Di Hari Sumpah Pemuda ke-81 tahun ini, dua pemuda Kabupaten Lamongan berhasil ukir prestasi tingkat Jatim. Purwanto menjadi juara II Pemuda Pelopor Jatim Bidang Kewirausahaan, pendidikan dan teknologi tepat guna dan Ninin Desina juga juara II Bidang seni Budaya dan Pariwisata.
Kedua pemuda berprestasi itu, kemarin (28/10) menerima penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Bupati Lamongan Tsalits Fahami seusai pimpin Upacara Bendera Sumpah Pemuda di alun-alun setempat. Selain keduanya, sejumlah prestasi juga ditorehkan pemuda Lamongan. Diantaranya Drum Band Nawa Kartika Nada MTs Putra Putri Lamongan yang sukses jadi juara I dalam Kirab Drum Band Sumpah Pemuda Ke-81 Di Gedung Grahadi Surabaya, 25 Oktober lalu. Di event yang sama, Drum Band Tauba Mahardika Tunggul/Paciran meraih juara II untuk kategori kostum terbaik.
Sebelumnya, Tsalits Fahami dalam sambutannya sampaikan dengan telah disahkannya undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan pada 14 Oktober 2009, telah membawa arah baru pembangunan kepemudaan. “Kini arah arah baru pembangunan kepemudaan bangsa lebih jelas, terarah dan kemajuannyapun bisa lebih terukur. Undang-undang ini adalah jaminan untuk kiprah pemuda, “ katanya saat membacakan sambutan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng.
Dilanjutkannya, selain memberi definisi yang jelas tentang pemuda, dalam undang-undang itu juga mewajibkan pemerintah pusat maupun daerah untuk peduli dengan pembangunan kepemudaan. Demikian pula sumber pendanaan juga telah djamin lewat undang-undang tersebut. “ Undang-undang ini juga memberi kesempatan bagi pemuda untuk memberi kontribusi dan warna pembangunan Indonesia, “ ujarnya.
Dia juga berharap agar pemuda terus kembangkan semua potensi dan kualitas serta daya saing dengan karakter Sumpah Pemuda. Dituturkannya, seteiap generasi muda sekarang harus mampu berperan dalam era globalisasi ini. “ Meski ini tidak mudah, tapi pemuda pasti mampu wujudkan negeri yang dihormati bangsa lain dan diberkati Allah SWT, “ kata dia.
Rabu, Oktober 28, 2009
Prestasi Di Hari Sumpah Pemuda
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.10 0 komentar
Kategori: Berita
Masfuk Terima Paramakarya Parama Husada
Penghargaan tingakat nasional kembali diraih Bupati Lamongan Masfuk. Berlangsung di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Rabu (28/10), di akhir masa jabatannya ini Masfuk akan menerima penghargaa Paramakarya Parama Husada dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). Penghargaan itu rencananya akan diserahkan lagsung oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.
Penghargaan di bidang kesehatan tersebut diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memberikan perhatian dan kontribusi luar biasa pada pengembangan bidang perumahsakitan. “Penghargaan tertinggi dari Persi ini dijadwalkan akan diserahkan langsung oleh Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih kepada Bapak Bupati (Masfuk), “ terang Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa.
Disampaikan Aris, kepastian pemberian penghargaan itu didapat melalui SUrat Persi Pusat nomor 591/JAV/PP.Persi/X/2009 tertanggal 2 Oktober 2009. Dikatkannya, Bupati Masfuk selama ini telah memberi perhatian besar pada upaya peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD dr Soegiri Lamongan. Semua unit instalasi pelayanan di rumah sakit kelas B ini telah bersertifikat ISO 9001:2000dari Worlwide Quality Assurance (WQA).
“Sejumlah inovasi di bidang kesehatan juga dilakukan selama kepemimpinan beliau. Diantaranya dengan menggratiskan biaya rawat jalan bagi semua pasien, baik kaya maupun miskin. Pemkab Lamongan juga bekerjasama dengan sejumlah organisasi wanita untuk melakukan jemput bola jika diketahui ada pasien dari keluarga kurang mampu yang sakit dan tidak segera dibawa ke rumah sakit. “ ujar Aris.
