Bertempat di Ruang Widya Loka Dinas Pendidikan Lamongan, dikukuhkan sejumlah 28 pengawas sekolah TK SD/SDLB oleh Sekkab Lamongan Fadeli, Selasa (30/6). Dari sejumlah pengawas tersebut, 10 orang adalah pengawas baru atau promosi, sementara 18 lainnya statusnya mutasi.
Disampaikan Fadeli, pengawas sekolah yang sudah dikukuhkan itu diharapkan segera melaksanakan tugas. Sementara bagi pengawas sekolah baru agar segera menyesuaikan diri dengan kewenangannya yang baru. Dituturkannya, jabatan adalah amanat dan tanggung jawab moral yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. “Pengawas sekolah juga memiliki amanat untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsinya, “ kata dia.
Sementara terkait prestasi dunia pendidikan di Lamongan yang selama beberapa tahun ini mengalami peningkatan, Fadeli sampaikan apresiasinya pada para pengawas dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan. Menurutnya, prestasi itu juga bagian dari kerja keras semua pihak.
“Tahun ini SD pinggiran yang malah meraih prestasi. Yakni SDN Badurame 1/ Turi rangking 1 Jatim dan SDN Mojorejo 3/Modo rangking 2 se Jatim. Ini menunjukkan kulaitas pendidikan di Lamongan semakin merata. Prestasi yang telah diraih ini hendaknya terus dijaga di masa-masa mendatang. Jika perlu ditingkatkan ke level nasional, “ ujar dia.
Dari total 120 orang kebutuhan pengawas sekolah TK SD di Lamongan, tahun ini ada 14 posisi pengawas yang lowong. Dengan dikukuhkannya 10 pengawas baru, berarti masih ada kekurangan 4 pengawas TK SD/SDLB. Kekosongan ini akan diupayakan diisi pada akhir 2009 nanti. Sedangkan dari data Subbag Kepegawaian Dinas Pendidikan Lamongan, sampai dengan 2011 nanti akan ada 36 pengawas yang pensiun. Rinciannya, 4 orang pada 2009, 19 orang pada 2010 dan 13 orang pada 2011. “Kebutuhan pengawas sekolah TK SD/SDLB hingga 2011 akan dipenuhi dari hasil seleksi yang berakhir Juni lalu, “ kata Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Mustofa Nur melalui Keasubbag Kepegawaian Mochammad Sidiq.
Pengukuhan 28 pengawas itu sendiri berdasar SK Bupati Lamongan nomor 821/85/413.203/kep/2009 tentang Pengukuhan Jabatan Pengawas Sekolah TK SD/SDLB. Sementara di Lamongan ada sejumlah 1.568 lembaga pendidikan TK dan SD. Yakni 910 lembaga TK dan 658 lembaga SD.
Selasa, Juni 30, 2009
Sebanyak 28 Pengawas Sekolah Dikukuhkan
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.32 0 komentar
Kategori: Berita
Diklatpim III Lulus 100 Persen
Sejumlah 40 orang pejabat eselon III yang mengikuti Diklat Kepemimpinan tingkat III angkatan 133 dinyatakan lulus semua dengan predikat memuaskan. Hal itu disampaikan Kabid Diklat Fungsional pada Badan Diklat Propinsi Jatim Bagus Pujiono saat penutupan kegiatan tersebut di Pendopo Lokatantra Lamongan, Selasa (30/6).
Diterangkannya, diklat yang berlangsung di Sanggar Pramuka Lamongan sejak 14 Juni lalu itu selain diikuti 30 orang pejabat eselon III Pemkab Lamongan, juga diikuti 10 pejabat eselon III dari tiga kabupaten lain. Yakni Tiga orang peserta dari Kabupaten Bojonegoro, tiga orang dari Kabupaten Gresik dan empat orang peserta Kabupaten Pasuruan. Diklat yang ditutup Plt Asisten Administrasi Pemkab Lamongan Aris Wibawa itu ditandai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis.
Aris Wibawa saat membacakan sambutan Bupati Lamongan harapkanagar diklat seharusnya jangan hanya sekedar dijadikan formalitas belaka. Tapi harus dijadikan wadah untuk merubah pola pikir dan berinovasi bagaimana kedepan Pemda bisa bersaing dan berpacu cepat.
“Diklat ini diisi orang-orang yang dipersiapkan untuk kelola Pemda kedepan. Yakni pejabat yang bukan hanya mampu jabarkan konsep namun juga mampu menerapkan konsep itu dalam tataran praktis di lapangan. Seorang pejabat juga harus mampu berfikir kreatif dan inovatif demi kesejahteraan masyarakatnya. Namun tetap dalam koridor aturan. Kreatifitas dan inovasi dalam pemerintahan ini sangat dibutuhkan jika suatau pemerintahan ingin bergerak cepat melakukan pembangunan, “ tegas dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.27 0 komentar
Kategori: Berita
Gaji Ke-13 Cair
Pencairan gaji ke-13 bagi para pegawai di Pemkab Lamongan akhirnya dilakukan kemarin, Selasa (30/6). Pencairan ini sempat tertunda karena proses administrasi sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum tuntas. Total anggaran yang dicairkan untuk memenuhi gaji ke-13 ini mencapai Rp 34.224.267.867.
Sekkab Lamongan Fadeli berharap dengan dicairkannya gaji ke-13 tersebut akan dapat menjadi penambah motivasi kerja para pegawai di Pemkab Lamongan. Selain itu, dengan dicairkannya gaji ke-13 tersebut menjelang penerimaan siswa baru, diharapkan bisa membantu keuangan orang tua.
“Dengan telah cairnya gaji ke-13 ini, diharapkan orang tua tidak terpecah konsentrasi kerjanya untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang akan memasuki tahun pelajaran baru. Semoga ini bisa bermanfaat dan para pegawai semakin termotivasi dalam bekerja, “ kata dia.
Sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam PP nomor 42/2009 tentang Gaji Ke-13, pencairan gaji tersebut dilaksanakan pada Juni 2009. Sementara berdasar data Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Lamongan, total anggaran gaji ke-13 yang mencapai Rp 34.224.267.867 tersebut diperuntukkan bagi sejumlah 12.690 PNS dan 476 tenaga kontrak. Dengan rincian, untuk tenaga kontrak nilainya mencapai Rp 246.428.855. sementara untuk PNS nominalnya mencapai Rp 33.977.839.012.
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.47 0 komentar
Kategori: Berita
Kamis, Juni 25, 2009
Budaya Kita Suka Potong Kompas
Ada dua kelemahan mentalitas yang tidak mendukung bangsa Indonesia dalam melakukan perubahan. Yakni suka potong kompas dan merendahkan mutu. Hal itu disampaikan Plt Asisten Administrasi Lamongan Aris Wibawa saat sampaikan sambutan Sekkab Fadeli dalam Bimbingan Teknis (Bintek) Budaya Kerja di Ruang Sabha Nirbawa, Rabu (24/6).
“Mengutip ulasan Profesor Koencoroningrat dalam bukunya Analisis Mentalitas Bangsa Indonesia, terdapat dua kelemahan mentalitas yang tidak mendukung bangsa ini dalam melakukan suatu perubahan. Pertama adalah kebiasaan menerobos atau potong kompas, yakni ingin cepat selesesai tanpa memperhatikan proses. Selanjutnya adalah merendahkan mutu, asal jadi. Kita sering tidak memeperhatikan kualitas, yang penting ada hasil, “ ucapnya dihadapan sejumlah 82 orang pejabat eselon IV peserta Bintek tersebut.
Namun di kesempatan itu Aris juga mengingatkan agar tujuan ikut Bintek BUdaya Kerja jangan semata-mata karena akan ikut lomba Kelompok Budaya Kerja (KBK). Menurutnya, budaya kerja masih memerlukan beberapa perbaikan. “Contohnya acara ini yang seharusnya dimulai pukul 7.30 ternyata Alhamdulillah sudah dimulai saat pukul 8.30, “ katanya setengah berkelakar.
Dari lima aspek tata pemerintahan yang baik, lanjut dia, untuk aspek budaya kerja diarahkan agar bisa mengubah kultur birojrasi dari budaya minta dilayani menjadi budaya melayani masyarakat. Aspek yang lain masing-masing adalah aspek kelembagaan, kepegawaian, ketatalaksanaan dan aspek akuntabilitas.
Seperti disampaikan Kepala Bagian Organisasi Lamongan Abdul Mu’is, dalam lomba KBK tingkat kabupaten nanti akan dipilih dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan nilai terbaik. Untuk selanjutnya diikutkan lomba serupa di tingkat Propinsi Jatim. Muji Widodo dari PT Petrokimia Gresik menjadi narasumber dalam Bintek sehari tersebut.
