapkan, survey tersebut merupakan bagian awal persembahan ISNU terhdap NU. Sehingga masih banyak lain yang harus dikerjakan oleh ISNU terhadap NU. Menyinggung hasil survey ISNU Lamongan, Kiai Maun secara tersirat mengingatkan, bahwa dalam membuat kebijakan tidak selamanya mendasarkan hasil survey. ‘’Kebijakan publik ini tidak harus tergantung hasil survey akademisi,’’ katanya.

Selengkapnya......

Senin, Januari 26, 2009

Wabup Pertama di Indobnesia Tutup Usia

Mantan wakil bupati pertama di iandonesia, H. Soetarto berpulang diusianya yang ke 61 tahun. Almarhum menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 13.30, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Graha Amarta, Senin (26/1). Almarhum meninggalkan seorang istri, Hj. Sri Wahyuni dan empat anak Wawan, Winda, Johan dan Puput.
Kawasan jl. Kusuma Bangsa, tampak dipadati pelayat. Mereka hadir ke tempat kediaman dan disemayamkannya jenaza H. Soetarto. Mereka datang untuk mengantar kepergian H. Tarto, demikian sapaan almrhum, untuk selamanya.
Hadir pada belasungkawa itu Bupati Lamongan H. Masfuk, Wabup Tsalits Fahami, Sekda H. Fadeli beserta Muspida dan beberapa pejabat Pemkab Lamongan, baik aktif maupun non aktif, serta tokoh masyarakat lainnya. Termasuk mantan bupati H. Mohammad Faried, mantan Sekda H. Ena Soemarna, dan beberapa tokoh lain termasuk dari kalangan parpol.
Di jajaran kiai hadir Rais uriyah PC NU Lamongan KH Suudi Karim, Ketua PC NU setempat KH Abdullah Maun, KH. Ilyas Mawardi, KH Masud Almujnar, KH. Abdus Salam, KH. Abdul Majid dan sejumlah kiai lainnya.
Alamrhum di kebumikan di Dusun Sekarputih, Desa Rancangkencono, Kecamatan Lamongan, yang juga dusun tempat kelahirannya. Sesuai pesan almarhum, KH. Ilyas Mawardi ditunjuk untuk mentalkinkan almarhum.
Bupati H. Masfuk saat diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan di masjid Dusun Sekarputih, terkesan sangat terharu. Bahkan pembicaraannya sempat terhenti, karena tidak kuasa menahan tetesan air mata melihat mantan teman dan rivalnya ini pergi untuk selamanya. Maklum, semasa hidupnya, almarhum pernah menjadi wakil bupati mendampingi bupati Masfuk selama satu periode. Dan, ia tecatat sebagai wakil bupati pertama di Indonesia. Disisi lain, almarhum H Tarto juga pernah duet dengan cabup Taufiqurrahman Saleh dan pasangan lain, berebut menjadi bupati – wakil bupati Lamongan dengan pasangan H. Masfuk- H. Tsalits Fahami.
Bupati Masfuk mengucapkan banyak terima kasih. Almarhum yang juga mantan PNS ini, pernah duet bersamanya memimpin Lamaongan selama lima tahun. ’’kami merasakan suka dan dukanya. Kami sering lebur hingga larut malam memecahkan persoalan yang ada. Semoga almarhum mendapat pengampunan dari-Nya,’’ demikian salam terakhir bupati Masfuk pada almrhum.
Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat dirawat di Rumah Sakit Graha Amarta Surabaya sekitar dua pekan. Karena sakit hipatitisnya yang kian parah, sehingga jiwanya tidak tertolong.
Keluarga dekat almarhum mengungkapkan, sebelum dirawat di Rumah Sakit Graha Amarta,, almarhum menjalani pengobatan alternatif di Semarang. Berkat pengobatan ini, penyakit almarhum terlihat sembuh.
ketika sembuh, almarhum tampaknya menghiraukan penyakitnya. Ia menjalani aktivitasnya, layaknya orang sehat. Ini karena, jiwa almarhum yang tidak mau diam. Puncaknya, saat musim ziarah haji, diduga karena kecapean, penyakit almrhum kambuh lagi. ’’Karena selalu anjang sana, sehingga capek,’’ katanya.
Setelah kambuh, pihak pengobatan alternatif di Semarang, tempat almarhum menjalani pengibatan sebelumnya, tidak bertanggung jawab. Karena itu, almarhum diminta pulang. Saat pulang, almarhum menjalani pengobatan di RS Muhammadiyah Lamongan, kemudian dirujuk di Rumah Sakit Graha Amarta. ’’Akhirnya di rumah sakit ini, almarhum bapak meninggal,’’ kata keluarga dekat Almarhum.
Semasa hidpnya, almarhum yang juga anak kandung pasangan almrhum H. Radi Astrodiharjo – Hj. Siti Rohaya, akrab dengan masyarakat. Almarhum yang pensiunan PNS, setelah tidak menjabat wabup, akrab dengan bawahan, baik saat menjabat maupun sudah pensiun. ’’Orangnya sangat baik,’’ kata salah satu warga Sekarputih saat pemakaman almarhum, kemarin.

Selengkapnya......

Curi Mobil, Kakinya Dilobangi


Kerja cepat ditunjukan jajaran Polres Lamongan. Terbukti, baru berselang sekitar 16 jam setelah kejadian pencurian mobil, mereka berhasil membekuk tersangka, Choirul Anam (34). Warga Dusun Glugu, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan ini, meringkuk di Rumah Tahanan Polres Lamongan setelah dilumpuhkan dengan timah panas saat penangkapan di tengah hutan Kemlagi, Jombang, Minggu (25/1).
Tersangka pencurian mobil milik Oni Sujatmiko (26),anggota Polri, Jl Kinameng -39, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan kota ini diamankan di Mapolres setmpat, dalam keadaan lumpuh, karena mengalami luka tembak pada kaki kanannya. ‘’Kini tersangka dan barang bukti sudah kami amankan,’’ kata Kasatreskruim Polres Lamongan, AKP Sutopo, Senin (26/1)
Awalanya, Sabtu (24/1) saat lamaran ke rumah tunangannya, Oni memarkir kendaraan Xenia Nopol B-1743-VJ di disamping Kantor Keluraham Sidokumpul. Saat acara tunangan usai, sekitar pukul 11.00, lelaki ini terkejut. Bagaimana tidak mobil yang ia pinjam dari salah satu showroom milik Herry di Jl Jaksa Agung Suprapto, kota Lamongan, ternyata tidak ada ditempat.
Dicari kesana kemari, kendaraan warna silver ini juga belum diketemukan. Menyadari kendaraannya hilang, ia lapor ke Polres.
Dapat laporan, polisi bertindak cepat. Dalam penyelidikan selanjutnya diketahui, mobil yang mereka cari lari ke arah selatan. Aparat kepolisian di Lamongan melakukan koordinasi dengan Polres lain, untuk menutup jalan.
Belum lebih 24 jam setelah kejadian, tepatnya Ahad dini hari sekitar pukul 03.00, polisi berhasil menangkap tersangka, Choirul Anam. Meski sudah berganti plat Nopol, polisi mencurigai mobil warna silver yang melintas di tengah hutan Kemlagi, masuk wilayah Jombang. ‘’Tersangka berhasil tertangkap berkat operasi gabungan,’’ kata AKP Sutopo.
Akhirnya terungkap, Choirul Anam merupakan karyawan dan juga orang kepercayaan Herry, pemilik Showroom tersebut. Dari balik celana tersangka, polisi berhasil menyita empat duplikat kunci mobil.
Hasil penyelidikan juga mengungkapkan, semua mobil yang kuncinya sudah dalam genggaman tersangka ini milik para pemilik showroom di kota Lamongan. ‘’Saat jalan-jalan ia (tersnagka) melihat mobil juragannya ada di TKP, langsung ia bawa kabur,’’ katanya.
Atas kasus ini, tersanka terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun. ‘’Sementara masih terungkap pencurinya baru seorang dan Ia baru melakukan sekali ini,’’ kata Kasatreskrim Sutopo yang berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus ini.

Penggelapan

Tertangkapnya Choirul Anam (34) warga Dusun Glugu, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan ini, membuat Marwanto Budi (45) warga Jl. Andansari – Rt 02/05 – 49, Kelurahan Sukorejo, lapor ke Polres setempat, Minggu (26/1). Pasalnya kendaraan Avanza miliknya dibawa kabur tersangka yang kini menjadi penghuni Rumah Tahanan Polres setempat ini.
kejadiaan ini berawal saat tersangka Choirul Anam datang ke rumah korban, yang juga pemilik showroom ini, Minggu (18/1). Tersangka bermaskud pinjam mobil Avanza selama empat hari atau dikembalikan pada tanggal Kamis 22/1.
Tapi sampai batas yang ditentukan, tersangka belum juga mengembalikan mobil Nopol S-594-J warna hitam ini. Tak lama menunggu, korban mendengar kabar tersanka Choirul Anam tertangkap polisi.
Korban terkejut, karena mobil Kijang Tahun 2005 diperkirakan senilai Rp 120 juta ini belum ditangannya. ‘’Korban kemudian lapor ke Polres,’’ kata salah satu sumber di Mapolres Lamongan, kemarin.
Kastareskrim Polres Lamongan AKP Sutopo saat didesak lebih lanjut mengaku, pihaknya berjanji akan memproses kasus ini, meski saat ini tersangka juga menjadi tersangka pencurian mobil. ‘’Nanti berkasanya dibedakan (kasus pencurian mobil dan penggelapan. Ini dua kasus tapi tersangkanya satu orang,’’ kata dia.

Selengkapnya......