Dilanjut Aris, selain itu mulai tahun ini juga telah dimulai pencanangan kelanjutan pembangunan rumah sakit type C di Kecamatan Ngimbang dengan anggaran mencapai Rp 40,369 miliar. Rumah sakit di kawasan selatan Lamongan itu dibangun di lahan seluas 18.732 meter persegi.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.07 0 komentar
Kategori: Berita
Selasa, Oktober 20, 2009
Konsul USA Kagumi Keterbukaan Investasi Lamongan
Keterbukaan pada investor yang akan menanamkan modalnya dan sejarah bahwa Lamongan pernah ada warganya yang terkait terorisme adalah dua hal yang sangat kontradiktif. Terutama pada isu kemanan. Namun ternyata dua kontradiksi tersebut bisa diseimbangkan oleh Bupati Lamongan Masfuk sehingga investor berdatangan ke Lamongan.
Itu adalah salah satu hal yang menjadi ketertarikan konsulat jenderal (konjen) Amerika Serikat di Surabaya Caryn McClelland saat lakukan kunjungan kehormatan dan silaturrahmi dengan Masfuk di ruang kerja bupati kemarin (20/10). Dalam lawatnnya tersebut Caryn ditemani seorang public affairs assistant konsulat, Esti Durahsanti.
“Bagaimana Pak Masfuk bisa menyeimbangkan kedua hal yang kontradiktif ini. Padahal investor sangat membutuhkan keamanan, “ tanyanya kepada Masfuk dengan Bahasa Indonesia. Pertanyaan Caryn ini berawal dari fakta bahwa ternyata ada investor besar semacam Lamongan Integrated Shorebase (LIS) yang mau mendirikan usaha di Paciran.
Masfuk sendiri sampaikan bahwa pesatnya perkembangan dan kunjungan ke Wisata Bahari Lamongan atau WBL menjadi kunci jawabnya. Menurut dia, pesatnya turisme adalah bukti nyata bahawa suatu daerah itu aman dan nyaman untuk dikunjungi. Karena wisata itu identik dengan rasa aman. “Tentu saja saya bersama jajaran harus melakukan pendekatan pada investor. Namun dengan adanya WBL menjadikan pendekatan itu lebih mudah, “ ujar dia.
Terkait ketertarikan investor pada Lamongan, Masfuk sampaikan hal itu bukan semata karena adanya regulasi yang jelas, infrastruktur yang memadai maupun ketersediaan tenaga ahli. Namun peran kepala daerah (Bupati) juga memegang peran kunci. Seorang bupati yang tidak kaku dan selalu welcome (terbuka) dengan investor, lanjut Masfuk, juga menjadi faktor penting ketika investor lebih memilih Lamongan dibanding kabupaten lain. “Kepala daerah juga memegang peran penting atas suksesnya otonomi daerah. Tanpa inovasi dan kreatifitas, desentralisasi yang sudah bagus ini tidak akan bisa sejahterakan rakyat, “ katanya.
Isu terorisme juga sempat menjadi bahan perbincangan keduanya. Caryn sempat menanyakan apakah memang karena kemiskinan, sehingga terorisme masih ada di sejumlah daerah di jawa. Sementara menurut Masfuk, selain kemiskinan, terorisme erat kaitannya dengan keyakinan dan solidaritas seorang muslim. “Sekarang Pemkab Lamongan telah menjalankan program beasiswa bagi mereka yang pandai tapi miskin. Ini adalah bagian dari usaha untuk merubah mindset masyarakat menuju kesejahteraan melalui pendidikan, “ terang dia.
Lawatan Caryn di Lamongan itu ditutup pemberian cinderamata berupa buku biografi Presiden Amerika Barrack Obama kepda Masfuk. Caryn juga sampaikan suatau saat akan undang Masfuk untuk menghadiri acara di kediaman Caryn yang ternyata keduanya bertetangga di Surabaya. Caryn juga berharap dalam lawatan berikutnya dapat kunjungi LIS dan WBL.
Dipersembahkan oleh adam Pada 17.20 0 komentar
Kategori: Berita
Makin Abbas Kembali Pimpin DPRD Lamongan
DPRD Kabupaten Lamongan kembali dipimpin oleh ketua periode sebelumnya dari PKB yakni Makin Abbas. Sementara masing-masing Saim dari PDIP, Husnul Aqib dari PAN dan Purwadi dari Partai Golkar sebagai wakil ketua. Pengambilan sumpah pimpinan legislatif itu kemarin (20/10) dipimpin Ketua Pengadilan Negeri setempat Budi Soesanto dalam sebuah Rapat Paripurna Istimewa.
Sementara Surat Keputusan Gubernur Jatim Soekarwo terkait pengangkatan pimpinan DPRD dilakukan Sekretaris DPRD Abdul Munir. SK bernomor surat 171.413/126/011/2009 tentang Peresmian Pimpinan DPRD Kabupaten Lamongan tersebut tertanggal 15 Oktober 2009.
