Sabtu, Maret 28, 2009

Lagi, RSD Lamongan Terlantarkan Pasien Miskin


Pelayanan RSD dr Soegiri Lamongan kembali dipertanyakan. Betapa tidak, rumah sakit milik Pemkab setempat itu, tega mentelantarkan pasien keluarga miskin, Ismuwati (30) warga Desa Pandanpancur, Kecamatan Deket . Akibat cueknya pelayanan kesehatan ini, pasien tersebut menjerit kesakitan yang diduga akibat kandungannya ditunda kelahirannya. Bagimana kisah sedih ini berlangsung ?
-------------
Dengan tubuh yang lemas terbaring di salah satu ruang RS Muhammadiyah Lamongan, Ismuwati tampak belum bisa melupakan peristiwa yang baru saja dilewati. Kelahiran anak keduanya, menyisahkan cerita kisa nestapa. Ibu paro baya ini masih tidak mau komentar banyak soal kisah sedihnya itu. Tapi saat didesak lebih lanjut, sedikit demi sedikit mau membuka tabirnya.
Pada Senin (16/3), kandungannya sudah terasa sakit. Tanda-tanda kelahiran kandungan istri Ichsan ini terbilang lamban, karena sebelumnya bidan desa setempat memprediksi lahir pada 9/3. Atas rekomendasi bidan setempat dan tak lupa membawa Askeskin, pasien ini dirujuk ke berangkat ke RSD Soegiri.
Langkah ini merupakan jalan terbaik, guna keselamatan sang ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Pasalnya, bayi dalam kandungan itu sudah terindikasi dalam keadaan nyungsang. Kelahiran bayi kian sulit karena pinggul sang ibu yang sempit.
Dengan perasaan cemas bercampur sedikit gembira, karena ada harapan mendapat pelayanan gratis, ia menuju ke Rumah Sakit milik Pemkab Lamongan itu. Tapi apa yang terjadi ?. Sampai di Rumah Sakit ini, pasien yang malang ini tidak mendapat penanganan serious. Lebih tragis lagi, tidak ada pemberian obat atau papaun yang diberikan pada pasien. Padahal, dengan kasat mata umum saja, sudah bisa dipridiksi pasien sudah mengalami tanda-tanda kelahiran.
Informasi yang diperoleh Ichsan, yang tak lain suaminya sendiri, ada pro kontra tim medis Rumah Sakit setempat dalam menangani pasien. Dr Rianto menginginkan pasien dioperasi, sedangkan dr Hartono tidak setuju. Akibat dua persepsi ini, sehingga pasien terlantar. Ditunggu hingga Kamis (19/3), ternyata tidak ada sentuhan dari tim medis, sehingga pasien terpaksa dibawa pulang oleh keluarganya. ''Ya sama dengan pindah tidur saja ke rumah sakit sana (RSD dr Soegiri),'' katanya.
Baru sehari istirahat di rumah, rasa sakit Ismuwati tidak terbendung. Kelahiran sang bayi seakan tidak bisa ditahan lagi. Untuk menyelamatkannya, dengan nekat, pasien dibawa ke RS MD. Datang siang di Rumah Sakit ini, pada malam harinya sudah dioperasi. Anak kedua pasangan Ismuwati-Ichsan itu ternyata laki-laki.
Bayi sudah lahir dengan selamat, begitu jga dengan ibu yang tengah melahirkannya itu. Lagi-lagi keluarga ini dibikin mumet. Sebab mereka harus bisa membayar semua biaya persalinan. Sedangkan harta benda yang bisa diuangkan hanya kendaraan Suzuki Shoguyn 1998. ''Kalau tidak dapat putaran ya kendaraan ini terpaksa dilempar,'' kata Hadi Suroso, kakak pasien saat itu.

Selengkapnya......

Selasa, Maret 24, 2009

Pendapatan Masih Diproyeksikan Positif


Meski pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan terjadi perlambatan akibat krisis ekonomi global, Pemkab Lamongan masih optimis mampu meningkatkan pendapatan daerahnya pada 2010 mendatang. Dalam proyeksi pendapatan daerah 2010, diperkirakan masih akan terjadi kenaikan pendapatan sebesar 4,5 persen yakni dari Rp 874.339.649.000 menjadi Rp 913.824.738.000.
Data tersebut diungkapkan oleh Eko Agus Trihandono Kepala Bidang Anggaran pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Lamongan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2009 di Pendopo Lokatantra setempat, Selasa (24/3). “Proyeksi pendapatan daerah ini adalah angka perkiraan sementara, “ kata dia.
Dalam paparannya tersebut, dia juga sebutkan akan ada beberapa tantangan dalam pelaksanaan APBD 2010 mendatang. Tantangan tersebut, kata dia harus disikapi dengan melakukan beberapa hal. Seperti dinas penghasil pendapatan harus mampu menmkasimalkan penerimaannya untuk meningkatkan kemampuan fiskal daerah. Selain itu juga perlu dilakukan efisiensi dan efektifitas pengeluaran belanja operasional, khususnya yang bersifat rutin. “Kegiatan seperti seminar, lokakarya dan kegiatan sejenis serta pembangunan gedung dan pengadaan kendaraan kecuali untuk menunjang tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seyogyanya dibatasi, “ ujarnya.
Sementara untuk usulan kegiatan anggaran tahun 2010 seperti disampaikan Kepala Bappeda Ismunawan dari APBD Lamongan diperkirakan Rp 666.833.486.869 Sementara dari APBD Propinsi diperkirakan Rp 97.534.000.000 dan dari APBN sebesar Rp 204.340.886.000. “Estimasi kemampuan fiskal 2010 diperkirakan sebesar Rp 419.537.160.000, sehingga dalam perkiraan kasar akan terjadi devisit Rp 247.296.376.369, “ ungkap dia.
Bupati Lamongan Masfuk dalam sambutannya sampaikan pembangunan pada 2010 nanti bukan hanya prakarsa dari pemerintah saja. Melainkan dari semua elemen di masyarakat. “Lewat Musrenbang dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2010 ini masih ada waktu untuk menta kembali semua rencana. Jika ada yang kurang pas masih bisa dibenahi. Oleh karena itu semua stake holders dari Pemkab Lamongan diundang, “ papar dia dalam kegiatan yang diikuti anggota DPRD, SKPD, Camat, perwakilan perguruan tinggi, LSM, Ormas, Orsos dan dari dunia usaha itu.
Sampai saat ini, sambung Masfuk, sector pertanian masih jadi sector utama di Lamongan. Namun dengan realitas bahwa pertumbuhan penduduk tidak dibarengi perluasan lahan pertanian akan menjadi problem tersendiri di masa mendatang. Dia meminta semua aparat agar bekerja lebih keras untuk tumbuhkan perekonomian di sector pertanian tanpa melakukan perluasan lahan.
“Konsep harus diwujudkan dalam bentuk yang kongkrit. Bukan hanya slogan-slogan saja. Harapan dan kemauan tidak bisa tercapai tanpa diwujudkan, “ katanya berpetuah. “Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Semua harus kompak. Lamongan sebagai produsen beras terbesar di Jatim adalah buktui Pemkab pro pada petani Lamongan, “ terang dia.
Pada kesempatan itu Masfuk juga menitipkan program beasiswa untuk siswa miskin yang berprestasi agar tetap diteruskan dalam perencanaan pembangunan di masa mendatang. Dia berharap meski ide program tersebut dari dia, tidak menjadikan program yang bagus itu dihentikan setelah dia selesai menjabat Bupati. “Untuk hal-hal yang baik kenapa tidak diteruskan, “ pinta dia.
Sementara dari usulan dana APBD hasil forum gabungan SKPD pada pra Musrenbang, Dinas Pendidikan Lamongan adalah SKPD dengan usulan anggaran terbesar. Dari pagu indikatif belanja langsung 2010 sebesar Rp 98.090.399.550, usulan SKPD ini sebesar Rp 142.494.259.550 atau 145 persen dari pagu indikatif. Sedangkan Kantor Ketahanan Pangan menjadi SKPD dengan usulan terrendah. Yakni dari pagu indikatif belanja langsung 2010 sebesar Rp 507.056.000, usulan SKPD baru ini sebesar Rp 215.000.000 atau 42 persen dari pagu indikatif. Secara keseluruhan, dari pagu indikatif belanja langsung 2010 sebesar Rp 350.004.261.717, usulan dari forum SKPD mencapai Rp 666.833.486.869 atau 191 persen dari pagu indikatif.

Selengkapnya......

IPA Baru PDAM Beroperasi


Instalasi Penjernihan Air (IPA) baru milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan yang menggunakan sistem modern mulai mensupply kebutuhan air bersih masyarakat Lamongan sejak lima hari lalu. Dari IPA ketiga yang dimiliki PDAM tersebut, sanggup salurkan 50 liter per detik air bersih.
Dengan IPA baru yang sudah menggunakan sistem clarified ini, waktu yang diperlukan untuk melakukan proses penjernihan air dua kali lebih cepat dari dua IPA konvensional yang dimiliki PDAM di IPA PDAM Babat. Dua IPA lama masing-masing kapasitas supplynya adalah 120 dan 70 liter per detik. Sehingga saat ini kemampuan suplay air bersih dari IPA PDAM Babat mencapai 240 liter perdetik.
Dengan kemampuan suplay air bersih sebesar itu, patut diimbangi dengan kapasitas pipa salur yang lebih besar. Bupati Lamongan saat sidak di IPA PDAM Babat juga sampaikan hal tersebut. Menurutnya, saat ini kemampuan supply air bersih PDAm sudah melimpah. Tinggal pipa salurnya yang harus diperbesar untuk imbangi kapasitas yang besar itu. Tentu (penggantian pipa) ini, kata MAsfuk, tidak bisa langsung dilakukan. Melainkan bertahap. “(IPA 3) ini adalah bukti Pemkab Lamongan mampu supply air bersih. Tinggal pipa salurnya saja yang harus dibenahi, “ kata dia, Senin (23/3).
Dilanjutkannya, gara-gara air, investor bisa berbondong-bondong datang ke Lamongan. Demikian pula sebaliknya. “Kebutuhan akan air bersih adalah kebutuhan yang sangat penting. Investor bisa tidak jadi tanamkan modalnya jika tahu supply air bersih tidak memadai. Namun jika supply air bersihnya cukup, investor akan berdatangan tanamkan modalnya ke Lamongan. Diharapkan dengan adanya instalasi air baru ini, investor akan semakin tertarik dengan potensi Lamongan, “ tegas dia pada Direktur PDAM Lamongan Sutrisno.
Dikonfirmasi di tempat yang sama, Kepala Bagian Teknik PDAM Lamongan M Ali Mahfudi di sela-sela dampingi Masfuk sampaikan antara kebutuhan dan keberadaan pipa salur yang dimiliki PDAM sekarang memang belum ideal. Dikatakannya, saat ini pipa salur PDAM berdiameter 400 mm sepanjang 30 kilometer dari Babat ke Lamongan. Idealnya, pipa tersebut bisa diperbesar paling tidak hinggga 600 mm.
Menurut Ali, IPA 3 yang dibangun dengan dana murni APBD Lamongan seniali Rp 3,2 milyar tersebut meski kapasitas produksinya tidak sebesar dua IPA yang lama, namun proses penjernihannya dua kali lebih cepat. “Instalasi Penjernihan Air yang baru ini sudah beroperasi sejak lima hari lalu. Selama tidak ada permasalahan teknis, instalasi iniakan terus bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, “ papar dia.
Sementara terkait keberadaan intake pengambilan air dan genset yang berada di sisi Sungai Bengawan Solo. Ali sampikan beberapa waktu lalu tim dari Bappeda sudah lakukan survey lokasi untuk lakukan rencana pemindahan lokasi. “Sudah dua kali banjir, dua kali pula intake dan genset terendam sehingga tidak bisa beroperasi. Paling tidak nanti tingginya sama dengan tinggi tanggul Negara. Langkah ini juga sesuai dengan anjuran Bapak Bupati Masfuk, “ ungkap dia. Dijelaskan Ali, IPA PDAM di Babat ini adalah instalasi yang memenuhi kebutuhan air bersih untuk lima kecamatan. Yakni Babat, Pucuk, Sukodadi, Deket dan Lamongan.

