Kota Balikpapan dan Kabupaten Lamongan memiliki sejumlah kesamaan. Diantarannya sama-sama memiliki sejumlah peternakan burung wallet. Namun Kota Balikpapan belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) mengenai sarang burung ini. Ini adalah sejumlah materi yang ditanyakan anggota DPRD Kota Balikpapan saat melakukan lawatan ke Lamongan kemarin (30/7).
Seperti disampaikan Iskandar, Ketua Paguyuban warga Lamongan di Balikpapan yang juga anggota DPRD Kota Balikpapan. Menurut pria kelahiran Kecamatan Sukodadi tersebut, Kota Balikpapan sampai saat ini belum memiliki Perda Sarang Burung Walet. Padahal ada cukup banyak usaha ini di Balikpapan. “Saya juga tawarkan kepada Bupati Masfuk untuk berkunjung ke Balikpapan. Karena disana cukup banyak warga Lamongan yang merantau, “ katanya saat diterima Asisten Tata Praja Agus Sugiharto di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan.
Agus Sigiharto kepada Iskandar sampaikan Lamongan sudah cukup lama memiliki Perda yang mengatur mengenai ternak Sarang Burung Walet. Dalam Perda tersebut, Kata Agus, diatur retribusi yang ditarik sebesar 15 persen dari penghasilan sarang burung.
Dari pimpinan rombongan DPRD Kota Balikpapan Gunawarman diketahui bahwa Kota Balikpapan juga sudah menerapkan parker berlangganan. Namun kebijakan tersebut belum berjalan baik seperti di Lamongan yang sudah bisa setor pendapatan asli daerah (PAD) hinggga Rp 4 miliar. “Parkir Balikpapan dari target Rp 2 miliar, hanya sanggup setor Rp 800 juta, “ ungkap dia. Ditambahkannya, meski kawasan pantai Balikpapan hanya sekitar 2o persen dan selebihnya perbukitan, sebagain besar pengembangan yakni 75 persen dilakukan di wilayah pantai.
Menanggapi itu, Agus Sugiharto sampaikan memang harus ada kerjasama dengan sejumlah pihak agar program parker berlangganan dapat berjalan. Yakni kerjasama dengan Pemprop Jatim dan Polda Jatim. “Tanpa kerjasama ini, mustahil parker berlangganan bias berjalan sukses. Untuk roda dua ditarik parker berlangganan Rp 20 ribu setiap tahun dan roda empat sebesar Rp 40 ribu pertahun. Kemudian jika ada petugas parker yang nakal dan masih menarik parki, pasti diberi sangsi tegas, “ kata Agus.
Sebelumnya Agus dalam sambutannya kepada sejumlah 30 orang rombongan kungker sampaikan saat ini APBd Lamongan sudah tembus Rp 1 triliun dengan PAD mencapai Rp 111 miliar. Menurut Agus, pembangunan Lamongan kedepan akan dibagi dalam tiga kawasan. Yakni kawasan utara untuk industri, dan wisata , kawasan tengah untuk ekonomi dan perdagangan, serta kawasan selatan sebagai agropolitan.
Kamis, Juli 30, 2009
Balikpapan Belajar Perda Walet
Dipersembahkan oleh adam Pada 17.21 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Juli 29, 2009
PAPBD 2009 Disetujui
Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) 2009 Lamongan resmi disetujui semua fraksi-fraksi DPRD setempat, Rabu (29/7) dalam Rapat Paripurna pembahasan PAPBD 2009 di gedung dewan setempat. Selanjutnya, PAPBD tersebut akan diterbitkan melalui surat keputusan DPRD kemudian diajukan ke Gubernur Jawa Timur.
Pendapat Akhir (PA) Panitia Anggaran atau Panggar yang disampaikan melalui Sekretaris Panggar Sutardjo Syafi'ie menyebutkan pendapatan daerah Lamongan dalam PAPBD ditargetkan menjadi sebesar Rp 968.718.005.262. Sebelumnya dalam APBD 2009, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 856.326.113.982.
Kemudian belanja daerah sebelum perubahan sebesar Rp 902.049.976.531 naik menjadi Rp 1.022.553.510.909 pada PAPBD. Dengan tingkat realisasi pendapatan daerah dan belanja daerah tersebut, lanjut Sutardjo, maka terdapat defisit anggaran sebesar Rp 53.835.505.647. selanjutnya dengan jumlah pembiayaan netto setelah perubahan sebesar Rp 53.835.505.647, yang nominalnya sama dengan defisit, sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SILPA) menjadi Nol.
Meski secara bulat disetujui, fraksi-fraksi dewan tetap memberikan sejumlah masukan dan saran. FPAN lewat juru bicaranya Muhammad Saikun menghimbau eksekutif agar di sektor ekonomi melakukan langkah-langkah perlindungan terhadap pelaku bisnis lokal. Juga dihimbau meningkatkan daya saing dan keberlanjutan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui peningkatan kompetensi managerial, teknologi informasi serta peningkatan kreatifitas produksi.
Sementara FPGolkar lewat juru bicaranya Moechsin berharap dengan volumenya yang mneingkat menjadi lebih dari Rp 1 triliun, agar dimasa mendatang lebih ditingkatkan lagi. Terutama dari sektor pendapatan asli daerah (PAD). Selanjutnya dia berharap pembanguan yang berwawasan lingkungan yang sehat agar lebih mendapat perhatian.
Terkait bidang pendidikan, Nipbianto, juru bicarqa FPDIP sampaikan masih banyaknya keluhan masyarakat perihal tingginya biaya pungutan sekolah yang seringkali dalam bentuk biaya ekstrakulikuler, uang gedung dan pembelian perlengkapan pengajaran yang harganya jauh dari harga pasar. “Saudara Bupati diharapkan lakukan penindakan pada aparat penyelenggara pendidikan yang lakukan pembebanan pembiayaan secara terselubung. Demikian pula Dewan Pendidikan agar berperan dalam menyikapi berbagai persoalan pendidikan, “ ujar dia.
Sedangkan FPKB melalui juru bicaranya Supriyadi mengkritisi pelaksanaan program parkir berlangganan. “Mengingat banyaknya keluhan masyarakat terhadap parkir berlangganan, barangkali sudah sattanya Perda tentang parkir berlangganan tersebut ditinjau kembali, “ ungkap dia. Supriyadi juga mempertanyakan pencanangan tahun kualitas pembangunan infrastruktur pada tahun 2007 yang sampai saat ini belum menunjukkan hasil nyata. Hal tersebut diungkapkannya nampak dari tingkat kerusakan jalan maupun gedung yang dibangun.
Bupati Lamongan Masfuk sendiri dalam pidato sambutannya sampaikan masukan dari fraksi dan panggar akan dijadikan sebagai bahan untuk pembangunan Lamongan kedepan. Menurutnya selama ini telah terjalin sinergitas dalam hubungan yang saling mendukung antara eksekutif dan legislatif. “Tanatangan pembangunan kedepan akan semakin berat. Semoga akan tetap terjalin hubungan harmonis dengan legislatif di masa-masa mendatang, “ kta dia. Masfuk juga sampaikan akan melakukan upaya percepatan pembangunan Kuro/New Sembayat Barrage agar manfaatnya segera dinikmati masyarakat. Baik sebagai sumber air baku, irigasi maupun sebagai pengendalian banjir.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.43 0 komentar
Kategori: Berita
Selasa, Juli 28, 2009
Menag Resmikan 33 Mts Satu Atap
Menteri Agama (Menag) RI Muhammad Maftuh Basyuni kemarin (28/7) bersama Kepala Perwakilan AusAid, lembaga donor pemerintah Australia, Blair Exell resmikan penggunaan gedung Madrasah Tsanawiyah Satu Atap (MTs-SA) Yayasan Pondok Pesantren (PP) Kebon Dalem Desa Tanggungan Kecamatan Pucuk. Peresmian itu adalah bagian dari persemian 33 gedung sejenis bantuan AusAid di lima propinsi.
Turut mendampingi Blair Exell adalah Rodney Tiller, General Manager MCPM AIBEP atau Managing Contractor Project Management - Australia Indonesia Basic Education Program (MCPM – AIBEP). Sementara dari Departemen Agama terlihat hadir Dirjen Pendiidkan Islam Mohammad Ali, Direktur Pendidikan Madrasah Firdaus dan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Jawa Timur, Imam Haromain. Sementara dari Lamongan ada Bupati Masfuk, Wakil Bupati Tsalits Fahami, Kakandepag setempat Kusaiyin Wardani serta sejumlah muspida setempat.
Blair dalam sambutannya sampaikan program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia ini bukan hanya bisnis semata. Tapi kemitraan sebagai teman dalam region yang sama. Blair mengatakan sebagai tetangga dekat harus saling membantu. Baik dalam suasana suka maupun duka. “Terlepas dari masa-masa sulit yang kita lalui, “ katanya seperti disampaikan seorang penterjemah.
Blair sendiri menyebutkan hubungan Indonesia-Australia layaknya sebagai satu keluarga yang miliki hubungan darah. Dikatakannya, kejadian dua minggu lalu (bom kuningan, red) sebenarnya Indonesia dan Australia sama-sama alami masa yang sulit karena hubungan keluarga itu. Blair kemudian berharap agar gedung yang dibangun tersebut akan mampu sediakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa. Ini (gedung), lanjut Blair, hanya sebuah kesempatan yang diberikan, selanjutnya terserah siswa itu sendiri bagaimana akan mengembangkannya.