Makin Abbas dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua DPRD menyebut jabatan yang diembannya tersebut selain mengandung pertanggungjawaban kepada Allah SWT juga mengandung tanggung jawab pada rakyat. Ditambahkannya, pimpinan DPRD adalah alat kelengkapan dewan yang melaksanakan tugasnya secara kolektif. “Segala perbedaan yang ada akan bisa diselesaikan dengan kebersamaan. Sehingga masalah sebesar apapun dapat diselesaikan “ ujarnya.
Bupati Lamongan Masfuk bersama Wabup Tsalits Fahami terlihat hadir dalam kegiatan tersebut. Bersama mereka, sejumlah muspida setempat juga terlihat hadir dalam acara yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD setempat itu.
Masfuk saat membacakan sambutannya sampaikan, lewat pemilihan umum, rakyat telah memberikan legitimasi besar kepada wakilnya di DPRD. Dikatakannya mekanisme rekruetmen politik yang mengahsilkan perwakilan rakat melaui pemilu telah berlangsung aman dan lancar. “Legitimasi yang besar dari rakyat ini, harapannya, mampu diimplementasikan dalam bentuk kepekaan dan akuntabilitas dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat, “ tutur dia.
Diatambahkannya, dewan perwakilan rakyat daerah yang juga merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah, mempunyai kedudukan yang setara dan memiliki hubungan kerja yang bersifat kemitraan dengan pemerintah daerah. “Dengan demikian merupakan kewajiban kita bersama antara pemerintah dan dewan perwakilan rakyat daerah untuk memelihara dan membangun hubungan kerja yang harmonis dan saling mendukung demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat, “ ujar dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 17.17 2 komentar
Kategori: Berita
Jumat, Oktober 16, 2009
Lomba Klompen Melawan Debu
Hujan yang sekian lama belum pernah mengguyur Kota Lamongan membuat lapangan alun-alun Kota Soto tersebut berdebu. Sehingga peserta Lomba Klompen antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang pagi itu berlangsung (16/10), bukan hanya melawan peserta lain, namun juga harus bertarung dengan debu yang beterbangan.
Sejumlah peserta Lomba Klompen putri yang bersemangat ikuti lomba melengkapi diri dengan masker seadanya. Sementara yang lain cukup berani untuk berlomba tanpa penutup muka. Begitu pula dengan peserta Lomba Tarik Tambang yang hanya diikuti pendaftar putra. Saat tambang saling ditarik dan kaki menjejak tanah, tak ayal debu membumbung.
Kegiatan dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-26 tersebut juga melombakan olahraga tradisional gasing. Lomba Tarik Tambang menjadi lomba yang paling banyak pendaftar. Tercatat ada 75 tim yang mengikuti lomba ini. Sementara Gobak Sodor dikuti 27 tim putri. Kemudian Klompen putra diikuti 55 peserta yang dimenangkan BKD sedangkan Klompen putri diikuti 30 tim yang dimenangkan tim RSD dr Soegiri.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.23 0 komentar
Kategori: Berita
Bukan Untuk Sekedar Kumpulkan Data
Bupati Lamongan Masfuk dalam sambutannya saat tasyakuran Kantor Penanaman Modal menyampaikan ketidaksetujuannya jika kantor itu hanya untuk kumpulkan data statistik saja. Padahal fokus dan ide dasar pendirian kantor tersebut adalah untuk menambah jumlah penanam modal di Lamongan.
“Saya tidak setuju jika Kantor Penanaman Modal ini hanya mendata angka dan statistic saja. Seperti data berapa nila modal investor yang sudah masuk Lamongan. Kalau hanya cari data semacam itu sudah abnyak lembaga lain seperti BPS atau Bappeda, “ ujarnya di Kantor Penanaman Modal, Jum’at (16/10).
Kantor Penanaman Modal, tegas Masfuk, harus fokus pada ide dasar dibentuknya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut. Yakni meningkatkan jumlah penanam modal (investor) di Lamongan. “Harus bisa datangkan investor baru, jangan cuma mendata modalnya investor yang sudah ada, “ ujarnya.
Dia juga berharap akar kantor itu dikelola secara professional. Setiap aktifitas pekerjaan harus dilakukan secara efektif dan efisien. “Karena calon investor yang datang ke kantor ini berharap akan mendapat pelayanan yang professional, “ tambah dia. Berdasar data Bappeda, nilai investasi di Lamongan telah mengalami lonjakan pesat. Dari hanya Rp 246 miliar di tahun 2000, naik menjadi Rp 10 triliun di tahun 2007.