Diduga Selewengkan Pupuk Bersubsidi, Pemilik UD ''Dipolisikan''


Diduga kuat, UD. Barokah, di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, tidak beres dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi. Karena itu, pemilik UD tersebut, H. Suwoto dilaporkan Rukun Ali Purwanto (59) salah satu tokoh masyarakat setempat ke Polres Lamongan, Senin (27/1).
Saat melapor, Rukun Ali Purwanto didampingi sejumlah warga lainnya. Mereka datang ke ruang Reskrim Polres Lamongan. Ia mengadukan persoalan yang menimpa di desanya. Selain melaporkan H. Suwoto pemilik UD. Barokah ini, Rukun Ali Purwanto juga melaporkan Koordinator UD Barokah, Atrup.
Diungkapkan, selama tahun 2008, tiga Kelompok Tani (KT) di Desa Tritunggal mendapat kuota pupuk 97 ton pupuk. KT tersebut yakni Tungal Tani Dusun Grogol, Harapan jaya Dusun Beton dan KT di Dusun Tesan. Jenis pupuk itu yakni Urea, ZA, SP 36, Ponska dan Petroganik mestinya diterimakan selama lima bulan, Agustus – Desember.
Bulan Agustus 14 ton, September 6 ton, Oktober 11 ton, Nopember 32 ton dan Desember 34 ton. ‘’Kami memperoleh data ini dari distributor Alam Raya Kencna,’’ kata Rukun Ali Purwanto, kemarin.
Dari informasi dari distributor pupuk ini, juga terungkap ketidak beresan UD Barokah. Sebab, realita di lapangan, kata dia, jatah pupuk bulan Agustus – Oktober sebanyak 31 ton tidak disalurkan ke masyarakat. Pupuk yang disalurkan ke petanai hanya untuk kuota bulan Nopember dan Desember. Ini pun, jumlah yang disalurkan ke petani tidak sesuai dengan kuota.
Jatah pupuk 66 ton pada bulan nopember dan Desember, katanya, yang disalurkan ke petani hanya 47,8 ton. Masing-masing untuk Dusun Grogol 12,2 ton, Dusun Tesan 12 ton, Dusun Beton 12,1 ton dan Dusun Moropelang 11,5 ton.
jadi, kuota pupuk Desa Tritunggal yang tidak jelas rimbanya, lanjut dia, sebanyk 49, 2 ton. Jumlah ini diperoleh dari 18,2 ton pupuk bulan Nopember dan Desember yang tidak disalurkan ke masyarakat plus kuota bulan Agustus – Oktober sebanyak 31 ton. ‘’Karena banyaknya pupuk yang tidak disalurkan ke masyarakat ini, sehinga kami melapor ke sini (Polres),’’ kata Rukun Ali Purwanto.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo membenarkan laporan dari Rukun Ali Purwanto. Pihaknya berjanji akan memproses lebih lanjut kasus ini. ‘’Laporan ini akan kami tindaklanjuti,’’ katanya.

Selengkapnya......

Sabtu, Januari 24, 2009

Afif Afandi Ketua Baru PW IPM Jatim


Afif Afandi (Afif) resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur periode 2009-2011.
Afif yang juga Ketua PD IPM Lamongan ini, mengalahkan saudara
kembarnya sendiri, Afan Alfian (Afan) pada Musyawarah Wilayah IRM
Jatim XVI di Aula Stikes Muhammadiyah Lamongan. Nama IPM sebelumnya
memang IRM (Ikatan Remaja Muhammadiyah) sebelum adanya keputusan
Muktamar di Solo beberapa waktu lalu untuk kembali menggunakan nama
IPM.
Pada sesi debat kandidat ketua yang dilangsungkan pada pukul 1
dinihari (24/1), sempat menjadi moment yang cukup mengundang gelak
tawa. Afan menggambarkannya seperti ndalang. "Tadi pagi pas sesi debat
kandidat wis koyok ndalang ae mas. Lha piye, calonne saudara kembar
adu program visi misi dan saingan untuk jadi ketua " tutur Afan
menggambarkan. "Tapi Alhamdulillah semua masih bisa berjalan lancar
meski proses pemilihan baru berakhir pada pukul 4 dini hari tadi, "
tambah dia. Pada pemilihan tersebut, dari sejumlah 200 peserta dari 31
PD IPM Jatim yang mengirimkan delegasinya, 76 suara untuk Afif dan 50
suara untuk Afan. Sementara sisanya abstain dan tidak sah. Sementara
ketua sebelumnya, Didin Muslimatin memutuskan tidak mencalonkan
kembali.
Lebih lanjut, Afan menyampaikan, Muswil slah satu organisasi otonom
(ortom) Muhammadiyah kali ini penuh sejarah istimewa. Menurutnya, dari
16 kali penyelenggaran Muswil, baru kali ini Muswil digelar di
Kabupaten Lamongan. Dan baru kali ini pula Ketua PW IPM berasal dari
Lamongan. "Setelah Ketua terpilih mengadakan sidang formatur untuk
menentukan komposisi kepengurusan, agenda hari ini tinggal seremonial
penutupan saja " kata dia.
Sementara Ketua PW IPM terpilih Afif Afandi menyampaikan program
pertama yang akan segera dilakukan adalah menyatukan ide, tujuan dan
gagasan dari semua daerah. Karena menurutnya, agenda ini sangat
penting untuk menyatukan perbedaan demi kemajuan bersama. "Pada sidang
formatur tadi, diputuskan Skretarisnya Zainun Fanani dari PD IPM
Bojonegoro serta bendaharanya Risna Maharani dari Sidoarjo. Dengan
terpilihnya saya sebagai Ketua PD IPM Jatim, otmatis saya harus
melepas jabatan saya sebagai Ketua PD IPM Lamongan sehingga dalam
waktu dekat dimungkinkan akan ada pemilihan Ketua PD IPM Lamongan, "
ungkap dia.
Afan dan Afif adalah saudara kembar yang hanya terpaut dua jam
kelahirannya, keduanya terlahir pada 17 Nopember 1986 lalu di Desa
Tenggulun Kecamatan Solokuro/Lamongan. Kedua saudara ini adalah
keponakan dari Amrozi dan putra dari Ustadz Chozin pengasuh Ponpes Al
Islam Tenggulun/Solokuro. "Kalau sekarang kenalan sama orang sebutkan
asal dari Tennggulun, orang pasti sudah langsung tahu. Dulu waktu demo
di koran juga pernah ditulis, dua keponakan Amrozi pimpin demo, " kata
Afif tertawa lepas.

Pembukaan :

Sementara, Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Jatim
yang terakhir kalinya, dibuka Bupati Lamongan Masfuk di Aula STIKES
Muhammadiyah Lamongan. Ini adalah Muswil terakhir ortom (organisasi
ortonom) Muhammadiyah sebelum kembali menggunakan nama Ikatan Pelajar
Muhammadiyah (IPM) seperti keputusan Muktamar di Solo beberapa waktu
lalu.
Muswil IRM XVI yang dihadiri sejumlah 330 peserta pimpinan daerah dan
cabang IRM se Jawa Timur tersebut, mengagendakan sejumlah kegiatan.
Diantaranya pemilihan pengurus Pimpinan Wilayah IRM Jatim, pembahasan
laporan pertanggunggjawaban pengurus sebelumnya, progam kerja dan
pergantian nama IRM menjadi IPM.
Masfuk dalam sambutannya menyampaikan pentingnya anggota IRM untuk
benar-benar meresapi makna IRM sebagai kader umat dan bangsa. "IRM,
yang nantinya akan kembali menjadi IPM, adalah wadah yang tepat untuk
pengkaderan umat dan bangsa. Tidak salah adik-adik semua berada
disini. Karena itu, saya ingin mendengar, pada 10 tahun dari sekarang
kalian benar-benar menjadi kader umat dan bangsa, " tutur dia.
Untuk bisa menjadi kader umat dan bangsa, lanjut dia, harus paham
akan potensi dan tujuan yang dimiliki. "Pandai bersyukur jangan hanya
di lisan saja. Manusia, dalam hal ini generasi muda, memiliki potensi
besar yang jika dioptimalkan akan sangat berarti bagi bangsa yang
besar ini. Apapun bisa dilakukan jika kita mau berupaya dan berusaha.
Jangan menyerah dengan keadaan, karena bangsa yang katanya setitik
surga ini membutuhkan generasi yang siap melakukan perubahan dan siap
menghadapi segala tantangan. Karya anda ditunggu bangsa yang besar
ini, " kata dia.
Muswil yang akan berlangsung hingga 24 Januari kedepan tersebut juga
dihadiri Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur A Syafiq Mughni dan
pengurus Pimpinan Pusat IRM. Juga hadir disana Wakil Bupati Lamongan
Tsalits Fahami, Kakandepag M Asyhuri dan kepala Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) di Lamongan.
IRM sendiri adalah salah satu ortom Muhammadiyah yang bergerak di
perkaderan pelajar. Pada awla berdirinya, IRM menggunakan nama IPM.
Namun karena adanya aturan yang hanya memperbolehkan satu organisasi
pelajar di lingkungan sekolah, nama IPM diganti menjadi IRM. Kini
setelah aturan itu dicabut, dan seiring telah turunnya SK pimpinan
pusat Muhammadiyah, IRM kini kembali ke nama ketika dia dilahirkan.

Selengkapnya......