Selengkapnya......

Senin, Maret 23, 2009

Amrik Atau PMII ?


Para mahasiswa Lamongan yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lamongan turun jalan, kemarin. Mereka menolak intervensi birokrasi dan politisi busuk pada Pemilu 2009. Tampak pada gambar, meski beratribut Amrik, belum tentu ia Amrik.
Berjalan kaki dari GOR Lamongan, puluhan mahasiswa yang turut dalam aksi itu menuju ke depan Kantor KPUK setempat. Di jalan Basuki Rahmad ini, mereka melakukan orasi politik. Mereka diterima anggota KPUK setempat M.Tasir dan Isnandar di pintu pagar halaman. Mereka menyampaikan selembar kertas yang berisi tututan mereka.
Para mahasiswa menuntut agar menindak tegas segala bentuk penyelewengan pemilu. ''Kami juga menolak segala bentuk intervensi birokrasi,'' kata Sutadi, koordinator aksi tersebut.
Antisipasi kemungkinan praktek politik yang bisa mencederai demokrasi, para mahasiswa menolak dan minta untuk mewaspadai politisi busuk. Lebih penting lagi, para mahasiswa juga menolak segala bentuk politisasi institusi pendidikan dan agama. ''Karena ini jelas merupakan salah satu bentuk pelanggaran pemilu,'' katanya.
Setelah dari KPUK mereka bergeser ke Kantor Pemkab Lamongan. Mereka diterima Asisten Tata Praja Agus Sugiarto. Mereka membubarkan diri setelah mendatangi gedung dewan.

Selengkapnya......

Jumat, Maret 20, 2009

Centra Tanaman Hias


Seperti suasana di Malang. Itulah kesan pertama disampaikan Bupati Lamongan Masfuk saat menyusuri deretan sejumlah 32 stan di Sentra Pedagang Tanaman Hias Lamongan bersama Wabup Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli. Sentra yang berada di sisi Selatan jalan Sumargo Kota Lamongan saat ini memang terlihat beda. Lebih asri, bersih dan indah berhiaskan beragam tanaman hias.
Dulunya lokasi ini hanyalah seperti jalanan di Kota Lamongan lainnya, tidak ada yang istimewa. Kecuali adanya satu pohon trembesi besar di depan Lembaga Pemasyarakatan yang menjulang setinggi bangunan dua lantai meneduhi sebagian besar sisi jalan. Kini sepanjang jalan itu berjejer beragam tanaman hias baik impor maupun lokal. Bonsai dan tanaman buah seperti sawo juga menjadi alternative pilihan di sentra itu.
Menurut ketua paguyuban Padang Bulan Syaiful Bakhri, sebuah perkumpulan pedagang tanaman hias di Lamongan, cikal bakal sentra ini berawal dari dibentuknya paguyuban Padang Bulan 10 Juni 2008 lalu. Terbentuknya paguyuban ini kemudian ditindaklanjuti dengan rencana penataan pedagang tanaman hias dalam satu lokasi bersama Bagian Lingkungan Hidup (sekarang Badan Lingkungan Hidup). “Rencana penataan pedagang tanaman hias ini mendapat respon positif dari Bapak Bupati (Masfuk) hingga akhirnya pedagang diberikan lokasi di jalan Sumargo ini dengan bentuk Sentra Pedagang Tanaman Hias, “ papar dia.
Tasyakuran di sentra yang ditempati 4 stan tanaman bonsai, 2 stan tanaman buah dan 26 stan tanaman hias serta tanaman pelindung tersebut, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Masfuk yang diberikan pada Syaiful Bakhri. Sebuah tanaman hias jenis puring kura yang merupakan tanaman impor dari Thailand juga diberikan pada Masfuk pada kesempatan itu.
Dalam sambutannya, Masfuk berharap agar sentra tanaman hias ini nantinya akan semakin berkembang. Sehingga selain memberi penghasilan pada pedagang, juga bisa mempercantik wajah kota. Dia berharap sentra ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dikatakannya, Pemkab Lamongan memberi perhatian lebih pada pelestarian lingkungan hidup. “Satu pohon saja yang dirusak, saya tahu, “ ujarnya. Bukti perhatian pada lingkungan hidup ini Kota Lamongan dua tahun berturut-turut meraih Piala Adipura.
Dia juga sampaikan pada sejumlah masyarakat yang hadir, pelestarian lingkungan hidup tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Keguyuban masyarakat juga dibutuhkan. “Hanya dengan kecintaan pada Lamongan saja yang bisa wujudkan pelstarian lingkungan hidup. Ini sudah ditunjukkan masyarakat Lamongan sehingga Adipura bisa diraih, “ kata dia.

Selengkapnya......

Kamis, Maret 19, 2009


Afif Muhammad, caleg PKB dari Dapil 3 Lamongan, akhirnya dijebloskan ke Lembaga pemasyarakatan (Lapas) setempat, kemarin. Ini setelah Pengadilan Tinggi Surabaya, menolak banding terdakwa asal kota Babat ini, sesuai putusan Nomor 117/Pid/2009/PT SBY, tertanggal 6 Maret 209.
Saat masuk lapas, Afif diantar ratusan pendukung beratnya. Mengedarai delapan mobil, merekamengantar Afif ke Kejaksaan Negeri, sebelum masuk Lapas. Di kantor kejaksaan Negeri, para pendukung membentang poster berslogan protes atas proseshukum terhadap Afif. Sebalikanya, mereka sepakat mendukung untuk kemenangan Afif pada pemilu nanti.


Saat dipintu lapas,mereka berjabat tangan dengan Afif yang saat itu didampjngi anaknya, Fahmi. Karena tak kuasa menahan haru, sehingga air mata para pendukung dan Afif beserta anaknya, tumpah di depan pintu terbuat dari besi tersebut.
Sekedar diketahi, Afif Muhamamd digiring ke lembaga peradilan, karena diduga menyebar uang Rp 10.000 pada sekitar 200 wali murid saat penerimaan raport di MI Desa Gembong, Kecamatan Babat. Tapi dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budhiyanto mendakwa terdakwa berkampanye di tempat lembaga pendidikan dengan pasal 270 UU Pemilu Nomor 10 Tahun 2008 junto Nomor 84 UU Nomor 10 tahun 2008 tentang pelanggraan kampanye di tempat pendidikan. Dalam putusannya, majelis hakim mengganjar terdakwa 6 bulan. Setelah terdakwa banding, PTS mendukung putusan PN Lamongan.

Selengkapnya......

Rapat Gabungan Bahas Percepatan NSB


Rencana pembangunan New Sembayat Barrage (NSB) atau yang sering disebut Kuro Barrage di Sungai Bengawan Solo semakin mendekati kenyataan. Berlangsung di Ruang Guest House Pemkab Lamongan, Kamis (19/3), dilangsungkan rapat koordinasi antara Pemkab Lamongan, Gresik, Balai Besar Bengawan Solo dan Pemprop Jatim bersama Bakorwil II Bojonegoro. Rapat ini adalah tindak lanjut rapat sebelumnya yang berlangsung di Gresik.
Dari Lamongan turut serta Bupati Masfuk, Wabup Tsalits Fahami, Sekkab Fadeli dan beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Sementara Pemkab Gresik diwakili Sekkab Chusnul Chuluq bersama Kepala Bappeda Ach Najib.
Kemudian Balai Besar wilayah Sungai Bengawan Solo diwakili Kabid Operasional dan Pemeliharaan Sudarsono dan Pemprop Jatim diwakili Kabid Pembangunan dan Pengembangan Dinas PU Pengairan Joko Jatiroso serta beberapa pejabat dari Biro Administrasi dan Kerjasama Antar Daerah.

Masfuk tuturkan tingkat kemanfaatan Kuro atau New Sembayat Barrage ini sangat tinggi untuk masyarakat Lamongan maupun Gresik. Air dari Bengawan Solo itu selain sebagai solusi permasalahn banjir, nantinya bisa digunakan untuk industrialisasi, air supaly PDAM dan irigasi pertanian. “Sesuai dengan instruksi Presiden RI saat peresmian 100 ribu Rumah Sehat Sederhana beberapa waktu lalu, perlu dilakukan percepatan pengerjaan proyek New Sembayat Barrage ini, “ papar dia.
Disampaikan Sudarsono, design dari bendung gerak yang sering disebut sebagai Kuron Barrage oleh Pemkab Lamongan adalah Sembayat Barrage termasuk di Bappenas yang disebut sebagai New Sembayat Barrage. Dalam grand scenario itu, pembangunan New Sembayat Barrage masuk fase II atau mulai 2011 nanti. Namun menurut Sudarsono, karena ada instruksi dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono agar proyek ini segera diselesaikan, maka akan dilakukan percepatan proses untuk mewujudkannya.
Sudarsono saat itu juga sampaikan adanya dana stimulus untuk penanganan banjir di sepanjang Sungai Bengawan Solo sebanyak lima paket yang masuk wilayah Tuban, Lamongan dan Gresik mulai sekitar Mei atau Juni nanti. Dana ini akan dipergunakan untuk peninggian sejumlah 7 titik tanggul negara yang sebagian besar berada di Gresik. Termasuk pengerukan di floodway di Laren yang kini alami sedimentasi. Namun proyek ini terkendala masalah sosial di Gresik, yakni sulitnya pembebasan tanah. “Karena bentuknya dana stimulus, kalau tidak dilaksanakan dalam tahun ini juga, dana ini akan kembali ke pusat, “ kata dia.

Sementara dari Najib didapat keterangan jika New Sembayat Barrage ini memang mengalami masalah sosial, yakni masalah tanah di Gresik. Naman menurutnya kebutuhan tanah untuk pembangunan New Sembayat Barrage ini sudah diinventarisir dan dibuat pembagiannya menjadi enam wilayah. Dari total 74 hektar tanah yang dibutuhkan, terang dia, 64 hektar diantaranya berada di wilayah Gresik. Jatah tanah Lamongan 10 hektar masuk wilayah II dan VI. Kebutuhan ini belum termasuk 15 hektar untuk water treatment plant (pengolahan air bersih).
“Pemkab Gresik berkomitmen untuk mempercepat pembebasan tanah ini. Yang penting segera buat action plant bersama, sehingga progress proyek ini jelas, “ kata dia. Dia juga sampaikan ada informasi dana sharing untuk pembebasan lahan antara pemerintah pusat 50 persen, Pemprop 25 persen dan Pemkab 25 persen. “Namun masih perlu dipastikan apakah prosentase tersebut sudah emncakup semua kebutuhan lahan New Sembayat Barrage, “ jelas dia.
Terkait percepatan New Sembayat Barrage ini, Pemprop Jatim seperti dituturkan Joko Jatiroso sudah siapkan surat ke presiden. Ini berdasar pertemuan 11 Maret lalu di Gedung Grahadi bersama Gubernur Jatim. Selain itu pada pertemuan itu juga undang tim dari ITS Surabaya untuk tindak lanjuti lebih detail action plant proyek tersebut. Dikatakannya, pada 31 Maret nanti action plant ini akan di lokakaryakan dengan bersama Menteri Pekerjaan Umum dan mengundang Bupati Lamongan dan Gresik.
Pertemuan itu sepakati untuk membuat sebuah nota kesepahaman antara Lamongan dan Gresik yang naskahnya di design Biro Administrasi dan Kerjasama Antar Daerah. Sementara secara teknis akan dirumuskan Dinas Pengairan Pemprop Jatim bersama Balai Besar wilayah Sungai Bengawan Solo. Juga disepakati agar Lamongan bersama Gresik dan Balai Besar wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan paparan ke Menteri Pekerjaan Umum demi percepatan proyek tersebut.
3 attachments — Downloa

Selengkapnya......