Tasyakuran itu kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Masfuk yang diserahkan pada epala Kantor Penanaman Modal Lestariono. Wabup Tsalits Fahami bersama Sekkab Fadeli dan Inspektur Supardi juga hadir dalam tasyakuran tersebut.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.20 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Oktober 14, 2009
SMAN 1 Berpeluang Jadi Adiwiyata
SMAN 1 Lamongan nampaknya berpeluang untuk untuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Itu setidaknya terungkap saat Kepala Bidang Komunikasi Lingkungan Masyarakat Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim Putu Arta Giri lakukan kunjungan ke sekolah di jalan veteran tersebut kemarin.
Peluang SMAN 1 Lamongan tersebut terutama karena sekolah ini sudah mengadopsi pembelajaran lingkungan hidup (PLH) dalam kurikulumnya. Seperti disampaikan Kepala BLH Lamongan Luluk Suprapti, Putu Arta Giri sempat tinjau SMAN 1 disela kegiatannya lakukan sosialisasi Program Adiwiyata di Ruang Sabha Nirbawa Kompleks Kantor Pemkab setempat.
“Pak Putu setelah tinjau lokasi (SMAN 1) sampaikan sekolah tersebut memiliki potensi untuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Salah satu syarat untuk masuk kriteria Sekolah Adiwiyata sudah dimiliki sekolah ini. Yakni memiliki mata pelajaran tersendiri yang mengadopsi kurikulum PLH, “ terang mantan Asisten Administrasi tersebut.
Namun Luluk menambahkan, masih ada proses panjang yang harus dijalani untuk bisa menjadi Sekolah Adiwiyata. Dikatakannya, bahkan ada seleksi tingkat propinsi sebelum bisa masuk seleksi nasional. “Jika Lamongan mampu meraih Sekolah Adiwiyata, itu akan menjadi pelengkap sempurna untuk Adipura yang telah diraih Lamongan selama tiga kali berturut-turut lalu, “ ujarnya.
Sebelumnya, Putu Arta Giri saat sosialisasi kepada sejumlah sekolah di Lamongan sampaikan Program Adiwiyata berusaha mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Diungkapkannya, ada prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi dalam Adiwiyata, yakni partisipatif dan berkelanjutan. “Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperehensif, “ katanya.
Menurut Putu, kebijakan PLH di sebuah Sekolah Adiwiyata harus ada dalam tataran nyata. Bukan sekedar retorika saja. Dicontohkannya kebijakan penghematan sumber saya alam (SDA). Yang ada harus bukan hanya kebijakan tertulis mengenai petunjuk rinci penghematan SDA di sekolah seperti listrik, air dan alat tulis kantor (ATK). Namun juga harus ada bukti fisik berupa SK Kepala Sekolah tentang penghematan itu.
“Sekolah Adiwiyata juga harus memiliki kegiatan berbasis partisipatif. Seperti kegiatan ekstrakulikuler dan ko kulikuler yang mendukung pembelajaran lingkungan hidup. Kemudian kegiatan aksi lingkungan yang diprakarsai sekolah maupun pihak luar sekolah serta kegiatan kemitraan pihak sekolah dengan pihak luar, “ terangnya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.29 0 komentar
Kategori: Berita
Lamongan Masuk Program Sakasakti
Kabupaten Lamongan menjadi satu diantara 100 daerah di Indonesia yang terpilih masuk program konsep satu kabupaten satu kompetensi inti atau Sakasakti. Program Departemen Perindustrian (Depperin) RI tersebut akan mengkaji pengembangan kompetensi inti industri di daerah. Itu disampaikan Siswo Sasmito, Team Leader Program Pengkajian Kompetensi Inti Industri Daerah Depperin RI saat kegiatan focus group discussion (FGD) kemarin (14/10).
Berdasar identifikasi dan inventarisasi yang dilakukan Agutus 2009 lalu oleh sebuah tim konsultan, ada 10 produk di Lamongan yang layak diusulkan sebagai kompetensi inti. Kesepuluh produk itu adalah tikar lipat, tas enceng gondok, kapal rakyat, tenun ikat, konveksi, batik tulis, anyaman pandan, kopyah, grafir kaca dan tas tempurung.