Sementara Menag sendiri sepakat dengan apa yang dikatakan Blair. Menurutnya, tugas besar selanjutnya adalah bagaimana pemanfaatan sarana prasarana tersebut untuk penuntasan wajib belajar. Dia berharap agar Mts-SA bisa dijadikan persemaian ilmu amaliah islamiah dan amal ilmiah. “Saya sependapat pertemanan dan kemitraan harus dilakukan dalam masa susah dan gembira, kalau hanya saat senag namanya imitasi, “ ujar dia.
Masfuk dalam sambutannya Pemkab Lamongan telah berikan perhatian pada dunia pendidikan di Lamongan. Terutama melalui program beasiswa untuk mahasiswa miskin dari semua kalangan yang saat ini jumlahnya sudah mencapai hampir seribu mahasiswa. Dia menyebutkan Lamongan miliki 258 PP, 529 Madrasah Ibtidaiyah, 169 Mts, 73 MA, 1.914 TPQ, 764 Madrasah Diniyah dan 184 Raudhotul Atfal.
Terkait pembatasan usia jama'ah haji oleh pemerintah Arab Saudi yang 12-65 tahun, menurut Menag itu tidak akan mengganggu program haji Indonesia. Disampaikannya seusai peresmian, Depag sendiri juga punya batasan sendiri yakni antara 17 tahun hingga tak terbatas asal sehat. “Syarat sehat inilah yang akan kita ketati, “ katanya. Dia juga sampaikan tidak akan terjadi masalah dengan ijin dari pemerintah Arab Saudi terkait umur tersebut. “Kalau yang menolak nanti itu di kedutaan dengan tidak diberi visa. Kalau diberi visa, usia 11 tahunpun bisa (berhaji). Tapi saya tidak mensarankan, karena kalau belum baliq dia nanti tetap wajib berhaji lagi. Oleh karena itu kuotanya diberikan pada yang sudah baliq, “ujar dia.
Sebelumnya Direktur Pendidikan Madrasah pada Dpartemen Agama RI Firdaus dalam laporannya sampaikan peresmian gedung MTS-SA di Lamongan itu adalah bagian dari program pembangunan 500 madrasah sejenis di 9 propinsi yang dilakukan sejak 2006. yakni Propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. Periode 2006-2007 telah dibangun 46 gedung MTS-SA. Sejak Juli 2008 lalu dibangun lagi 33 gedung dengan total anggaran Rp 28,133,201,000. Sedang bangunan di MTS-SA Kebon Dalem ini dibangun dengan dana Rp 1,173,641,000.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.31 0 komentar
Kategori: Religi
Polda Jatim Bina PPNS Lamongan
Kepolisian Daerah (Polda) Jatim melalui Koordinator Pengawas (korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditreskrim kemarin (28/7) lakukan pembinaan kepada sejumlah PPNS 40 orang Kabupaten Lamongan. Tim yang dipimpin Komisaris Polisi Ekaswati tersebut selama dua hari di Ruang Sasana Nayaka kantor Pemkab setempat akan berikan pembinaan dan penyegaran seputar teknis penyidikan bagi PPNS.
Masfuk sendiri saat buka kegiatan itu memandang penting kegiatan yang dilakukan Polda Jatim ditengah kebutuhan akan tuntutan semakin profesionalnya aparat pemerintah. Termasuk didalamnya para PPNS. Dengan tingkatkan profesionalisme, Masfuk berharap dalam pelaksanaan tugas tidak lakukan pelanggaran aturan.
“Apa jadinya jika kita menindak pelanggar aturan tapi kita sendiri melanggar aturan. Apalagi sekarang sedang getol-getolnya perjuangan bagi setiap pelanggaran Hak Asasi Manuasia atau HAM. Jadi saya minta semua agar cermati materi yang diberikan. Kalau temukan pelanggaran harus tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian selaku pengawas PPNS. Ini agar tidak terjadi kesalahan saat proses penyidikan. Hal ini penting untuk meberi perlindungan kepada semua masyarakat, “ tutur dia.
Kompol Ekaswati dalam paparannya mengenai kewenagan PPNS memaparkan sejumlah wewenang dan kewajiban PPNS. Diantara wewenang PPNS adalah menerima laporan pelanggaran, melakukan penyidikan serta menghentyikan penyidikan. Sementara salah satu kewajiban PPNS adalah untuk tetap memeberitahukan dimulainya suatu penyidikan kepada kepolisian.
Sejumlah 40 PPNS di Lamongan mengikuti kegiatan pembinaan tersebut. Peserta terbanyak dari Dinas Perhubungan Lamongan sebanyak 13 personil. Sementara dari SatPolPP ada tujuh orang yang mengikuti. Selain dua instansi itu, Kabupaten Lamongan juga mmemiliki sejumlah PPNS di Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan. Begitu pula Kantor Cabang Telkom setempat juga mengirimkan seorang PPNS mereka mengikuti pembinaan.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.28 0 komentar
Kategori: Berita
Senin, Juli 27, 2009
Janjikan Bonus Peraih Emas MTQ
Bupati Lamongan Masfuk janjikan akan berikan bonus khusus untuk setiap kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Lamongan yang meraih medali emas pada MTQ Jatim ke-23 di Jember. Itu disampaikannya saat melepas keberangkatan kafilah MTQ Lamongan di Pendopo Lokatantra setempat, Senin (27/7).
“Setiap kafilah MTQ Lamongan yang berhasil meraih medali emas nanti akan saya berikan bonus khusus. Jadi semuanya harus percaya diri saat nanti berlomba. Bonus khusus ini jika anda terima nanti, anda pasti terkejut saat tahu bonus yang kalian terima, “ katanya berteka-teki.
Masfuk juga berpesan pada kafilah MTQ Lamongan agar jaga kondisi saat nanti berada di sana. Terutama menjaga asupan makanannnya. Menurut Masfuk, sola makanan mungkin sepele, tapi sangat penting kaitannya dengan performa suara. “Jangan sampai saat lomba suaranya tidak maksimal gara-gara mengkonsumsi jajanan yang kurang sehat, “ ujar dia.
Dilanjutkan Masfuk, dia berharap cabang tilawatil Qur'an ini segera menyusul prestasi bidang lain di Lamongan. Seperti bidang olahraga, pendidika, ekonomi dan budaya yang sudah lebih dulu berkembang. “Dari berbagai persiapan yang sudah dilaporkan Ketua Umum LPTQ tadi, saya rasa kalian sudah siap tanding dan membawa prestasi untuk Lamongan, “ kata dia.
Pemberangkatan kafilah MTQ Lamongan itu ditandai dengan penyematan jaket kafilah secra simbolis oleh Bupati Lamongan kepada tiga orang perwakilan kafilah. Yakni Supandi, Zainab dan Abdullah.
Sementara Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dalam keterangannya sampaikan dalam MTQ tingkat Jatim yang akan berlangsung mulai 28 Juli hingga 3 Agustrus mendatang di Jember tersebut, Lamongan memberangkatkan 40 orang kafilah. Dikatakan Fadeli, semua anggota kafilah telah siap untuk raih prestasi terbaik.
“Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak akhir tahun 2008 lalu. Mulai dari seleksi ketat hingga berbagai pembinaan bekerjasama dengan LPTQ Jatim dan Institut Ilmu Al Qur'an (IIQ) Jakarta. Bahkan untuk cabang tilawah kami kirim khusus untuk belajar pada Maria Ulfah, qori juara MTQ internasional dan pengajar di IIQ. Selain itu kini LPTQ sudah memeiliki 27 cabnag di tiap kecamatan di Kabupaten Lamongan sehingga pembinaan dan pengajaran Al Qur'an bisa dilaksanaka n lebih intensif, “ terang dia.
Kafilah MTQ Lamongan sendiri akan mengikuti enam cabang. Yakni Tilawah, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ), Tafsir Qur’an, Musabaqoh Fahmil Qur’an (MFQ) dan Musabaqoh Khottil Qur’an (MKQ). Mulai dari tingkat remaja putera puteri, anak-anak hingga tuna netra putera. Begitu pula untuk pawai ta'aruf yang digelar sebelum pembukaan MTQ, Lamongan juga turut serta.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.38 0 komentar
Kategori: Religi
Jumat, Juli 24, 2009
Universitas Trunojoyo Studi Ekonomi Lamongan
Sejulah 50 orang mahasiswa dan pengajar dari Universitas Trunojoyo, Bangkalan lakukan studi mengenai perkembangan ekonomi dan pembangunan Kabupaten Lamongan. Rombongan yang dipimpin Pembantu Dekan III Fatchurrohman Gani tersebut diterima Bupati Lamongan Masfuk dan Asisten Ekonomi Pembangunan Djoko Purwanto di Ruang Sasana Nayaka pemkab setempat kemarin.
Mereka yang berada di program studi Ekonomi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi Universitas Trunojoyo tersebut tertarik dengan perkembangan pembangunan dan ekonomi Lamongan yang sedemikian pesat. Hal itu terutama dilihat dari capaian pendapatan aseli daerah (PAD) yang sebelumnya pada 2000 hanya sebesar Rp 6 miliar naik menjadi Rp 111 miliar pada 2009.
“Kami inginj belajar kiat-kiat dari Lamongan yang telah sukses melesatkan pembangunan ekonominya, “ kata Fatchurrohman. Selain itu, lanjutnya, Universitas Trunojoyo juga menawarkan program beasiswa bagi alumni pondok pesantren (ponpes). “Kami disini juga sekaligus menawarkan program beasiswa bagi alumni ponpes di Lamongan. Untuk biaya pendidikan akan sepenuhnya digratiskan. Sementara untuk biaya hidup selanjutnya akan dilakukan sharing antara Universitas Trunojoyo dan Pemkab setempat, “ kata Fatchurrohman.