Rabu, Maret 18, 2009

Tilik Desa Yuuuuk .......


Bupati Lamongan Masfuk gunakan sisa masa jabatannya ini untuk melihat langsung kondisi masyarakat Lamongan, terutama di pedesaan. Lewat program tilik desa, Masfuk akan meninjau realitas beberapa program pembangunan yang dibiayai pemerintah dan sekaligus melakukan peresmian pembangunan di sejumlah lokasi.
Bersama Sekkab Fadeli dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Masfuk pada Selasa (18/3) tilik desa di tiga lokasi. Yakni peresmian Balai Desa di Desa Gumingrejo/Tikung, peresmian pemanfaatan gedung SDN Dermolemahbang Desa Dermolemahbang/Sarirejo dan peresmian pemanfaatan fasilitas Ruang Rawat Inap Puskesmas di Kecamatan Kembangbahu.
Pada kesempatan itu Masfuk juga secara simbolis serahkan program Alokasi Dana Desa (ADD), program pembangunan jalan poros desa dan bantuan alt kesehatan untuk puskesmas. Plafon ADD Lamongan tahun ini sebesar Rp 27,328 milyar. Alokasi ini sama dengan dana ADD tahun lalu. Sementara untuk pembangunan jalan poros desa, tahun ini plafon dananya mencapai Rp 10,4 milyar, naik dari dana pembangunan jalan poros desa tahun 2008 lalu yang sebesar Rp 6, 7 milyar. Dana tahun 2009 ini termasuk untuk pembangunan enam jembatan desa.
Di Balai Desa Gumingrejo, kepada sejumlah masyarakat yang hadir dalam persmian itu Masfuk sampaikan pesannya agar kepala desa segera laksanakan amanat dalam ADD terutama untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Karena menurutnya, akses jalan adalah faktor infrastruktur penting untuk mempercepat arus perekonomian di desa. Dia juga meminta agar orang tua tidak ragu-ragun untuk menyekolahkan anaknya meski kondisi perekonomiannya agak sulit.
”Hanya dengan pendidikanlah kita dapat merubah nasib. Pendidikan adalah cahaya. Bapak dan Ibu sekalian tidak akan menyesal dengan menyekolahkan anak-anak, tidak ada ruginya. Jika terkendala biaya, titipkan ke Pemda (Lamongan). Karena Pemda punya program memberi beasiswa hingga lulus bagi siswa tidak mampu tapi pandai. Tahun ini putra Lamongan yang mendapat program beasiswa sudah hampir mencapai seribu orang, ” ungkap dia.
Pembagian ADD ini selain menggunakan asas pemerataan atau alokasi dana desa minimal (ADDM), juga tidak meninggalkan asas keadilan atau alokasi dana desa proporsional (ADDP). Penghitungan ini didasarkan pada nilai bobot desa, jumlah desa yang dimiliki dan jumlah dusunnya.
Untuk desa kelas I, akan mendapat ADD sebesar Rp 51,5 juta. Sementara untuk desa dengan kelas II dan III masing-masing akan mendapat ADD sebesar Rp 46, 5 juta dan Rp 41, 5 juta. Sementara untuk bantuan dusun (Bansun) nominalnya sama untuk semua dusun yakni Rp 5,5 juta setiap dusunnya. Dari data Badan Pemberdayaan Masyarakat Lamongan, sampai dengan 17 Maret 2009, pencairan ADD termin I sudah mencapai Rp 13.111.000.000 atau yang belum cair sejumlah Rp 14.217.000.000. sementara dari 462 desa di Lamongan, 441 desa diantaranya sudah cairkan ADD sehingga tinggal 21 desa yang belum mencairkan.

Selengkapnya......

Selasa, Maret 17, 2009

HUT, Pol PP Show of Force


Peringatan hari ulang tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Paraja atau Satpol PP ke 59 di Lamongan kali ini diwarnai dengan peragaan beladiri tangan kosong oleh anggotanya. Beragam atraksi disajikan untuk menunjukkan kesiapan mereka menegakkan Peraturan Daerah serta mengamankan jalannya pemilihan umum 2009.
Dalam peragaan di Alun-alun Kota Lamongan tersebut, Senin (17/3), sejumlah anggota Satpol PP perempuan juga turut dalam atraksi beladiri itu. Mulai dari mematahkan lempeng besi dengan tangan kosong hingga memecahkan beberapa balok es dengan tangan bahkan kepala.
Bupati Lamongan juga tidak ketinggalan dalam gelar atraksi tersebut. Dengn sekuat tenaga lempengan besi dipukulkannya ke lengan Hasyim Ashari, salah satu anggota Satpol PP Lamongan hingga patah menjadi dua. Aksi yang sama dilakukan Wabup Tsalits Fahami melawan Edy Prayitno dan Sekkab Fadeli melawan Imam Maliki.
Cerita menjadi lucu ketika Ketua DPRD Makin Abbas mendapat giliran beraksi. Karena dia harus memukulkan lempegan besi ke lengan anggota perempuan dari Satpol PP, dia sempat ragu-ragu. ”Aku gak tego (jawa : saya tidak tega), ” ujarnya. Namun akhirnya ksi itu dilakukan juga dengan sukses. Selain atraksi beladiri tangan kosong.
Sementara dalam kesempatan sebelumnya, Masfuk saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto meminta pada anggota Satpol PP dalam memengakkan peraturan daerah dan keputusan kepala daerah dalm bentuk operasi lapangan hendaknya bersikap dan bertindak secara profesioanal. ”Ketia menjalankan tugasnya, saya mengajak anggota Satpol PP tidak dengan cara yang kasar seperti penggunaan ancaman, paksaan dan kekerasan. Tapi gunakanlah cara-cara persuasif, simpatik dan edukatif sehingga sedapat mungkin dihindari penggunaan kekerasan telanjang. Melainkan dengan menggunakan cara-cara yang lebih manusiawi, ” tutur dia.
Dilanjutkan Masfuk, dengan usia yang hampir sama dengan usia negara Indonesia, Satpol PP hendaknya tampil dengan kedewasaan yang diwjudkan dalam pelaksanaan tugas-tugasnya. Apabila kedewasaan ini dikedepankan, kata Masfuk, lambat laun kesan negatif yang masih ada di masyarakat selama ini bahwa Satpol PP arogan lambat laun akan berubah menjadi simpati.

Selengkapnya......

Mutasi Atlet Hancurkan Pembinaan


Selama ini mutasi atlet seolah sudah menjadi hal biasa di olahraga Indonesia. Seorang atlet bisa dengan mudahnya berpindah daerah. Baik antar kabupaten/kota maupun antar propinsi. Hal inilah yang ditengarai mengakibatkan hancurnya pembinaan olahraga di daerah.
Wakil Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur Suwarno saat Rapat Anggota KONI Kabupaten Lamongan, Selasa (17/3) membeberkan hal tersebut. Dikatakannya, saat ini KONI Jatim sedang memperjuangkan agar mutasi atlet ini tidak lagi dengan mudah terjadi. ”Daerah yang membina seorang atletnya bertahun-tahun tidak bisa berbuat apa-apa ketika atletnya mutasi ke daerah lain. Mutasi antar daerah seperti inilah yang hancurkan pembinaan atlet di daerah. Hal ini akan diperjuangkan oleh KONI Jatim agar tidak terjadi lagi, ” papar dia.
Sementara Bupati Lamongan saat buka kegiatan tersebut sampaikan apresiasinya pada Ketua KONI Jatim Imam Utomo yang berhasil dorong olahraga di Jatim sehingga bisa menjadi juara umum PON XVII di Samarinda lalu. ”Kini giliran olahraga Lamongan yang harus berprestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang, ” tegas dia. ”Olahraga adalah kehormatan dan sanggup membawa harum nama daerah. Karena itu semuanya harus dipersiapkan dengan baik demi prestasi di Porprov nanti, ” ujar dia.
Masfuk juga sepakat dengan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi, iptek, dalam mempersiapkan atlet olahraga. Dengan penggunaan iptek untuk pembinaan atlet, lanjut dia, akan pesatkan perkembangan seorang atlet. ”Jangan hanya berbekal pengalaman saja, ” kata dia.
Rapat anggota KONI kali ini diikuti sejumlah 150 peserta dari jajaran pengurus KONI kabupaten dan kecamatan serta pengurus cabang olahraga di Kabupaten Lamongan. Salh satu agenda yang diusung adalah mewujudkan target untuk meningkatkan prestasi di ajang Porprov mendatang. Selain itu KONI Lamongan juga berkeinginan untuk membangun sebuah stadion tingkat madya untuk pembinaan atlet di Lamongan.

Selengkapnya......

Senin, Maret 16, 2009

Empat Parpol Tak Ikut ''Berdamai''


Partai politik (parpol) peserta pemilihan umum di Kabupaten Lamongan, Senin (16/3) lakukan penandatanganan Kesepakatan Kampanye Damai. Parpol yang hadir dalam penandatanganan kesepakatan tersebut diwakili oleh masing-masing Ketua Parpol. Turut menyaksikkan kesepakatan itu Kajari Lamongan Irnensif, Kapolres AKBP Imam Sayuti dan Ketua Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Lamongan Mustaqim.
Dari 25 parpol peserta pemilu di Lamongan, empat parpol tidak mengikuti penandatangan tersebut. Yakni Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Merdeka, Partai Matahari Bangsa (PMB) dan Partai Bintang Reformasi (PBR). Untuk PPDI dan Partai Merdeka sebelumnya telah memastikan berhalangan hadir kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan. Sementara PMB dan PBR tidak hadir sampai dengan prosesi penandatanganan dilakukan.
Ada tiga butir kesepakatan yang ditandatangani Parpol peserta pemilu di Lamongan. Yakni pertama mengikuti semua aturan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian siap untuk menang dan siap untuk kalah serta siap dukung yang menang. Terakhir, melaksanakan kampanye yang tertib dan damai.
Bupati Lamongan Masfuk dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kesepakatan yang hari itu ditandatangani benar-benar bisa terwujud. Menurutnya, damai bisa terwujud jika semuanya taat aturan, bertindak arif dan mau berfikir secara dewasa. “Kedewasaan dalam berfikir dan bertindak ini sangat diperlukan karena yang diperjuangkan adalah demokrasi. Dan kesepakatan damai ini adalah bagian dari kedewasaan itu, “ tutur dia.
Dia juga berharap agar suasana yang sudah kondusif tersebut untuk terus dijaga. “Karena itu adalah harapan dari semua masyarakat, “ kata dia. Karena itu, lanjut dia, KPU dan Panwaskab juga harus membantu parpol untuk jaga situasi agar tetap kondusif. Penandatanganan kesepakatan damai tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Tsalits Fahami, Sekkab Fadeli dan Ketua DPRD Makin Abbas.