“Depperin menetapkan 100 kabupaten/kota di Indonesia sebagai basis studi untuk temukan industri yang berpotensi dijadikan industri inti. Dan salah satu diantaranya adalah Lamongan. Diharapkan dengan pengembangan kompetensi inti indutsri daerah ini akan mampu naikkan pendapatan asli daerah (PAD). Karena akan bisa lebih focus kembangkan keunikan daerah untuk terus dipertahankan dan dijadikan industri besar, “ terangnya saat di Ruang Sabha Nirbawa Pemkab setempat.
Sementara Kepala Dinas Industri, Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan Mursyid dalam sambutannya ungkapkan kondisi industri nasional yang kini alami penurunan daya saing kara kurang efisiensi dan struktur industri yang lemah. Dengan penentuan kompetensi inti, kata dia, akan bisa untuk peningkatan daya saing daerah maupun nasional.
“Dengan menentukan kompetensi inti berdasar sejumlah kriteria, sumber daya daerah akan terfokus untuk kembangkan satu kompetensi inti. Diantara kriteria kapabilitas kompetensi inti adalah produk itu bernilai, khas atau unik, sulit ditiru dan tidak ada produk pengganti, “ kata dia.
Menurut Mursyid, Kabupaten Lamongan sendiri telah mengembangkan konsep kawasan ekonomi berdasar kompetensi daerah. Yakni kawasan pantura yang dijadikan sebagai industri maritim. Kemudian kawasan tengah ditetapkan sebagai kawasan industri perdagangan dan pertanian serta kawasan selatan ditetapkan sebagai wilayah agropolitan yang ditanadai degan mulai dibangunnya PT Sorini, pabrik pengolah sari pati jagung.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.26 0 komentar
Kategori: Berita
Jumat, Oktober 02, 2009
Pompa semangat para atlit Porprov
Kontingen Porprov II Kabupaten Lamongan pasang target cukup tinggi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Jatim di Malang Raya 5-10 Oktober mendatang. Lima medali emas, 12 perak dan delapan perunggu adalah target yang dipasang kontingen Porprov II Lamongan.
Target itu disampaikan Komandan Kontingen Porprov II Lamongan Soeharto dalam laporannya saat prosesi pemberangkatan kontingen oleh Bupati Lamongan Masfuk di Pendopo Lokatantra, Jumat (2/10). Selain itu, KONI Lamongan juga menjanjikan bonus uang tunai bagi setiap peraih medali. Yakni Rp 3 juta untuk setiap peraih medali emas, Rp 2 juta untuk medali perak dan Rp 1 juta untuk setiap peraih medali perunggu. Bahkan Masfuk sendiri sudah siapkan bonus khusus diluar yang diberikan KONI untuk atlit yang sanggup raih medali emas.
Masfuk kepada kontingen yang akan mulai berangkat 3 Oktober mendatang berharap agar para duta Lamongan itu sanggup buat kejutan di Porprov II Jatim. “Mungkin saat ini kontingen daerah lain memandang sebelah mata Lamongan. Tapi saya minta kalian nanti bis atampil mengejutkan dan meraih medali sebanyak-banyaknya. Sehingga semua orang tahu kemajuan Lamongan, “ tegasnya memberi semangat.
Dia juga meminta kepada setiap atlit agar jangan minder saat bertanding. “Semua teknik dan teori yang diperoleh dari pelatih akan pupus kalau minder duluan sebelum bertanding. Jika sampai ada yang mempunyai pikiran minder berarti dia tidak layak untuk wakili Lamongan yang miliki penduduk hingga 1, 4 juta orang ini, “ ujar dia.
Masfuk yang juga manajer Persela Lamongan ini berharap official yang dikirim untuk mendampingi atlit agar laksanakan tugas seuai porsinya. Dikatakannya, jika tugas atlit adalah memeras keringat dalam pertandingan, maka tugas official adalah menjaga motivasi dan mental bertanding atlitnya. “Semua memiliki peran penting untuk kibarkan nama Lamongan di bidang olahraga di Jatim, “ kata dia.
Dari 20 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Porprov II Jatim, kontingen Lamongan ikuti 11 cabor. Sementara atlit yang dikirim sejumlah 91 orang, 36 official dan 18 panitia pelaksana. Diantaranya adalah atletik, panahan, drum band, pencak silat, bola voli, catur, sepak takraw dan bulu tangkis. Sementara target medali yang diusung itu diharapkan akan diraih dari cabor gulat, panahan, panjat tebing, tennis lapangan, catur dan drum band. Pada Porprov I di Surabaya, Lamongan menempati posisi 32 dari 38 kabupaten/kota dengan raihan 1 perak (tenis lapangan) dan 1 perunggu (pencak silat).
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.41 0 komentar
Kategori: Berita