Masfuk kepada para mahasiswa tersebut sampaikan hanya ada satu kunci untuk suatu daerah bisa sukses. Yakni bupatinya harus mau susah. “Jangan berhenti bekerja meski jam kerja telah usai, jangan berhenti bekerja kecuali sudah masuk waktunya tidur, “ ujar dia. Selain itu Masfuk juga sampaikan seorang bupati harus punya banayk relasi dan memiliki kemampuan marketing yang bagus. Karena menurutnya seorang bupati adalah kesan utama dari suatu daerah. “Jika ingin lihat bagaimana suatu daerah, lihatlah bupatinya, “ papar dia.
Hal pertama yang dilakukan Masfuk ketika menjabat adalah lakukan pembenahan aparatur. Karena seperti dikatakannya, dulu aparatur sejak zaman Jepang tidak pernah berubah pola pikirnya. “Kalau ingin maju, ini harus diubah, “ tegasnya. Setelah lakukan pembenahan aparatur, selanjutnya adalah menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat. Dan ini sukses dilakukan melalui kebangkitan Persela Lamongan.
Masfuk juga melihat ada harta karun terpendam di Kabupaten Bangkalan dengan telah dibangunnya Jembatan Suramadu. Menurutnya, jika pemerintah setempat mampu menangkap peluang tersebut, Bangkalan bisa menjadi daerah yang luar biasa.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.59 0 komentar
Kategori: Berita
Petani Minta Subsidi Pupuk Dipertahankan
Sejumlah petani dari kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di Lamongan masih menginginkan subsidi untuk pupuk tetap diteruskan. Demikian pula mereka meminta agar alokasi pupuk untuk Lamongan kembali ditambah. Mereka menyampaikan uneg-uneg itu saat berdialog dengan Tim Pengawas Pelaksanaan Distribusi Pupuk Bersubsidi DPR-RI di Guest House Lamongan kemarin.
Dalam kungker Tim Pengawas yang diketuai Z. Arifin Junaidi dari FPKB tersebut, sejumlah anggota Tim Pengawas turut serta. Seperti Mahsusoh Ujiati (FPPP), Jacobus Mayong Padang (FPDIP), Djoko Poerwo Gemboro (FPG) dan Maruahl Silalahi (FPD). Sementara dari Lamongan terlihat Bupati Masfuk, Wabup Tsalits Fahami, Tim Pengawas Distribusi Pupuk Bersubsidi Kabupaten serta sejumlah poktan, gapoktan dan distributor pupuk bersubsidi di Lamongan.
Suharno, salah seorang ketua Gapoktan kepada Arifin Junaidi sampaikan setuju dengan sistem distribusi tertutup yang diterapkan selama ini. Karena dengan sistem ini efektif tangkal penyelewengan distribusi pupuk. Dia juga berharap agar alokasi pupuk di Lamongan ditambah. Karena menurut ukuran petani, alokasi pupuk yanga ada selama ini masih kurang. Demikian pula dengan subsidi pupuk untuk dipertahankan. Hal ini ini juga disampaikan sejumlah poktan dari Kecamatan Karanggeneng. “Petani itu yang penting pupuk ada dan harganya terjangkau, “ kata Suharno.
Arifin Junaidi sendiri sepakat apa yang disampaikan petani Lamongan itu. Timnya lakukan kunjungan ke Lamongan ini karena Lamongan adalah penyangga pertanian Jatim. Seperti untuk produksi padi dan jagung yang selalu alami surplus. “Tujuan kami kesini untuk pantau pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi di daerah. Selain itu kami kesini untuk cari masukan kebijakan pupuk bersubsidi di masa mendatang. Karena selama ini masih ada keluhan mengenai pola distribusi yang sekarang. Bahkan ada salah satu alternatif untuk menghapus subsidi pupuk sekalian, asal kesediaan pupuk terjaga, “ ungkap dia. Untuk pernyataan yang terakhir ini langsung ditanggapi tidak setuju oleh poktan yang hadir.
Arifin juga sampaikan anggaran pupuk bersubsidi tahun depan direncakan sama. Yakni sebesar Rp 17,1 trilyun. Namun menurutnya tidak semua digunakan untuk subsidi pupuk langsung. Yakni Rp 11, 8 trilyun untuk subsidi pupuk dan sisanya sekitar Rp 5 trilyun rencananya digunakan bantu petani bangun rumah kompos untuk buat pupuk organik. Juga digunakan sebagai bantuan sejumlah 250 ribu ekor sapai untuk bahan baku pupuk organik. “Selama kebutuhan pertanian (pupuk) dipenuhi, petani tidak akan macem-macem. Bagi mereka yang penting pupuk itu ada saat dibutuhkan, “ ungkap dia.
“Subsidi pupuk selama ini memang tidak berdasar kebutuhan tapi awal mulanya merupakan sisa dari subsidi migas yang digunakan untuk subsidi pabrik pupuk. Masalahnya, selama ini ada perbedaan antara usulan kebutuhan pupuk oleh pemerintah daerah dengan usulan yang berdasar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Selain itu disparitas harga yang jauh antara pupuk subsidi dan bersubsidi rentan mengakibatkan penyelewengan distribusi. Contohnya urea berdasar hitungan Deptan harga non subsidinya Rp 2775 perkilogram tapi yang subsidi seharga Rp 1200 perkilogram, “ ujarnya.
Sementara Masfuk kepada Tim Pengawas sampaikan pondasi ekonomi di Lamongan masih dari pertanian. Lamongan miliki hampir 130 ribu hektar lahan padi, 61 ribu hektar lahan jagung dan hampir 25 ribu hektar lahan ikan/udang. Dari alokasi pupuk untuk Lamongan tahun ini, kata dia, itu masih kurang dari kebutuhan yang ada. Sehingga kalu bisa alokasi yang ada sekarang ditambah lagi.
Misalnya alokasi urea sejumlah 69.702 ton, kebutuhannya 91.154 ton sehingga masih ada kekurangan urea sebesar 21.452 ton. Kemudian jenis Superphos yang kebut7uhannya 47.175 ton, alokasi yang diberikan 19.468 ton sehingga masih ada kekurangan 27.707 ton. Demikina pula pupuk jenis ZA dari kebutuhan 12.303 ton alokasinya 9.227 ton sehingga kurang 3.076 ton. Sementara NPK dari alokasi yang sebesar 16.200 ton , kebutuhannya 38.321 ton sehingga kurang 22.121 ton.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.56 0 komentar
Kategori: Berita
Perwosi Lestarikan Dolanan Tradisional
Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) Lamongan berusaha memasyarakatkan lagi berbagai permainan tradisional yang sudah mulai dilupakan. Seperti gobak sodor, bekelan dan dakonan. Ketiga permainan tradisional ini kemarin, (24/7) digelar Perwosi di dua tempat berbeda, yakni gobak sodor di Alun-alun Kota Lamongan dan bekelan dan dakonan di kantor PKK setempat.
Untuk permainan gobak sodor diikuti hingga 56 tim. Setiap tim terdiri dari lima orang anggota. Lomba gobak sodor ini sendiri dilakukan dengan menggunakan peraturan permainan yang sudah standar. Seperti waktu permainan yang diatur 2 X 10 menit dengan waktu istirahat 5 menit. Setiap tim bergantian berperan sebagai tim bertahan dan menyerang. Dalam setiap permainan itu diawasi oleh dua oranh wasit. Seorang wasit utama dan seorang wasit timer (pencatat waktu).
Sementara lomba bekelan dan dakonan dilakukan lebih simple di kantor PKK setempat. Untuk lomba bekelan diikuti 56 oranbg peserta. Demikian pula dakonan juga diikuti 56 orang peserta. Ketua Perwosi Endang Rijanti Masfuk dan sejumlah pengurus lainnya seperti Cicik Rosyida Tsalits Fahami dan Mahdumah Fadeli turut ikut mencoba lomba bekelan.
Endang sendiri berharap dengan digelarnya berbagai lomba tradisional ini dapat melestarikan permainan tradisional yang sudah mulai terlupakan. “Ini juga adalah bagian dari kegiatan Perwosi untuk meramaikan HUT RI ke-64. Berbagai permainan yang digelar ini kaya akan makna, manfaat dan nilai budaya. Selain gobak sodor atau yang juga dikenal blodor masih ada berbagai dolanan tradisional lain yang juga bisa dilestarikan. Seperti lithungan (petak umpet), engkle, kasti dan pati lele atau benthik, “ ungkap dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.53 0 komentar
Kategori: Berita
Kota Batam Belajar Sepak Bola Lamongan
Sejumlah anggota DPRD Kota Batam kemarin (24/7) lakukan kunjungan kerja (kungker) ke Lamongan terkait pengembangan olah raga sepak bola. Rombongan yang dipimpin H Aris Hardi Halim tersebut diterima Bupati Lamongan Masfuk, Wabup Tsalits Fahami, Sekkab Fadeli, Ketua Komisi B Sutardjo Syafi’ie dan sejumlah pengurus Persela Lamongan di Guest House setempat.
Aris dalam keterangannya sampaikan ada sejumlah kebijakan Kabupaten Lamongan yang perlu dicontoh oleh Kota Batam. Diantaranya mampu sediakan dana operasional untuk 474 desa dan kelurahan, sementara Kota Batam dengan jumlahb kelurahan yang lebih sedikit belum mampu. Serta belajar mengenai pengelolaan Persela sehingga bisa menjadi tim Indonesia Super League (ISL).