Selengkapnya......

Harus Proaktif


Untuk bisa merubah keadaan menjadi lebih baik, yang dibutuhkan adalah langkah nyata. Bukan sekedar omong kosong belaka. Sebagai aparat pemerintah yang mengabdi di Lamongan, sebuah wilayah yang rawan kena banjir, harus ditumbuhkan sikap proaktif. Itu disampaikan Bupati Lamongan saat buka Pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa dalam bidang Manajemen Pemerintahan Desa di Pendopo Lokatantra, Senin (16/3).
Pada kesempatan itu Masfuk meminta pada aparatur pemerintah desa yang hadir agar dalam jalankan tugasnya dengan senang hati dan tanpa beban. Karena menurutnya, tidak mudah menjalankan tugas di Lamongan. Wilayah yang dilalui Sungai Bengawan Solo sehingga rawan banjir.
”Cepat, Inovatif dan proaktif menghadapi permasalahan yang ada. Itu yang harus dilakukan jika ingin merubah keadaan. Jangan hanya omong belaka, bukan itu yang dibutuhkan Lamongan yang sedang melesat ini. Selain itu harus ada jiwa kewirausahaan untuk dobrak semua kesulitan itu. Selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan sehingga menjadi suatu kekuatan ekonomi, ” tutur dia.
Sikap proaktif inilah yang ditekankan Masfuk pada kesempatan itu. Karena dengan proaktif, aparat pemerintah akan memiliki sikap tidak mudah menyerah pada kondisi yang menyulitkan. Sehingga dia masih bisa berbuat maksimal melalui peluang-peluang yang masih tersisa. ”Seseorang yang proaktif dapat membuat pilihan yang terbaik diantara kondisi yang tersulit. Sikap ini akan sangat berguna bagi setiap aparat pemerintah dalam mengemban tugas negara demi kesejahteraan masyarakatnya, ” papar Masfuk.
Sementara Kabag Pemerintahan Desa Bambang Purnomo dalam laporannya menyampaikan, pelatihan untuk aparatur pemerintahan di desa ini akan dilaksanakan dalam tiga angkatan. Secara keseluruhan, akan ada sejumlah 924 peserta pelatihan yang terdiri dari 462 Kades dan 462 perangkat desa. Untuk angkatan pertama ini diikuti 183 Kades dan 130 perangkat desa baru dari 13 kecamatan. Diantaranya dari Kecamatan Lamongaan Deket, Tikung, Kembangbahu, Ngimbang dan Bluluk. Serta dari Kecamatan Sambeng, Sukorame, Paciran, Brondong serta Laren.
Mereka akan menerima sejumlah materi. Diantaranya mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa serta penyusunan peraturan perundang-undangan dan tata naskah. Juga akan diberikan pelatihan penyusunan penyelenggaraan pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Selengkapnya......

Minggu, Maret 15, 2009

Saat Musik Rabana Membius Warga Lamongan


Masih serangkaian memperingati maulid nabi Muhammad SAW, Remas Masjid Agung Lmaongan gelar berbagai kegiatan. Guna mengenang hari bersejarah bagi umat Islam dan membudayakan seni religi, digelar festival seni rabana di depan masjid setempat, Minggu (15/3).
Dentangan suara terbang yang dibunyikan secara rancak dan berpolah, ternyata menghasilkan, jenis musik yang menarik. Rabana, demikian orang menyebut jenis musik yang didominasi alat musik terbang.
Banyak yang menyebut rabana merupakan sebagai perwujudan dari samroh, jenis musik religius yang pernah menjamur. ’’Dulu banyak samroh, sekarang sudah tidak ada lagi, ya ganti dengan rabana ini,’’ kata salah warga kota Lamongan, yang juga penggemar musik rabana, kemarin.
Dibalut dengan vokal dengan syair religius, jenis musik yang satu ini memberi kesan khuss bagi para penonton. Terlebih ketika ’’Dawini Yaa Nurul Aini’’, album yang tengah ngetren ini dikumandangkan, para penonton tampak terbius olehnya. Setidaknya itu sekilas tentang festival seni rabana, di depan Masjid Agung Lamongan, kemarin.
Sebanyak 24 group rabana, adu kebolehan dalam festival seni rabana. Mereka bukan hanya dari Lamongan, tapi juga dari daerah tetanga termasuk Gresik, Tuban dan Bojonegoro. Mereka ingin menjadi rabana terbaik dari acara yang dihelat Remas Masjid Agung Lamongan. Acara ini degelar masih serangkaian acara memperingati maulit nabi Muhammad SAW Tahun 1430 H.
Suasananya memang sangat berbeda. Sebagai jenis musik religius, musisi dan vokalisnya pun juga menyesuaikan. Bila saat melihat festival jenis musik lain, para penonton bisa berjingkrak ria, tapi ketika menyaksikan festival rabana, penonton bisa terbawa irama. Seperti terjadi di depan Masjid Agung Lamongan, dengan duduk penonton tampak terbawa irama rabana.
Ketua panitia, M. Syaifuddin Zuhri mengaku, dalam festival seni rabana kali ini, masing-masing peserta membawakan dua lagu. Yakni lagu wajib bertajuk ’’Dawini Yaa Nurul Aini’’ dan satunya lagi lagu bebas. ’’Ini murni laggu religius.
Acara ini mempunyai misi tersendiri. Selain sebagai perigatan maulid nabi Muhammad, acara tersebut juga sebagai upaya untuk membudayakan lagu religius. ’’Lagu-lagu religius perlu untuk dibudayakan seiring kehidupan yang serba moderen sperti sekarang ini,’’ katanya.

Selengkapnya......

Cabuli Pasien, Tabib Dibekuk Polisi

Tabib yang sudah lama buka praktek di Jl. Basuki Rahmat kota Lamongan, Sukardi alias Abd. Moh. Salim Al-Fattah (46) dibekuk anggota Reskrim Polres setempat, kemarin. Pasalnya, warga Dusun Sumberejo, Desa Gebang, Kecamatan Masaren, Sragen ini diduga mencabuli pasiennya.
Tabib yang belakangan laris manis ini, kini menjadi salah satu penghuni rumah tahanan Polres Lamongan. Ia berhasil diciduk petugas saat berada di tempat praktek lainnya, di Bojonegoro. ’’Ia sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’ kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Sutopo, kemarin.
Sebelum kejadian, kata Sutopo membeber asal mula kejadian ini, tersangka kadatangan ST beserta suaminya yang sedang sakit, dari Kecamatan Glagah. Ia sudah mengobati pasien yang mengalami sakit pada kakinya tersebut.
Selang beberapa hari, tersangka memanggil ST via hand phone. Kepada ST, tersangka menyatakan, penyakit suaminya itu tidak bisa sembuh. Meski demikian, tersangka mencoba membantunya. Satu satunya jalan, kata tersangka, pengobatannya melalui perantara.
Ternyata perantara itu tidak lain ST sendiri. Karena ingin suaminya sembuh, ST bersedia memenuhi apa yang disyaratkan sang tabib. Di tempat parktek di Jl. Basuki Rahmat itu, bagian dada dan bagian sensitif lainnya milik ST diolesi minyak oleh tabib. Tapi saat tabib minta untuk dilayani, ST menolaknya. ’’Karena tidak terima atas perlakuan tabib, ST melaporkan kasus itu ke polisi,’’ katanya.
Setelah mendapat laporan, tim Reskrim Polres Lamongan bertindak cepat. Setelah melalui penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menciduk tersangka saat berada di rumah praktek di Bojonegoro. Selain punya tempat praktek di Lamongan dan Bojonegoro, tersangka juga punya tempat praktek di Tuban.
Sumber lain menyebutkan, bukan hanya satu saja korban tersangka. Diduga kuat, masih banyak korban lain. ’’Tapi mereka tidak berani melapor,’’ kata sumber tersebut. Kasatreskrim Sutopo mengaku, pihaknya akan menjerat tersangka dengan pasal 294 (e) KUHP. Disinggung adanya korban lain, ia belum berani memastikan, karena masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut. ’’Kasus ini akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,’’ katanya.

Selengkapnya......

Kakwarcab Bantu Korban Banjir


Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lamongan Fadeli kunjungi korban banjir di Desa Sumowinangun/Karangbingangun, Minggu (15/3). Di desa ini, dia sampaikan sejumlah bantuan dari Gerakan Pramuka Lamongan. Yakni 145 dus mi instant, 10 dus buku tulis dan 30 kaleng biskuit.
Banjir kali ini di Kecamatan Karangbinangun genangi sejumlah 2600 rumah. Sementara di Desa Sumowinangun ada 200 rumah yang terganang. Namun seperti disampikan Camat Karangbinangun Mohammad Nalikan, saat ini sebagian penduduk yang mengungsi kini sudah kembali ke rumah mereka. ”Banjir yang menggenangi rumah-rumah penduduk saat ini sudah mulai surut, sehingga penduduk yang sebelumnya mengungsi kini sudah kembali ke rumah masing-masing, ” kata Nalikan di sela-seka kegiatan.
Fadeli dalam keterangannya menyatakan turut prihatin dengan banjir yang kini melanda masyarakat Karangbinangun. Dia meminta masyarakat tabah menghadapi cobaan sembari berharap air akan cepat surut. ”Semoga tambak yang terendam banjir ikannya bukannya hilang tapi malah ketambahan dari luar, katanya setengah berkelakar. Di kecamatan ini memang hampir semua lahannya digunakan sebagai tambak. Bantuan dari Gerakan Pramuka Lamongan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kades Sumowinangun Witono di Balai Desa setempat.

Selengkapnya......

Kamis, Maret 12, 2009

BNPB Bantu Korban Banjir Rp 172 Juta


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat Syamsul Maarif pada Kamis, (13/3) kunjungi Kantor Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Lamongan. Dalam kunjungannya itu, dia sampaikan bantuan untuk penanganan darurat bencana banjir di Lamongan sejumlah Rp 172 juta dalam bentuk cek giro.
Syamsul saat di Kantor Satlak PB Lamongan diterima Bupati Lamongan Masfuk bersama Ketua Pelaksana Harian Satlak PB setempat Tsalits Fahami dan Sekkab Fadeli. Bersamanya, turut serta Deputi Bidang Penanganan Darurat Soetrisno, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Sugeng Tri Utomo dan Kepala Pusat Diklat Penanggulanga Bencana Muhtaruddin. Turut juga bersamanya Masnizur Mourbaus Pjs Direktur Tanggap Darurat dan Radito Pramono Deputi III BNPB.
Seusai dari Kantor Satlak PB Lamongan, Syamsul Maarif meneruskan perjalanan ke Kabupaten Bojonegoro untuk tinjau Posko BNPB disana. Bantuan itu sendiri digunakan untuk operasional daruat bencana banjir di Lamongan. Seperti untuk pencarian dan penyelamatan korban, pertolongan darurat, evakuasi korban dan untuk kebutuhan air bersih serta sanitasi. Selain itu diperuntukkan kebutuhan pangan korban banjir, sandang, pelayanan kesehatan dan penampungan serta hunian sementara.
Sementara dari data Satlak PB Lamongan, banjir masih genangi 7 kecamatan dan 88 desa. Banjir itu menggenangi 12.901 rumah, 12.901 kk yang meliputi 51.613 jiwa. Sedangkan sejumlah 272 kk atau 1.088 warga mengungsi. Warga yang mengungsi ini berada di Kecamatan Laren sejumlah 234 kk dan di Kecamatan Karangbinangun sejumlah 38 kk. Selain itu empat tangkis desa di Kecamatan Laren juga jebol. Yakni di Desa Bulutigo, Siser, Jabung dan Karangwungulor.
Sejumlah 91 sarana pendidikan juga tergenangi oleh banjir. Masing-masing 17 TK, 4 RA, 25 SD, 35 MI, 4 SMP, 2 MTs, 3 SMA dan 1 MA. Banjir juga genangi sejumlah 22 masjid, 26 mushola dan 3 pondok pesantren di Kecamatan Laren, Kalitengah dan Deket. Untuk kerusakan tanaman, ada sejumlah 5.366 hektar tambak terendam, 1.589 hektar padi, 2.12 hektar jagung dan 6 hektar polowijo. Selain itu sejumlah 7 puskesmas pembantu juga terkena dampak banjir.