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.29 0 komentar
Kategori: Berita
MoU KUA PPAS PAPBD 2009 Ditandatangani Pendapatan PAPBD Diproyeksikan Naik
Dari penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan APBD Lamongan Tahun Anggaran (TA) 2009, pendapatan daerah masih diproyeksikan naik. Yakni sebesar 7,80 persen atau menjadi sebesar Rp 923.141.859.731 dari sebelumnya Rp 856.326.113.982. Data tersebut disampaikan sekretaris Panitia Anggaran DPRD Sutardjo Syafi’ie di gedung dewan setempat, Kamis (25/6).
Sementara proyeksi belanja daerah, dilanjutkan Sutardjo, juga diperkirakan ada kenaikan sebesar 7,63 persen atau menjadi sebesar Rp 976.655.365.378 dari sebelumnya sebesar Rp 902.049.976.531. Dengan proyeksi seperti itu, maka diperkirakan terjadi defisit pagu anggaran sebesar Rp 53.513.505.647. “Defisit tersebut akan ditutup dari pembiayaan netto yang sebelumnya Rp 46.078.226.700 diperkirakan naik menjadi Rp 53.513.505.647. Sehingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) diperkirakan nol, “ terang dia dalam Rapat Paripurna pembahasan RKUA dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) PAPBD TA 2009.
Dijelaskannya lebih lanjut, pembiayaan netto baik pada RKUA maupun PPAS PAPBD TA 2009 besarnya diproyeksikan sama. Sehingga defisit tersebut akan dtutup dari pos pembiayaan yang surplus dan nilainya sama persis dengan defisit belaja daerah.
Meski demikian, tim Panggar juga memberikan sejumlah saran. Diantaranya terkait persetujuan pembelian tanah dan bangunan sebagai Kantor Perwakilan Pemkab Lamongan di Jakarta. Disampaikannya, hal itu jangan sampai berpengaruh pada program pembangunan yang menjadi skala prioritas Pemkab Lamongan, utamanya pembangunan jalan poros desa.
Sementara berkaitan dengan dibangunnya Pasar Agrobis Babat, Panggara juga menyampaikan sarannya. Dalam rangka mencukupi kebutuhan pasar, ujar Sutardjo, maka menurut Panggara sudah saatnya pula dinas yang terkait segera membuat sentra-sentra produk.
Seusai melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait KUA dan PPAS tersebut, Bupati Lamongan Masfuk dalam sambutannya sampaikan terima kasihnya kepada semua pihak khususnya anggota legislatif yang telah berikan dukungan pelaksanaan program pembangunan di Lamongan. Dukungan tersebut, ungkap Masfuk berbuah banyak prestasi dan penghargaan baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun dari lembaga independen.
Disampaikannya, KUA dan PPAS PAPBD tahun ini lebihj diprioritaskan pada empat kegiatan. Yakni mencukupi kekurangan anggaran belanja pegawai dan menyediakan dana sharing kegiatan yang bersumber dari pemerintah pusat maupun provinsi. Kemudian pembangunan Rumah Sakit Ngimbang serta untuk mengakomodir beberapa alokasi belanja berkaitan dengan diterimanya dana yang bersumber dari bagi hasil cukai dan dana dari Pemprov Jatim.
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.22 0 komentar
Budaya Kita Suka Potong Kompas
Ada dua kelemahan mentalitas yang tidak mendukung bangsa Indonesia dalam melakukan perubahan. Yakni suka potong kompas dan merendahkan mutu. Hal itu disampaikan Plt Asisten Administrasi Lamongan Aris Wibawa saat sampaikan sambutan Sekkab Fadeli dalam Bimbingan Teknis (Bintek) Budaya Kerja di Ruang Sabha Nirbawa, Rabu (24/6).
“Mengutip ulasan Profesor Koencoroningrat dalam bukunya Analisis Mentalitas Bangsa Indonesia, terdapat dua kelemahan mentalitas yang tidak mendukung bangsa ini dalam melakukan suatu perubahan. Pertama adalah kebiasaan menerobos atau potong kompas, yakni ingin cepat selesesai tanpa memperhatikan proses. Selanjutnya adalah merendahkan mutu, asal jadi. Kita sering tidak memeperhatikan kualitas, yang penting ada hasil, “ ucapnya dihadapan sejumlah 82 orang pejabat eselon IV peserta Bintek tersebut.
Namun di kesempatan itu Aris juga mengingatkan agar tujuan ikut Bintek BUdaya Kerja jangan semata-mata karena akan ikut lomba Kelompok Budaya Kerja (KBK). Menurutnya, budaya kerja masih memerlukan beberapa perbaikan. “Contohnya acara ini yang seharusnya dimulai pukul 7.30 ternyata Alhamdulillah sudah dimulai saat pukul 8.30, “ katanya setengah berkelakar.
Dari lima aspek tata pemerintahan yang baik, lanjut dia, untuk aspek budaya kerja diarahkan agar bisa mengubah kultur birojrasi dari budaya minta dilayani menjadi budaya melayani masyarakat. Aspek yang lain masing-masing adalah aspek kelembagaan, kepegawaian, ketatalaksanaan dan aspek akuntabilitas.
Seperti disampaikan Kepala Bagian Organisasi Lamongan Abdul Mu’is, dalam lomba KBK tingkat kabupaten nanti akan dipilih dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan nilai terbaik. Untuk selanjutnya diikutkan lomba serupa di tingkat Propinsi Jatim. Muji Widodo dari PT Petrokimia Gresik menjadi narasumber dalam Bintek sehari tersebut.
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.21 0 komentar
Kategori: Berita
PPK Jangan Mempersulit Diri Sendiri
Sekab Lamongan Fadeli minta agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan para panitia pengadaan barang/jasa tidak mempersulit diri sendiri dalam proses pengadaan barang/jasa. Karena semua aturannya sudah jelas. Itu dikatakannya saat buka Peningkatan Kinerja PPK dan panitia pengadaan barang/jasa di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan, Rabu (24/6).
Menurut Fadeli, aturan mengenai proses pengadaan barang maupun jasa sudah jelas seperti diatur pada Kepres no 80 tahun 2003 yang kemudian diubah melalui Perpres no 8 tahun 2006. Artinya, kata dia, tinggal bagiamana pengaplikasiannya saja. “Aturan yang sudah jelas ini jangan dibuat berbelit-belit. Malah hanya bikin repot. Jangan masalah yang sebenarnya sederhana dipermasalahkan. Ini namanya mempersulit diri sendirinya, “ tutur dia.
Dia juga minta agar ada kemajuan jumlah PPK yang memiliki sertifikat. Walaupun menurut aturannya masih diperkenankan petugas PPK yang belum miliki sertifikat. “Yang penting adalah terus memperbaiki kinerja dan melakukan pembenahan, “ kata dia. Karena itu Fadeli minta gara peserta bisa menyerap semua ilmu yang aka diberikan pemateri dari Puspenda. Kegiatan itu sendiri bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Ekonomi dan Pembangunan Daerah (Puspenda) Jakarta. Budiharjo, pakar dari Puspenda menjadi nara sumber dalam kegiatan tersebut.
“Saya ingatkan ada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum lakukan pelelangan. Segera selesaikan prosesnya, kalau ada kesulitan mohon dikonsultasikan. Demikian pula untuk yang sudah lakukan pelelangan, saya minta segera Surat Perintah Kerja (SPK)nya segera dikirim ke SKPD terkait. Yakni Bagian Pembangunan, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) serta Inspektorat, “ tegas dia.
Fadeli juga sampaikan apresiasinya atas kerja keras yang telah dilakukan sehingga opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas administrasi aset milik Pemkab Lamongan yang sebelumnya dinilai Tidak Wajar kini menjadi Wajar Dengan Pengecualian. “Ini sebenarnya hanya masalah administrasi sertifikasi aset-aset yang dimiliki pemerintah. Dari sebelumnya pada 2007 ada sekitar Rp 1,07 trilyun aset yang belum memiliki bukti-bukti kepemilikan, di tahun 2008 tinggal sekitar Rp 200 milyar aset yang belumj dibenahi bukti kepemilikannya. Ini akan terus dibenahi sehingga saya berharap di tahun 2009 nanti opini BPK bisa menjadi Wajar Tanpa Pengecualian, “ pungkas dia
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.19 0 komentar
Kategori: Berita
Dua Kades Terpilih Dilantik
Dua Kepala Desa (Kades) terpilih dilantik oleh Bupati Lamongan Masfuk di Pendopo Lokatantra setempat, Rabu (24/6). Dua kades tersebut masing-masing Ali Sadikin dari Desa Wonorejo Kecamatan Glagah dan Ahmad Nailul Fauzi dari Desa Drajad Kecamatan Paciran.