“Saya juga sekaligus ketua umum PS Batam. Tujuan kami kesini sekaligus ingin mngetahui trik-trik Lamongan sehingga Persela bisa maju. Bahkan musim lalu Persela bisa berada diatas posisi Persija Jakarta. Padahal Kota Batam dalam beberapa sisi memiliki keunggulan dibandingkan Kabupaten Lamongan, “ ungkap dia.
Masfuk kepada anggota DPRD Kota Batam ungkapkan bahwa hanya dengan pemahaman bersama dan pemikiran yang antara eksekutif dengan legislatiflah yang bisa mewujudkan semua gagasan. “Jika pemerintah dan dewan tidak satu pemikiran, gagasan sebagus apapun tidak akan bisa jalan, “ kata dia.
Dia juga sampaikan Persela dipilih sebagai bidang yang pertama dimajukan karena ada kepecayaan masyarakat yang harus dibangun terlebih dahulu. Terbukti ketika Persela mampu berprestasi, masyarakat Lamongan kini memiliki kepercayaan diri tinggi. Sekarang, lanjut dia, bukan hanya Persela yang maju, namun juga cabang olahraga lainnya. Demikian pula bidang lain seperti pariwisata, pendikan dan kebudayaan juga mencapai berbagai kemajuan. “Semua kemajuan ini tidak bisa dilepaskan dari peran legislatif, “ katanya.
“Persela adalah alat yang sangat efektif untuk memasarkan Lamongan. Tahun lalu saja pertandingan Persela ada sekitar 30 event yang disiarkan secara nasional. Ini adalah marketing yang sangat efektif, sdekaligus gratis. Bayangkan seandainya Lamongan pasang iklan di tv nasional selama tiga puluh kali. Barangkali nilainya mencapai milyaran rupiah, “ ujar dia. Pada kesempatan itu Masfuk juga menitipakn warga Lamongan yang ada Batam agar mendapat perhatian.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.49 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Juli 22, 2009
Pembangunan RSUD Rp 40 Miliar Tuntas Tahun Ini
Bupati Lamongan Masfuk kemarin (22/7) lakukan pencanangan kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngimbang. Rumah sakit type C yang akan dibangun di lahan seluas 18.732 meter persegi tersebut menelan dana hingga Rp 40,369 miliar.
Pembangunan rumah sakit di kawasan selatan Kabupaten Lamongan itu dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama lalu dengan anggaran Rp 934.461.000 diperuntukkan pembangunan pondasi bangunan. Kemudian tahap kedua yang menelan Rp 39.434.800.000 diperuntukkan bangunan konstruksi rumah sakit. Pencanangan rumah sakit yang terletak di pinggir jalan raya Babat-Jombang itu ditandai dengan peletakan batu bata pertama oleh Masfuk didampingi dr Damayanti, Kepala Seksi Rujukan dan Khsus Dinkes Jatim, Sekkab Fadeli, Ketua DPRD Makin Abbas bersama sejumlah muspida dan anggota legislatif setempat.
Masfuk sendiri dalam sambutannya sampaikan pembangunan rumah sakit tersebut adalah bukti nyata bahwa bukan hanya kawasan selatan Lamongan saja yang dibangun. Dengan dicanangkannya kelanjutan pembangunan RSUD Ngimbang, diharapkan akan menjadi embrio dan pusaran ekonomi baru di kawasan selatan.
Karena menurutnya, berdasar perhitungan opportunity cost yang hilang akibat masyarakat kawasan selatan yang lebih memilih berobat di Kabupaten Jombang dan Mojokerto, mencapai Rp 6 hingga Rp 7 miliar setiap tahunnya. Selama ini karena lebih dekat ke Jombang dan Mojokerto, masyarakat di kawasan selatan lebih memilih berobat ke dua kabupaten tetangga itu dari pada ke Lamongan. “Sekarang masyarakat di wilayah selatan seperti Kecamatan Sambeng, Ngimbang, Bluluk dan Sukorame tidak perlu lagi jauh-jauh pergi berobat ke Jombang atau Mojokerto, “ ujar dia.
“Setelah rumah sakit ini berdiri, selanjutnya pusaran-pusaran perekonomian akan terbentuk. Sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ngimbang. Selain itu, kedepan wilayah selatan, dan ini sudah masuk SK Gubernur Jatim, akan dijadikan kawasan agropolitan. Ini seiring akan dibangunnya pabrik pengolah sorbitol dan pabrik tebu di wilayah selatan. Seperti halnya telah dimulainya pembangunan RSUD Ngimbang, ini bukan mimpi, “ tegas dia.
Sementara Kadinkes Lamongan M Shohib dalam laporannya sebutkan RSUD Ngimbang yang dibangun dua lantai itu bangunannya seluas 16.600 meter persegi. Luas bangunan itu termasuk lansekap dan fasilitas umum. Total jumlah bednya kurang lebih 100 unit. Kemudian dilengkapi dengan empat ruang poli spesialis, yakni poli spesialis kandungan, anak, bedah dan penyakit dalam. “Desember 2009 dijadwalkan sudah selesai dan pada 2010 nanti diharapkan sudah bisa operasional, “ terang dia.
Termasuk fasilitas RSUD ini adalah lobby yang didesain seperti lobby hotel, serta ruang perawatan yang terdiri dari ruang VIP, ruang inap kelas I, II dan III. Juga ruang rawat ibu dan anak serta satu ruang ICU (intensive care unit) dan dua ruang ICCU (intensive cardiac care unit). Selain itu juga dilengkapi dengan dua ruang bedah dan satu ruang bedah berada di ruang IRD (instalasi rawat darurat) yang siap selama 24 jam.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.56 0 komentar
Kategori: Berita
Selasa, Juli 21, 2009
Inspektorat Harus Back Up Bupati
Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jatim Teguh Widio Utomo sampaikan Inspektorat harus back up Bupati dalam mengambil keputusan. Menurut dia, Inspektorat wajib lakukan review sebelum Bupati menandatangani laporan keuangan.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Review atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat/Daerah pada Inspektorat Kabupaten Lamongan, Senin (21/7) di Aula hotel di Lamongan. Dikatakannya, review yang diambil berdasar standar akuntansi pemerintahan (SAP) tersebut, hendaknya bisa dilakukan bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan. Sehingga kesalahan-kesalahan langsung bisa terkoreksi. “Jangan sampai Bupati tanda tangan laporan yang salah, “ imbuh dia.
Demikian pula dengan paradigma internal auditor, dia sampaikan saat ini internal auditor harus menerapkan prinsip-prinsip manajemen dalam lakukan audit. “Ada beberapa paradigma yang harus diubah oleh internal auditor. Seperti yang dulunya berperan seperti watch dog, sekarang harus lebih pada kegiatan prefentif dan directif. Dengan paradigma ini, internal auditor harus bisa menjadi mitra konsultatif bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sehingga internal auditor bisa menjadi katalis untuk peningkatan kinerja SKPD, “ papar dia.
Dalam Bintek yang akan berlangsung hingga 24 Juli mendatang tersebut, Teguh sampaikan dalam 10 tahun perjalanan otonomi daerah, ada beberapa hal yang sudah alami kemajuan. Namun untuk hal akuntabilitas keuangan daerah masih memprihatinkan. “Dengan Bintek semacam inilah sebagai salah satu cara untuk tingkatkan akuntabilitas keuangan daerah, “ ujarnya dalam Bintek yang diikuti 44 auditor tersebut.
Sementara Bupati Lamongan Masfuk saat buka kegiatan itu sampaikan harapannya agar peserta serius ikuti Bintek. Karena saat ini laporang keuangan daerah sudah tidak sesederhana dulu. Selain itu, karena internal auditor tugasnya juga untuk back up kinerja Bupati, maka auditornya harus yang berkompeten. Jika auditornya memiliki kompetensi tinggi, maka laporan yang ditandatangani Bupati tidak akan sampai keliru.
Dia juga menargetkan opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun depan bisa meningkat. Yakni dari opini Wajar Dengan Pengecualian, bisa menjadi Wajar Tanpa Pengecualian. “Aset Pemda yang menjadi dasar opini BPK untuk Lamongan tersebut hendaknya jangan hanya berhenti pada didata saja. Namun harus lebih jauh lagi, yakni dengan mengoptimalkan nilai manfaat asset tersebut, “ tegas dia dalam kegiatan yang juga dihadiri Wakil Bupati Tsalits Fahami dan Inspektur Supardi itu.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.42 0 komentar
Kategori: Berita
Angka Kemiskinan Bisa Turun Lagi
Angka kemiskinan di Kabupaten Lamongan tahun ini mengalami penurunan yang tajam hingga 25 persen. Prosentase penurunan ini diharapkan akan mengalami penurunan yang lebih tajam lagi di masa mendatang. Dan kuncinya ada di pendidikan, pelayanan kesehatan dan peningkatan infrastruktur.
Hal itu dikatakan Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Lamongan Tsalits Fahami saat pimpin rapat koordinasi TKPKD Lamongan di Ruang Sasana Nayaka Pemkab Lamongan, Selasa (21/7). “Sesuai dengan arahan Bapak Bupati (Masfuk), diharapkan angka kemiskinan yang sudah turun tajam tersebut untuk bisa diturunkan lagi, “ ujarnya.
Terlebih, lanjut Tsalits yang juga Wakil Bupati Lamongan itu, manakala nanti program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa tersalurkan secara maksimal oleh perbankan. Menurut Tsalits, perbankan selama ini belum optimalkan kredit untuk rakyat. Ini memang harus dipahami karena perbankan baik negeri maupun swasta saat ini sangat prudent, menerapkan system kehati-hatian.