Selengkapnya......

Peta Pengawasan Panwas Kian Kompleks


Tantangan panitia pengawas pemilihan umum (Panwas) saat ini semakin kompleks. Tantangan ini terkait perubahan sistem pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu yang mengatur suara terbanyak yang berhak menjadi duduk di kursi legaslatif. Sehingga kini kompetisi bukan hanya antara calon legislatif (caleg) beda partai, namun juga antar caleg dalam partai yang sama.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Masfuk dalam sambutannya saat pelantikan dan pengambilan sumpah 81 anggota Panwas Kecamatan (Panwascam) di Pendopo Lokatantra Lamongan, Kamis (12/3). “Selama delapan bulan kampanye dilakukan, ini adalah kerja yang sangat melelahkan bagi parpol dan calegnya. Para caleg itu kini bukan hanya harus berkompetisi dengan caleg dari partai lain. Namun juga dengan caleg di partainya sendiri. Ini imbas dari perubahan aturan pemilu, “ kata dia.
“Fenomena ini harus disikapi dengan arif oleh semua pihak, “ sambung Masfuk. “Biarkan itu berlangsung dengan tentram sebagai bagian dari proses berdemokrasi. Panwascam ini bertugas atas nama Negara, yang merupakan tugas mulia. Apa yang sudah disepakati mari ditaati. Dengan harapan pada akhirnya nanti bisa terwujud pemilihan legislatif yang sukses, tentram dan kondusif, “ urai dia.
Sejumlah 81 anggota Panwascam tersebut dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Panwaskab Mustaqim. Masing-masing tiga orang panwascam di tiap kecamatan. Selain itu, di kesempatan yang sama juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman bersama antara Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres dan Ketua Panwaskab tentang pembentukan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) dan Penanganan Perkara Tindak Pidana Pemilu Legislatif 2009 di Lamongan.

Selengkapnya......

Rabu, Maret 11, 2009

Gelar Pasukan Pemilu


Sejumlah 7.555 personil gabungan lintas sektor di Kabupaten Lamongan siap amankan seluruh tahapan pemilu 2009. Kesiapsiagaan tersebut diwujudkan dalam sebuah Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan pemilu 2009 di Alun-alun Kota Lamongan, Rabu (11/3) yang dipimpin Kapolres Lamongan AKBP Imam Sayuti.
Ribuan personil tersebut merupakan gabungan dari tujuh unsur yang ada. Yakni 710 personil Polres Lamongan dan jajarannya, 100 personil TNI (on call) dan 6 personil Polisi Militer (PM). Selanjutnya 30 personil dari Satuan Polisi Pamong Praja, 10 personil Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ), 5 personil Pemadam Kebakaran (PMK) serta yang terbesar, 6694 personil dari Linmas.
Apel kesiapsiagaan tersebut diakhiri dengan inspeksi pasukan oleh Kapolres bersama muspida Lamongan, termasuk Bupati Lamongan Masfuk. Inspeksi tersebut diakhiri dengan melihat eksiapsiagaan kendaraan bermotor yang dimiliki.
Terkait keterlibatan TNI dalam membantu pengamanan pemilu 2009 tersebut, AKBP Imam Sayuti saat membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, keterlibatan unsur TNI untuk pengawasan pemilu adalah secara tidak langsung. “Ini adalah wujud kebersamaan antara TNI dan Polri,” kata dia.
Selanjutnya dissampaikannya, melihat pemgamanan pemilu-pemilu sebelumnya, pemilu 2009 juga memiliki beberapa potensi kerawanan. Diantara potensi kerawanan selama tahapan pemilu tersebut yakni selama kegiatan kampanye terbuka. Untuk mengamankan kampanye terbuka yang akan berlangsung selama 21 hari diikuti 38 partai nasional dan 6 partai lokal di NAD tersebut memerlukan keseriusan pengamanan dan pengertian berbagai pihak untuk mengembangkan kampanye damai.
“Selain itu, tahapan pemilu yang lain jika tidak dikelola dengan baik juga memiliki potensi kerawanan. Selanjutnya diharapkan agar KPU bersama Bawaslu untuk bekerjasama. Hindarilah konflik dalam setiap tahapan pemilu demi mewujudkan pemilu yang berkualitas, “ tuturnya mengakhiri sambutan.

Selengkapnya......

Kinerja Penyedia Jasa Hambat Pembangunan


Dalam melaksanakan pembangunan bidang pekerjaan umum masih ditemukan beberapa permasalahan. Beberapa penyedia jasa kurang mengikuti petunjuk gambar dan persyaratan-persyaratan administrasi walaupun sudah jelas tertera dalam Surat Perjanjian Kontrak sehingga hambat jadwal pelaksanaan pekerjaan. Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Masfuk saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Akhir Tahun Anggaran 2008 di Ruang Sidang Paripurna DPRD setempat, Rabu (11/3).
Selain itu, dilanjutkannya, masih ada kegiatan masyarakat di dalam waduk yang melakukan aktivitas budidaya ikan dan penanaman padi serta pembendungan pada saluran irigasi dan sungai. Hal tersebut mengakibatkan fungsi waduk belum berjalan secara optimal.
“Sebagai upaya menyelesaikan permasalahan itu adalah Penyedia Jasa harus membuta laporan harian, mingguan dan setiap akhir bulan kepada Pejabat Pembuat Komitmen secara rutin. Dan itu harus disertai foto pelaksanaan kegiatan. Selain itu perlu dilakukan pembinaan kepada Penyedia Jasa atau kontraktor pelaksana juga dengan memberdayakan masyarakat dan sosialisasi pentingnya kelestarian sarana dan prasarana pengairan, “ kata dia.
Sementara terkait urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera, Masfuk meyebutkan kedua komponen tersebut telah berperan aktif dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak. Disebutkannya, keberhasilan urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera di Lamongan pada 2008 ditunjukkan dengan tercapainya prosentase pertumbuhan penduduk di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).
“Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan urusan keluarga berencana adalah belum semua akseptor KB mendapatkan pelayanan alat kontrasepsi dengan biaya gratis karena persediaan alat dari pemerintah masih kurang. Sehingga banyak peserta KB mandiri serta belum optimalnya kegiatan penyuluhan, “ ungkap dia dalam LKPJ yang dibacakan bergantian dengan Wakil Bupati Tsalits Fahami.
Dilanjutkan dia, kinerja pelaksanaan urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri di 2008 oada umumnya sudah mencapai target kinerja dalam RPJMD. Yakni prosentase penurunan pelanggaran Perda yang berarti tingkat kesadaran masyarakat dalam mematuhi Perda semakin meningkat.
Sedangkan kinerjka yang belum memenuhi target RPJMD, sambung dia, adalah prosentase penurunan daerah rawan konflik mencapai 55,56 persen dari 51,85 persen yang ditargetkan. Kemudian kegiatan keagamaan yang diabntu baru mencapai 256 kegiatan dari 267 kegiatan yang ditargetkan.
Disebutkan Masfuk dalam laporannya, perkembangan pencapaian kemajuan perekonomian suatu daerah dapat dilihat dari nilai pertumbuhan perekonomian yang dicapai. Pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto ) Lamongan berdasar nilai total PDRB Atas dasar Harga Konstan (ADHK) pada 2008 sebesar Rp 4.582.954.010.000. atai naik 5,87 persen
Secara kuantitatif, pendapatan Tahun Anggaran 2008 terealisasi Rp 869.781.568.400 atau tercapai 101,30 persen dari target perubahan APBD. Ini terbagai dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 66.612.476.978, dana perimbangan sebesar Rp 742.671.110.057 serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 60.497.981.365. sedangkan belanja mencapai Rp 861.127.730.025 atau mencapai 96,03 persen dari target. “Dengan demikian dalam mengelola keuangan daerah pada tahun anggaran 2008 terdapat surplus sebesar Rp 8.653.838.375.

Selengkapnya......

Selasa, Maret 10, 2009

Bentuk PMI di Desa Rawan Bencana


Masyarakat juga bisa diberikan pelatihan tanggap bencana. Sehingga ketika bencana datang, tanpa menunggu ditolong sudah bisa melakukan tindakan-tindakan darurat. Terutama untuk masyarakat yang berada di daerah yang berpotensi besar terlanda bencana. Seperti desa-desa di Kabupaten Lamongan sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo yang sering kena luapan air.
Hal tersebut disampaikan Abdul Azizi Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) saat menghadiri Pencanangan Pelaksanaan Awal Operasional Pengurus Ranting Kecamatan PMI se Kabupaten Lamongan di Gedung Korpri setempat, Selasa (10/3). Menurutnya, Ranting PMI yang berada di setiap kecamatan adalah garda terdepan penanganan bencana. “Ketika bencana terjadi, yang pertama bergerak adalah PMI yang berada di ranting-ranting ini, “ kata dia.
Kalau bisa, lanjut dia, nanti bisa dibentuk anak ranting PMI di pedesaan. Terutama untuk desa yang sering terkena bencana. “Dengan adanya anak ranting PMI di sebuah desa, masyarakatnya bisa diberikan pelatihan tanggap penganggulangan bencana. Sehingga ketika bencana datang, sebelum pertolongan lebih lanjut dari pemerintah datang, masyarakat sudah bisa melakukan tindakan-tindakan awal, “ papar dia.
Pada kesempatan itu Abdul Aziz juga sampaikan ditiadakannya bantuan alat reagen dari pemerintah pusat melalui Departemen Kesehatan. Alat ini sendiri berfungsi untuk melakukan pemeriksaan kemungkinan penyakit yang terkandung dalam darah seperti HIV, Sipilis, maupun hepatitis A dan B. Sehingga akan ada penambahan ongkos pengolahan darah.
Sementara Bupati Lamongan Masfuk dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas dioperasionalkannya ranting PMI di kecamatan. Namun pada kesempatan itu dia juga berharap agar PMI yang baru diresmikan ini jangan hanya sebatas formalitas saja. “Bekerja di PMI adalah kerja sosial, kerja untuk akherat. Jadi jangan sampai PMI ini hanya sekedar formalitas saja. Kalau terjadi bencana jarus menjadi yang pertama bergerak. Selain itu juga harus bisa back up Pak Wabup (Tsalits Fahami) selaku Ketua Pelaksana Harian Satlak PB Lamongan dengan memberi laporan ke sana, “ tutur dia.
Pencanangan Pelaksanaan Awal Operasional Pengurus Ranting Kecamatan PMI se Kabupaten Lamongan ditandai dengan penyematan rompi PMI kepada pelindung PMI di ranting, yakni camat setempat oleh Masfuk yang juga pelindung PMI Cabang Lamongan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PMI Cabang Lamongan Sudjiman dan Sekkab Fadeli.
Sesuai dengan PP no 18 tahun 1980, darah memang tidak diperjualbelikan. Sementara biaya yang selama ini dikeluarkan oleh masyarakat untuk mendapatkan darah tersebut adalah ongkos untuk pengolahan darah, bukan untuk darah itu sendiri. Sejak Februari 2009, ongkos pengambilan darah di PMI Lamongan yang merupakan jejaring untuk tiga kabupaten yakni Lamongan, Bojonegoro dan Tuban, sudah mengalami kenaikan seiring ditiadakannya subsidi reagen oleh pemerintah pusat. Untuk kantong darah bagi rumah sakit negeri dan puskesmas yang sebelumnya Rp 120 ribu perkantong, ongkosnya kini naik menjadi Rp 200 ribu perkantong. Sementara untuk rumah sakit swasta dari sebelumnya Rp 170 ribu perkantong naik menjadi Rp 250 ribu perkantong.
Seperti disampaikan Sudjiman, kebutuhan kantong darah di Lamongan berkisar 600 kantong sebelumnya. Sementara kemampuan supply oleh PMI Lamongan sekitar 300 kantong setiap bulannya. Sehingga untuk menutupi kekurangan itu sering diambilkan dari Unit Transfusi Darah Surabaya. Sampai dengan Selasa siang, stok darah di PMI untuk golongan B kosong, sementara untuk darah golongan A tinggal 1 kantong dan darah golongan 0 masih ada 19 kantong.