Dari sejumlah 932 hak pilih di Desa Wonorejo, Ali Sadikin berhasil meraup sebanyak 409 suara. Sementara caloj Kades lainnya, Mochammad Sholeh meraih 385 suara. Sedangkan Ahmad Nailul Fauzi saat Pilkades berhasil meraih suara lebih banyak dari tiga calon Kades lainnya. Dia berhasil mengumpulkan 510 suara dari sejumlah 1.254 hak pilih yang ada.
Dalam sambutannya, Masfuk minta Kades terpilih agar segera bekerja melaksanakan tugas. Jangan terlalu lama larut dalam euforia kemenangan. Karena menurutnya, Kades dipilih untuk bekerja demi kemajuan desanya. “Saya minta langsung beradaptasi dan gandeng semua elemen masyarkat. Termasuk mereka yang dulu berseberangan pilihan saat Pilkades lalu. Kalau tidak mau kondisi desanya stagnan, segera lakukan pembenahan untuk bergerak maju, “ ujar dia.
“Saya kira masa jabatan Kades yang selama enam tahun itu adalah waktu yang cukup lama untuk mampu memproduksi berbagai karya nyata yang baik bagi masyarakat desanya, “ kata Masfuk. Dia juga minta Kades jangan sampai menyia-nyiakan potensi yang dimiliki desa. “Kalau Kades punya visi yang jelas untuk membangun desa, maka harapan masyarakat untuk terjadinya perubahan akan terwujud. Yang terpenting jangan sia-siakan potensi desa. Jangan pesimis tapi optimistis. Pasti bisa bergerak maju, “ tegasnya.
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.16 0 komentar
Kategori: Berita
Minggu, Juni 21, 2009
Lamongan Rindu Lahirkan Qirik Sekelas Maria Ulfah
Sejumlah anggota Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Lamongan kemarin melakukan simulasi proses penjurian MTQ di Masjid Ar Roudloh Banaran/Babat, Sabtu (20/6). Simulasi tersebut dibuat semirip mungkin dengan penjurian saat MTQ Jatim ke-23 mendatang agar para anggota kafilah menjadi lebih siap mental saat berlaga di ajang yang sebenarnya.
Diantara yang disimulasikan adalah cabang satu juz dan Tilawah. Anggota kafilah itu secara bergantian melakukan simulasi dihadapan sejumlah undangan serta tiga orang juri termasuk diantaranya Hasan Nawawi. Di MTQ nanti, satu orang peserta akan berhadapan dengan setidaknya 18 orang juri. Sehingga persiapan mental anggota kafilah menjadi sangat penting. Ini sesuai dengan target Juara Umum MTQ ke-23 pada 20-28 Juli mendatang Di Kabupaetn Jember yang dicanangkan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lamongan Fadeli.
“Kalaupun sampai target juara umum ini tidak bisa dipenuhi, setidaknya ada anggota kafilah yang meraih emas. Karena pada gelaran MTQ sebelumnya di Blitar, Lamongan hanya menempatkan dua orang kafilahnya di posisi Juara II. Saya harapkan pembinaan intensif seperti ini bukan hanya untuk jangka pendek. Namun juga untuk jangka panjang dua tahun dari sekarang (MTQ ke-24), “ kata Fadeli dalam sambutannya.
Dilanjutkannya, pembinaan semacam ini adalah bagian dari rangkaian pembinaan intensif MTQ sejak akhir tahun 2008 lalu. Selain itu, imbuh Fadeli, pada 27 hingga 28 Juni nanti, tujuh orang anggota Kafilah MTQ Lamongan dari cabang Tilawah akan dikirim ke Institut Ilmu Al Qur'an (IIQ) Jakarta untuk dibina secara khusus oleh Ibu Maria Ulfah. Yakni Qoriah Internasional asal Lamongan yang kini menjadi Pembantu Rektor II IIQ Jakarta. Pada 1980, beliau juga berhasil menjadi Juara pada MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Kita sudah terlalu lama merindukan akan lahirnya sosok-sosok baru pengganti Ibu Maria Ulfah yanga bisa membawa harum nama Lamongan lewat ajang MTQ. Saya harapkan itu akan terjadi di Jember nanti. Lakukan sepenuh hati, karena jika menjadi juara, bukan hanya nama anda sendiri yang akan harum. Namun pula nama Kabupaten Lamongan, “ ujar Fadeli pada kegiatan yang juga dihadiri Kakandepag Lamongan Musayyin Wardani itu.
Dipersembahkan oleh adam Pada 16.58 0 komentar
Kategori: Religi
Jumat, Juni 19, 2009
Alokasi Jamkesmas Rp 6,2 Miliar
Alokasi dana program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tahun anggaran 2009 ini di Lamongan mengalami peningkatan. Jik tahun lalu alokasinya Rp 3.400.972.000, tahun ini dana kesehatan untuk masyarakat miskin tersebut naik menjadi Rp Rp 5.212.596.000 untuk 434.383 masyarakat miskin (maskin).
Saat ini dana itu belum turun di PT Pos Lamongan selaku penyalur dana. Namun Dinas Kesehatan setempat sudah menyelesaikan SK tentang penerima dana itu di puskesmas dan jarinangannya di Lamongan. “Saat ini SK alokasi untuk masing-masing puskesmas sudah rampung dan sudah dikirimkan ke Departemen Kesehatan. Tinggal menunggu dananya turun melalui PT Pos. Saat sudah turun, dana itu akan langsung ditranser ke rekening masing-masing Kepala Puskesmas, “ terang Dinas Kesehatan Lamongan M Shohib melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa, Jum’at (19/6).
Dalam SK Menkes Nomor 256/Menkes/SK/IV/2009 tentang Penerima Dana Program Jamkesmas TA 2009 tersebut, dana program Jamkesmas di Puskesmas dan jaringannya digunakan untuk tujuh kegiatan. Yakni kegiatan pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama (RJTP), pelayanan kesehatan rawat inap tingkat pertama RITP), pelayanan persalinan, , pelayanan gawat darurat, pelayanan rujukan gawat darurat dan dukungan manajemen Puskesmas.
Sedangkan pengalokasian dana tiap Puskesmas ditetapkan melalui Keputusan Dinas Kesehatan dengan mempertimbangkan jumlah penduduk miskin, tingkat utilisasi (rawat inap) dan sisa dana tahun lalu. Sisa dana tahun lalu, sambung Aris, mencapai Rp 1.066.764.000. “Sehingga dana yang tersedia di 33 puskesmas di Lamongan mencapai Rp 6.279.360.960. Tahun lalu, hanya Puskesmas Babat dan Mantup yang alokasi Jamkesmasnya habis dipakai. Sementara lainnya masih tersisa seperti Puskesmas Moropelang/Babat yang tersisa Rp 323.000, “ ungkapnya.
Dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim, penerima formulasi alokasi program Jamkesmas tertinggi adalah Kabupaten Jember yang mencapai Rp 8.344.320.000 untuk 695.360 maskin. Sementara total anggaran Jamkesmas untuk seluruh Jatim mencapai Rp 128.520.612.000.
Dipersembahkan oleh adam Pada 17.23 0 komentar
Kategori: Kesehatan
Rabu, Juni 17, 2009
Gajah Mada Lahir Di Lamongan ? (Bentuk Tim Pencari Fakta)
Bupati Lamongan Masfuk perintahkan untuk buat tim penulusuran sejarah Patih Gajah Mada di Lamongan. Tim yang akan beranggotakan sejumlah budayawan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Lamongan tersebut, bertugas untuk menyusun bukti-bukti eksistensi Gajah Mada di Lamongan.
“Bapak Bupati (Masfuk) sudah perintahkan untuk bentuk sebuah tim yang akan menelusuri sejarah Gajah Mada di Lamongan. Sementara ada daerah lain yang berani klaim Gajah Mada milik daerah tersebut. Padahal, berdasarkan keterangan sejumlah budayawan Lamongan, ada bukti otentik dan oral bahwa Gajah Mada berasal dari Lamongan. Ini adalah bagian kepedulian Bapak Bupati akan sejarah dan budaya Lamongan, “ urai Plt Asisten Administrasi Lamongan Aris Wibawa, Selasa (17/6).