“Seperti disampaikan Bapak Bupati setelah lakukan pertemuan dengan perbankan beberapa waktu lalu, beliau minta agar perbankan permudah penyaluran kredit untuk rakyat. Di Lamongan sendiri, performance kredit untuk rakyat tercatat sangat bagus. Yakni tingkat kemacetan kredit atau Non Performance Loan (NPL) hanya di bawah 1 persen. Padahal jika ada tingkat kemacetan kredit mencapai 4 persen, di dunia perbankan sudah dianggap bagus performanya. Bahkan ada bank milik pemerintah yang sudah salurkan kredit hingga Rp 90 miliar untuk sekitar 2000 nasabah di Lamongan, “ kata dia.
Tsalits juga sampaikan, kedepan TKPKD Lamongan juga berencana lakukan pendampingan untuk program beras miskin atau raskin. Namun untuk konsepnya masih akan dibahas lagi. Demikian pula dengan program pemetaan daerah miskin di Lamongan. Dengan mengetahui profil daerah tertinggal, dia berharap pengambilan kebijakan akan bisa lebih focus pada pengembangan daerah tertinggal tersebut.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.40 0 komentar
Kategori: Berita
Jumat, Juli 17, 2009
Lomba Holahop Sambut HUT RI
Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Lamongan gelar sejumlah lomba sambut HUT RI ke-64. Diantara lomba yang digelar kemarin (17/7) di Pendopo Alun-alun Kota Lamongan adalah permainan tradisional holahop.
Sementara di tempat berbeda, yakni di Gedung PKK setempat dilangsungkan lomba tenis meja dan di pelataran Guest House Pemkab digelar Lomba Senam Lansia. Dan semua pesertanya adalah ibu-ibu yang tergabung dalam Perwosi Lamongan. Mulai dari ibu-ibu di lingkup Pemkab Lamongan hingga ibu-ibu di lingkup kepolisian.
Dari ketiga lomba tersebut, lomba holahop nampaknya yang paling diminati ibu-ibu. Terbukti pesertanya paling banyak, mencapai 110 peserta. Sementara Senam Lansia dan Tenis Meja masing-masing diikuti 28 tim dan 56 orang peserta. Termasuk Ketua Perwosi Lamongan Endang Rijanti Masfuk bersama pengurus lainnya seperti Cicik Rosyida Tsalits Fahami dan Mahdumah Fadeli terlihat antusias melihat jalannya perlombaan permainan tradisional holahop tersebut.
Endang Rijanti dalam keterangannya sampaikan, berbagai perlombaan yang digelar itu untuk meramaikan HUT RI ke-64. Dia juga menyampaikan, Perwosi masih akan mengelar tiga perlombaan tradisional lagi pada 24 Juli mendatang. Yakni Gobak Sodor, Bekelan dan Dakonan. Sementara pada 31 Juli mendatang Perwosi juga akan laksanakan kegiatan jalan sehat.
Selain untuk sambut HUT RI, Endang berharap dengan adanya perlombaan berbagai lomba tradisional tersebut akan mampu kembali menghidupkan berbagai permainan tradisional yang sudah mulai dilupakan. “Saat ini sudah begitu banyak permainan modern yang cenderung individualistis. Sementara permainan tradisional seperti bekelan ataupun gobak sodor dan bekelan yang notabene sarat pesan sosial saat ini mulai dilupakan. Semoga dengan kegiatan ini permainan tradisional akan kembali hidup di masyarakat, “ ujar dia.
Untuk Lomba Holahop juara pertama diraih Ny Iin dari Kecamatan Deket dan juara II dan III masing-masing oleh Ny Sarno dari Kecamatan Tikung dan Ny Huda dari Kecamatan Sambeng. sementara Tenis meja juara pertama oleh Syikavas Huzha dari Dinas Kesehatan. kemudian juara kedua oleh Ny Widya Imam Sayuti (Bhayangkari) dan juara ketiga oleh Ny Zuli Sujiati dari Persid Kartika Candra Kirana
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.20 1 komentar
Kategori: Berita
Kakwarcab Lepas Kontingen Raimuna Jatim
Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lamongan Fadeli kemarin (17/7) lepas Kontingen Raimuna Jatim 2009 Cabang Lamongan. Sejumlah 44 anggota kontingen tersebut akan mengikuti perkemahan Raimuna di Bumi Perkemahan Gudep Teritorial Jawaahirul Hikmah Desa Besuki Kabupaten Tulungagung mulai 19 hingga 25 Juli mendatang.
Pelepasan Kontingen Raimuna itu ditandai dengan penyerahan bendera kontingen dan penyematan scraft secara simbolis dari Fadeli kepada pimpinan kontingen, yakni Amrozi dan Wahyu Lini. Fadeli kepada Kontingen Raimuna sampaikan percaya bahwa kontingen tersebut akan mampu menjadi duta bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Lamongan.
“Saya percaya adik-adik sekalian adalah orang-orang pilihan dari sekian abnyak anggota pramuka di Lamongan. Karena itu manfaatkan momen Raimuna Jatim dengan membawa bekal kemajuan Lamongan. Promosikan kemajuan Lamongan yang sudah tidak seperti dulu lagi, “ ujar dia.
Disampaikan Fadeli, kemajuan Lamongan bukan hanya di dunia olahraga lewat Persela saja. Namun di berbagai bidang lain Lamongan juga sudah mencapai kemajuan pembangunan. Seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL) bersama Maharani Zoo and Gua Lamongan (Mazoola) dan Lamongan Integrated Shorebase (LIS) di wilayah utara. Sementara wilayah tengah akan menjadi sentra perdagangan dan wilayah selatan akan menjadi sentra Agropolitan. “Termasuk nanti di wilayah Selatan akan dibangun rumah sakit terbesar di Lamongan, “ terang dia.
Raimuna sendiri adalah perkemahan pramuka penegak/pandega. Seperti disampaikan Pimpinan Kontingen Raimuna Lamongan, Amrozi, kontingen itu terdiri dari sejumlah perwakilan di Kwarcab Pramuka Lamongan. Seperti dari Dewan Kerja Cabang, Dean Kerja Ranting Paciran, Babat, Pucuk, Ngimbang dan Leren serta dari Gugus Depan (Gudep) SMAN 1 dan SMAN 2 Lamongan, SMK NU Lamongan, SMA Persatuan Kedumpring dan SMAN Babat. Selain itu sepuluh anggota Satuan Karya (saka) juga ikut serta dalam kontingen tersebut.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.18 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Juli 15, 2009
Lokakarya Perkoperasian Tingkat Regional di Lokatantra
Sambut Hari Koperasi ke-62 tahun ini, Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan gelar Lokakarya Tingkat Regional terkait implementasi Permenkop dan UKM RI terhadap pengelolaan Koperasi Jasa Keuangan (KJK) . Dalam lokakarya yang dilangsungkan di Pendopo Lokatantra setempat itu, Rabu (15/7) diikuti 300 pengelola koperasi dari delapan kabupaten. Yakni Gresik, Bangkalan, Pasuruan, Ponorogo, Malang Situbondo, Tuban dan tuan rumah.
Setyo Heriyanto, Asisten Deputi Urusan Peran Advokasi Deputi Bidang Pengembangan SDM pada Kementrian Negara Koperasi dan UKM dalam paparannya sampaikan keberadaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Usaha Simpan Pinjam (USP) dalam kondisi krisis semakin diperlukan. Menurutnya, pada saat krisis hampir semua lembaga keuangan menghentikan pelayanan kredit.
Pada saat itulah, lanjut dia, KSP maupun USP koperasi menjadi salah satu lembaga keuangan yang masih eksis melayanai anggota dan masyarakat. “Sementara bank belum benar-benar pulih, KSP dan USP masih terus salurkan kredit. Terlebih setelah krisis, bank saat ini menjadi lembaga yang super prudent. Sangat berhati-hati untuk mengucurkan kredit, “ kata dia.
“Saat ini ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kinerja KSP dan USP, “ sambung Setyo. Diantaranya dilakukan dengan meningkatkan profesionalitas SDM pengelola koperasi. Kemudian melakukan advokasi dan penerapan sertifikasi dan standarisasi SDM pengelola KSP maupun USP KJK. “Dianataranya dengan Lokakarya Regional implementasi Permenkop dan UKM RI No 19/Per/M.KUKM/XI/2008 ini, “ ujarnya
Sementara Bupati Lamongan Masfuk saat buka kegiatan tersebut mengingatkan dan mengajak para pengelola koperasi bahwa usaha di bidang perkoperasian bisa mendatangkan kesejahteraan. Asal jika usaha tersebut, kata Masfuk, dikelola secara profesional, mengubah mindset dan meningkatkan daya saing lembaga. “Lewat koperasi, pemerataan kesejahteraan masyarakat bisa dilakukan. Tapi ini juga bisa alami kegagalan jika koperasi tidak dikelola dengan profesional. Kata sederhana yang sering dilupakan, “ tuturnya.
Dia juga berharap dimasa mendatang koperasi akan semakin mandiri. “Jangan hanya mengandalkan uluran tangan dari pemerintah, “ ujarnya. Di Lamongan sendiri seperti disampaikan Masfuk sudah memberi peluang yang sama pada koperasi dan UKM dalam berusaha. Yakni dengan penerbitan Perda Nomor 7 tahun 2008 tentang Pemberdayaan Koperasi dan UKM. Dengan adanya Perda ini, posisi tawar koperasi disamakan dengan PT dan CV dalam mengikuti tender rekanan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Dipersembahkan oleh adam Pada 12.53 0 komentar
Kategori: Berita
Jumat, Juli 10, 2009
Sunat Masal 82 Anak
Tidak kurang dari 82 anak kemarin (10/7) mengikuti sunatan (khitan) masal yang digelar di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan. Sebelumnya, di alun-alun Kota Lamongan digelar Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) bersama antara PT Askes Persero dengan Pemkab Lamongan dan jajaran muspida setempat.