Selengkapnya......

Minggu, Maret 08, 2009

Pencari Rumput Tenggelam di Tengah Rawa

Nasib tragis menimpa Maksun (47), salah satu warga Desa Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Saat mencari rumput di tengah rawa desa setempat, ia mati tenggelam, Sabtu (7/3).
Sebelum kejadian, korban diketahu sedang berangkat mencari rumput, sekitar pukul 08.00. Lelaki ini menuju rawa desa setempat. Sebagaim,ana biasanya, ia tidak menghiraukan kedalama rawa tersebut. ''Karena sudah biasa, meskipun airnya dalampun ia tidak takut ke tengah rawa,'' kata salah satu warga setempat.
Belum tuntas ia mengumpulkan rumput di perairan itu, ada dua saksi yang sedang melintas, tidak jauh dari korban. Kedua saksi ini yakni Kasnaji (50) dan Nur Kamid (40), keduanya juga warga setempat. Saat itu, kedua saksi melihat korban terpeleset dan kejebur ke dalam air.
Karena korban yang memngenakan kaos putih bercelana pendek coklat itu tidak kunjung bangkit dari tempat jatuhnya, saksi menghampirinya. Tapi saksi kaget bukan kepalang, saat menolong korban. Sebab, saat diangkat dari air yang kedalamannya sekitar 2 meter, korban ternyata sudah tidak bernyawa lagi.
Atas kejadian ini, korban melaporkan kepada perangkat desa setempat. Oleh perangkat desa, aksus ini dilaporkan ke Polsek karanggegeng dan selanjutnya diteruskan ke Polres Lamongan. Menapat laporan, petugas kepolisian melakukan penyelidikan.
Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Sutopo, membenarkan kejadian ini. Saat didesak lebih lanjut mengaku, pihaknya tengah melakukan penyelidikan tewasnya Maksun, warga Desa Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneng ini. Hasilnya, diduga kuat korban meningal akibat tenggelam. Indikasinya, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan terhadap mayat dengan tinggi badan 165 cm itu. ''Tapi kasus ini masih kami selidiki lebih lanjut,'' kata Kasatreskrim Polres Lmaongan, AKP Sutopo.

Selengkapnya......

Jumat, Maret 06, 2009

Banjir Kepung Lamongan


Banjir bak kepung Lamongan. Belum sirna banjir yang memporakporandakan kawasan Bengawan Solo dan ''Terminal Air'' belum surut, kini banjir mengepung kota. Akibat waduk Takeran Klating, Kecamatan Tikung jebol, daerah pinggiran kota setempat terendam banjir, Kamis (6/3).
Hujan sekitar lima jam, mulai sekitar pukul 17.00, yang mengguyur kota Lamongan dan sekitaranya berdampak serius. Karena tidak mampuh menampung air, sehingga membuat kantong-kantong air di daerah ini meluber.
Diduga tidak mampuh menampung air, sehingga waduk Takeran Klating, Kecamatan Tikung jebol. Air meluber ke utara, yang berada di daerah rendah, termasuk kota Lamongan.
Banjir pun menyapu perkampungan, jalan raya dan lahan pertanian, baik di wilayah Kecamatn tikung maupun pinggiran kota Lamongan, khususnya di Kelurahan Sidoarjo.
Banjir kian meluas, karena waduk Joto Sanur, juga di wilayah banjir, airnya terpaksa dibuang. Sebab, waduk yang pernah jebol pada tahun 1996 yang menenggelamkan kota Lamongan ini, tidak mampuh menampuyng air hujan. ''Kalau tidak dibuang bahaya. Kalau jebol, lebih bahaya lagi,'' kata warga Joto.

Banjir ini melengkapi banjir di kabupaten Lamongan. Sebab sebelumnya banjir terjadi di kawasan Bengawan Solo yang saat ini belum surut total dan banjir di ''Terminal air'' atau disebut kawasan Bonorowo. Yakni meliputi wilayah Kecamatan Glagah, Karangbinangun, Deket, Turi, Kalitengah dan Karanggeneng.
Sebaliknya, banjir diperkotaan dipastikan akan memperparah banjir di kawasan ''Terminal Air'' yang merupakan kawasan pertambakan. Pasalnya, air dari Tikung dan perkotaan ini dipastikan larinya ke kawasan ''Terminal Air. Sementara air di ''Terminal Air'' tidak bisa membuang ke Bengawan Solo karena kondisi airnya lebih tinggi. ''Ini jelas larinya ke wilayah kami, Bonorowo,'' kata H. Tohir, petambak asal Kedamatan Karangbinangun.
Lamongan bisa dibilang dikepung banjir. Dari utara, warga wilayah Bengawan Solo porak poranda, wilayah Terminal Air di wilayah timur meradang dan wilayah Tikung di wilayah selatan tak berdaya saat banjir menyapu wilayah mereka. Kini giliran warga kota Babat, yakni kecamatan paling ujung barat Lamongan, menjerit. Sebab hujan dan luapan rawa, mengakibatkan kawasan kota setempat kebanjiran, sejak kemarin malam. Utamanya kawasan sebelah barat jembatan, aktivitas warga setempat nyaris terhenti total, karena ketinggian air mencapai 60 cm. ''Kami sangat resah karena banjirtampaknya akan terus merangkak naik, tapi perhatian dari kelurahan dan kecamatan belum ada,'' kata warga setempat.
Data di Humas dan Infokom Setda Kabupaten Lamongan menunjukkan, banjir di Kecamatan Tikung ini terjadi akibat tanggul sungai jebol. Tanggul yang jebol itu sudah diatasi dengan menumpuk 160 zak berisi pasir.
Data ini juga menyebutkan, akibat banjir ini sehingga merendam Dusun Pilanggadung, Desa Tambakrigadung. Setidaknya terdapat 150 rumah tergenang air hingga 50 cm, 1 rumah kayu roboh 3 rumah rusak.
Untuk di Desa Joto Sanur sebanyak 405 rumah KK terendam 20 cm, Desa Gunungrejo 60 rumah terendam hingga 20 cm, Desa Pengumbulannadi, 25 rumah dengan kedalam 20 cm. ''Ini baru data sementara yang kami peroleh,'' kata salah satu staf di kantor tersebut.

Selengkapnya......

PKK Bantu Korban Banjir


Obat yang paling mujarab untuk korban banjir adalah ketika penderitaan psikologis mereka disentuh. Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan Endang Rijanti Masfuk bersama pengurus lainnya Cicik Rosida Tsalits Fahami dan Mahdumah Fadeli, Jum’at pagi (6/3) sambangi korban banjir. Secara simbolis, 10 korban banjir pada kesempatan itu menrima sejumlah paket bantuan.
Namun bukan hanya bantuan yang dibawa ibu-ibu tersebut yang membuat para korban banjir itu bisa tetap menunjukkan senyum mereka. Namun kunjungan dari isteri nomor satu di Lamongan itulah yang jauh lebih bermakna. Mereka yang menerima bantuan itu adalah penduduk Desa Durikulon dan Centini Kecamatan Laren.
Endang kepada masing-masing ibu-ibu korban banjir yang ditemuinya menngucapkan kalimat-kalimat yang bisa membuat mereka tetap tersenyum meski sedang terlanda bencana. “Sabar ya bu, tabah, jangan terlalu ngresulo (berkeluh kesah) karena Insya Allah di setiap cobaan pasti ada hikmah disana. Semoga diberi kekuatan hati ya, “ ucap dia pada salah satu ibu.
Bantuan tersebut diberikan secara simbolis di Babat Barrage berupa paket bantuansejumlah 628 paket. Sejumlah perlengkapan rumah tangga ada dalam paket bantuan itu, diantaranya sabun, kecap dan biskuit. Selain itu juga diberikan sejumlah besar bantuan sembako untuk dapur umumwarga yang berada di Desa Centini dan Duri Kulon Kecamatn Laren.

Selengkapnya......

Bentuk BUMD Harus Siap Cari Provit


Jika ingin membentuk perusahaan daerah atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus dilakukan dengan profesional. Selain itu juga harus siap mencari profit atau keuntungan. Kalau tidak siap dengan ini (tidak mau mencari keuntungan) lebih baik bentuk semacam Badan Layanan Umum (BLU) saja. Pernyataan tersebut disampaikan guru besar Akuntansi dan manajemen keuangan daerah Fakuktas Ekonomi UGM Jogkarta Prof Dr Abdul Halim di Ruang Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan kemarin.
Dalam sosialisi pengelolaan BUMD yang dibuka oleh Sekkab Lamongan Fadeli itu, Abdul Halim menyampaikan tiga strategi pembentukan suatu perusahaan daerah. Yakni pertama sebagai reveniew centre, kedua sebagai profit centre dan ketiga sebagai investment centre. Dia juga memuji kinerja dari salah satu BUMD di Lamongan, yakni Bank Daerah Lamongan.
”Dari tiga BUMD yang sekarang ada di Lamongan baru Bank Daerah yang sukses. Bahkan levelnya bukan lagi pada provit centre tapi sudah investment centre. Sementara PDAM kondisinya kembang kempis dan PD Aneka Usaha Jaya juga tidak terlalu berbeda, ” ungkap dia.
Jika tidak mau cari untung, lanjut dia, cukup bentuk BLU saja. Karena dalam prinsip BLU yang penting adalah efisiensi dalam pengelolaan biaya-biaya saja. Bukan cari untung semata. Berbeda dengan BUMD atau perusahaan daerah yang jelas-jelas harus menghasilkan keuntungan dan bisa memberi pendapatan untuk pemerintah daerah.
Dia menandaskan, satu-satunya cara agar pembentukan suatu BUMD bisa sukses syaratnya harus profesional dan cari keuntungan. Memang tidak harus langsung dipatok harus bisa mencari profit. Karena harus ada penyesuaian dulu. Namun proses untuk menuju kesana harus dipercepat. ”Harus ada rencana dan target yang jelas. Demikian pula harus ada reward dan punishment yang jelas. Misalnya ditarget bisa profit sekian rupiah dan bisa dipenuhi, maka disediakan bonus khusus bagi pimpinan. Demikian pula sebalina, jika gagal penuhi target harus siap-siap dilengserkan, ” papar dia. ”Namuan juga perlu diperhatikan dulu usaha yang telah dilakukan sebelum dilakukan pelengseran, ” katanya buru-bru menambahkan.
Pada kesempatan itu, juga dijelaskannya atas konskuensi logis UU nomor 17 tahun 2003 yang menyebutkan bahwa pengelolaan keuangan harus diserta laporan. Sehingga laporan tersebut juga harus dilampiri pelaporan dari perusahaan daerah. ”Justru dengan adannya undang-undang ini menurut saya daerah diberi kekuasaan lebih untuk mengelola kekayaan daerah. Asal disertai laporan keuangan pengelolaan kekayaan daerah. Sehingga kemudian ada pembagian kekayaan yang tidak dipisahkan dan kekayaan yang dipisahkan. Perusahaan daerah ini masuk di kekayaan yang dipisahkan. Sementara BLU masuk kekayaan yang tidak dipisahkan. Hal-hal seperti ini tidak begitu diperhatikan sebelum era reformasi, ” jelas dia.
Sementara Fadeli pada kesempatan sebelumnya menyampaikan, di Lamongan saat ini sudah ada tiga BUMD. Yakni PDAM, PD Aneka Usaha Jaya Lamongan dan terakhir PD BPR Bank Daerah Lamongan. Sementara untuk PD Pengelola Pasar baru ada Perdanya, pembentukannya masih dalam proses. ”Untuk meningkatkan kinerja, pemberdayaan dan monitoring BUMD, selain badan pengawas BUMD, saat ini juga sudah dibentuk Bagian Bina Pengelolaan BUMD. Unit ini masuk di ingkungan Sekretariat Daerah, ” kata dia.