Sebanyak 683 Mahasiswa Miskin Dapat Beasiswa


Harapan para generasi muda Lamongan tidak boleh putus di tengh jalan. Karena itu, guna kelanjutan studinya, sejak tahun 2006, 683 mahasiswa miskin dari berbagai PTN dan PTS se Jawa Bali asal kabupaten ini menerima beasiswa dari Pemkab setempat. Untuk program ini, dana yang mengucur mencapai Rp 4,1 miliar.
’’Saya tidak mau anak miskin Lamongan tapi cerdas, tidak punya masa depan di negeri yang katanya besar ini. Inilah alasan saya menggagas
program beasiswa untuk mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu,’’ kata Bupati Lamongan Masfuk saat pembinaan mahasiswa penerima beasiswa berprestasi dari keluarga miskin
di Pendopo Lokatantra setempat, Jum'at (23/1).
Pemkab Lamongan, kata Masfuk, hanya membuka pintu saja. Selanjutnya, terserah akan dikemanakan kesempatan yang telah dibuka itu. ’’Silahkan gapai cita-cita kalian. Kami (Pemkab Lamongan) hanya
membukakan pintu saja. Semua terserah anda. Kalau anda paham bahwa negeri yang besar ini perlu diisi orang-orang yang handal, tunjukkan kapasitas itu dengan karya nyata,’’ katanye memberi motivasi para mahasiswa ini.
Meskipun Lamongan saat ini sedang bergerak maju, kata dia, para mahasiswa ini nantinya tidak perlu berkarya hanya di Lamongan saja. ‘’Kalian punya kewajiban untuk belajar dan berusaha dengan sungguh-sungguh, karena (beasiswa) ini adalah uang rakyat. Jangan jadi orang yang lemah. Negeri ini tidak akan bisa berkembang
jika diisi orang yang lemah. Saya malah akan sangat gembira jika rogram ini dicontoh daerah lain di Indonesia,’’ katanya.
Program ini mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa penerima beasiswa. Meinia P Kurniawati mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Unair mengaku, beasiswa ini sangat berarti untuk penerima. ’’Kami berharap agar program ini dapat terus berlanjut meski bapak ( Masfuk) nantinya sudah tidak menjabat. Karena begitu besar manfaat program ini untuk kami,’’ katanya.
Dari 683 mahasiswa penerima beasiswa ini, sejumlah 190 mahasiswa dari sembilan PTS di Lamongan yakni Akper (1), Staidra (26), STIE KH A Dahlan (21), Stikes Muhammadiyah (4), STIT (17), Unisda (49), Unisla (56), STAIM (13) dan Stikip PGRI (3).
Sementara penerima beasiswa dari 19 PTN se Jawa Bali mencapai 493 mahasiswa. Beasiswa untuk mahasiswa di PTN, menerima Rp 4 juta pertahun, sementara untuk PTS menerima Rp 2 juta pertahun permahasiswa.

Selengkapnya......

Kamis, Januari 22, 2009

Selewengkan Pupuk Bersubsidi, Kades Dibui

Kades Desa/Kecamatan Sugio, Wahyudi dijebloskan ke Rumah Tahanan Polres Lamongan, kemarin. Pasalnya, pimpinan desa yang satu ini diduga kuat menyelewengkan pupuk bersubsidi.

Hasil penelusuran menyebutkan, kasus ini berawal saat pengguliran pupuk bersubsidi di Desa Sugio. Dengan senjata surat rekomendasi dari empat kelompok tani di desa setempat, Kades Wahyudi bisa menerima sejumlah pupuk pada April 2008 lalu.

Sebanyak empat kelompok tani di Desa Sugio ini masing-masing Mapan makmur Dusun Sugio, Pandan Sari Dusun Pandan, Sumberejo Dusun Bulus dan Subur Makmur Dusun Caron.

Dalam berita acara, semua pupuk yang didistribusikan melalui Agen Sejahtera ini sudah disalurkan oleh kelompok tani ke masyarakat.

Masing-masing pupuk Urea 98,4 ton, ZA 16,9 ton, SP 36 35,8 ton dan Ponska 27,7 ton. ''Keterangan saksi juga menyebutkan, dalam berita acara pupuk ini sudah didistribusikan kepada masyarakat,'' kata sumber tersebut, kemarin.

Terungkapnya kasus ini ketika salah satu warga setempat, Suparman melapor ke Polres Lamongan, Desember lalu. Pasalnya, diduga kuat terjadi pemalsuan dalam berita acara pendistribusian pupuk tersebut.

Pelapor yang sebenarnya tidak menerima pupuk, dalam berita acara itu disebutkan sebagai pihak penerima pupuk bersubsidi tersebut. ''Karena merasa tidak menerima pupuk, sehingga ia melapor ke polisi,'' kata.

Anehnya, ketika kabar laporan Suparman ini mencuat, ada perubahan pada berita acara tersebut. Nama Suparman dalam berita acara itu tiba-tiba berganti dengan nama Sudarto. Setelah dicek, ternyata Sudarto juga tidak menerima pupuk.

Dari kejanggalan berita acara ini, polisi melakukan penyelidikan. Ternyata pupuk yang didistribusikan jauh dari kuota. Urea hanya 20,7 ton, ZA 1,7 ton, SP 36 13, ton dan Ponska 2 ton. Sementara pupuk yang belum jelas keberadaannya, Urea 75,3 ton, ZA 15 ton, SP 36 22,8 ton dan Ponska 25,8 ton.

Kasus ini mengara ke Kades Sugio Wahyudi, karena empat kelompok tani di desa setempat tidak merasa membuat berita acara pupuk bersubsidi.

Sumber lain di Mapolres Lamongan menyebutkan, Kades Sugio Wahyudi terancam pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, dalam hal ini pemalsuan surat berita acara kelompok tani, dengan ancaman maksimal 6 tahun. Selain itu juga Pasal 6 (1) uu darurat tentang tindak pidana perekonomian, dengan ancaman 6 tahun.

Kasat reskrim Polres Lamongan saat dikonfirmasi smengaku sudah menetapkan Kades Desa/Kecamatan Sugio Wahyudi sebagai tersanagka. Ini setelah pihaknya melakukan pemeriksaan kepada enam saksi dan kios dan distributor.

Saat didesak lebih jauh, ia mengaku tersangka akan dijerat dengan pasal pemalsuan. ''Dia sudah ditetapkan menjadi tersangka, dan kami sedang memproses lebih lanjut kasusnya,'' katanya.

Selengkapnya......

Rabu, Januari 21, 2009

RSD Soegiri Tolak Pasien Miskin


Pelayanan RSD dr Soegiri Lamongan kembali dipertanyakan. Bagaimana tidak, Rumah Sakit yang mengumbar janji memberi pelayanan kesehatan secara gratis, ternyata tega menolak pasien Rizki Fauzi (10), salah satu warga miskin Desa Karangkembang, Kecamatan Babat.
Keluarga pasien ini pulang, tanpa mendapat pelayanan kesehatan secara gratis. Sebab harapan untuk mendapat pelayanan kesehatan secara gratis keempat kali dari RSD Soegiri, ternyata tidak terkabulkan ‘’Karena ditolak, sehingga keluarga ini kembali dengan tangan hampa,’’ kata salah satu orang dekat pasien ini, kemarin.
Pelayanan RS ini, kata dia, sangat berbeda saat pasien saat berobat pertama hingga ketiga kalinya, pada Desember lalu. Dengan mengantongi kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bocah yang mengidap paruh basah ini mendapat pelayanan gratis.
Persoalan ini datang, ketika pasien menjalani proses lanjutan pengobatan ke empat kalinya. Saat itu, pihak RS menolak, dengan dalih rujukan dari Puskesmas Babat sudah kedaluwarsa. Agar bisa memperoleh pengobatan secara gratis, pasien diminta untuk memperbarui surat rujukan itu.
Setelah mengantongi surat rujukan yang baru, pasien, kembali ke RSD Soegiri, Selasa (20/1). Tapi apa jawaban pihak Rumah sakit, Rizki kembali ditolak. ‘’Padahal apa yang disyaratkan agar mendapat pelayanan gratis sudah dipenuhi oleh pasien. Tapi kenapa setelah persyaratan itu sudah dipenuhi, keluarga ini masih saja ditolak untuk mendapat pelayanan gratis,’’ kata keluarga dekat pasien ini.
Dirut RSD dr Soegiri, Herry Widijanto saat dikonfirmasi mengaku belum tahu persis kasus yang dialami Rizki. Hanya, ia minta jangan gegabah dulu menyikapi persoalan ini. Sebab, memasuki tahun 2009 ini, data Jamkesda diverifikasi lagi oleh Dinas Kesehatan. Ferifikasi ini dilakukan terkait dengan anggaran 2009 dan pihaknya belum menerima hasil ferifikasi data Jamkesda itu.
Karena bisa jadi, pasien ini tidak masuk data Jamkesda 2009. ‘’Mungkin saja pasien ini mendapat pelayanan secara gratis pada 2008 karena masuk Jamkesda pada tahun itu. Sekarang tidak bisa mendapat pelayanan gratis mungkin saja ia tidak masuk Jamkesda 2009,’’ kata Herry yang berjanji mengecek lebih lanjut kebenaran kasus ini.

Selengkapnya......

panwaskab Seriusi Proses Kasus Caleg PKB

Meski sudah memanggil lima saksi namun Panwaskab Lamongan belum cukup untuk menyeret caleg PKB Afif Muhammad ke lembaga penegak hukum. Untuk melengkapi kasus dugaan money politik ini, lembaga ini Panwaskab akan mengahdirkan dua saksi lagi.
Dua sksi yang akan dihadirkan Panwaskab yakni pihak yang membagi-bagi uang kepada sekitar 300 undangan wali murid MI Ma’arif, Desa Gembong, Kecamatan Babat.
Kedua saksi yang akan dihadirkan itu yakni Sukio ketua Ranting PKB Desa Gembong dan Su'udi salah satu guru MI setempat. ‘’Dua saksi ini akan kami hadirkan besok (sekarang),’’ kata Ketua Panwaskab Lamongan, Mustakim, kemarin.
Upaya menghadirkan saksi ini, kata dia, sebagai tindak lanjut koordinasi lembaga yang dipimpinnya ini ke pihak Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Lamongan.
Hasil konsultasi itu menyebutkan, dari keterangan saksi, termasuk Afif Muhamamd dan empat saksi lainnya, belum cukup bukti terjadinya money politik dan pelanggaran pemilu dalam kasus tersebut.
Dikarenakan belum cukup bukti, kata dia, sehingga pihaknya berkeinginan melengkapi bukti-bukti lainya, dengan menghadirkan saksi Sukio dan Su'udi.
Sebelumnya, Mustakim mengungkapkan, bila ditemukan bukti-bukti terjadinya tindak pelanggaran pemilu, pihaknya akan merekomendasikan persoalan ini ke pihak terkait (Gakkumdu),’’ kata dia.
Sebelumnya, caleg PKB di DP III (Kecamatan Babat, Sugio, Pucuk dan Kedungpring) Lamongan, Afif Muhammad dilaporkan caleg PKS juga di DP setempat, Mitchol Huda ke Panwaskab Lamongan. Pasalnya, caleg yang juga anggota dewan ini diduga kuat membagi-bagi uang Rp 10 ribu kepada sekitar 300 wali murid saat penerimaan raport MI Ma’arif Desa Gembong, Kecamatan Babat, Ahad (18/1).
Upya Panwaskab Lamongan guna memproses dugaan money politik yang melibatkan anggota dewan ini mendapat dukungan dari kalangan masyarakat. Dukungan juga datang dari salah satu pengurus Garda Bangsa kubu Gus Dur, Choirul Muhdlor.
Pengurus organisasi dibawa naungan PKB ini mendukung sikap Panwaskab Lamongan. Pihaknya tidak melihat yang terlibat dalam persoalan ini. Sebab, semua punya hak yang sama dihadapan hukum. ‘’Kalau ada yang melanggar harus ditindak tegas. Ini untuk pembelajaran dan demi tegaknya demokrasi, khususnya di Lamongan,’’ katanya.