Seperti yang disampaikan salah satu budayawan Lamongan Viddy AD Daery saat Seminar dan Rembug Budaya di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan kemarin. Menurutnya, ada sejumlah cerita rakyat (folklore) yang umum dikisahkan di wilayah pedalaman Lamongan mengenai keberadaan patih yang terkenal dengan Sumpah Palapanya tersebut di Lamongan. Cerita rakyat itu menuturkan bahwa Gajah Mada adalah anak kelahiran Desa Mada (sekarang Kecamatan Modo/Lamongan). Di era Kerajaan Majapahit, wilayah Lamongan bernama Pamotan.
Berdasar cerita rakyat itu pula, kata Viddy, Gajah Mada adalah anak Raja Majapahit secara tidak sah (istilahnya Lembu Peteng atau Anak Haram) dengan gadis cantik anak seorang Demung (Kepala Desa) Kali Lanang. Anak itu dinamai Joko Modo atau jejaka dari Desa Mada. Diperkirakan kelahirannya sekitar tahun 1300.
Dilanjutkannya, selanjutnya oleh kakek Gajah Mada yang bernama Empu Mada, Joko Modo dibawa hijrah ke Desa Cancing/Ngimbang. Wilayah yang lebih dekat dengan Biluluk, salah satu Pakuwon di Pamotan, benteng Majapahit di wilayah utara. Sementara benteng utama berada di Pakuwon Tenggulun/Solokuro.
“Salah satu bukti fisik bahwa Gajah Mada lahir di Lamongan adalah adanya situs kuburan ibunda Gajah Mada di Desa Ngimbang. Menurut kepercayaan setempat, situs yang sampai sekarang masih ada itu masih dikeramatkan oleh sebagian warga. Anak muda bernama kecil Joko Modo, berbadan tegap, jago kanuragan serta berilmu tinggi didikan Empu Mada itulah yang kemudian disebut sebagai Gajah Mada. Dia kemudian diterima menjadi anggota Pasukan Bhayangkara (pasukan elit pengawal raja) di era Prabu Jayanegara, “ jelas Viddy yang juga menuliskan keterangannya itu lewat sebuah buku.
Viddy kemudian memberi analisisnya mengenai bukti hubungan Gajah Mada dan Lamongan. Disampaikannya, prestasi pertama Gajah Mada adalah menyelamatkan Jayanegara yang hendak dibunuh Ra Kuti. Pemberontak yang notabene Patih Kerajaan Majapahit sendiri. Gajah Mada melarikan Prabu Jayanegara ke Desa Badander (sekarang masuk wilayah Bojonegoro) di wilayah Pamotan. “Keputusan Gajah Mada ini tentunya terkait dengan kedekatan masa kanak-kanak Gajah Mada, “ kata dia. Saat itu pangkat Gajah Mada yang diperkirakan baru berusia 19 tahun sudah naik menjadi Pimpinan Pengawal Raja (Bhekel Bhayangkara)
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.56 0 komentar
Kategori: Seni Budaya
SD Pinggiran Ranking 1Dan 2 Se Jatim
Dua lembaga SDN pinggiran di Lamongan menempati ranking 1 dan 2 hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) 2009. Kedua SD tersebut masing-masing SDN Badurame 1/Turi menempati ranking 1 se Jatim dan SDN Mojorejo 3/Modo urutan kedua. Data itu disampaikan Kasubdin TK/SD Dinas Pendidikan Lamongan Elham Rohmanto, Selasa (17/6).
”Alhamdulillah berkat kerja keras semua pihak, anak didik kita di tingkat SD kembali berprestasi. Selain SDN Badurame 1 dan SDN Mojorejo 3 yang menempati ranking 1 dan 2 UASBN Jatim, tiga lembaga pendidikan tingkat SD/MI juga masuk 20 besar. Masing-masing SDN Tambakploso/Turi (ranking 11), SDN Made IV/Lamongan (ranking 15) dan SDN Rejosari/Deket (ranking 19), ” terang Elham di sela-sela penyampaian hasil UASBN kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan se Lamongan di SDN Jetis III Lamongan.
Selain tingkat lembaga, lanjut dia, siswi Lamongan atas nama Sabrina Olivia Putri juga berhasil meraih nilai rata-rata UASBN terbaik kedua se Jatim dengan nilai rata-rata 29,60. Sabrina hanya terpaut 0,20 dari peringkat pertama se Jatim, yakni Indri Kartika Dewi, siswi SDN Sawojajar 1 Malang dengan nilai 29,80.
”Nilai UASBN yang disampaikan hari ini (kemarin) belum merupakan nilai kelulusan. Setelah sosialisasi ini, masing-masing Kepala UPT besok akan menyerahkan nilai UASBN dan melakukan rapat dengan Kepala Sekolah untuk menentukan kelulusan. Karena untuk menentukan kelulusan masih harus digabung dengan nilai ujian sekolah. Selanjutnya pengumuman kelulusan akan dilakukan serentak pada 20 Juni mendatang, ” jelasnya.
Sesuai PP No 19 Tahun 2005 tentang standar kelulusan tahun ini, kelulusan SD tetap ditentukan oleh pihak sekolah masing-masing. Dalam hal ini, hasil nilai UASBN bukan menjadi acuan utama kelulusan siswa. Hanya saja diatur bahwa kelulusan siswa SD setidaknya diimbangi dengan syarat-syarat, seperti siswa bersangkutan telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran di SD, mendapat nilai minimal B untuk akhlak, kewarganegaraan, kepribadian, dan pendidikan jasmani.
UASBN di Lamongan tahun ini diikuti sejumlah 20.612 siswa di sejumlah 1.168 lembaga pendidikan setingkat SD/MI. Paling banyak peserta di SD sebanyak 11.525 siswa, sementara dari MI sebanyak 9.087 siswa.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.51 0 komentar
Kategori: Pendidikan
Resmi Launching NIP Baru
Pelayanan optimal bukan hanya secara eksternal untuk masyarakat umum. Pelayanan optimal adalah juga ketika pegawai di internal instansi mendapat layanan memadai sesuai dengan hak-haknya. Terkait hal itu, Sekkab Lamongan Fadeli kemarin secara resmi launching nomor induk pegawai (NIP) baru saat Apel Korpri di halamn Kantor Pemda setempat, Selasa (17/6).
NIP baru tersebut berjumlah 18 digit. Lebih banyak dari NIP lama yang hanya sembilan digit. Meski dengan digit dua kali lipat, justru NIP baru ini akan semakin mempermudah administrasi. Karena di NIP baru ini sudah tercantum semua data penting administrasi kepegawaian.
Untuk delapan digit pertama menerangkan tahun, bulan dan tanggal kelahiran pegawai yang bersangkutan. Enam digit kedua menjelaskan tentang tahun dan bulan mulai bertugas. Selanjutnya satu digit ketiga menjelaskan jenis kelamin, yakni satu (1) untuk laki-laki dan dua (2) untuk perempuan. Sementara tiga digit terakhir menjelaskan nomor urut pegawai.
Seperti disampaikan Fadeli, dengan NIP baru itu proses administrasi bagi pegawai akan semakin mudah. Misalnya penentuan masa pensiun sudah bisa diketahui dengan hanya melihat NIP. Kedepan, lanjut dia, kartu asuransi kesehatan (Askes) juga akan terus disempurnakan. Dengan dikembangkan menjadi kartu PNS elektronik (KPE) multi fungsi. Yakni tidak hanya berfungsi sebagai kartu pegawai, namun juga untuk ASKES, Bapertarum juga kepentingan PNS lainnya “Ini adalah bagian dari peningkatan pelayanan optimal untuk pegawai. Demikian pula pegawai diharapkan semakin optimal memberikan pelayanan, “ ujar dia.
Sementara terkait gaji ke-13, Fadeli katakan minggu depan sudah bisa diterimakan ke pegawai Pemkab Lamongan. “Jika sebelumnya saya katakan pencairan gaji ke-13 menunggu petunjuk dari (pemerintah) pusat. Petunjuk itu sekarang sudah turun. Sekarang tinggal masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) masing-masing untuk melengkapi administrasi pencairannya. Jika semua administrasi sudah lengkap, Insya Allah minggu depan gaji ke-13 sudah bisa dicairkan, “ ungkap Fadeli.