Selengkapnya......

Tahun Ini Bisa Ekspor 1 Juta Ton Beras



Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Departemen Pertanian RI Sutartto Ali Muso mengungkapkan, jika tahun ini pemrintah berniat ekspor 1 juta ton beras, itu bisa diwujudkan. Karena menurutnya, meski banjir akibatkan puso di beberapa daerah, target 40 juta ton beras masih bisa diwujudkan. Itu disampaikannya saat panen raya padi hibrida di Desa Mojorejo Kecamatan Modo, Jum’at (6/3). Turut serta dalam panen raya itu Bupati Lamongan Masfuk dan Wabup Tsalits Fahami bersama muspida Lamongan.
Dikatakannya, tahun ini pemerintah menargetkan bisa panen 63, 5 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 40 juta ton. Jika target ini bisa diwujudkan, lanjut dia, meski melakukan ekspor 1 juta ton beras cadangan beras nasional masih akan dalam kondisi aman pada 2010 mendatang. “Meski banjir melanda beberapa wilayah pertanian di Indonesia, hal itu tidak akan berpengaruh secara nasional. Hujan lebat juga diperkirakan masih akan terjadi hingga awal Maret ini. Namun secara keseluruhan (padi) yang puso sampai saat ini mencapai 66 ribu hektar. Tahun lalu lebih besar, mencapai 100 ribu hektar, “ terang dia.
Untuk korban banjir, ditambahkannya, pemerintah sudah siapkan bibit bantuan bagi petani. Juga kemungkinan akan ada bantuan pupuk juga. Saat ini di CBN atau cadangan bebih nasional tersedia sejumlah 30 ribu ton bibit. Atau setara untuk 1,5 juta hekatar lahan pertanian. “Sementara terkait padi hibrida, untuk produksi memang sudah cukup memuaskan. Seperti disini (Modo) bisa hingga 12 ton per hektar. Namun memang ada kelemahan yang harus kita atasi. Yakni masalah harga yang masih tinggi. Untuk masalah harga bisa diatasi jika nanti sudah diproduksi di dalam negeri. Alias tidak impor lagi. Selain itu benih hibrida ini juga masih memerlukan sedikit adaptasi dengan iklim tropis di Indonesia karena benih ini asalnya dari daerah subtropis, “ papar dia panjang lebar.
Dia juga menyatakan keprihatinannya dengan petani yang belum gunakan pupuk organik sebagai penyeimbang dan perbaikan tanah pertanian. Meski tahun ini alokasi pupuk sudah jauh melampau tahun lalu yang 4,8 juta ton sementara tahun ini 5,5 juta ton, namun jika petani tidak mau beralih ke pupuk organik, (alokasi) itu tidak akan pernah cukup. Pejabat yang sudah beberapa kali ke Lamongan ini juga meminta pada pemerintah setempat untuk awasi penyelewangan pupuk. “Karena soal penyelewengan pupuk, yang paling tahu harusnya adalah pemerintah daerah, “ ungkap dia.
Masfuk pada kesempatan itu juga menyampaikan uneg-uneg petani Lamongan pada Sutarto. Dia menyampaikan, meski (harga) pupuk naik sedikit, itu tidak masalah bagi petani asal barangnya tersedia cukup. “Meski pupuk ewet (jawa : susah), namun Lamongan bisa menjadi produsen padi nomor satu di Jatim. Apalagi kalau kebutuhan pupuk bisa terpenuhi, “ ujar Masfuk.
Berdasar data Dinas Pertanian Kehutanan Lamongan menyebutkan, pada 2008 lalu produksi padi Lamongan mencapai 839.974 ton GKG. Sementara data sampai dengan Februari 2009 ini realisasi tanam padi mencapai 73.912 hektar dan realisasi panennya mencapai 25.235 hektar. Sementara produksinya mencapai 167.308 ton dengan produktifitas rata-rata mencapai 66,3 ton per hektar GKG. Produksi ini mencapai 21,88 persen dari target produksi 764.433 ton GKG tahun ini.
Sedangkan untuk program Bantuan Langsung Bibit Unggul (BLBU), tahun ini Lamongan mendapat alokasi untuk padi hibrida sebanyak 42 ton atau setara 2800 hektar. Kemudian untuk padi non hibrida sebanyak 53,875 ton atau setara 4.500 hektar. Selanjutnya jagung hibrida sebanyak 67,5 ton setara untuk 4,500 hektar dan kedelai sebanyak 81,4 ton atau setara 2.035 hektar. Selain itu juga ada program Bantuan Langsung Pupuk (BLP) NPK sebanyak 524,95 ton serta pupuk organic cair sebanyak 10.499 liter.

Selengkapnya......

Kamis, Maret 05, 2009

Saat Cintami Kangenan dengan Pejabat Lamongan


Setelah lama tak nongol di televise, Cintami Admanegara, akhirnya tak betah. Artis ibu kota ini muncul hanya untuk memeriahkan peresmian BPR bank daerah Lamongan, kemarin.
Tampil dengan ceria, Cintami Admanegara mencoba menghibur para undangan, yang sebagaian besar pejabat pemkab Lamongan. Gayanya yang familier, ditambah busana bagian atas yang transparan dan celana merah menyala, membuat para undangan kian akrab dengannya.
Wanita berkulit putih bertubuh idial ini tak canggung mengajak menyanyi bersama para undangan. Bahkan bupati Masfuk menjadi sasarannya. ‘’Pinjam sebentar ya buk, nanti saya kembalikan dalam keadaan utuh,’’ selorohnya.
Karena keakrabannya ini, sehingga membuat para undangan, utamanya para kaum hawa berfoto dengannya. Maklum, selain lama tidak nongol, artis ibu kota ini juga lama tidak hadir di Lamongan. ‘’Kami menghadirkan dia, karena pasa dengan momennya. Selain itu, undangan yang hadir, juga sebagian besar era ngetopnya artis tersebut,’’ kata Dirut BD Lamongan, Yuronur Efendi, yang juga mencoba melantunkan lagu duet bersama artis cantik itu.
Selain para pejabat, hadir juga pada acara peresmian gedung senilai sekitar p 5,7 miliar ini, guru besar fakukltas ekonomi UGM Jogkarta Prof Dr Abdul Halim serta Aji Notonegoro, desainer kondang yang merancang seragam karyawan Bank Daerah Lamongan.

Selengkapnya......

Penjaga Pintu lalai ? Kereta Gasak Tiga Kendaraan


Kecelakaan maut akibat kereta api kembali terjadi. Diduga akibat penjaga pintu lintasan lalai, kereta api barang gasak tiga kendaraan bermuatan penuh. Akibat kejadian ini, sopir truk tronton Eksan Pamuji (40) warga desa Ngampel, Desa/Kecamatan Blora, meninggal di tempat kejadian.
Sebuah mobil tronton Nopol B 9073 ED dalam kondisi remuk, truk engkel Nopol H 1580 YC dan mobil trevel L 300 Nopol H 9224 YC, bereserakan di sekitar lintasan kereta api, beberapa meter dari Stadion Surajaya. Kecelakaan beruntun ini terjadi setelah tronton dilibas kereta api barang Nolok 20174, sekitar pukul 02.45. Sedangkan biji besi dan swike muatan mobil tersebut berserakan menjadi rebutan warga pada esok harinya.
Kapolres Lamongan AKBP Imam Sayuti bersama Kasatlantas AKP Nuriyanto dan Kasatreskrim AKP Sutopo beserta anggota lainnya sibuk mengamankan dalam kejadian itu. Berkat pengamanannya, meski sempat macet, arus lalu lintas setempat terkendali lancar.
Informasi di tempat kejadian, saat kereta, dengan masinis Sugiono (51) dan asistennya Adira (50), keduanya dari Dipo Cepu, dari arah timur hendak melintas di lintasan setengah membentuk huruf ‘’S’’, tronton dan kendaraan lainnya di belakang dari arah barat, hanya sedikit mengurangi kecepatan. Kendaraan itu tetap yelonong tanpa menghiraukan kereta yang hendak melintas. Ini dikarenakan, palang pintu manual itu tidak menutup jalan raya yang menghubungkan Lamongan-Surabaya ini.
Saat tronton bermuatan biji plastik masuk ril kereta, kereta barang dari selatan itu menabraknya. Sedangkan mobil dibelakangnya yakni truk engkel yang bermuatan swike menabrak tronton dan mobil travel L 300 yang mengangkut 8 penumpang menabrak truk engkel.
Akibatnya, truk tronton terguling ke tepi jalan hingga beberapa meter. Sedangkan sopir Eksan Pamuji meninggal di tempat kejadian. A diduga tersambar kereta hingga sebagian tubuhnya keluar melalui kaca mobil yang dikendarai. Sedangkan keneknya, M Edi (50) selamat dari maut. Sementara biji besi yang diangkut tronton itu tumpah ke jalan raya.
Karena truk engkel menabrak tronton, sehingga meuatannya swike tumpah ke jalan. Sopir Sugianto (35) warga Desa Karangtengah, Kecamatan Winong, Boyolali mengalami patah tulang kaki. Sedangkan keneknya Wagiman (32) warga Dusun Gunung Pusar, Desa Gebyok, Kecamatan Mojogedek, Karanganyar mengalami luka pada pipi.
Mobil travel berpenumpang delapan orang yang menabrak truk engkel penumpangnya selamat. Hanya bagian depan mobil rusak dan sopirnya, Agus Riyadi asal Palang, Tuban mengami luka luka, karena tertimpa box berisi swike yang jatuh dari truk engkel.
Penjaga palang pintu lintasan setempat, Said (54) warga Desa Deket Wetan, Kecamatan Deket, mengaku mendapat telephon dari Stasiun Kereta Api Lamongan saat ada kereta mau melintas. Hanya, saat ditunggu beberapa saat kemudian, tidak ada telephon. Biasanya, kata dia, kalau kereta sampai pada Stasiun Duduk, Gresik ada petugas yang ngebel. Setelah ditunggu-tunggu tidak ada telephon, tiba-tiba kejadian ini terjadi.
Saat diperiksa petugas setelah kejadian, perangkat elektronik di pos penjagaan intasan itu, masih dalam on. ‘’Apapun yang terjadi saya yang salah,’’ kata Said mengakui.
Kapolres Lamongan AKBP Imam Sayuti didampingi Kasatreskrim Polres Lamongan mengaku sudah mengaku dua saksi, yakni penjaga palang pintu lintasan kereta api, Said dan seorang saksi mata. ‘’Belum ada tersangka dalam kasus ini karena kami masih melakukan pemeriksaan,’’ katanya.