Selengkapnya......

Kades Diminta Berontak Untuk Membangun

Tujuh Kades dari enam kecamatan dilantik oleh Bupati Lamongan Masfuk, di Pendopo Lokatantra Rabu (21/1). Masing-masing Hasyim Kades Tukkerto/Deket, Nur Kholis Desa
Tugu/Mantup, Kalimi Desa Sumberagung/Kedungpring, Baiti Desa
Trepan/Babat, Kuswondo Desa Badurame/Turi dan H Rokhmad Kades
Manyar/Sekaran.
Pada kesempatan tersebut, Masfuk menyampaikan Kades yang baru
dilantik itu agar bisa mencintai desanya melebihi diri sendiri. Dengan
demikian, kata dia, semua elemen di masyarakat bisa dirangkul untuk
membangun desa. "Lamongan yang dulu hanya jadi bahan olok-olok daerah
lain, kini bahkan menjadi daerah yang disegani. Jadikan ini sebagai
motivasi anda dalam membangun desa. "Berontaklah" dengan keadaan yang
ada untuk melakukan percepatan pembangunan Lamongan dengan cara yang
benar, " tutur dia.
Terkait Sekdes yang saat ini statusnya menjadi PNS, Masfuk
menyampaikan bahwa itu murni kebijakan pemrintah pusat. Lebih dari
itu, lanjut Bupati yang baru saja menerima Leadership Award tersebut,
koridor Kades dengan Sekdes berbeda. "Seperti halnya saya (Bupati)
yang bukan PNS tapi memiliki bawahan PNS, " katanya mencontohkan.
"Memang, seperti halnya PNS lain, sekdes sekarang menerima gaji dan
tunjangan. Namun Sekdes sekarang juga bisa menerima sanksi kepegawaian
seperti PNS lain. Karena itu, jika Sekdes kerjanya "dlewer" (jawa :
tidak disiplin), Kades maupun masyarakat bisa melaporkan Sekdes ke
Camat atau langsung ke Pemkab, " terang dia.
Lamongan adalah salah satu kabupaten dengan jumlah desa terbesar,
yakni mencapai 462 desa yang tersebar di 27 kecamatan. Dari sejumlah
462 desa tersebut, sampai saat ini 11 desa diantaranya belum memiliki
Kades definitif karena masa jabatan Kadesnya telah berakhir dan belum
melakukan Pilkades. Sementara 8 desa lainnya masa kerjanya akan
berakhir pada pertengahan tahun ini. Data dari Bagian Pemerintahan
Desa, tahun ini ada beberapa desa yang siap melaksanakan Pilkades,
diantaranya Desa Sugihwaras/Deket, Dukuhtunggal/Glagah,
Brumbun/Maduran dan Desa Supenuh/Sugio.

Selengkapnya......

Selasa, Januari 20, 2009

Pengukuhan Sekdes PNS Jadi Gunjingan


Pengukuhan 146 Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kabupaten Lamongan, di Pendopo Lokatantra, Selasa (20/1) menyisahkan persoalan. Pasalnya, salah satu Sekdes yang dikukuhkan menjadi PNS ini bisa dibilang masih bermasalah.
Pengukuhan Sekdes menjadi PNS di Lamongan kemarin menyisahkan persoalan. Ini karena nama Suroto masuk dalam 146 sekdes yang dikukuhkan bupati Masfuk tersebut. Sebab Sekdes yang masih dalam rana hokum ini, ternyata dikukuhkan menjadi PNS. ‘’Dia khan sekdes bermasalah, kenapa dikukuhkan menjadi PNS,’’ kata warga setempat, kemarin.
Disebutkan sebelumnya, atas sekngketa pilsekdes Turi, MA memerintahkan agar Kades Turi untuk mencabut SK pengangkatan Suroto sebagai Sekdes. Menyikapi putusan MA ini, Bagian Hukum Setkab Lamongan memberi saran, agar Kades Turi Abdulrahman menonaktifkan sekdes Suroto sementara waktu, seraya menunggu kepastian hukum kasus itu.
Dibeberkan, Pilsekdes Desa Turi pada April 2003 lalu, Suroto memperoleh 282 suara, Kasno memperoleh 281 suara dan Asmuri memperoleh 15 suara. Pada proses selanjutnya, ditemukan 2 suara yang bermaslah.
Atas temuan itu, Kasno melakukan gugatan dan PTUN Surabaya memenangkan gugatannya No 83/G.TUN/2003/PTUN.SBY. Proses hukum selanjutnya, banding, kasasi dan di MA. Semua proses hokum ini dimenangkan Kasno.
‘’Bahkan dalam putusannya, MA memrintahkan SK Kades Turi untuk mencabut SK pengangkatan sekdes (Suroto). Tapi yang terjadi SK-nya tidak dicabut malah kini dikukuhkan menjadi PNS,’’ kata sumber dekat Kaseno.
Asisten Tata Praja Setkab Lamongan, Agus Sugiarto menyetakan, pihaknya berani mengukuhkan sekdes Turi Suroto menjadi PNS, karena ada dasar hukumnya. Menurutnya, SK PNS Suroto (termasuk sekdes lainnya) per 1 Januari 2007, atau sebelum ada keputusan MA.
Disamping itu, Kades Abdul Rahman tidak jadi menonaktifkan Sekdes Turi Suroto. Pasalnya, Kades ini takut digugat oleh Sekdes, bila akhirnya kasus ini dimenangkan oleh sekdes Suroto. ‘’Apapun yang terjadi kami siap menghadapi resiko atas pengukuhan PNS para Sekdes ini,’’ kata dia.
Sementara semula, pengukuhan Sekdes di Lamongan menjadi PNS semula dijadwalkan sebanyak 147 orang. Hanya jumlah ini berkurang satu nama. Ini dikarenakan Kacung, Sekdes Sumbersari, Kecamatan Sambeng mengundurkan diri karena menjadi caleg Golkar.

Selengkapnya......

Caleg PKB Bantah Lakukan Money Politik

Tudingan money politik mendapat bantahan keras dari pihak terlapor, Afif Muhammad. Caleg PKB dari daerah pemilihan (DP) III Lamongan ini dengan tegas menolak saat dikatakan melakukan praktek yang bisa mencederai demokrasi ini.


‘’Siapa yang melakukan money politik. Saya datang ke acara karena diundang. Ini karena mereka (pengundang) merasa berterima kasih pada saya,’’ kata Afif pada Duta, usai menghadiri undangan Panwaskab Lamongan, kemarin.
Mustakim, Ketua Panwaskab Lamongan, membenarkan kehadiran Afif Muhamamd atas undangnnya itu. Menurutnya, Afif Muhammad yang juga anggota FKB ini dilaporkan salah satu caleg PKS Mitchol Huda, karena diduga melakukan money poltik. Orang-orang Afif membagi uang Rp 10 ribu dalam amplob kepada sekitar 300 wali murid di salah satu lembaga pendidikan MI Ma’arif di Desa Gembong, Kecamatan Babat, Ahad (18/1).
Kepada Panwaskab, kata Mustakim, Afif yang datang ke kantornya sekitar pukul 10.15 itu mengakui uang itu darinya. Hanya, uang itu tidak diberikan secara langsung kepada wali murid, melainkan kepada dewan guru. Kebetulan, katanya, salah seorang dewan guru itu merupakan pengurus Ranting PKB desa setempat.
Disingung lebih jauh, Afif mengaku, uang itu diperuntukkan pada konstituennya. Sebab, berkat dukungan konstituen tersebut, sehingga Afif bisa menjadi anggota dewan.
Caleg PKB ini juga mengaku datang pada acara di Desa gembong itu karena undangan lembaga pendidikan setempat, karena mereka merasa berterima kasih. Sebab, berkat perjuangannya, sehingga lembaga pendidikan ini mendapat proyek DAK senilai Rp 250 juta.
Ditambahkan, saat diberi kesempatan bicara, Afif tidak menyebut sebagai caleg, tapi mengaku sebagai anggota FKB. Sekedar diketahui Afif Muhammad, merupakan salah satu caleg PKB dari DP III, meliputi wilayah Kecamatan Babat, Pucuk, Sugio dan Kedungpring.
Untuk mengungkap kasus ini, Panwaskab Lamongan juga mengundang empat saksi. ‘’Kami masih mengundang empat saksi lagi untuk mengungkap kebenaran kasus ini,’’ kata Mustakim.

Selengkapnya......