Saat ini Pemkab Lamongan memiliki sejumlah 12.698 PNS. Sebagian besar diantaranya adalah guru yang berada di bawah SKPD Dinas Pendidikan yakni sejumlah 5.934 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 11 ribu diantaranya sudah menerima NIP baru. Kekurangannya akan segera dilengkapi bersama dengan dilakukannya proses koreksi jika ada kesalahan penomoran NIP baru. Sementara terkait pencairan gaji ke-13 tersebut, Pemkab Lamongan sudah siapkan anggaran sejumlah Rp 35 milyar.
Dipersembahkan oleh adam Pada 09.02 0 komentar
Kategori: Berita
Jumat, Juni 12, 2009
Adipura Bukan Untuk Gagah-gagahan
Adipura sudah diraih tiga kali berturut-turut. Harusnya itu dijadikan sebagai sumber semangat. Jangan hanya dijadikan gagah-gagahan saja. Demikian dikatakan Bupati Lamongan Masfuk sesaat sebelum lakukan pencanangan penanaman 1000 pohon di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) setempat, Jum’at (12/6).
Terkait pernyataannya tersebut, Masfuk langsung perintahkan kepada Asisten Tata Praja untuk lakukan sidak hari itu juga ke masing-masing Kantor Kelurahan di Kota Lamongan. ”Ini (penanaman seribu pohon) hanya sebagai awal saja. Selanjutnya Lurah harus jadi motor ajak masyarakat untuk lakukan kegiatan serupa di tiap rumah. Saya minta kantor-kantor kelurahan hari ini juga dicek kondisi lingkungannya. Meski sudah dapat Adipura, kantor-kantor harus jadi contoh, Saya khawatir kantornya ”terlalu hijau”, tegas dia sembari menambahkan keyakinannya lingkungan Kantor Kelurahan pasti dalam kondisi hijau.
Dia juga sampaikan, terkadang ada kekurangpahaman di masyarakat akan penting dan manfaatnya menanam pohon penghijauan. Diungkapkannya, dengan menanam pohon penghijauan di masing-masing rumah sesungguhnya dapat membantu meningkatkan kualitas udara yang dihirup. ”Dengan adanya pohon yang rindang, udara jadi bersih, tingkat strespun menurun. Ini yang kadang-kadang tidak kita pahami, ” ujar dia dalam kegiatan yang bekerjasama dengan Bank Mandiri tersebut.
Sementara Deputy Regional Manager Kanwil VIII Bank Mandiri Soenartomo Soepomo yang hadir dalam kegiatan itu katakan, kerjasama penghijauan tersebut hanyalah bagian lain dari kerjasama panjang antara Bank Mandiri dan Pemkab Lamongan. Menurut dia, lima tahun lalu ketika alami kesulitan cari lahan untuk dirikan kantor cabang Lamongan, Bupati (Masfuk) bantu atasi kesulitan investor. Hubungan baik itu kemudian berlanjut dengan penandatangan MoU (memory of understanding) beberapa waktu terkait kemudahan kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) masyarakat Lamongan.
Kegiatan itu kemudian ditandai dengan penanaman pohon Sawo Kecik di halaman Lapas Lamongan. Selain Masfuk dan Soepomo, Wabup Tsalits Fahami bersama Sekkab Fadeli dan Kalapas Usman Sanusi turut lakukan penanaman pohon. Begitu pula Endang Rijanti Masfuk, Cicik Rosyida Tsalits Fahami dan Mahdumah Fadeli. Selain di Lapas, seribu pohon itu juga ditanam di Desa Sukosongo/Kembangbahu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pasar Burung. Seribu pohon itu terdiri dari pohon Sawo Kecik, Mangga, Tanjung, Dadap Merah, Bambu Kuning, Trembesi dan Mahoni.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.51 0 komentar
Kategori: Berita
Rabu, Juni 10, 2009
Usia Kawin Dibawah 20 Tahun Capai 2.452 Orang
Dari sejumlah 12.591 perkawinan pertama yang terjadi hingga Desember 2008 di Lamongan, 2.452 orang diantaranya lakukan perkawinan saat usianya dibawah 20 tahun. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Lamongan R Hari Purwanto saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program KB di Ruang Sabha Dyaksa kantor Pemkab setempat, Rabu (10/6).
Dijelaskannya, usia kawin pertama di bawah 20 tahun tersebut mencapai 19,47 persen dari keseluruhan perkawinan pertama selama 2008. Selanjutnya yang terbanyak berada di usia 21 hingga 25 tahun sejumlah 8.167 orang atau mencapai 64,86 persen. Menurut Hari, perkawinan pertama saat usia di bawah 20 tahun paling banyak terjadi di Kecamatan Babat dengan 271 perkawinan. Sedang prosentase terbesar terjadi di Kecamatan Bluluk yang mencapai 49,77 persen dari sejumlah 213 perkawinan yang terjadi.
“Berdasar Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2005-2008 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, rata-rata usia kawin pertama wanita adalah 19,44 tahun. Sementara angka harapan hidup penduduk mencapai 67,88 tahun. Karena itu isu ini menjadi isu strategis di Lamongan. Ada beberapa kondisi saat ini yang masih perlu dilakukan pembenahan melalui sosialisasi. Seperti rendahnya pemahaman tentang hak-hak reproduksi. Juga rendahnya posisi remaja putrid dalam mengambil keputusan terhadap dirinya, “ terang dia.
Ditambahkannya, BPPKB Lamongan pada 2009 menargetkan jumlah keluarga yang ikut kelompok KB aktif diharapkan menjadi 32.050 keluarga. Atau naik 6.110 keluarga (23,55 persen) disbanding peserta 2008 sebesar 25.940 keluarga. Demikian pula jumlah keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I angota Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang memiliki usaha diharapkan naik 100,26 persen. Yakni naik 3.811 keluarga menjadi 7.612 keluarga.
Sementara dalam Rakerda yang dibuka Asisten Tata Praja Agus Sigiarto tersebut, Sekretaris Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur Listyawardhani sampaikan Lamongan cukup berhasil dalam program KB. Disaat daerah lain alami penurunan, Lamongan malah alami peningkatan. Dikataknnya, kalaupun angka laju pertambahan pertumbuha penduduk (LPP) capai 0,46, itu karena migrasi. Bukan karena tingkat kelahiran. “Hal ini dikarenakan pembangunan Lamongan yang tumbuh pesat sehingga menimbulkan migrasi pekerja ke Lamongan, “ ujarnya di kegiatan yang diikuti sekitar 120 orang peserta tersebut.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.32 0 komentar
Kategori: Berita
Ecohouse Untuk Selamatkan Bumi
Penyelamatan Bumi yang sedang sakit bisa dimulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Seperti pembanguan rumah tinggal yang ramah lingkungan (eco house) dengan sanitasi yang baik. hal itu dikatakan Sri Endah Nurhayati, Ketua LSM Bangun Pertiwi di hadapan sejumlah ibu-ibu PKK Lamongan, Rabu (10/6) di Pendopo Lokatantra setempat.
Dituturkannya, pendidikan lingkungan sehat mandiri adalah jawaban untuk merehabilitasi bumi yang sedang sakit. Sementara konsep eco house seperti disampaikannya, bisa dimulai dengan hal-hal sederhana. Seperti mempertimbangkan penghematan listrik, hemat air, pembuangan limbah rumah tangga menggunakan peresapan sendiri dengan tidak langsung disalurkan ke got serta mendesain sistem sirkulasi udara alami. “Tidak menggunakan barang yang dapat merusak ozon seperti AC, busa dan rokok juga bagian dari konsep eco house ini, “ kata dia.
Terkait barang-barang yang menggunakan bahan kimia CFC yang bisa merusak ozon dan akibatkan pemenasan global tersebut, Endah sampaikan sejak 1996 negara maju sudah sepakat untuk tidak menggunakannya. Namun Indonesia malah menjadi tempat pembuangan pemasaran produk-produk yang tidak ramah lingkungan. “Sebenarnya barang sepele seperti obat nyamuk, minyak wangi, dispenser dan busa menjadi penyebab perubahan iklim di dunia, termasuk Indonesia, “ ungkapnya.
Menurutnya, dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya dan dirawat dengan sehat pertumbuhannua juga bisa kembangkan konsep eco house. Demikian pula penggunaan bahan yang bisa digunakan kembali seperti kain lap dari pada tisu juga bagian dari konsep eco house.
Di kegiatan yang dibuka Ketua PKK Lamongan Endang Rijanti Masfuk itu, Endah juga sampaikan cara memanfaatkan sampah sendiri. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan pemilahan sampah sesuai jenisnya. “Sediakan dua bak sampah di dapur untuk sampah bkering dan basah. Sampah basah bisa dibuat kompos, sementara sampah kering bisa dijual ke pengepul. Lumayan untuk meningkatkan pendapatan ibu-ibu, “ ujar dia.
