Selasa, April 28, 2009

Waduk Gondang Masih Terisi 90 Persen


Dari kapasitas maksimal terisi di Waduk Gondang sebesar 23 juta m3¬¬, saat ini masih miliki cadangan air sebanyak 20,867 juta m3¬¬¬, atau 90,7 persen darai kapasitas maksimalnya. Dengan sejumlah besar kapasitas terisi tersebut, Waduk Gondang akan masih sanggup airi lahan pertanian di sekitar waduk pada musim tanam kedua ini.
Waduk Gondang adalah salah satu diantara dua waduk besar di Lamongan selain Waduk Prijetan. Selama ini air dari Waduk Gondang digunakan untuk kebutuhan pertanian di sejumlah 10 ribu hektar lahan pertanian yang ada di sekitarnya. Meski idealnya, Waduk Gondang harusnya digunakan untuk airi sebanyak 6 ribu hektar lahan pertanian.
Kadinas PU Pengairan Heru Sanjoto melalui Kabag Humas dan Infokom Lamongan Aris Wibawa sampaikan, masih terjadinya beberapa kali hujan di Lamongan membuat kapasitas Waduk Gondang masih berisi sekitar 90,7 persen dari kapasitas maksimalnya. Menurut Aris, pada Mei tahun lalu Waduk Gondang hanya terisi sekitar 60 persen dari kapasitas maksimalnya. Atau sebesar 15 juta m3¬.
Sementara untuk Waduk Prijetan, saat ini masih terisi sekitar 79,6 persen dari kapasitas terisi maksimalnya. yakni terisi sebesar 7,164 juta m3¬ dari kapasitas maksimalnya yang sebesar 9 juta m3¬. ”Air dari Waduk Prijetan ini digunakan untuk kebutuhan pertanian sekitar 4 ribu hektar lahan yang ada di sekitar waduk, ” terang Aris.
Dilanjutkannya, Lamongan miliki sejumlah 44 tandon air untuk pertanian. Dengan rincian, 33 unit waduk dan 11 unit rawa-rawa seperti Rawa Semando, Cungkup dan Rawa Bulu. Dari kapasitas maksimal keseluruhan waduk dan rawa di Lamongan yang capai 107 juta juta m3¬, saat ini masih terisi sekitar 95 persen.
Pada medio Mei hingga Agustus nanti, ditargetkan luas panen komoditas padi akan capai 45.294 hektar. Dengan rata-rata produksi diperkirakan 62,36 kuintal perhektar akan bisa produksi hingga 282.449 ton. Sedang untuk kiomoditas jagung pada medio tanam yang sama diperkirakan akan capai luas panen hingga 17.551 hektar. Dengan produksi diperkirakan mencapai 90.848 ton atau perkiraan rata-rata produksi 51,76 kuintal setiap hektarnya.

Selengkapnya......

Formula 3B Untuk Lengkapi Gizi


Tidak ada satupun bahan makanan alami yang lengkap zat gizinya. Karena itu dalam penyajian makanan, diperlukan keanekaragaman pangan agar saling melengkapi kebutuhan tubuh manusia akan zat gizi. Penganekaragaman itu dapat dilakukan dengan formula 3B (three B), yakni beragam, bergizi dan berimbang.
Hal itu dikatakan kasie Penganekaragaman Pangan dan izi pada Kantor Ketahanan Pangan Lamongan Istinaroh saat Sosialiasi Diversifikasi Pangan Menuju Pola Konsumsi Pangan 3B di Kantor PKK Lamongan, kemarin. Dikatakannya, ada tiga permasalahan pola konsumsi makanan (malnutrisi/salah nutrisi) yang searing terjadi. Yakni kekurangan nutrisi, kelebihan nutrisi (over nutrisi) yang sering akibatkan obesitas dan diabetes militus serta masalah keamanan pangan yang sering akibatkan kerusakan organ tubuh manusia.
Ketua PKK Lamongan Endang Rijanti Masfuk dalam sambutannya sampaikan pentingnya penganekaragaman pangan itu bagi tumbuh kembnag anak dalam keluarga. Dituturkan olehnya, anak adalah usia yang sangat memerlukan gizi yang bukan hanya cukup tapi memadai untuk tumbuh kembangnya. “Sumber karbohidrat bukan hanya beras, tapi dapat dikombinasi dengan sumber lain seperti kentang dan umbi-umbian. Variasi ini penting agar anak tidak bosan dengan sajian makanan di rumah sehingga anak tidak akan terlalu banyak jajan di luar rumah, “ pesan dia.
Sedang Istinaroh dalam paparannya sampaikan pentingnya diversifikasi untuk hindari ketergantungan pada beras.“Formula 3B ini merupakan kelanjutan dari formula sebelumnya seperti empat sehat lima sempurna. Sajian makanan yanga mengandung formula 3B ini akan dapat cegah permasalahan pola konsumsi makanan yang salah tersebut. Beragam artinya makanan itu harus tiga fungsi makanan yaitu sebagai sumber tenaga, sumber pengatur proses metabolisme tubuh dan sebagai sumber zat pembangun untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, “ kata dia.
Sementara bergizi, lanjut dia, artinya semua kebutuhan tubuh akan gizi harus terpenuhi. Selanjutnya berimbang adalah komposisi bahan makanan, baik jumlah maupun jenisnya, harus sesuai dengan kebutuhan. Tidak lebih dan tidak kurang. “Penganekaragaman pangan ini sangat penting sehingga nilai gizinya akan saling melengkapi. Selain itu akan dapat menghindari kebosanan dan sebagai satu sumber kreatifitas dan inovasi bagi ibu-ibu, “ ujar dia.