Senin, Januari 19, 2009

Bapak Perkosa Anak Tiri

Kasus pemerkosaan di Lamongan tampaknya kian meraja lela. Setelah menimpa warga Kecamatan Sugio dan 2 korban dari kecamatan Sukodadi, kini giliran Melati (15) warga Desa Pajangan, juga masuk kecamatan Sukodadi. Salah satu siswi SMU swasta ini diduga diperkosa bapak tirinya, Atn (52). Untuk mempertangungjawabkan kebiadabannya, tannya, tersangka mendekam di Mapolsek setempat, Ahad (18/1).
Sumber di lapangan menyebutkan, kasus ini terjadi pada 6 Desember tahun lalu. Saat itu, korban yang duduk di bangku kelas satu SMU swasta di Kecamatan Sukodadi pulang sekolah.
Melati kaget, karena saat itu dijemput Atn. Karena dijemput bapak tirinya, korban tidak bisa mengelak. Sebagaimana seorang anak pada umumnya, ia nurut saat diajak pulang ke rumah Atn, di Desa Tlogorejo.
Tapi apa yang terjadi ? Korban kaget, karena tanpa diduga sebelumnya, saat di tempat kejadian perkara (TKP), ia diminta untuk melayani nafsu bejat bapak tirinya.
Sumber ini menuturkan, gadis itu sempat meronta. Tapi karena fisiknya lebih lema, terlebih di dalam ancaman keluarganya tidak akan diberi nafkah, sehingga tidak berdaya. Ia hanya meneteskan air mata, saat bapak tirinya merenggut kegadisannya. Dengan perasaan hancur, usai kejadian pertama itu, ia pulang ke rumah ibunya yang juga tempat tinggalnya.
Kejadian pertama, tampaknya membuat tersangka ketagihan. Sebagaimana kejadian pertama, tersangka menjemput korban saat pulang sekolah, 13/1. Korban kembali disekap untuk melayani nafsu birahi Atn. ‘’Setiap kejadian berlangsung pada siang hari. Korban dijemput ke sekolah sata pulang dan dibawa ancaman,’’ kata sumber tersebut.
Kejadian ini terungkap, saat pada tanggal 18/1, kasus ini terulang kembali. Korban kembali disekap dirumah tersangka, untuk melayani nafsu birahinya. Hanya, saat itu, korban berhasil meloloskan diri, sambil menjerit minta tolong.
Teriakan korban pada siang itu mengundang warga setempat, korban kemudian ditolong warga. Kasus ini akhirnya dibawa ke Kantor Balai Desa setempat. Dari hasil rembug desa, kasus ini akhirnya di laporkan ke Polsek Sukodadi, pada siang itu.
Mendapat laporan, Polsek Sukodadi bertindak cepat. Ia mencari tersangka ke rumah Desa Pajangan, tapi lelaki itu tidak ada di tempat. Petugas kemudian memergoki tersangka di rumah Desa Tlogorejo. ‘’Tersangka sudah berhasil diamankan di Polsek,’’ katanya.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo membenarkan kejadian ini. Hanya, menurutnya, kasus ini sedang ditangani Polsek Sukodadi. Didesak lebih lanjut, kasus ini melanggar Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancamannya, maksimal 15 tahun. ‘’kami sedang memproses lebih lanjut kasus ini,’’ katanya.
Kasus ini kian meramaikan kasus pemerkosaan di wilayah Polsek Sukodadi. Sebelumnya, Lala (17) warga Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban melaporkan Adi (25) anak bekas majikannya warga Desa Plumpang, Kecamatan Sukodadi, ke Polres Lamongan, pecan lalu. Sebab, kandungan 6 bulan Lala diduga kuat hasil pemerkosaan Adi.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Udin (15) pemuda asal Dusun Gedangan, Desa Dorogede, Kecamatan Sukodadi dilaporkan orang tua Lala, bukan nama sebenarnya. Pasalnya, siswa SMK PGRI Lamongan ini diduga kuat memperkosa Lala yang masih duduk di bangku TK. Sebelumhya, seorang guru SMP swasta di kecamatan Sugio, tega memperkosa siswanya sendiri saat Persami di wilayah hutan masuk Kecamatan Kembangbahu.

Selengkapnya......

Diduga Money Politic, Caleg PKB ''Dipanwaskabkan''

Salah satu caleg dari PKB Afif Muhammad dilaporkan caleg PKS Midchol Huda ke Panwaskab, Senin (19/1). Pasalnya, caleg dari daerah pemilihan (DP) III Lamongan ini diduga kuat melakukan praktek money politik.
Pelapor datang seorang diri diterima Ketua Panwaskab Lamongan Mustakim Khoirun, di kantornya jalan Sunan Drajat. Laporan itu dilakukan secara tertulis maupun secara lesan.
Kepada pimpinan Panwaskab ini, Midchol Huda yang mengaku sebagai caleg PKS daerah pemilihan (DP) III menemukan indikasi money politik yang terlapor. Laporan itu dilakukan secara tertulis maupun secara lesan.
Mitchol Huda mengungkapkan awal mula praktek money politic yang dilakukan terlapor. Ia juga menunjukkan barang bukti berupa amplop bergambar Afif Muhammad dan uang Rp 10 ribu didalamnya.
Barang bukti ini, kata dia, diberikan oleh tim sukses Afif Muhammad pada saat penerimaan raport salah satu lembaga Pendidikan Ma'arif MI Gembong, Kec Babat, Ahad (18/1).
Pelapor mengaku sebagai wali murid di sekolah setempat, sehingga mendapat undangan dan hadir pada acara itu. Usai acara, tiba-tiba ada acara tambahan, yakni mendengarkan orasi politik dari Afif Muhammad yang juga caleg dari DP III Lamoangan, yakni membawai wilayah Kecamatan Babat, Pucuk, Kedungpring dan Sugio.
Usai orasi politik, orangnya Afif Muhammad memberikan amplop kepada seluruh wali murid yang hadir, diperkirakan mencapai 300 orang.
Tindakan Afif Muhammad, kata Mitchol Huda, mencederai demokrasi. Pasalnya, perbutan itu bertentangan dengan UU. Karena itu, pihaknya menuntut Panwaskab menyelidiki kasus itu. ''Panwaskab harus bertindak secepatnya,'' pintanya.
Mustakim mengaku menerima aduan dan laporan dari pihak Midchol. Atas aduan itu, kata dia, pihaknya segera memanggil Afif Muhammad yang juga anggota FKB ini. Reaksi cepat ini dilakukan, karena dalam UU Panwaskab hanya dibatasi 3 hari, untuk menindak lanjuti (pengaduan) unsur pelanggaran Pemilu. ''Untuk klarifikasi persoalan ini, Panwaskab akan memanggil Afif Muhammad untuk datang ke kantor jam 09.00 wib, Selasa (20/1),'' kata dia.
Ditambahkan, Panwaskab hanya berkewajiban megklarifikasi pengaduan. Bila hasil klarifikasi itu ditemukan pelanggaran Pemilu, akan direkomendasikan ke pihak terkait. ''Makanya kita klarifikasi dulu persoalannya,'' kata dia.

Selengkapnya......

Sekkab Lamongan Sentil Kedisiplinan Pegawai


Sekkab Lamongan Fadeli dalam sambutannya yang dibacakan Asisten
Ekonomi Pembangunan Djoko Purwanto saat Apel Korpri di halaman Pemkab
setempat, Senin (19/01), "menyentil" tingkat kedisiplinan pegawai.
Menurut dia, kedisiplinan pegawai dalam beberapa spek kecil masih
perlu ditingkatkan. Terutama dalam mengikuti apel pagi dan senam
kesegaran jasmani (SKJ) tiap Jum'at pagi.
"Kedisiplinan untuk mengikuti apel pagi dan SKJ juga harus terus
ditingkatkan. Saya melihat masih banyak staf yang tidak mengikutyi SKJ
dan apel pagi, perlu kesadaran tinggi untuk melaksanakan ini. Selain
itu disiplin dalam melaksanakan program-program pembangunan yang telah
direncanakan. Apa yang hendak diprogramkan hendaknya kita laksanakan
dengan baik dan tepat waktu, " tutur dia.
Pada apel pagi tersebut, juga diterimakan Lomba Kirab Drum Band Piala
Bupati Lamongan. Grub Band dari Desa Tunggul Kecamatan Paciran, Taruna
Mahardika, berhasil menjadi juara umum pada untuk Divisi atau kelompok
SLTA/umum. Piala Kejuaraan tersebut kemarin diterimakan oleh Asisten
Ekbang Djoko Purwanto.
Sementara untuk Divisi SD/MI dan SLTP/Mts masing-masing juara umumnya
diraih Drum Band Sinar Bahana Nada SDN Made 4 dan grup Drum Band
Al-Asybal dari Mts Wachid Hasyim Parengan/Maduran. Para juara tersebut
berhasil menyisihkan empat grup SD/MI, tujuh grup SMP/MTs, serta enam
grup SMA/SMK/MA dan umum.
Asisten Ekbang Djoko Purwanto dalam kesempatan tersebut sempat
menyampaikan, dalam beberapa minggu kedepan, atau awal bulan
mendatang, penialaian Adipura di Lamongan akan dimulai. Untuk itu,
Fadeli meminta agar anggota Korpri ikut serta menjaga kebersihan
keindahan di lingkungan kerja masing-masing. Bahkan lebih jauh Djoko
meminta agar anggota Korpri mampu menjadi tauladan bagi masyarakat di
lingkungannya untuk menjaga kebersihan.
"Dengan saling menjaga kebersihan dan keindahan baik di lingkungan
kerja maupun di sekitar tempat tinggal masing-masing, kita optimis
predikat Kota Lamongan sebagai kota bersih, indah dan teduh akan
terwujud. Jika ini semua bisa dilakukan, Piala Adipura niscaya dapat
kita raih untuk kali ketiga, " ujarnya.

Selengkapnya......