“Ibu-ibu sebenarnya bisa mengambil peran penting dalam penyelamatan bumi. Secara ekologis, dengan menggunakan kompos berarti ibu-ibu telah ikut mengembalikan bahan buangan organik menjadi abhan yang berguna. Selain itu proses pengomposan merupakan metode daur ulang alamiah. Karena kebutuhan energi dan bahan makanan yang diambil dari tanah untuk pertumbuhan dikembalikan ke tanah. Jadi tidak berbahaya, “ pungkas dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.29 0 komentar
Kategori: Berita
Lamongan Kembali Dapat Adipura
Bupati Lamongan Masfuk sampaikan harapannya untuk bisa raih Adipura yang keempat kali. Hal itu disampaikan dalam sambutannya seusai lakukan kirab Piala Adipura, Otonomi Award dan Penghargaan Peningkatan Produksi Padi di pelataran Pendopo Lokatantra setempat, Selasa (9/6).
“Dengan diraihnya kembali Adipura tahun ini, berarti sudah tiga kali berturut-turut Kota Lamongan raih penghargaan yang diberikan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Mudah-mudahan Kota Lamongan nantinya bisa raih Adipura untuk yang keempat kalinya, “ ujar dia
Di kesempatan itu pula disampaikannya, dengan lakukan kirab Piala Adipura keliling Kota Lamongan, akan tunjukkan bahwa ada penghargaan untuk setiap usaha. Menurut dia, dengan segala usaha yang dilakukan masyarakat untuk jaga kebersihan berbuah penghargaan berupa Adipura dari Presiden RI. Karena itu dia minta agar masyarakat jaga lingkungannya tetap bersih, hijau dan rindang.
Bukan hanya Adipura, melainkan pula Otonomi Award dan Penghargaan Peningkatan Produksi Padi dipersembahkan Masfuk untuk masyarakat. ”Persembahan ini jangan pernah berhenti karena menjadi bagian dari layanan pemerintah pada masyarakat. Pasukan Kuning luar biasa, masyarakat luar biasa, DPRD juga luar biasa. Prestasi ini adalah wujud dari kesatuan jiwa antara pemerintah bersama masyarakat untuk merubah nasib. Untuk menuju arah yang lebih sejahtera, ” tegas dia
Kirab itu sendiri dimulai dari perbatasan Kota Lamongan di depan Kantor Kecamatan Deket hingga finish di depan Pendopo Lokatantra. Masfuk bersama Ketua DPRD Makin Abbas dalam kirab itu berada di jeep terbuka terdepan sambil membawa ketiga penghargaan. Sementara tiga mobil di belakangnya turut lakukan kirab Wakil Bupati Tsalits Fahami, Sekkab Fadeli dan rombongan muspida setempat.
Sementara di lokasi finish kirab, panitia sudah siapkan sekitar 3000 porsi makanan untuk dinikmati semua masyarakat. ”Ini adalah bagian dari mewujudkan kirab ini sebagai pestanya rakyat, ” ujar Sekkab Fadeli ditemui terpisah. Selain itu sejumlah 136 anggota pasukan kuning juga menerima tali asih berupa uang tunai dan sembako senilai Rp 300 ribu untuk setiap orang.
Dipersembahkan oleh adam Pada 08.50 0 komentar
Kategori: Berita
Selasa, Juni 09, 2009
Perkenalkan Tari Jolo Sutro
Seolah menjadi tradisi, setiap kali seusai kirab Piala Adipura selalu ditampilkan tari kreasi baru karya Ninin Desinta Yustikasari dan Titin Kristiani. Dua orang kreator Tari Boran yang berhasil meraih juara nasional 2007 silam. Jika tahun lalu mereka tampilkan Tari Caping Ngancak, kini yang ditampilkan adalah Tari Jolo Sutro (jawa : jala sutra).
Tari ini seperti diceritakan Kristin juga menggambarkan kekhasan masyarakat Lamongan. Jika Tari Boran menggambarkan penjual Nasi Boran, tari ini menggambarkan pergumulan nelayan pantura Lamongan. Penggambaran itu ditampilkan lewat lima orang penari siswi SMPN Kembangbahu.
Ciri khas kreasi Ninin dan Kristin juga terlihat jelas di Tari Jolo Sutro ini. Seperti penarinya yang selalu menggunakan media untuk tunjukkan rangakaian cerita. Tari Boran gunakan boran (wadah nasi dari bambu), Tari Caping Ngancak gunakan caping petani, Tari Silir gunakan kipas dan kini Tari Jolo Sutro gunakan dua media yakni lampu ublik atau lampu minyak dan sebuah jala.
”Ini adalah tari keempat setelah Tari Boran,Tari Silir-slir dan Tari Caping Ngancak. Tahun lalu Tari Capang Ngancak yang diperkenalkan saat kirab Piala Adipura kemudian berhasil menjadi penyaji terbaik pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2008 tingkat SMP-MTs di Bandung Juli 2008 lalu. Sementara Tari Jolo Sutro ini juga direncanakan untuk mengikuti Pekan Seni Pelajar (PSP) Juli mendatang di Surabaya. Semoga tari ini juga bisa bawa nama harum Lamongan, ” tutur Kristin di sela-sela dampingi anak didiknya, Selasa (9/6).
Diterangkan Kristin, lampu ublik dibawakan di babak awal tari untuk menggambarkan nelayan pantura Lamongan yang melaut di kala petang. Kemudian dilanjutkan dengan gerakan penari yang menggunakan jala nelayan. Untuk menegaskan penggambaran nelayan, kelima penari yang mengenakan busana dengan dominasi warna hijau dan biru, menyematkan jala di setiap rambut mereka.
Dipersembahkan oleh adam Pada 14.49 0 komentar
Kategori: Berita
Jumat, Juni 05, 2009
Gratis, Peserta KB Membludak
Kodim 0812 Lamongan bersama Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) serta Dinas Kesehetan kemarin, (Jum’at, 5/6) gelar pelayanan program KB gratis di Gedung Kadet Soewoko Kodim setempat. Lebih dari 500 warga Lamongan ikuti kegiatan KB dengan pemasanga implant serta suntik tersebut.
Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Arhanud (Arh.) Priyanto melalui Pasiter (perwira seksi teritorial) Kodim 0812 Kapten Arhanud (Arh.) Gusti Putu Ardana sampaikan, kegiatan tersebut bahkan diikuti hampir 600 peserta calon akseptor KB. Menurutnya, dari pendataan awal di tiap kecamatan tercatat 500 orang peserta. Namun pelaksanannya, kata dia, masih ada puluhan lagi yang mendaftar langsung di lokasi.
Meski pesertanya membludak, lanjut dia, panitia sudah menyiapkan tidak kurang dari 40 orang bidan untuk lakukan pelayanan KB. “Kegiatan pelayanan KB kali ini dilakukan dengan metode impant dan suntik. Sejumlah 425 orang calon akseptor KB memilih menggunakan impant, sementara sisanya dengan sistem suntik, “ kata dia.
Dilanjutkannya, kegiatan tersebut adalah bagian dari upaya mempercepat capaian target KB nasional. Yakni sebagai wujud keterpaduan dan integrasi antara Program KB dan Kesehatan dengan institusi TNI. “Diharapkan kegiatan ini bisa meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sebagai modal dasar terwujudnya pembangunan keluarga berkualitas, sejahtera dan mandiri, “ ujar dia.
Sementara data BPPKB Lamongan menunjukkan, dari sejumlah 1.439.886 jiwa penduduk Lamongan (data Dinas Catatan Kependudukan dan Sipil), laju pertambahan pertumbuha penduduknya (LPP) capai 0,46. sedangkan jumlah peserta KB aktif hingga Desember 2008 sebanyak 217.399 orang dengan prevalensi atau perbandingan jumlah peserta KB aktif dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) sebesar 79,19 persen. Di Lamongan tercatat ada 274.513 orang PUS.
KB jenis suntik masih menjadi pilihan masih menjadi pilihan peserta KB, yakni mencapai 55,2 persen atau sejumlah 120.020 orang. Selanjutnya KB jenis pil sebanyak 24,01 persen atau sejumlah 52.196 orang. Sementara kesertaan KB pria atau MOP (medis operasi pria) masih sangat rendah, yakni hanya sebesar 0,2 persen atau sejumlah 436 orang.