Selengkapnya......

Jumat, April 17, 2009

Paling Disiplin, Dapat Penghargaan


Ada penghargaan untuk setiap prestasi, termasuk untuk hal kecil. Menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang paling disiplin ikut Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) dan apel pagi, Bagian Bina Pengelolaan Keuangan dan Aset Setda Pemkab Lamongan terima penghargaan dari Sekkab Fadeli saat Apel Korpri di halaman kantor Pemkab setempat, Jum’at (17/4).
Seperti dikatakan Fadeli dalam sambutannya, dari hal-hal kecillah disiplin kerja bisa tercipta. “Jika dalam hal kecil saja kita tidak mampu untuk berdisiplin, akan lebih sulit lagi melakukannya untuk hal-hal besar. Dalam hal ini disiplin dalam melaksanakan setiap kewajiban pekerjaan sebagai pegawai pemerintahan. Semoga kedisiplinan dalam SKJ maupun apel pagi ini akan menular pada kedisiplinan pegawai saat melaksanakan segala kewajiban dan tugas-tugas yang lain, “ tutur dia.
Bagian Bina Pengelolaan Keuangan dan Aset adalah SKPD baru bentukan Pemkab Lamongan di lingkup seketariat daerah yang dipimpin Sulastri. Staf Bagian Bina Pengelolaan Keuangan dan Aset menjadi yang paling disiplin untuk dua kategori sekaligus, yakni SKJ dan apel pagi. Dengan tingkat kehadiran stafnya yang mencapai 80,3 persen untuk apel pagi dan 82 persen untuk SKJ.
Sementara untuk posisi kedisplinan kedua diraih Badan Kepegawaian Daerah (BKD), juga untuk dua kategori sekaligus. Dengan prosentase kehadiran masing-masing 79,9 persen untuk apel pagi dan 50 persen untuk SKJ. Selanjutnya untuk posisi ketiga pada apel pagi ditempati Bagian Kesejahteraan Masyarakat dan SK oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE).

Selengkapnya......