Sabtu, Januari 17, 2009

Ditemukan Tiga Mayat di Lamongan

Warga Lamongan digemparkan dengan penemuan mayat. Bagaimana tidak, dalam dua hari, Jumat – Sabtu (16-17/1), ditemukan tiga mayat di daerah ini.
Sekitar pukul 08.00 kemarin, warga Desa Waru Wetan, Kecamatan Pucuk dikejutkan dengan penemuan mayat Syamsuddin (40) warga Cilegon, kemarin. Karyawan PT Cipta Panji Mandiri ini ditemukan Nanang, temannya sendiri, dalam keadaan tewas di kamar mandi rumah kontrakannya di desa setempat.
Keterangan warga sekitar tempat kejadian, sekitar pukul 08.00, Nanang yang juga sopir dalam perusahaan itu, butuh uang BBM pada korban korban. Oleh teman sekerjanya, nanang diberitahu, bila korban sedang berada di kamar mandi. Karena ditungu lama tidak kunjung keluar, Nanang kemudian mengetuk pintu kamar kecil.
Meski diketok berulang kali, tidak ada jawaban dari balik pintu. Kawatir terjadi sesuatu pada temannya, Nanang beserta teman lainnya mendobrak pintu kamar kecil itu. Mereka kaget, setelah mengetahui korban sudah dalam keadaan tewas.
Sumber lain menyebutkan, korban diduga kuat kecapekan kerja. Maklum, para pekerja rekanan yang mengerjakan pipanisasi Pertamina di desasetempat ini selalu lembur. ''Mungkin terlalu capek, sehingga tewas,'' kata warga setempat.
Hampir waktu yang bersamaan, warga Desa Rancangkencono, Kecamatan Lamongan kota juga dikejutkan dengan penemuan mayat di waduk desa setempat. Mayat lelaki diperkirakan berumur 40 tahun yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan warga dalam keadaan mengapung di waduk yang penuh airnya itu. Tragisnya, kondisi mayat Mx ini sudah membengkak. Diduga, ia tewas saat sedang mencari rumput di tepi waduk. ''Ia ditemukan warga saat pergi ke sawah, tapi sayang warga di sini tidak ada yang mengenali dia,'' kata Tarno warga setempat.
Sehari sebelumnya, warga Desa Balongtoro, Desa Balungwangi, Kecamatan Tikung dikejutkan dengan penemuan mayat Sumirah (72). Nenek ini ditemukan warga setempat dalam telanjangdan sudah tidak bernyawa di jublang dekat rumahnya.
Keterangan warga setempat, sekitar pukul 12.30, saksi Slamet (46)dan Tuni (60) tidak melihat korban di rumah. Mereka kemudian mencari. Mereka kaget, setelah melihat jarik korban berada di atas tangga tempat pemandian di jublang itu. Karena penasaran, mereka mencarinya di dasar air. Mereka kaget setemlah menemukannya. Sebab korban yang perutnya sudah membesar ini sudah dalam keadaan meninggal dunia. Diduga, ia dewas karena tenggelam yang diakibatkan penyakit darah tingginya kambuh.
Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Sutopo saat dikonfirmasi membenarkan penumuan tiga mayat di daerahnya ini. Diduga, katanya, mereka tewas tidak karena aksi kejahatan. ''Karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada diri korban. Tapi kami tetap menyelidiki lebih lanjut kasusnya,'' kata dia.

Selengkapnya......

Abid Resmi Pegang PMII Lamongan

Ainul Abid dan kawan-kawan secara resmi memegang kendali PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lamongan periode 2008-2009. Ini setelah ia beserta pengurus lain dilantik di Gedung KPRI setempat, Sabtu (17/1).
Pelantikan pengurus cabang oraganisasi kemahasiswaan di Lamongan ini berlangsung sangat sederhana. Setelah menyatakan kesanggupannya memikul beban dalam menjalankan organisasi, para pengurus di PMII ini dilantik. ''Memandang perlu eksistensi organisasi ini, maka kepengurusan harus dilantik,'' demikian kata panitia pelantikan.
Dilantiknya PC PMII Lamongan ini, maka secara resmi Ainul Abid dari STITAF Siman memegang kendali organisasi kemahasiswaan di Lamongan ini. Selaku sekertaris yakni Ainur Rofiq dan MA Sairudin selaku bendahara. Merteka ditopang oleh sejumlah pengurus lainnya.
SEtelah, acara yang dihadiri puluhan mahasiswa dilanjutkan dengan seminar. Seminar sehari ini bertajuk tentang ''Mentahbiskan Kembali Gerakan Mahasiswa sebagai Langkah Penyelamatan Bangsa''.
Untuk mengungkap gerakan mahasiswa dalam menyelamatkan bangsa ini, panitia mengahdirkan sejumlah nara sumber. Mereka antara lain KH. Achmad Muwafiq yang juga dikenal sebagai aktifis 2008, M. Rodli Kaelani dari PB PMII, Ibrahim Fahmi Badau dari ICW dan Shalehan Arif dari massmedia.
Selain dihadiri tokoh kemahasiswaan, acara ini juga dihadiri pejabat pemkab Lamongan. Tampak hadir ditengah-tengah mahasiswa, yakni Asisten Setkab Lamongan Agus Sugiaro dan salah satu Kasubag Kesmas, Bisri.
Disamping itu, panitia juga menghadirkan tokoh atau eks pengurus PMII Lamongan, Puguh, A. Mudhlor Ispandoyo, Imamurosiddin dan sejumlah tokoh PMII lainnya. ''Kami harap mereka bisa menjalankan roda organisasi ini dengan baik, sehingga bisa lebih memperdayakan dan membawa nama baik organisasi ini,'' harap Muhdlor.

Selengkapnya......

Jumat, Januari 16, 2009

Harga BBM Turun, Harga Beras Merangkak Naik

Harga BBM boleh naik. Tapi ironisnya, turunnya harga ini tidak diikuti penurunan harga barang di pasaran. Sebaliknya, harga beras justru naik. Setidaknya ini terjadi di Lamongan.
Papantauan Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopinda) Lamongan, beberapa harga sembako mengalami kenaikan, pasca penurunan harga BBM. Seperti beras IR
64 kualitas dolog yang banyak dikonsumsi masyarakat rata-rata
mengalami kenaikan Rp 250 perkilogram.
Di Pasar Mantup minggu pertama Januari dijual Rp 4.250, naik dari harga minggu lalu yakni Rp 4.000. begitu pula di Pasar Sidoharjo naik dari Rp 4.250 pada minggu lalu
menjadi Rp 4.500 pada minggu pertama Januari. Kenaikan terkecil
terjadi di Pasar Paciran, yakni dari Rp 4.200 menjadi Rp 4250. "Ini
adalah kenaikan rutin ketika pertanian di Lamongan belum melakukan
panen. Ketika nanti panen tiba, harga akan kembali terkoreksi, "
terang Kadinas Kopinda Mursyid kemarin.
Sementara harga bahan bangunan belum mengalami penurunan, atau masih sama dengan harga pada minggu sebelumnya. Seperti semen gresik kemasan 40 kilogram di Pasar
Sidoharjo, Babat dan Pasar Paciran masih dijual Rp 40 ribu perzak,
sama dengan minggu lalu. Sementara di Pasar Mantup semen jenis ini
dijual Rp 41 ribu perzak, tidak berubah dari harga minggu lalu.
Begitu juga dengan bahanh bangunan lain seperti asbes, besi beton,
paku maupun triplek tidak terjadi pergerakan harga. Misalnya asbes
ukuran 150 x 30 cm di Pasar Sidoharjo, Babat dan Paciran dijual dengan
harga yang sama yakni Rp 23.500 perlembar. Harga ini sama dengan harga
jual minggu lalu.
Meski demikian, untuk komoditi bawang merah mengalami penurunan
hingga setengah harga di Pasar Sidoharjo. Yakni dari Rp 18 ribu
perkilogram menjadi Rp 8 ribu perkilogram. Sementara di Pasar Babat,
harga jagung pipilan turun Rp 6.500 perkilogram, dari Rp 16.500
menjadi Rp 10.000 pada minggu pertama Januari. "Seperti halnya
komoditi beras, koreksi harga ini terjadi karena faktor supply and
demand, " tutur Mursyid.
Sebagaimana harga bawang merah, tambah dia, harga daging ayam ras juga mengalami penurunan. Yakni dari Rp 18 ribu perkilogram menjadi Rp 17 ribu. Namun di tiga pasar lainnya yakni Pasar Babat, Paciran dan Mantup, daging ayam jenis ini tidak mengalami perubahan harga. Dijual
Berkisar antara Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu perkilogramnya.

Selengkapnya......

Kamis, Januari 15, 2009

Ketika Pemerkosaan Melanda Lamongan (Guru Makan Siswa, Siswa SMK Makan Siswa TK, Anak Majikan Makan Pembantu)

Kasus pemerkosaan di Lamongan belakangan ini tampaknya harus menjadi perhatian serius. Bagaimana tidak, seorang guru sudah tega memperkosa muridnya, siswa SMK memperkosa siswa TK dan anak majikan dengan seraka memperkosa pembantunya sendiri ? Bagaimana jalan ceritanya ?
Hancur sudah perasaan Bunga (17) – bukan nama sebenarnya- salah satu warga Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Bagaimana tidak, tanpa suami, ia kini harus mengandung enam bulan. Diduga kuat, ia hasil kebejatan nafsu setan Adi (20) anak majikannya warga Desa Plumpang, Kecamatan Sukodadi.
Rangkum informasi menunjukan, salah satu kasus asusila yang kini ditangani Polres Lamongan ini terjadi pertengahan Juli tahun lalu, ketika tersangka dan korban berduaan di rumahnya di Desa Plumpang.
Tampaknya, Adi tidak tahan menahan hawa nafsu, ketika melihat kemolekan karyawan bapaknya ini. Sebab, selain wajahnya bisa dibilang diatas poin enam, demikian Iwan Fals menyebut perempuan cantik, tubuh Bunga juga tergolong atletis.