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.45 0 komentar
Kategori: Berita
Produksi Padi Naik, Terima Penghargaan
Capaian produksi pertanian di Lamongan, terutama untuk komoditas padi kembali mendapat pengakuan. Penghargaan atas keberhasilan Lamongan meningkatkan produksi padi 2008 lebih dari 5 persen disbanding 2007 tersebut akan diserahkan pada Jambore SLPTT atau Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu di Asrama Haji Donohudan, Boyolali/Jateng 8 Juni mendatang.
Kepala Dinas Pertanian Kehutanan (Dispertahut) Lamongan Djonot Subagijo melalui Kabag Humas dan Infokom Aris Wibawa sampaikan, pada 2008 produksi padi Lamongan capai 839.986 ton Gabah Kering Giling (GKG). Sementara pada 2007, produksi padi yang dicapai sebesar 819.832 ton GKG. “Penghargaan ini direncanakan akan disampaikan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat Jambore SLPTT di Boyolali/Jateng 8 Juni nanti. Bapak Bupati (Masfuk) juga direncanakan menghadiri langsung kegiatan tersebut, “ ungkap dia.
Dari data Dispertahut, produktivitas padi Lamongan juga alami kenaikan. Di tahun 2007 dengan areal tanam capai 134.941 hektar dan areal panen seluas 132.882 hektar, produktivitas padi mencapai 61,70 kwintal perhektar. Sementara pada 2008 naik menjadi 62,63 kwintal perhektar dengan luas tanam 137.352 hektar dan luas panen 134.117 hektar.
Dalam surat sebelumnya, lanjut Aris, jambore ini direncanakan akan dilaksanakan pada 25-28 Mei, namun kemudian ada ralat jadwal yang diundur menjadi 7-10 Mei. “Ini mungkin untuk menyesuaikan agenda kepresidenan, “ kata dia. Sementara petugas dari SLPTT Lamongan yang dikirim sejumlah sepuluh orang. Aris menjelaskan, pada jambore nanti, sepuluh petani SLPTT yang dikirimkan akan mengikuti berbagai kegiatan. Diantaranya pelatihan pembenihan, pelatihan perlindunagn tanaman dan pelatihan mengenai pupuk organik.
“Sejak 2007 Lamongan sudah ditetapkan sebagai daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Sehingga tidak salah jika kali ini kembali mendapat penghargaan terkait capaian produksi padi. Berbagai upaya dilakukan Dispertahut untuk tingkatkan produksi ini. Diantaranya dengan penyediaan benih unggul, peningkatan dan penyediaan sarana serta infrastruktur pertanian dan peningkatan serta penyediaan sarana alat mesin pertanian, “ ujar dia. “Upaya-upaya ini masih ditunjang dengan lekukan kawalan penerapan teknologi melalui SLPTT, “ imbuh dia.
Terkait SLPTT ini, sampai dengan akhir 2008, Lamongan miliki ratusan unit SLPTT yang terbagi dalam empat jenis. Yakni SLPTT padi hibrida sebanyak 115 unit, SLPTT padi non hibrida sejumlah 100 unit, kemudian SLPTT jagung hibrida 25 unit dan SLPTT kedelai. Unit SLPTT ini tersebar di 27 kecamatan.
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.43 0 komentar
Kategori: Berita
Rencanakan Pelatihan Memandikan Jenazah ODA
Munculnya kasus masyarakat sekitar yang enggan memandikan jenazah ODA atau orang dengan HIV/AIDS di Lamongan beberapa waktu lalu mendapat perhatian Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Lamongan. Pada medio tribulan ketiga tahun ini, KPAD bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Departemen Agama (Depag) setempat akan gelar pelatihan memandikan jenazah ODA bagi sekitar 100 orang modin.
Rencana tersebut terungkap saat rapat persiapan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2009 di Ruang Sasana Nayaka Pemkab Lamongan, Kamis (4/6). Di sela-sela kegiatan tersebut, Sekretaris KPAD Lamongan Luluk Humam sampaikan rencana pelatihan bagi modin itu. Dikatakannya, rencana itu terutama dimunculkan mensikapi kondisi di masyarakat yang sering menolak memandikan jenazah ODA.
Diterangkannya, pelatihan itu nantinya akan digelar pada medio tribulan ketiga tahun ini atau sekitar bulan Juli hingga September. “Beberapa kali muncul kejadian masyarakat enggan memandikan jenazah ODA. Padahal jika menggunakan prosedur pemandian yang benar, tidak akan terjadi apa-apa. Inilah yang akan kami coba lakukan melalui pelatihan memandikan jenazah ODA pada para modin, “ kata dia.
Sampai saat ini, berdasar data Dinas Kesehatan Lamongan ada sejumlah 119 orang Lamongan yang positif HIV/AIDS. Dari sejumlah 52 orang yang telah meninggal dunia, 33 orang pengidap HIV dan 21 orang lainnya positif AIDS. Dari 27 kecamatan di Lamongan, hanya Kecamatan Karangbinangun dan Glagah yang belum ditemukan kasus HIV/AIDS.
Sementara dalam rapat yang dipimpin Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lamongan Kompol Kaziri itu dibahas beberapa kegiatan yang akan digelar sambut HANI 2009. Diantaranya sarasehan/seminar pemberantasan penyalahgunaan narkoba, talk show dan dialog intaraktif, kampanye sosial anti narkoba serta lomba cipta poster dan slogan anti narkoba. Juga akan digelar Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Lembaga Pendidikan. “Sosialisasi di lembaga pendidikan ini penting dilakuka untuk menyelematkan anak bangsa dari bahaya narkoba, “ kata dia.
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.17 0 komentar
Kategori: Berita
Lamongan Hat-Trick Adipura
Tahun ini Kota Lamongan dipastikan kembali raih Adipura. Sebelumnya Kota Lamongan juga berhasil meraih penghargaan serupa pada 2007 dan 2008 lalu. Dengan kembali diraihnya Adipura tahun ini, berarti Kota Lamongan sukses cetak hat-trick Adipura, atau raih selama tiga kali berturut-turut.
Kepastian mendapat penghargaan lambang bagi kota yang berhasil kelola kebersihan dan lingkungan perkotaan tersebut, seperti dikatakan Sekkab Lamongan Fadeli, disampaikan melalui surat dari Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KLH) no : B-69/Dep II/LH/06/2009 perihal Penerimaan Penghargaan Anugerah Adipura.
“Sukses Kota Lamongan raih Anugerah Adipura selama tiga tahun berturut-turut ini menunjukkan komitmen Pemkab (Lamongan) untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Peran serta kerja keras semua pihak juga tidak dapat dilepaskan dari kembali diraihnya Adipura. Mulai dari semua aparat pemerintahan, pasukan kuning dan hijau, masyarakat Kota Lamongan serta semua pihak yang telah berkomitmen untuk jaga dan terapkan budaya bersih dan sehat, “ ujar Fadeli di ruang kerjanya, Kamis (4/6).
Sesuai dengan surat tersebut, lanjut dia, Anugerah Adipura akan diserahkan pada Jum’at 5 Juni 2009 mendatang di Istana Negara jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta. “Seperti tahun sebelumnya, Piala Adipura rencananya akan diserahkan secara langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Bapak Bupati Masfuk. Semoga dengan kembali diraihnya penghargaan ini selama tiga tahun berturut-turut akan semakin membumikan Adipura. Anugerah Adipura bukan tujuan akhir, namun hanya tujuan antara untuk menjadikan masyarakat memiliki budaya dan berpola hidup bersih dan sehat, “ terang Fadeli.
Berdasar surat tersebut, bersama Kota Lamongan, ada 45 kota kategori kecil dan sedang yang mendapat Anugerah Adipura.. Untuk kategori Kota Kecil, selain Lamongan ada Kota Bangkalan/Bangkalan (Jatim), Banjarnegara/Banjarnegara (Jateng) dan Bojonegoro/Bojonegoro (Jatim) yang juga terima Adipura. Selain itu, Kota Boyolali/Boyolali (Jateng), Tuban/Tuban (Jatim) serta Wlingi/Kabupaten Blitar juga terima anugerah serupa untuk kategori kota kecil.
Sementara untuk kategori kota sedang, diantara kota penerimanya adalah Blitar/Kota Blitar (Jatim) dan Kota Cianjur/Cianjur (Jabar). Juga termasuk diantaranya Kota Cilacap/Cilacap (Jabar), Gresik (Gresik (Jatim) dan Jombang/Jombang (Jatim). Adipura ini akan semakin melengkapi prestasi Lamongan seusai terima dua Piala Otonomi Awards dari Jawa Pos Institue of Pro Otonomi (JPIP). Yakni Daerah Dengan Terobosan Paling Menonjol Bidang Pembangunan Ekonomi (grand kategori) dan Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pemerataan Ekonomi (kategori khusus).