Selengkapnya......

Rabu, Maret 04, 2009

Posisikan Pelajar Secara Proporsional


Sistem pembelajaran yang umumnya dilakukan selama ini di kelas-kelas
kita selama ini lebih berorientasi pada target penguasaan materi.
Meski metode ini terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka
pendek, tetapi gagal dalam membekali anak untuk memecahkan persoalan
dalam kehidupan jangka panjang.
Seperti disampaikan Direktur The Naff Nafik saat memberi materi pada
Diklat Kepemimpinan Profesional Pengawas TK, SD dan SDLB di Ruang
Sabha Dyaksa Pemkab Lamongan, Rabu (4/3). Menurutnya, saat ini
pendidikan masih didominasi pandangan bahwa pengetahuan sebagai
perangkat fajta-fajta yang harus dihafal. “Guru masih menjadi pusat
pengetahuan, ilmu dan sebagainya. Sementara ceramah masih menjadi
pilihan utama strategi pembelajaran, “ kata dia.
Pada kesempatan itu Nafik mengenalkan konsep belajar dengan strategi
yang dinamakan BCCT atau Beyond Centers and Circle Time. Dijelaskannya
pada sejumlah 112 pengawas yang hadir, konsep tersebut adalah konsep
belajar dimana guru-guru menghadirkan dunia nyata dalam kelas.
Sehingga akan mendorong siswa untuk bisa menghubungkan pengetahuan
yang diterimanya dengan dunia nyata. “Dengan ini, pengetahuan yang
diperoleh siswa bisa dijadikan bekal dalam dunia nyata. Baik dimasa
sekarang maupun di masa yang akan datang, “ ungkap dia.
Dilanjutkannya, dunia anak adalah dunia bermain. Maka sudah
selayaknyalah konsep pendidikan untuk anak usia dini dirancang dalam
bentuk bermain. “Pada intinya, bermain adalah belajar dan belajar
adalah bermain. Sudah saatnya metode pengajaran menempatkan siswa pada
posisi yang proporsional, “ paparnya.
Diklat itu sebelumnya dibuka Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Mustofa
Nur. Dalam sambutannya Mustofa menyampaikan harapannya agar peserta
diklat tersebut bisa menyerap semua pengetahuan yang disampaikan.
“Diharapkan dengan menerapkan metode pembelajaran yang pas akan
menghasilkan siswa dengan pengetahuan yang memadai saat siswa
dihadapkan pada persoalan kehidupan sehari-hari, “ tutur dia.

Selengkapnya......

Enam Kades Dilantik


Sejumlah enam kepala desa (Kades) dari lima kecamatan, Rabu pagi (4/3)
dilantik Bupati Lamongan di Pendopo Lokatantra setempat. Seperti sudah
menjadi kebiasaan, bukan hanya Kades dan Camat setempat yang
menghadiri pelantikan. Meski hanya enam Kades yang dilantik, keluarga
dan pendukung Kades terpilih sudah memenuhi ruang pendopo sejak pagi
hari.
Enam Kades hasil pemilihan pada Januari dan Februari lalu itu
masingimasing adalah Kades Glagah/Glagah Abdul Qohar, Kades
Karangangung/Glagah M Mustaqim dan Kades Sugihwaras/Deket A Rofiq.
Selanjutnya Kades Jugo/Sekaran Masyhur, Kades Brumbun/Maduran Syafi’i
serta Kades Sogo dari Kecamatan Babat Sriyanto.
Masfuk dalam sambutannya menuturkan pentingnya bagi Kades terpilih
agar bisa mengajak semua masyarakat di desanya untuk turut dalam
pembangunan. Lebih baik lagi jika mampu berinovasi dan berkreasi
memajukan perekonomian desanya dengan membangkitkan kekhasan ekonomi
desa tersebut.
Sementara terkait banjir yang melanda Lamongan akhir-akhir ini,
Masfuk meminta agar masyarakat tidak menyerah dengan kondisi tersebut.
Menurut dia, kondisi alam Lamongan yang seperti baskom memang mudah
terkena banjir begitu air di Bengawan Solo naik. Sebagian besar rumah
penduduk yang kebanjiran memang berada di sekitar bantaran sungai
Bengawan Solo. “Tetap jangan lupakan etos masyarakat Lamongan yang
pekerja keras. Ditambah dengan upaya inovatif dan kreatifitas Lamongan
pasti bisa terus maju, “ tutur dia.
Dari lima pilkades itu, dua diantaranya mengusung calon tunggal yakni
di Desa Brumbun/Maduran dan Desa Sogo/Babat. Meski melawan calon
tunggal, tidak serta merta calonnya melenggang mulus. Seperti hasil
pilkades Sogo, dari 1.471 hak pilih, 778 orang memilih Sriyanto dan
389 orang memilih bumbung kosong (calon kosong) sementara sisa
suaranya tidak digunakan dan tidak sah.
Hak pilih paling rendah di Desa Karangangung/Glagah dengan 781 hak
pilih. Di desa ini bertarung dua calon yang dimenangkan M Mustaqim
dengan 458 suara untuknya dan 260 suara untuk Kholil. Sementara hak
pilih terbanyak berada di Desa Glagah/Glagah dengan 2.151 orang yang
memiliki hak pilih. Suara di desa ini juga diperebutkan dua calon.
Sejumlah 1.251 orang memilih Abdul Qohar, sedangkan 401 memilih Adi
Santoso.

Selengkapnya......

Selasa, Maret 03, 2009

Air Bengawan Solo Mulai Turun


Ketinggian air di Bengawan Solo terus mengalami penurunan. Saat ini sudah turun ke siaga II. Demikian pula dengan pengungsi terbesar yang berada di Laren sudah mulai berkurang. Dari sebelumnya 2.408 kk pada 2 maret saat ini tinggal 1.838 kk. Satlak PB saat ini konsentrasi untuk menyalurkan bantuan kepada semua korban banjir.
Air genangi 10 kecamatan(Babat, Maduran, Laren, Karangbinangun, pucuk, kalitengah, karangbinangun, turi, deket, glagah), 8.202 rumah, 39.258 jiwa paling banyak di kecamatan laren sejumlah 3.975 rumah dan 15.580 jiwa. Pengungsi sebanyak 2.025 kk dan 10.415 jiwa paling banyak berada di kecamatan laren sebanyak 1.838 kk dan 9.992 jiwa mengungsi.
Disamping itu, juga genangi jalan desa sepanjang 27,9 kilometer, jalan lingkungan 2,4 kilometer dan jalan kabupaten 615 meter. Sarana pendidikan dengan rincian 8 unit TK, 19 SD, 16 MI, 3 SMP, 2 MTs, 3 SMA dan 1 MA. Sarana keagamaan sebanyak 36 mushola dan 13 masjid serta 2 ponpes.
Sarana pertanian dengan rincian tambak sejumlah 5,265 hektar, 532 hektar padi, 362 hektar jagung dan 3 hektar polowijo. Paling banyak berada di kecamatan kalitengah sejumlah 1.048 hektar tambak tergenang. Sementara 2 pustu juga tergenang.





Data tinggi air Bengawan Solo dalam pheilschaal 3 Maret 2009



Titik Papan Duga


Waktu




14.00 WIB


15.00 WIB

Karangnongko


24.13


24.23

Bojonegoro


11.78


12.94

Babat


7.35


7.31

Pelangwot


5.38


5.34

Karanggeneng


4.19


4.15

Kuro


2.18


2.16





Selengkapnya......

Dorong Pemilih Pemula Ke Bilik Suara


Wakil Bupati Lamongan Tsalits Fahami menyampaikan harapannya agar LSM turut membantu kerja penyelenggara pemilu untuk mensukseskan jalannya pemilu. Terutama dalam hal tingkat partisipasi pemilih. Dia berharap agar LSM dapat ikut mendorong pemilih pemula yang kebanyakan dari kalangan pelajar agar didorong sehingga mau menggunakan hak pilihnya.
Himbauannya tersebut disampaikannya saat membuka workshop stake holder untuk inisiasi dan penggalangan komitmen lokal mewujudkan smart voters pemilu 2009 yang digelar LSM Prakarsa di Grand Hotel Mahkota, Selasa (3/3). Menurutnya, seringkali para pemilih pula yang kebanyakan adalah pelajar lebih sering memilih bukan didasarkan visi misi. Melainkan mereka menghadiri suatu kampanye hanya karena hiburan yang disuguhkan seperti dangdutan. ”Disini peran LSM akan sangat penting untuk memberi sosialisasi kepada pemilih pemula agar bukan hanya menggunakan hak pilihnya. Namun juga menggunakan hak pilih tersebut dengan logika dan hati nurani, ” tutur dia.
Sementara terkait potensi warga yang tidak menggunakan hak pilih mereka pada pemilu 2009 mendatang, Tsalits menyampaikan cukup dengan optimis tingkat kehadiran masyarakat Lamongan pada pemilu nanti. Dikatakannya, pada Pemilihan Gubernur (pilgub) Jatim beberapa waktu lalu tingkat partisipasi (masyarakat) Lamongan diatas angka rata-rata Jatim. Dia juga menyampaikan himbauannya agar pemilih jangan tergoda dengan politik uang. ” Jangan berharap terjadi perubahan di negeri ini jika proses pemilihan pemimpinnya atas dasar uang dan sembako. Bukan karena hati nurani, ” kata dia.
Tsalits melanjutkan, pada putaran pertama lalu tingkat partisipasi Lamongan mencapai 67 persen sementara angka jatim berkisar 60 persen. Demikian pula pada putaran kedua lalu, meski turun menjadi sekityar 58 persen, angka itu masih di atas angka jatim yang sekitar 55 persen. ”Alangkah indahnya, jika pada pemilu (pilleg) mendatang tingkat partisipasin Lamongan mencapai 70 perse. Hal ini tentu hanya bisa terwujud jika penyelenggara pemilu dibantu semua elemen masyarakat termasuk diantaranya LSM, ” ungkap dia.
Ditempat yang sama, Direktur LSM Prakarsa Madhekan Ali menyampaikan tujuan dari workshop yang merupakan bagian dari program UNDP (United Nations Development Programme) tersebut adalah untuk menyelamatkan suara rakyat saat proses pemilu nanti. Yakni dengan meminimalisir kesalahan saat pencontrengan. ”Program ini adalah untuk membantu semua penyelenggara pemilu baik KPU maupun Panwas sehingga menghasilkan pemilu yang berkualitas, ” terang dia dalam workshop yang diikuti sekitar 60 peserta dari KPUD Lamongan, Panwaskab, perguruan tinggi, pers dan ormas di Lamongan itu. Selain menerima materi dari KPUD Lamongan yang disampaikan anggota KPUD Tasir, peserta workshop juga akan melakukan diskusi mekanisme dan tata cara pemilu 2009.

Selengkapnya......