Selain Bupati Lamongan Masfuk, kegiatan yang digelar dalam peringatan HUT PT Askes Persero ke-41 tersebut juga dihadiri Direktur Utamanya I Gede Subawa. Sementara dari Lamongan terlihat hadir Wakil Bupati Tsalits Fahami, Sekkab Fadeli, Ketua DPRD Makin Abbas dan Dandim 0812 Letkol Arh Priyanto.
Dalam sambutannya, Subawa mengungkapan jika di tahun ini dana asuransi yang dikelola PT Askes mencapai Rp 5,6 triliun. Dana tersebut adalah dana jaminan kesehatan untuk sekitar 15,177 juta orang peserta asuransi kesehatan di PT Askes. Dana tersebut naik berlipat dari dana yang dikelola PT Askes pada tahun 2000 silam yang hanya sekitar Rp 538 miliar.
“Dana yang besar ini harus dipertanggungjawabkan secara baik untuk para pemilik PT Askes. Yakni pegawai (PNS) yang secara rutin menyetorkan preminya sebesar 2 persen dari gaji setiap bulan. Selama 17 tahun berturut-turut, hasilaudit PT Askes memberi opini Wajar tanpa pengeecualian. Tantangan PT Askes kedepan akan semakin bertambah dengan rencana akan dirubahnya status PT Askes menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yakni suatu BUMD yang nirlaba, “ ujar Dirut yang menjabat sejak Januari 2008 silam itu.
Dilanjutkannya, kegiatan sunatan masal yang dilangsungkan di Lamongan adalah bagian dari bentuk pertanggungjawaban PT Askes pada masyarakat. Selain itu, di kesempatan tersebut PT Askes juga menyerahkan bantuan satu unit ambulance pada Rumah Sakit Daerah setempat. Menurut Subawa, PT Askes juga akan luncurkan program beasiswa untuk anak PNS golongan I yang masih bersekolah di SMA dan perguruan tinggi.
Sementara Masfuk di kesempatan itu menngisahkan metode sunatan di masa kecilnya yang masih sangat tradisional. Yang masih menggunakn alat dari irisan batang bambu. “Adik-adik tidak perlu takut disunat. Karena nati akan disunat dengan metode canggih, yakni menggunakn laser. Selain lebih cepat dan higienis, luka irisan juga lebih cepat kering, “ kata Bupati asli Glagah ini.
“Kalu jaman saya dulu beda, “ lanjut dia. “Masih dilakukan calak dan alatnya menggunakan batang bambu yang ditajamkan. Kalau bambunya tidak tajam, ya makin lama proses sunatnya. Belum lagi proses keringnya yang lama, “ ujar dia.
Di Ruang Pendopo sendiri telah disiapkan 15 meja operasi dengan masing-masing dua petugas kesehatan yang bertugas. Sehingga ada 30 petugas kesehatan yang siap melakukan operasi. Beberapa anak peserta sunatan itu terlihat cukup berani dan tidak menangis ketika disunat. Bahkan ada yang mengintip proses sunat dari balik sarungnya. Namun tak ayal ada juga yang menangis hingga harus ditenangkan oleh ibu bapaknya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.04 2 komentar
Kategori: Berita
Bangun Dua Halte Baru
Dinas Perhubungan Lamongan tahun ini akan bangun lagi dua halte baru. Masing-masing halte tersebut akan dibangun di Kecamatan Sukodadi dan Pucuk. Sebelumnya, Dinas Perhubungan tahun ini akan membangun tiga unit halte dengan total anggaran sebesar Rp 186 juta. Namun kemudian rencana pembangunan halte ketiga di Kecamatan Babat dibatalkan seiring rencana renovasi Pasar Babat menjadi Pasar Modern Babat.
Selanjutnya dalam Perubahan APBD 2009 yang masih dalam prose pembahasan, anggaran yang diusulkan menjadi Rp 92 juta. Sementara terkait usulan DPRD setempat agar dilakukan pembangunan halte serupa di depan kampus Unisda di Kecamatan Sukodadi, Pemkab Lamongan sampaikan akan pertimbangkan usulan tersebut. Seperti disampaikan Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, rencana pembangunan halte di depan Pasar Babat diurungkan karena dikhawatirkan akan tidak sejalan dengan konsep pembangunan Pasar Modern Babat.
Selain pembangunan dua unit halte itu, Pemkab Lamongan lewat Dinas Perhubungan tahun ini juga menanggarkan sejumlah Rp 188 juta untukpembangunan perangkat lalu lintas. Yakni untukpengadaan rambu petunjuk arah tiang atas sejumlah 25 unit. Juga dilakukan penambahan 50 unit rambu lalu lintas model F.
“Pembangunan halte dilokasi tersebut sangat penting karena tingginya frekuensi kendaraan yang mnaik dan menurunkan penumpang di Kecamatan Sukodadi dan Pucuk. Sehingga sudah saatnya di lokasi tersebut dibangunkan halte untuk memberi rasa nyaman bagi masyarakat Lamongan pengguna kendaraan umum,” ujarnya.
Sesuai Kepeutusan Menteri Perhubungan tentang fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembangunan halte. Diantaranya dibangun sedekat mungkin dengan fasilitas penyeberangan pejalan kaki. Kemudian ditempatkan di atas trotoar atau bahu jalan dengan jarak sekurang-kurangnya 1 meter dari tepi jalur lalu lintas.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.58 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Juli 08, 2009
Bupati dan Muspida Sidak Pilpres
Bupati Lamongan Masfuk bersama sejumlah pejabat muspida setempat seperti Kapolres AKBP Imam Sayuti, Kajari Mujiharti dan Ketua DPRD Makin Abbas lakukan sidak pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) di dua TPS, Rabu (8/8). Selain mereka, Wakil Bupati Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli juga ikut dalam sidak tersebut. Sidak kali ini dilakukan di Kecamatan Tikung dan Mantup.
Sebelumnya, Masfuk Tsalits Fahami berikan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) yang sama, yakni TPS 01 Kelurahan Tumenggungan/Lamongan Kota. Demikian pula dengan Ibu Endang Rijanti Masfuk dan Cicik Rosyida Tsalits Fahami lakukan pencontrengan di TPS yang berada di seberang rumah dinas mereka itu.
Masfuk menyampaikan harapannya agar suasana di Lamongan yang sudah kondusif bisa terus terjaga meski ada pemilihan presiden. Dia juga meyakini, masyarakat Lamongan sudah cukup dewasa dalam berdemokrasi sehingga suasana kondusif akan terus terjaga. ”Saya juga berterima kasih pada semua masyarakat dan petugas penyelengara pemilu yang telah turut berperan menyukseskan pesta demokrasi di Indonesia, ” kata dia.
Jumlah TPS pada pilpres di Lamongan berkurang 887 unit dibanding pada pilleg 9 April lalu. Pada pilleg lalu berjumlah 3.462 TPS sedangkan pada pilpres mendatang turun menjadi 2.575 unit TPS. Penurunan ini karena adanya penambahan jumlah pemilih dalamsatu TPS. Yang sebelumnya 500 pemilih pada pilleg lalu, kini menjadi 800 orang pemilih dalam satu TPS.
Sedangkan untuk jumlah pemilih yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) yang masuk dalam pilpres di Lamongan kali ini, jumlahnya mengalami penambahan 867 orang dibanding pada pilleg lalu. DPT untuk pilpres yang diikuti tiga orang calon pasangan presiden dan wakilpresiden tersebut di Lamongan ada sebanyak 1.040.552 orang. Yakni terdiri dari 510.371 pemilih laki-laki dan 530.181 orang pemilih perempuan. Jumlah ini naik dibanding DPT pada pilleg lalu sebayak 1.039.685 orang yang terdiri dari 509.780 laki-laki dan 529.905 perempuan.
Dipersembahkan oleh adam Pada 17.32 0 komentar
Kategori: Politik
Senin, Juli 06, 2009
Syamsul Arif Striker Baru Persela
Perburuan pemain oleh Persela Lamongan berlanjut. Kali ini laskar Joko Tingkir ini resmi rekrut top skor Copa Indonesia (8 gol), Syamsul Arif dari Persibo Bojonegoro. Pemain in adalah tandem Varney Pas Boakay striker asal Liberia di Persibo Bojonegoro yang sebelumnya sudah lebih dulu direkrut.
Penandatanganan kontrak pemain kelahiran Bojonegoro 14 Januari 1986 lalu ini dilakukan di ruang kerja Asisten Manajer Persela Fadeli kemarin (6/7). Fadeli sendiri dalam keterangannya yakin Syamsul Arif akan bisa tampil maksimal di (Persela) Lamongan. Ini tidak terlepas dari keberadaan tandem Arif yakni Varney yang juga sudah direkrut Persela sebelumnya.
“Di Persela kan sudah ada Varney yang juga sebelumnya saling bahu membahu dengan Arif di Persibo. Arif juga akan didukung suplay bola dari tengah oleh pemain seperti (I Gede) Sukada. Belum lagi kalau nanti sudah ada Zada , “ kata Fadeli merujuk target Persela selanjutnya, Leonarda Zada (PSMS Medan). Terkait rencana merekrut Zada ini, Fadeli nyatakan prosesnya sudah 80 persen. “Intinya tinggal masalah poin-poin kontrak saja, “ tambah Fadeli yang juga Sekkab Lamongan itu.
Menurut Fadeli perburuan Persela belum akan berhenti pada nama Arif. Setidaknya masih akan ada tiga nama lagi yang direkrut. Yakni pemain depan dan belakang. Saat ini proses pendekatan terus dilakukan oleh tim Persela Lamongan.