Dipersembahkan oleh adam Pada 13.11 0 komentar
Kategori: Berita
Selasa, Juni 02, 2009
Pangdam Buka TMMD di Lamongan
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Soewarno, Selasa (2/5) di alun-alun Kota Lamongan bertindak sebagai Inspektur Upacara Pembukaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 82. TMMD di Lamongan kali ini dilangsungkan di Desa Sukosongo Kecamatan Kembangbahu hingga upacara penutupan pada 22 Juni mendatang.
Terlihat bersama Pangdam V Brawijaya dalam kegiatan tersebut Kapolda Jawa Timur Brigjen Anton Bahrul Alam. Selain itu Kepala Staf Garnisun Tetap (Kasgartap) III Surabaya Brigjen TNI Narinir Triono Sulistyohadi dan Danrem 082 CPYJ Mojokerto Kolonel Inf Sudirman Kadir serta Dandim 0812 Lamongan Letkol Arh Priyanto juga terlihat hadir. Sementara dari Lamongan terlihat Bupati Lamongan Masfuk, Wakil Bupati Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli bersama Ketua DPRD Makin Abbas dan muspida.
Saat membacakan sambutan Kepala Staf TNI Ad Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, Mayjen TNI Soewarno sampaikan kegiatn TMMD tahun ini berlangsung di 54 kabupaten/kota. Dalam kegiatan yang bertujuan meningkatkan akselerasi pembangunan dan ketahan wilayah tersebut, proses perencanaannya dengan sistem bottom up. Dimulai dari rapat dan rembuk desa. “Agar masyarakat sejahtera, membutuhkan kerjasama semua komponen bangsa. Termasuk dalam kegiatan TMMD ini, “ kata dia.
Dilanjutkan olehnya, untuk kegiatn fisik TMMD akan berupa pembangunan infrastruktur sarana yang yang sentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sehingga akan membuka isolasi daerah terpencil untuk pasarkan hasil produksinya. Sedang kegiatan non fisik diharapkan akan menumbuhkan motivasi masyarakat desa menuju kehidupan yang maju dan mandiri.
“Pada akhirnya nanti diharapkan TMMD ini akan bangun budaya tolong menolong, tidak saling menyalahkan. Tapi bahu membahu untuk membangun bangsa. Terkait pilpres nanti, jaga netralitas TNI. Jangan sekali-kali sakiti hati rakyat, gunakan kegiatan ini untuk bangun citra TNI, “ pesan dia.
Kegiatan fisik TMMD tahun ini akan membangun jalan rabat beton sepanjang 1.577 meter dengan lebar 3 meter. Juga lakukan pembangunan satu buah jembatan ukuran panjang 13,8 meter dan lebar 3,5 meter. Pengerjaan keduanya sudah selesai 60 persen pada pra TMMD pada 11-31 Mei lalu. TMMD yang melibatkan 1 SSK Yonif 521 sebanyak 91 orang, teknisi Yon Zipur-5 sebanyak tujuh orang, 1 SST Kodim 0812 sejumlah 25 orang dan masyarakat sebanyak 100 orang ini dianggarkan Rp 94,575 juta dari anggarn TMMD dan Rp 400 juta dari APBD Lamongan. Selain itu juga ada anggaran Rp 100 juta dari Propinsi Jatim serta berbagai kegiatan penyuluhan.
Konflik Bisa Ubah Jati Diri Bangsa :
Situasi yang berkembang saat ini sekarang berpotensi untuk merubah jati diri bangsa. Potensi ini muncul dari berbagai konflik yang dimulai dari tingkatan bawah seperti pemilihan Kepala Desa (Pilkades) hingga Pemilihan Gubernur (Pilgub). Hal itu disampaikan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Soewarno saat paparan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 82 di Guest House Pemkab Lamongan, Selasa (2/5).
Dikatakannya, saat ini muncul nuansa-nuansa yang tidak cerminkan musyawarah dan kegotongroyongan. Lebih jauh lagi, tambah dia, nuansa-nuansa tersebut tidak mencerminkan jati diri dan karakter bangsa. “Hal-hal seperti itu jika tidak disikapi akan berpotensi hilangkan jati diri dan karakter bangsa, “ tutur dia.
Mayjen TNI Soewarno juga sempat mengutip sebuah ungkapan dengan bahasa inggris. Disampaikannya, hilangnya uang akan akibatkan hilangnya sesuatu. Hilangnya hati akan akibatkan hilangnya sesuatu yang besar. Tapi hilangnya jati diri dan karakter akan hilangkan semuanya. “Karena itu mari kita bangun karakter masyarakat Indonesia, “ ujar dia.
Terkait TMMD di Jawa Timur, pelaksanaannya kali ini bersamaan dengan Banyuwangi, Sampang, Lamongan, Bojonegoro, Madiun dan Mojokerto. Pemilihan sasaran tersebut, kata dia, sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dia juga berharap mudah-mudahan hasilnya akan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat dan percepatan akselerasi pembangunan daerah. Sedangkan kegiatan sosial diharapkan akan mampu dorong percepatan kegiatan pembangunan di Jatim.
Kodam V Brawijaya tahun ini juga laksanakan berbagai program kegiatan seperti pengobatan masal, sunatan masal dan operasi bibir sumbing serta Bantu pengungsi di Pasar Baru Porong Sidoarjo. Tahun ini juga akan lakukan renovasi rumah tidak layak huni sebanyak 10 ribu unit. Tahap pertama diantaranya dilakukan di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Situbondo, Jember, Trenggalek dan Pacitan. Selanjutnya 10 ribu rumah lagi akan direnovasi di berbagai daerah seperti Kabupaten Banyuwangi, Lumajang, Magetan, Bojonegoro, Tuban dan Jombang.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.31 0 komentar
Kategori: Berita
Kantor Dispertahut Akan Dibangun Dua Lantai
Pemkab Lamonganakan ajukan usulan untuk pembangunan renovasi gedung/kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) melalui dana APBD tahun anggaran 2010 mendatang. Dalam usulan itu anggaran yang direncanakan berada di kisaran Rp 3,775 milyar.
Informasi usulan pembangunan renovasi tersebut disampaikan Bupati Lamongan Masfuk saat bacakan jawaban eksekutif terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Lamongan terkait pembahasan laporan pertanggungjawaban APBD 2008, Selasa (2/6), di Ruang Rapat Paripurna DPRD setempat.
Selain dana Rp 3,775 milyar, lanjut Masfuk, juga akan ditambah dana untuk sarana pendukung non fisik sebesar Rp 600 juta. Sehingga akan diperlukan dana secara keseluruhan sebesar Rp 4,375 milyar. Disampaikannya, keberadaan Kantor Dispertahut yang dibangun pada 1979 melalui dana APBN saat ini keberadaannya kurang memenuhi standar bangunan.
Dicontohkannya, posisi bangunan lebih rendah dari jalan raya sehingga halamannya sering tergenang air saat hujan. Demikian pula struktur bangunan khususnya atap sudah mulai rusak. Padahal, lanjut dia, dengan jumlah staf yang banyak, keberadaan tempat yang ada sangat kurang. “Atas saran Fraksi PAN, sudah saatnya Dispertahut memiliki kantor yang representatif lengkap dengan sarana pendukung baik fisik dan non fisik. Usulan ini sejalan dengan pemikiran eksekutif, “ ujar dia.
Sementara permohonan penjelasan dari Fraksi Partai Golkar berkaitan dengan investasi di pabrik Pupuk Maharani, Masfuk sampaikan dalam tahun 2009 ini pabrik pupuk ini akan mulai mendapat perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dijelaskannya, sejak 2007 dalam operasionalnya telah diadakan kerjasama pengelolaan pabrik Pupuk Maharani antara Pemkab Lamongan dengan PT Anak Gresik Raya (AGR) Gresik selaku pengelola pabrik.
Namun dalam operasionalnya selama dua tahun ternyata mengalami kerugian sehinbgga perjanjian itu ditinjau kembali. Sehingga pada 31 Desember 2008 lakukan perubahan bentuk kerjasama antara Pemkab Lamongan dengan PT Ladang Hijau Gresik. Kerjasama pengelolaan pabrik Pupuk Organik Petroganik Lamongan itu dalam bentuk kerjasama operasionalmulai 1 Januari 2009 dengan system target.
Dipersembahkan oleh adam Pada 15.29 0 komentar
Kategori: Berita