Kamis, April 16, 2009

Anak Bukan Aset Sekolah


Sekolah harusnya tetap diposisikan sebagai mitra orang tua dalam mendidik anak-anak, bukan pengambil alih tanggung jawab utama yang tetap berada di pundak para orang tua. Orang tualah yang seharusnya menjadi guru terbaik bagi anak-anak mereka, bukan hanya sekolah.
Hal itu dikatakan Direktur The Naff, Nafik, dalam seminar Sehari Cara Cerdas Melejitkan Potensi Intelegence Quotient-kecerdasan intelektual-(IQ), Emotional Quotient –kecerdasan emosional-(EQ) dan Spiritual Quotient-kecerdasan spiritual-(SQ) Anak Di Rumah Dan Sekolah di Pendopo Lokatantra Pemkab Lamongan, Kamis (16/4). Dikatakan Nafik, orang tua harusnya menyadari bahwa anak-anak bukianlah asetnya sekolah. Melainkan aset orang tua yang paling berharga sebagai amanah utama dari Allah SWT.
“Hanya dengan perhatian, pengertian dan didikan yang terbaik dari orang tualah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Apabila sekali waktu kita merasa lelah, terganggu dan jengkel dengan ulah anak-anak kita, tetaplah ingat bahwa anak-anak adalah amanah yang harus diarahkan dengan penuh kesabaran dan ilmu yang memadai, “ kata dia.
Namun karena keterbatasan, lanjut dia, pendidikan mereka harus dititipkan pada lembaga yang disebut sekolah. “Namun ini tidak berarti kita menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah. Sekali lagi sekolah hanyalah sebagai mitra kita untuk mendidiknya, sementara tanggung jawab sepenuhnya masih melekat pada diri orang tua. Anak-anak dikaruniai kecerdasan yang luar biasa dan daya ingat yang tak tervatas. Jangan sekali-sekali orang tua melepaskan tanggung jawab penuh atas anak-anak pada sekolah, “ papar dia.
Dalam seminar yang dibuka penasehat Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Lamongan Endang Rijanti Masfuk itu, Nafik mengingatkan anak-anak hanya mengalami satu kali proses menjadi dewasa. Yakni mulai dari usia emas (0-4 tahun) 50 persen potensi kecerdasannya telah berkembang, 4-8 tahun berkembang 80 persen dan 18 tahun telah berkembang 100 persen. “Masa-masa tersebut tidak akan terulang kembali, jangan sampai menyesal, “ ujar dia.
Sementara Endang Rijanti dalam sambutannya sampaikan keberadaan anak-anak apapun status sosialnya butuh bimbingan dan uluran tangan untuk mendorong potensi IQ, EQ dan SQ mereka. “Bakat dan potensi anak harus dikembangkan sedini mungkin. Ini demi mempersiapkan generasi bangsa yang tangguh. Kecerdasan intelektual tanpa diimbangi dengan kecerdasan emosional dan spiritual akan limbung. Semoga dengan kegiatan ini akan muncul terobosan inovatif namun dengan implementasi yang sederhana untuk tumbuh kembangnya pendidikan anak-anak, “ katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua GOPTKI Lamongan Mahdumah Fadeli mengatakan kegiatan seminar tersebut merupakan bagian dari HUT GOPTKI ke 52. Seminar itu diharapkan bisa meningkatkan mutu belajar mengajar penyelenggara TK di Lamongan. Sekitar 150 pengurus yayasan penyelenggara TK di Lamongan ikut serta dalam seminar tersebut.

Selengkapnya......

Kamis, April 02, 2009

Tenun Ikat Terpanjang di Dunia


Kain Tenun Ikat Parengan dari Desa Parengan Kecamatan Maduran secara resmi dinyatakan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kain tenun ikat terpanjang. Dengan panjang mencapai 60 meter dan lebar 87 centimeter, kain tenun ikat itu melampaui rekor sebelumnya dari Kabupaten Sumba Timur NTT dengan panjang 50,1 meter dan lebar 60 centimeter. Penghargaan tersebut diberikan Ketua Muri Jaya Suprana saat peresmian Pusat Informasi dan Promosi Diskopindag Lamongan, Selasa (31/3)
Jaya Suprana selaku Ketua MURI serahkan langsung plakat penghargaan dengan nomor registri 3637/R.MURI/III/2009 itu. Masing-masing kepada Bupati Lamongan selaku pemrakarsa, Miftakhul Koiri selaku pembuat dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) selaku sektor penyelenggara.
Bahkan dalam keterangannya, Jaya Suprana menyatakan harusnya rekor tenun ikat Lamongan itu bisa menjadi rekor dunia. Karena menurutnya, di dunia ini kerajinan tenun ikat hanya ada di Lamongan. “Seharusnya (tenun ikat) ini bisa masuk rekor dunia. Saya juga berharap tikar asli Lamongan bisa masuk rekor MURI. Karena tikar Lamongan sangat unik, “ papar dia.
Penasbihan rekor untuk tenun ikat parengan Lamongan ini sekaligus menggeser rekor tenun ikat sebelumnya oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Sumba Timur Propinsi NTT. Karya tenun ikat ini hanya sepanjang 50,1 meter dengan lebar 60 centimeter. Itupun dikerjakan oleh 60 orang pekerja selama 152 hari.
Sementara kain tenun ikat parengan yang dibuat Miftakhul Koiri dari Desa Parengan/Maduran tersebut dikerjakan dalam waktu yang lebih seingkat. Seperti dituturkan Miftakhul Koiri, kain hasil karyanya itu dikerjakan bersama 10 orang pekerja dalam waktu 22 hari. “Butuh sekitar 25 orang untuk membentangkan keseluruhan panjang dari kain ini, “ kata dia.
Secara resmi tercatat panjang kain tenun ikat itu dalam rekor MURI adalah 59,9 meter. Namun dalam kenyataannya, panjang kain tersebut seperti dinyatakan Jaya Suprana ternyata panjangnya lebih dari 60 meter.
Desa Parengan di Lamongan memang memiliki potensi besar pada bidang industri tenun ikat. Sejumlah 30 unit industri tenun ikat yang ada di desa ini sanggup emnyerap tenaga kerja hingga 3000 orang. Unit industri tenun ikat di desa ini umumnya sudah memakai ATBM (alat tenun bukan mesin). Sementara bahan baku seperti seperti sutera dan pewarna masih mengimpor dari India dan China.

Selengkapnya......