Sementara Arif sendiri mengatakan memiliki cukup keyakinan akan bisa memberikan permainan yang terbaik untuk Persela Lamongan. Dia juga yakin mampu mendapat satu tempat di lini depan Persela. “Persela memang tim Super Liga. Di tim manapun pasti ada persaingan. Namun saya yakin pasti bisa mein bagus untuk Persela, “ kata pemain yang tercatat sebagai pemain Timnas U-23 pada Piala Kemerdekaan 2008 lalu itu.
Arif sendiri karir bermainnya di Persibo cukup panjang. Yakni sudah selama tiga tahun sejak 2006 lalu. Sebelumnya dia bermain di PS Gagak Rimang pada 2005 kemudian masuk Porda Blora pada 2006. Hingga sekarang resmi dikontrak Persela.
Dipersembahkan oleh adam Pada 17.20 0 komentar
Kategori: Sport
FPDIP Dukung Proyeksi Kenaikan PAD
FPDIP DPRD Kabupaten Lamongan melalui juru bicaranya Sugiarsih menyampaikan apresiasi atas meningkatnya proyeksi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Perubahan APBD 2009 yang mencapai Rp 111.242.158.395. Hal itu disampaikannya saat Rapat Paripurna pembahasan PAPBD 2009 dengan agenda pandangan fraksi-fraksi di gedung dewan setempat, Senin (6/7).
Disampaikan olehnya, disbanding realisasi APBD 2008, peningkatan proyeksi PAD pada PAPBD 2009 mencapai 68 persen. “Mengacu pada prosentasi kenaikan PAD dari tahun 2007 ke 2008 yang berkisar 19 persen, tentu target ini patut didukung sepenuhnya. Dalam pandangan fraksi kami, kenaikan PAD sedemikian besar menjadi barometer itikat kerja keras jajaran Pemkab Lamongan, “ ujar dia.
Sementara FPAN melalui juru bicara fraksinya Sulaiman, menyarankan agar dana Bansun atau bantuan dusun melalu Alokasi Dana Desa (ADD) dapat ditingkatkan minimal menjadi Rp 10 juta setiap dusunnya. Hal tersebut, lanjut dia, dimaksudkan agar mempercepat pertumbuhan partisipasi masyarakat untuk ikut berperan serta dan ambil bagian dalam berbagai proses pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, FPAN juga meminta penjelasan terhadap progress sejumlah pelaksanaan proyek pembangunan besar di Lamongan. Yakni seperti Lamongan Plaza, Pasar Induk Beras, Pasar Modern Babat dan Pasar Agrobis, serta RSUD di Kecamatan Ngimbang. “Fraksi kami juga berharap agar pembangunan proyek serta sarana dan prasarana tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta mampu mendatangkan manfaat dan nilai tambah bagi Pemda sendiri, “ katanya.
Terhadap pengurangan anggaran program pelayanan pencegahan penyakit menular sebesar Rp 50 juta, FPKB melalui juru bicaranyan Naim meminta penjelasan lebih lanjut dari eksekutif. Karena menurut pertimbangan FPKB, pengurangan itu dikhawatirkan akan melemahkan kinerja aparat kesehatan terhadap upaya pencegahan berbagai penyakit menular. “Terlebih sekerang telah diindikasikan flu babi atau virus H1N1 telah masuk ke Indonesia, “ tambah dia. Pertanyaan serupa juga diajukan terkait pengurangan pengadaan bubuk abate sebesar Rp 10 juta.
FPKB juga menyoroti indikasi adanya penambahan tenaga honorer/kontrak di RSUD dr Soegiri. Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ini terjadi penambahan belanja yang semula Rpp 22,346 miliar menjadi Rp 25,108 miliar. Dan sebagian dari penambahan itu untuk kenaikan belanja pegawai.
“Terlepas dari ketentuan yang melarang dilakukannya pengangkatan tenaga honorer/kontrak baru, FPKB perlu penjelasan lebih lanjut tentang jumlah tenaga honorer/kontrak yang baru serta sistem perekrutannya. Karena tidak banyak masyarakat yang mengetahui rekrutmen tersebut yang tidak diumumkan secara terbuka dan terkesan tertutup, “ papar dia. Sedangkan juru bicara Fpartai Golkar melalui juru bicaranya Purwanto meminta penjelasan proyeksi retribusi Stadion Surajaya yang menurutnya tidak sebanding dengan jumlah penonton Suarajaya selama ini.
Dipersembahkan oleh adam Pada 17.18 0 komentar
Kategori: Politik
Jumat, Juli 03, 2009
Kiriman TKI Capai Rp 2,562 Miliar
Sampai dengan akhir Mei lalu, kiriman uang TKI Lamongan yang berada di negeri jiran Malaysia mencapai Rp 2,562 miliar. Jumlah ini belum termasuk kiriman TKI yang berada di negera lain seperti Jepang yang mencapai Rp 3,196 miliar.
Sementara terkait penghentian sementara pengiriman TKI ke Malaysia akibat beberapa kasus penyiksaan yang terjadi, sampai saat ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lamongan belum menerima secara resmi surat terkait hal itu dari pusat. Hal itu disampaikan Kepala Disnakertrans Lamongan Soni Harsono melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa.
Menurutnya, jika surat itu secara resmi sudah diterima, baru Disnakertrans bisa mngambil langkah-langkah tindakan. Meski demikian, lanjut dia, selama bulan ini belum ada TKI resmi yang terdaftar akan pergi ke Malaysia. “Kalau dengan tujuan Hongkong, ada satu orang. Sementara beberapa bulan lalu ada juga 16 orang TKI yang berangkat ke Jepang sebagai tenaga sektor formil seperti montir dan tenaga edukatif, “ terangnya.
Dari data Disnakertrans pula diperoleh data bahwa tahun ini ada sejumlah 670.292 jiwa pencari kerja di Lamongan. Sementara itu, 44.496 jiwa lainnya berstatus pencari kerja. Di Lamongan sendiri ada 625.795 kesempatan kerja.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.48 0 komentar
Kategori: Berita
Kamis, Juli 02, 2009
Singa Putih Siap Sambut Pengunjung Mazoola
Tidak kurang dari 138 ekor hewan yang baru didatangkan dari Negara Afrika Selatan, Amerika dan Republik Ceko siap menyambut pengunjung Maharani Zoo & Gua Lamongan (Mazoola). Diantara binatang yang akan menjadi pusat perhatian adalah Singa Putih, Caracal dan Serval Cats dari Afrika Selatan serta hewan Coatimundi dari Republik Ceko.
Direktur PT Bumi Lamongan Sejati Aris Wibawa dalam keterangannya sampaikan kedatangan ratusan hewan eksotis dari luar negeri tersebut khusus untuk meyambut datangnya musim liburan. Dikatakannya, kedatangan hewan-hewan itu juga akan melengkapi koleksi Mazoola yang sudah ada sebelumnya.
“Pengunjung Mazoola, terutama dari kalangan pelajar akan bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang dunia hewan yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Karena hewan-hewan yang ada adalah hewan langka dan eksotis. Ini sesuai dengan konsep entertaintment and education yang disusung Mazoola, “ urai Aris.
Dia mencontohkan dua ekor Singa Putih (Panthera Leo) dari Afrika Selatan adalah singa albino. Kemudian dua ekor Caracal (Caracal caracal) yang juga sering disebut Kucing Lynx karena memiliki kemiripan dengan Kucing Lynx yang memiliki telinga unik berantena. Sementara Serval Cats (Leptallutus Serval) juga memiliki keunikan tersendiri. Karena jika tidak cermat, pasti akan mengira hewan ini Cheetah. ”Serval jika dilihat seksama memiliki pola binitk-bintik seperti Cheetah namun dengan ukuran tubuh lebih kecil dari Cheetah, ” trang dia.
Semua hewan yang didatangkan itu masing-masing ada yang berkelamin jantan dan betina. Sebelum kedatangan hewan-hewan ini,Mazoola sudah memiliki koleksi sejumlah binatang unik seperti ular putih, burung merak putih dan landak putih yang ditempatkan di Puri Albino. Menurut Aris, hewan-hewan yang baru datang tersebut saat ini masih menjalani masa karantina untuk dilakukan adaptasi lingkungan.
Beberapa hewan baru tersebut yang berasal dari Afrika Selatan diantaranya Kudu, Blesbuck, Impala, Gemsbuck, Nyala dan Springbuck. Sementara yang berasal dari Benua Amerika seperti Lama, Ferret, Racoon, Zebra, Mini Horse dan Nilgai. Dari Republik Ceko hanya dua jenis binatang, yakni masing-masing tiga ekor Bennet Wallabies dan Coatimundi.
Mazoola sendiri menempati areal seluas 2, 7 hektar yang berada tepat di seberang WBL. Kedua tempat wisata ini akan dihubungkan dengan jembatan penyeberangan yang dilengkapi dengan elevator. Untuk WBL, kata Masfuk melanjutkan, pada tahun 2007 pengunjungnya telah menembus angka 1 juta pengunjung, tepatnya 1.218.859 pengunjung. Dengan adanya Zoo & Goa ini, dipastikan pengunjung wisata Lamongan akan membludak.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.59 0 komentar
Kategori: Berita
PKK Bantu Plesterisasi 30 Rumah
Tim Penggerak PKK (TPPKK) Kabupaten Lamongan bantu lakukan plesterisasi sejumlah 30 rumah milik warga di Desa Tlanak/Kedungpring. Bantuan tersebut kemarin diserahkan secara simbolis dari Ketua TPPKK Lamongan Endang Rijanti Masfuk pada dua warga desa setempat, Leginem dan Sriani Jamaludin.