Pada malam hari itu, Adi yang juga bisa disebut anak baru gede (ABG) tidak bisa menahan nafsunya yang sudah di ubun-ubun. Di kesunyian malam itu, Adi menyelinap ke kamar Lala. Sontak gadis yang baru beberapa hari, tepatnya sejak awal Juli bekerja di keluarga ini, kaget.
Ia semakin tidak berdaya, ketika anak majikannya ini memaksa untuk melayani hawa nafsunya. Bunga sudah berupaya lepas dari cengkeramannya. Tapi tubuhnya yang penuh kewanitaan ini tidak berdaya, menghadapi tubuh keras Adi. Sehingga, mahkota Bunga yang sudah terjaga kesuciannya selama tujuh belas tahun itu, hancur bersama semburan nafsu Adi pada malam itu. ''Kasus pertama kalinya dilakukan di rumah tersangka,'' kata sumber di Polres Lamongan, Kamis (15/1).
Berhasil memperdayai korban, tampaknya tersangka belum puas. Ia kembali ''minta'' korban pada siang harinya. Aksi kedua tersangka ini dilakukan saat korban Bunga bertugas menjaga warung dan bilyar milik orang tuanya di Desa Kedungrembuk, juga masuk Kecamatan Sukodadi.
Hancur suda perasaan Bunga. Ia tinggal meratapi atas kejadian yang menimpa dirinya. Bagaimana tidak, maksud hati bekerja untuk menopang kebutuhan keluarganya, tapi justru menjadi korban hawa nafsu anak majikannya. Dengan perasaan hancur lebur, usai kejadian, Lala pulang ke kampungnya di Tuban.
Jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tak terasa sudah enam bulan kejadian itu lewat. Orang tua Bunga curiga atas pertumbuhan fisik anaknya ini. Sebab, Bunga yang sebelumnya kurus, kini tumbuh subur.
Kawatir terjadi sesuatu pada anaknya, orang tua ini memeriksakan anaknya ke rumah kesehatan. Apa yang dikawatirkan orang tua ini benar. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan, Bunga positf hamil, bahkan kandungannya kini sudah enam bulan.
Kenapa baru sekarang melapor ? Keluarga Bunga menuturkan, karena tersangka mengancam akan membunuh Bunga bila melapor kasus ini ke kepolisian. ''Karena dibawa ancaman sehingga korban tidak berani lapor dan baru lapor sekarang karena terpaksa,'' katanya.
Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Sutopo saat dikonfirmasi menyatakan, hasil penyelidikan menunjukkan adannya unsur pemerkosaan dalam kasus ini. Karena itu, pihaknya akan mengancam pasal 46 UU Nomor 23/2004 tentang KDRT dan Pasal 82 UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak.
Hanya, saat dijemput ke rumah, tersangka tidak ada di tempat. Tapi pihaknya berjanji akan mencarinya. ''Kami akan memproses lebih lanjut kasus ini,'' katanya.

Siswa SMK Cabuli Siswa TK
Beda Adi beda pula Udin, pemuda asal Dusun Gedangan, Desa Dorogede, Kecamatan Sukodadi bisa dibilang biadap. Karena tidak bisa mengumbar hawa nafsunya, siswa SMK PGRI Lamongan ini diduga kuat melakukan pencabulan terhadap tetangganya sendiri, sebut saja Lala, yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak.
Isak tangis seorang ibu tidak bisa terbendung saat menghadap petugas Polres Lamongan, kemarin. Sementara Lala, yang berada digendongannya, tertidur pulas, tanpa menghiraukan, apa yang dibicarakan ibunya.
Ibu paruh baya ini merasa tidak tega tragedi yang menimpa pada anak keduanya, Lala. Pasalnya, bocah yang misih duduk di bangku TK ini diduga kuat menjadi korban pencabulan Udin, yang masih tetangga.
Semula, kata dia, tidak percaya akan rasa sakit yang kerap dirasakan Lala. Pasalnya, Lala dalam keadaan sehat dan bertubuh segar. Tapi, saat kencing, selangkangannya selalu kesakitan. ''Semula saya tidak percaya, ya saya ceblek, kenapa sih. Bahkan sampai ditertawakan tetangga-tetangga,'' kata ibu Lala.
Tapi kepolosan Lala, akhirnya bisa membuka pikiran ibunya. Terlebih setelah Lala menuntut, agar ibunya ini menghajar Udin, karena salah satu siswa Kelas 1 SMK swasta di Lamongan ini berbuat nakal kepadanya. Diluarnya ta ? tanya Sang ibu pada anaknya. ''Ibu tah. Ya manuknya (burungnya) itu yang dimasukkan,'' tutur ibu tersebut menirukan pengakuan anaknya.
Mendengar pengakuan Lala, ibu tersebut kian terenyuh. Sebagai orang yang sederhana, ia mencoba menahan diri. Tapi, ketika melihat rintihan Lala saat kencing, ia tidak bisa menahan diri.
Tapi saat belum bisa melupakan kasus yang lama, keluarga ini dikejutkan dengan kejadian yang sama. Sekitar tiga hari yang lalu, sekitar pukul 12.00, Udin kembali berulah, di teras rumah Lala. Dengan bujuk rayunya, pemuda ini memasukkan jemarinya ke lobang kemaluan Lala.
Untuk menunjukkan kebejatan Udin, lala menunjukkan bercak darah yang menempel di celana dalam pada ibunya. ''Yang dengan jari kejadiannya tiga hari yang lalu, kalau dengan burung sudah agak lama,'' akunya.
Setelah melihat kejadian yang menimpa anaknya ini, ibu ini akhirnya melaporkan kasusnya ke sekolah Lala. Tapi karena merasa tidak sebagai aparat keradilan, pihak sekolah tidak bisa memutuskan persoalan itu. ''Akhirnya saya ke sini (Polres Lamongan),'' katanya.
Kasatreskim Polres Lamongan, AKP Sutopo saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari ibu Lala. Pihaknya berjanji akan memproses kasus ini lebih lanjut. Bahkan pihaknya sudah menciduk Udin, saat berangkat sekolah. ''Kasus ini kami proses sesuai hukum yang berlaku,'' kata dia.

Guru Perkosa Siswanya
Warga Lamongan gempar. Mereka dikejutkan dengan mencuatnya kasus pemerkosaan AM (24), salah satu guru SMP swasta di Kecamatan Sugio, terhadap muridnya sendiri, Melati (15) bukan nama sebenarnya.
Kasus ini terjadi saat acara Persami, di tengah hutan wialyah Desa Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, tersangka warga Desa Kalipang, Kecamatan Sugio ini kini mendekam di rumah tahanan Polres Lamongan.
Kasus ini terjadi saat siswa SMP tersebut menggelar acara Persami pada tanggal 9-11/12. Saat acara jurit malam, sekitar pukul 23.30, para siswa meninggalkan tenda, karena mengikuti menyusuri gelapnya malam di wilayah hutan tersebut.
Karena sakit, Melati warga Dusun Babadan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio ini, tidak ikut bersama teman-temannya. Siswa kelas IX ini terpaksa tinggal ditenda. ‘’Kebetulan saat itu korban sakit,’’ kata salah satu sumber tersebut, kemarin.
Tersangka AM yang ditugasi menjaga tenda, menjenguk korban. Melihat korban seorang diri, tersangka diduga bernafsu dan kemudian mengajaknya ke tenda guru. Diajak sang guru, korban tidak bisa mengelak.
Sesampai ditenda dimaksud, tanpa banyak kata, tersangka menjegal kaki korban dari belakang. Korbanpun terjatuh ke belakang. Sejurus kemudian, guru bejat ini melorot celana dalam muridnya yang bongsor ini. Sejurus kemudian, guru ini menggagahi muridnya sendiri. ‘’Saat kejadian tersangka berjanji bertanggung jawab,’’ kata salah satu pihak korban.
Kasus ini mencuat, setelah sepulangnya dari Persami, korban banyak merenung seorang diri di kamar. Melihat korban yang pikirannya selalu kosong, bibinya mencoba mengkorek. Tak tahan kejadian yang menimpa dirinya, korban menangis di pelukan bibinya.
Setelah kasus ini tercium, keluarga menuntut hingga dilakukan jalan damai di balai Desa setempat. Ternyata tersangka yang saat kejadian berjanji bertanggung jawab, saat perdamaian di balai desa tidak sanggup mengawini korban. ‘’Karena tidak bertanggung jawab, akhirnya kasus ini kami laporkan Polres Lamongan sekarang (kemarin),’’ kata sumber tersebut.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo membenarkan laporan ini. Bahkan pihaknya sudah melakukan vitsum terhadap korban. Didesak lebih lanjut, ia mengaku tersangka bisa diancam UU Nomor 23/2003 tentang perlindungan anak, Pasal 81 dan Pasal 82 dengan ancaman maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun. ‘’Kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus ini,’’ katanya.



Selengkapnya......

Lomba Alumni KF Buta Aksara (Ibu-ibu PKK Santuni Roni)


Ada-ada saja yang dilakukan para kelompok belajar buta aksara. Setelah mendapatkan pembelajaran selama 6 bulan yakni Juli - Desember 2008 lalu, sebanyak 100 warga belajar mengikuti lomba keaksaraan fungsional (KF), Kamis (15/1).

Lomba yang bertempat di Dinas Pendiikan Kabupaten Lamongan tersebut dibuka Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Lamongan Ny. Endang Riyanti Masfuk. Dalam sambutannya Endang mengatakan, keaksaraan fungsional merupakan program pendidikan luar sekolah bagi warga yang buta aksara.
Sehingga , lanjut Endang, dengan KF diharapkan di Kabupaten Lamongan tidak ada
lagi warga yang buta aksara. "Setelah mendapatkan pembelajaran selama
enam bulan kemarin, saya berharap tidak ada lagi warga Lamongan yang
tanda tangan dengan cap jempol, karena sudah dapat mengeja namanya
masing-masing," ujar istri Bupati Masfuk ini.
Lebih lanjut dikatakannya, saat ini Kabupaten Lamongan tengah
berbenah. Keaksaraan fungsional merupakan program mendukung
pembangunan di Lamongan. Melalui program tersebut, katanya, warga
belajar tidak hanya diajari baca tulis dan hitung, namunj juga
diberikan ketrampilan. "Melalui lomba ini, kami ingin mengetahui
tingkat keberhasilan ibu-ibu mengikuti pembelajaran selama enam bulan
kemarin, ikuti kegiatan ini dengan baik dan tidak usah grogi selama
mengikuti lomba ini," pesan Endang yang pada kesempatan tersebut
didampingi Ketua GOW Kabupaten Lamongan Ny. Cicik Rosida Tsalits
Fahami, dan Ketua DWP Kabupaten Lamongan Ny. Mahmudah Fadeli.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Mustofa Nur pada kesempatan tersebut
mengatakan, pendidikan di Kabupaten Lamongan empat tahun terakhir
menunjukkan perkembangan yang membanggakan bahkan diakui secara
nasional, dengan diterimanya penghargaan oleh Bupati Lamongan beberapa
waktu lalu."Tahun 2008 lalu Bupati kita mendapatkan penghargaan
anugerah Aksara Pratama dari Mendiknas serta Satya lencana Wira
Kartika Pembangunan Bidang Pendidikan, ini merupakan prestasi yang
sangat membanggakan, dan itu semua tidak lepas dari program keaksaraan
fungsional selama ini," ujarnya.
Mustofa berharap, warga belajar terus meningkatkan motivasi
belajarnya, berlanjut hingga ke tingkat yang lebih tinggi. "Meski
telah mengikuti lomba pada hari ini, jangan berhenti untuk belajar,
terus belajar dan belajar, meski usia telah lanjut, namun semangat
untuk belajar jangan pernah kendur, dan untuk lomba ini saya berharap
ibu-ibu mengikuti dengan sungguh-sungguh, ya meski tua tapi yang
kemenyek," pesan Mustofa disambut tepuk tangan peserta.
Lomba keaksaraan fungsional diikuti 100 peserta warga belajar dengan
usia 45 – 60 tahun perwakilan dari tiap-tiap kecamatan. Sedangkan
materi lomba antara lain baca tulis, hitung tulis, lesan atau hapalan
serta ketrampilan dengan juri dari Dina sPnedidikan dan organisasi
masyarakat penyelenggara KF. Lomba kan diambil juara I, II dan III
serta hjarapan I, II dan III> Meski demikian, semua peserta lomba pada
kesempatan tersebut mendapatkan piagam.
Dari data BPS, di Lamongan ada sejumlah 10.774 warga usia 45-60 tahun
yang belum melek huruf. Sejumlah 4.704 orang yang buta huruf atau 470
kelompok belajar sudah dituntaskan pada tahun 2008. sedang sisanya
akan dituntaskan pada tahun ini juga oleh Dinas Pendidikan bekerjasama
dengan organisasi masyarakat seperti PKK, Dharma Wanita, Aisyiyah dan
Muslimat.
Seuasi membuka lomba unik itu, Endang Rijanti Masfuk bersama Mahdumah
Fadeli dan Cicik Rosida Tsalits Fahami mengunjungi Roni (10) pasien
RSD dr Soegiri yang menderita kanker ganas di wajahnya. Di sana,
Endang memberikan santunan dari ibu-ibu Tim Penggerak PKK Lamongan.
Santunan itu sendiri dikumpulkan secara spontan oleh ibu-ibu PKK saat
rapat rutin di Kecamatan Sarirejo Selasa lalu. Selain mengunjungi
Roni, Endang juga melanjutkan pemberian asupan gizi untuk balita
miskin dan kegiatan plestarisasi di Kecamatan Mantup.

Selengkapnya......

Ajak Generasi Muda Berfikir Positif-Optimistis


Para agenerasi diminta untuk berfikir secara positif dan optimis.
Sebab jika wawasan generasi muda diisi hal yang negatif
dan pesimistis, itu hanya akan merusak rasa kebangsaan. Ini disampaikan
Ketua Majelis Pembina Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan
Masfuk saat membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka
Lamongan, H. Masfuk di Sanggar Pramuka setempat, Kamis (15/1).
"Sadarkan pada generasi muda bahwa mereka juga memiliki modal besar
untuk bisa maju dan berkarya. Karena kaum muda sering tidak sadar jika
mereka juga punya peluang dan kesempatan yang sama untuk maju. Cara
berfikir untuk maju inilah yang harus ditanamkan dalam setiap generasi
muda. Jangan yang negatif, karena ini akan merusak rasa kebangsaan
mereka, " ujar Masfuk yang juga Bupati Lamongan itu.
Hambatan dan tantangan, kata dia, adalah peluang untuk melakukan
inovasi sehingga setiap mimpi bisa diraih untuk melakukan perubahan.
"Orang yang mau berubah adalah orang yang memiliki energi yang luar
biasa. Dan energi itu ada pada generasi muda pramuka. Karena itu saya
percaya gerakan pramuka adalah wadah tepat untuk memberi motivasi pada
anak-anak muda. Saya minta Rakercab ini nantinya mensikapi
perkembangan teknologi dan beri penekanan pada peningkatan kualitas
pemuda dalam penyusunan program kerja pramuka kedepan, " tutur dia.
Dalam Rakercab yang akan berlangsung sehari itu diikuti sejumlah 125
orang yang terdiri dari utusan masing-masing Kwartir Ranting
(Kwarran), utusan Andalan Cabang dan utusan Satuan Karya (Saka).
Selain itu, juga dihadiri 109 utusan termasuk diantaranya Dewan
Kehormatan Cabang dan BPK.
Selanjutnya Rakercab dipimpin oleh Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab)
Gerakan Pramuka Lamongan Fadeli yang akan membahas program kerja
Kwarcab tahun 2009. Rancangan program kerja ini dibahas tiga komisi.
Yakni Komisi A program kerja binamuda dan binawasa, Komisi B program
kerja manajemen dan keuangn Kwarcab, serta Komisi C program kerja
Humas.
Beberapa prestasi diraih Kwarcab Gerakan Pramuka Lamongan pada 2008.
Diantaranya, Kwarran Pramuka Ponpes Al Islah yang mewakili Indonesia
pada Jambore tingkat Asean di Cibubur, Jakarta beberapa waktu lalu
meraih juara umum II. Selain itu, dua orang anggota pramuka Lamongan
yang tergabung dalam kontingen Jatim berhasil menjadi juara umum pada
Perkemahan Bhakti (Perti) Kencana Tingkat Nasional di tahun yang sama.

Selengkapnya......

Rabu, Januari 14, 2009

BEM Unisda Kutuk Israel




Aksi kutukan terhadap Israil yang telah membombardir Palistina, berlanjut. Setelah para pelajar, parpol dan wartawan, giliran mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan gelar aksi solidaritas, Rabu (14/1).

Para mahasiswa yang tergabung dalam BEM Unisda ini berjalan kaki menuju gedung dewan. Selain membentangkan poster dan spanduk, para mahasiswa ini melakukan orasi, tentang kebiadaban Israel.

Setelah sampai di gedung dewan, mereka tertahan di pintu masuk. Pasalnya, di gedung ni, tengah berlangsung siding paripurna penetapan 10 Raperda. Akibatnya., mereka menggelar orasi di luar pagar.

Dalam orasi dans ebagaimnan tuntutannya, mereka mendesak pemerintah RI untuk mendesak PBB agar menghukum dan mengeluarkan negeri zionis ini dari keanggotaan PBB. Untuk mengirim pasukan pembela rakyat Palestina bukan sebagai pasukan perdamaian. Menolak impor ekspor produk yang terindikasikan produk zionis dan Israil. ''Seluruh anggota dan DK PBB membubarkan PBB karena mandul dan tidak berbuat apa-apa selama insiden berlangsung, dimana tempat dan negaranya,'' kata Anam, salah satu tokoh dalam aksi ini.

Setelah sidang paripurna usai, mereka diterima oleh Ketua DPRD setempat H. Makin Abbas dan jajarannya. Menjawab aksi para mahasiswa ini, H. Makin menyatakan, pihaknya mendukung aksi yang digelar para mahasiswa. Bahkan pihaknya setuju boikot terhadap produk zionis dan Amerika Serikat.

Sebagai bukti lebih lanjut dukungannya, pihaknya bersedia membubuhkan tanda tangan yang disodorkan para demonstran. Sekedar diketahui, pernyataan yang ditandatangani H. Makin Abbas ini berisi tuntutan para demonstran, sebagaimana yang disampaikan dalam orasi, terhadap pemerintah SBY.

Usai diterima pimpinan dewan, mereka bergerak ke Kantor Bupati Lamongan. Di tempat ini, mereka diterima Asisten I Agus Sugiarto didampingi Kabakesbang, Imam TRisno Edy. Sebagaimana didewan, pihak eksekutif juga mendukung aksi para demonstran.

Aksi dilakukan BEM Unisda ini melengkapi aksi serupa di Lamongan. Sebelumnya, aksi serupa juga digelar para pelajar, parpol dan wartawan.

Selengkapnya......

Polisi Tangkap Tersangka Kayu ''Rencekan''




Tiga warga, yakni Suwandi (32) sopir asal Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Yanto (45) dan Reman, keduanya warga Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio, ditangkap petugas, Selasa (13/1). . Pasalnya, mereka kepergok petugas saat membawa kayu jati dan mahoni yang diduga ilegal.

Sebelum kejadian, anggota Polsek Sugio bersama Polsus Perhutani melakukan patroli. Saat di jalan Dusun Balonggesing, Desa Lebakhadi, Kecamatan Sugio, sekitar pukul 04.30, mereka menghentikan kendaraan.

Setelah dicek, ternyata Suwandi, sopir Kijang Nopol S 424 U ini tidak bisa menunjukkan surat kayu jati dan mahoni yang mereka angkut. Karena tidak bisa menunjukkan dokuken jati dan mahoni, maka Suwandi, Remand dan Yanto, di Mapolsek Sugio. Bukan hanya tersangka, barang bukti termasuk 18 batang kayu jati dan mahoni berbagai ukuran atau sekitar 1 meter kubik juga turut diamankan.

Kastreskrim Polres Lamongan AKP Sutopo saat dikonfirmasi membenarkan terungkapnya kasus jati dan mahoni ilegal ini. Saat didesak, pihaknya berjanji akan memproses lebih lanjut kasus ini. ''Tersangka berikut barang bukti sudah kami amankan,'' katanya.

Selengkapnya......