Tiap rumah warga yang sebelumnya masih berlantai tanah yang dikeraskan itu mendapat bantuan Rp 1 juta. Sehingga totalbantuan yang kemarin diserahkan mencapai Rp 30 juta. Selain bantuan plesterisasi, TPPKK Lamongan juga memberikan bantuan satu unitn Alat Permainan Edukatif (APE) jenis luar berupa permainan prosotan dan APE jenis dalam.
Selain Endang Rijanti, turut serta dalam kegiatan tersebut sejumlah pengurus TPPKK lainnya seperti Cicik Rosyida Tsalits Fahami dan Mahdumah Fadeli. Bersama mereka juga terlihat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) setempat Abdul Wahib dan Camat Kedungpring Etik Sulistyorini.
Kondisi rumah warga menerima bantuan tersebut memang kasat mata terlihat sangat pantas untuk menerima bantuan. Bukan hanya lantainya yang masih dari tanah yang dipadatkan, dinding rumah merekapun masih berupa sesek (anyaman bambu) yang dicat dengan kapur.
Endang dalam keterangannya sampaikan, kegiatan plesterisasi ini bagian dari usaha TPPKK Lamongan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lamongan. Karena menurutnya, lantai tanah akan rentan untuk penularan penyakit. Namun dia juga berharap kegiatan yang dilaksankan itu bisa menjadi stimulus dan motivator bagi donatur di Lamongan untuk melakukan kegiatan serupa. “Kemampuan TPPKK sangat terbatas untuk bisa membangtu semua masyarakat. Karena itu sikap guyub dan kegotongroyongan dari masyarakat yang lebih mampu sangat diharapkan,” ujar dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.56 0 komentar
Kategori: Berita
sebanyak 500 Guru TK Ikuti Workshop
Setidaknya sekitar 500 guru TK se Kabupaten Lamongan kemarin ikuti Workshop Kreatifitas Membuat Alat Peraga Multiguna Yang Ekonomis di Gedung Pemuda dan Olahraga (GOR) setempat. Kegiatan itu sendiri diadakan GOPTKI atau Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak IndonesiaI bersama Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Lamongan itu.
Dari narasumber workshop tersebut, Anies Listyowati penerbit buku-buku untuk alat peraga dari Surabaya, peserta diajari teknik pembuatan alat peraga dari barang-barang bekas, sehingga murah meriah. Diantaranya alat permainan dari kertas dan plastic. Atau pembuatan jam hias maupaun hiasan kepala dengan berbagai bentuk.
Sementara Pembina II GOPTKI Lamongan Fadeli saat buka kegiatan tersebut berharap banyak pada para guru TK Lamongan untuk emnjadikan generasi mendatang Lamongan bermasa depan cerah. Karena menurutnya, saat anak berada di usia TKlah mereka dalam masa-masa emas pendidikan. “Di masa emas ini anak akan mudah menerima segala pengetahuan. Jadi ibu-ibu guru TK ini adalah sekaligus penentu masa depan generasi mendatang anak-anak Lamongan yang ibu-ibu didik, “ kata Fadeli yang juga Sekkab Lamongan tersebut.
Ditambahkannya, prestasi dunia pendidikan di Lamongan yang beberapa tahun ini moncer juga dipastikan tidak terlepas dari kontribusi guru-guru TK. Karena itu, lanjut dia, jangan pernah berhenti lakukan inovasi dan kembangkan kreatifitas dalam mendidik murid-murid. “Kegiatan kali ini adalah salah satu wadah yang tepat untuk kembangkan kenekaragaman alat peraga untuk siswa TK, “ ujarnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Ketua GOPTKI Lamongan Mahdumah Fadeli itu.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.52 0 komentar
Kategori: Berita
Ridha Wildania Duta Lingkungan Hidup 2009
Ridha Wildania, siswi SMAN 2 Lamongan berhasil menjadi juara pertama pada ajang pemilihan Duta Lingkungan Hidup 2009. Pengumuman pemenang pada ajang yang digelar Badan Lingkungan Hidup setempat itu dilakukan seusai presentasi oleh 44 orang peserta pemilihan di Ruang Sabhya Dyaksa Kantor Pemkab Lamongan kemarin.
Ridha Wildania berhasil menjadi yang terbaik dengan nilai total 645. Selain juara pertama, juga dipilih lima Duta Lingkungan lainnya. Yakni juara kedua diraih Reny Andani dari SMAN 1 Lamongan dengan skor 641, juara ketiga diraih Deny Rizky Kurniawan siswa SMAN 2 Lamongan dengan skor penilaian 640.
Selanjutnya Juara Harapan I draih siswa SMAN 1 Paciran dengan skor 631, Dwiky Syam C.R. Sementara Juara Harapan 2 diraih Ahmad Fauzi dari SMKN 2 Lamongan dengan nilai 624 dan Juara Harapan III diraih Aria Wisnu Wardana siswa SMAN 1 Kedungpring dengan skor penilaian 622.
Penyerahan trophy juara dan piagam penghargaan disampaikan oleh Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Lamongan Achmad Rahman Hadi. Dalam sambutannya, dia sampaikan para peraih juara pertama hingga ketiga dipilih karena mampu aplikasikan antara teori dan praktik. “Para Duta Lingkungan yang telah terpilih ini nantinya akan menjadi sparring partner Badan Lingkungan Hidup dalam penataan lingkungan hidup kedepan. Mereka adalah aset tidak ternilai bagi penyelamatan Lingkungan Hidup, “ kata dia.
Sementara dikonfirmasi terpisah, Ketua Panitia Penyelenggara Farid Budi mengungkapkan, hasil penilaian merupakan akumulasi penilaian semua aspek. Yakni mulai dari tes tulis, wawancara hingga presentasi. Menurutnya, tingkat kepecayaan diri serta penguasaan materi lingkungan hidup masing-masing peserta cukup tinggi. Namun sebagian besar presentrasi yang disampaikan masih dalam tataran normatif. “Meski demikian, ada beberapa yang sudah mencakup tataran aplikatif. Semoga kedepan akan menjadi lebih baik. para duta lingkungan ini diharapkan akan jadi pelopor dan motivator lingkungan hidup di lingkungannya masing-masing,“ ujar dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.49 0 komentar
Kategori: Berita
Tahun Ini Bangun 640 Ruas Jalan Poros Desa
Bupati Lamongan Masfuk canangkan tahun 2010 nanti semua jalan poros desa di Lamongan akan tun tas dibangun. Untuk tahun ini saja, sudah disiapkan anggaran untuk membangun jalam poros desa di 640 ruas.
Pencanangan itu disampaikan Masfuk saat penutupan puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-6 di Desa Tlanak/Kedungpring, Rabu (1/7). Disampaikan Masfuk, jika ada jalan poros desa yang tahun ini belum termasuk diantara 640 ruas yang akan dibangun, maka akan dituntaskan pembangunannya melalui anggaran 2010 mendatang.
Namun dia juga berharap agar filosofi gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia jangan sampai dihilangkan. Justru lewat kegiatan BBGRM tersebut, budaya gotong royong perlu ditingkatkan lagi. “Kalau mengerjakan atau menghadapi apapun dilakukan dengan gotong royomg dan keguyuban, maka yang akan diraih adalah sebuah kesejahteraan, “ ujar dia.
Ditambahkannya, semua bantuan yang diberikan dalam BBGRM kali ini diberikan sepenuhnya kepada masyarakat tanpa memandang dari golongan mana masyarakat itu. “Semua kebagian, byor, “ kata dia. “Meski sudah ada berbagai bantuan dari program BBRM ini, swadaya masyarakat masih diperlukan. Karena ada keterbatasan pemerintah yang tidak mungkin menjangkau semua. Saya juga minta agar berbagai proyek dalam BBGRM ini harus dijaga setelah setelah selesai nanti. Jangan ketika sudah selesai dibiarkan rusak, “ tegasnya.
Sebelum lakukan pencanangan, Masfuk juga lakukan peresmian jalan poros desa yang menghubungkan Desa Tlanak dengan Desa Mekandirejo. Turut dalam peresmian itu Wakil Bupati Tsalits Fahami, Sekkab Fadeli dan sejumlah pejabat muspida setempat. Jalan yang dibangun mulai 12 Maret hingga 21 April lalu itu sepanjang 165 meter dengan lebar 3 meter dan didanai APBD Lamongan Rp 40 juta. Selain itu, seperti disampaikan Kades Tlanak Sulaiman, ada dana swadaya masyarakat sebesar Rp 12 juta dalam pembangunan jalan itu.
Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bappemas) Lamongan Abdul Wahib dalam laporannya sampaikan, dalam program BBGRM kali ini digelontorkan dana hingga Rp 60,8 miliar. Diantaranya berupa penebaran benih ikan sebanyak 295 benih berbagai jenis ikan di perairan umum dan bantuan dana revolving untuk enam pasar desa senilai Rp 1,35 miliar. Selain itu juga ada bantuan pengembangan budidaya kambing, pengobatan massalo gratis, bantuan untuk rehab dan sarana prasarana masjid hingga bantuan block grand untuk Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 472 lembaga dengan nilai total Rp 43,188 miliar.
Camat Kedungpring sendiri, Etik Sulistyani, saat membacakan sambutannya utarakan dari sejumlah 27 ribu jalan poros desa yang masuk SK Bupati Lamongan, 18.225 meter diantaranya sudah selesai dibangun. Sementara sisanya, yakni 8.775 meter akan segera dituntaskan pembangunannya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.46 1 komentar
Kategori: Berita






